Kehamilan

14 Cara Mengatasi Stres Selama Hamil

Terakhir diperbaharui

14 Cara Mengatasi Stres Selama Hamil
Ada yang bilang kalau Anda belum pernah merasakan stres itu artinya Anda belum benar-benar menjalani kehidupan Anda. Setiap orang pasti pernah mengalami stres, termasuk para ibu hamil. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah stres bisa berakibat membahayakan pada kehamilan.
Selama bertahun-tahun para ahli menganggap peningkatan stres bisa menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, atau bahaya yang bisa dialami janin lainnya. Ada informasi baru yang mengindikasikan bahwa stres menyebabkan tubuh memproduksi hormon tertentu yang bisa menyebabkan keguguran dan kelahiran prematur. Konsekuensi stres bisa berupa rasa tidak nyaman yang ringan hingga depresi yang berat. Pada akhirnya stres bisa menyebabkan ibu hamil merasa sendiri dan tidak bisa menjalani kesehariannya dengan normal.
Adakah hal yang bisa ibu hamil lakukan untuk mengurangi stres yang diderita dan mengubah apa yang mereka rasakan? Jawabannya ada, Bunda. Berikut ini adalah daftar beberapa teknik yang bisa berguna untuk mengurangi perasaan tidak nyaman karena stres selama hamil.
  1. Tetap jalin komunikasi terbuka dengan orang-orang yang Anda cintai, terutama dengan pasangan. Pasangan, orang tua, dan teman tidak akan memahami apa yang Anda alami dan tidak bisa mengantisipasi apa yang Anda inginkan atau butuhkan. Jadi beritahukan apa yang Anda rasakan pada mereka. Beritahu bagaimana cara mereka bisa membantu Anda. Pada saat yang sama Anda juga harus sensitif terhadap kecemasan yang juga dialami suami, terutama jika ini adalah kehamilan pertama Anda.
  2. Pelajari teknik relaksasi. Penelitian telah banyak menunjukkan, dengan belajar memperoleh ketenangan fisik yang mendalam, tubuh dan pikiran Anda bisa jadi lebih tenang. Detak jantung, tekanan darah, tingkat hormon stres, dan ketegangan otot akan menurun.
  3. Kurangi tuntutan pekerjaan selama hamil. Ini sangat penting apalagi ketika Anda berada di lingkungan kerja yang maskulin. Profesi di bidang hukum atau medis sering kali menuntut banyak hal yang tidak mungkin dipenuhi oleh ibu hamil jika mereka tetap ingin menjalani kehamilan yang sehat. Diskusikan bersama pasangan dan atasan apa yang Anda bisa dan tidak bisa kerjakan selama hamil dan lakukan penyesuaian yang semestinya. Atasan Anda tentu ingin Anda tetap bekerja selama masa kehamilan. Dengan menyesuaikan pekerjaan dan lingkungan kerja, Anda akan lebih bisa mengatur diri dibanding jika harus mengikuti jadwal dan aktivitas berat yang biasanya Anda hadapi sebelum hamil.
  4. Pelajari sebanyak mungkin tentang kehamilan. Membaca, berbicara dengan teman, mengikuti kelas pranatal, dan berdiskusi dengan dokter atau bidan untuk belajar sebanyak mungkin tidak hanya tentang kehamilan tapi juga tentang dampak emosionalnya. Dengan cara ini ketika Anda mulai merasakan pengalaman emosi yang mengganggu, setidaknya Anda tidak kaget lagi.
  5. Luangkan waktu untuk rileks. Ini artinya Anda harus punya waktu untuk melakukan relaksasi. Lakukan apa yang membuat Anda merasa lebih baik, seperti membaca buku, menonton film, atau dipijat. Tiap orang punya pilihan kegiatan yang berbeda. Pastikan Anda melakukan dan menikmatinya.
  6. Berbicara pada diri sendiri dan menuliskannya. Proses ini terutama untuk mengidentifikasi pemikiran dan perasaan yang Anda miliki, lalu menuliskannya menjadi cara yang baik untuk mengetahui apa yang Anda alami dan membantu mengatasi perasaan apapun yang bermasalah. Melakukannya bisa memberi Anda pandangan lebih baik pada diri sendiri dan menghilangkan rasa sakit dari perasaan dan pemikiran yang sebelumnya mengganggu.
  7. Kelilingi diri Anda dengan hubungan relasi dan persahabatan yang positif. Bagaimana cara mengetahui kalau teman-teman Anda baik untuk Anda? Perhatikan apa yang Anda rasakan saat bersama mereka. Jika Anda merasa nyaman ketika bersama seseorang, itu artinya orang tersebut memberi kebahagiaan pada hidup Anda. Jika ada teman atau kerabat yang membuat Anda merasa tidak nyaman, coba hindari orang tersebut selama hamil. Ini bukan berarti Anda menyalahkan orang tersebut, tapi ini harus dilakukan demi menjaga perasaan Anda. Nantinya Anda bisa memutuskan apakah tetap melanjutkan pertemanan dengan orang tersebut atau sebaliknya.
  8. Beri jeda waktu saat Anda merasa kesal atau tidak nyaman terhadap sesuatu. Beberapa menit meditasi, membaca majalah, berbicara dengan teman, atau berjalan-jalan bisa jadi apa yang Anda butuhkan. Menenangkan pikiran selama 5 menit saja bisa memperbaiki detak jantung, tekanan darah, pernafasan, dan sistem kekebalan tubuh Anda.
  9. Mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan yang datang pada Anda. Ketika orang-orang menyentuh perut dan mulai berkomentar tentang ukuran tubuh Anda pasti Bunda merasa tidak nyaman, bukan? Dengan merencanakan respon jawaban bisa membantu Anda mengatasi percakapan yang bersifat negatif. Daripada merasa kesal ketika seseorang memberi komentar buruk, lebih baik temukan ide sebagai jawaban cerdas dan jadikan sebagai senjata Anda.  
  10. Segala jenis aktivitas fisik bisa mengurangi tekanan dan melepaskan hormon perasaan baik ‘endorphin’. Jika dokter membolehkan Anda untuk berolahraga, lakukan jalan kaki, renang, atau ikuti sesi yoga pranatal, serta semua aktivitas yang baik untuk proses pompa darah Anda.
  11. Jika merasa tensi Anda naik, cobalah untuk menahan nafas. Detak jantung yang cepat dan tekanan pada otot adalah cara tubuh memberi tahu kalau ada yang salah. Pernafasan dalam bisa membantu mengatasinya. Kebanyakan orang bernafas dangkal, yakni hanya dari dada, ketika merasa kesakitan atau sedang stres. Yang bisa Anda lakukan adalah menarik nafas dan meluaskan bagian perut. Saat menghembuskan nafas, biarkan perut Anda rileks dan lepaskan semua ketegangan. Fokus pada nafas bisa membuat Anda mengubah pemikiran dan emosi. Lalu Anda akan lebih mampu mengatasi situasi yang menyebalkan dengan lebih kreatif dan efektif.
  12. Dapatkan bantuan profesional. Saat ini sudah banyak pengobatan yang aman untuk ibu hamil. Ada obat yang memiliki sangat sedikit efek samping tapi bisa mengubah apa yang Anda rasakan. Suasana hati yang tertekan sering disebabkan oleh perubahan pada biokimia otak. Ada jenis obat yang bisa menyesuaikan tingkat kimia otak, memperbaiki biokimia abnormal dan membuat Anda merasa lebih baik dan lebih bahagia. Jangan khawatir, Bun, karena obat semacam ini tidak akan menyebabkan keguguran atau membahayakan bayi Anda.
  13. Tidur bisa menjadi cara untuk melawan dan mencegah stres. Ini mungkin lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, terutama ketika Anda memiliki banyak sekali hal untuk dikerjakan, tapi cobalah. Jika Anda merasa lelah, luangkan waktu untuk tidur siang. Coba dapatkan tidur sebanyak mungkin yang Anda bisa. Gunakan tambahan bantal untuk menopang tubuh Anda di tempat tidur. Kekurangan zat besi juga bisa menyebabkan kelelahan dan stres. Jika Anda benar-benar merasa lelah, coba periksa level zat besi tubuh Anda karena zat besi sangat penting selama kehamilan dan proses menyusui.
  14. Delegasikan tugas Anda kepada orang lain. Bila apa yang harus Anda kerjakan semakin banyak bukan semakin berkurang, dan Anda mulai merasa cemas tidak bisa melakukan semuanya tepat waktu, berarti sudah saatnya untuk mendelegasikan pekerjaan pada orang lain. Lihat daftar yang harus Anda kerjakan lalu pilih pekerjaan yang bisa Anda alihkan ke orang lain, dan temukan teman atau kerabat yang bersedia melakukannya.
Pada akhirnya, hidup memang rumit dan kadang keras untuk dijalani. Stres tidak akan pergi dari hidup Anda dengan begitu saja. Tapi ada cara bagi ibu hamil untuk mengatasi stres dan membuat perubahan dalam hidup untuk menjadi lebih baik. Dengan begitu Anda akan memperoleh kehamilan yang sehat dan pribadi yang lebih bahagia.
(Ismawati)