Kehamilan Dibaca 7,357 kali

5 Cara Mengatasi Masalah Gas Saat Hamil

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati
5 Cara Mengatasi Masalah Gas Saat Hamil

Bunda, salah satu gejala kehamilan yang tidak menyenangkan adalah banyaknya angin atau gas di tubuh kita. Nah, kondisi ini memicu ibu hamil menjadi sering bersendawa, kentut, dan mengalami kembung. 3 hal ini pun terjadi kapanpun tanpa bisa dikontrol.

Rata-rata orang melepaskan gas 14 kali setiap hari, tapi beda dengan ibu hamil, pengeluaran gas akan terjadi bisa lebih sering dan biasanya menyebabkan rasa tidak nyaman. Banyaknya gas selama hamil bisa disebabkan oleh banyak hal. Yang paling sederhana terjadi saat Bunda menelan udara ketika Anda makan atau mengunyah makanan. Atau Bunda mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gas. Peningkatan hormon progesteron yang memperlambat pencernaan juga menjadi salah satu penyebab banyaknya gas dalam tubuh ibu hamil. Selain itu, berat badan janin yang sedang tumbuh dan menekan saluran pencernaan Anda akan membuat proses pencernaan menjadi lebih lambat.

Bicara tentang peningkatan hormon progesteron selama hamil yang menyebabkan banyaknya gas pada ibu hamil, Bunda harus tahu, sebenarnya progesteron dan juga relaksin bertugas untuk menenangkan lapisan otot yang lembut di seluruh tubuh. Sayangnya saluran cerna juga terkena dampaknya dan itu membuat proses pencernaan makanan jadi lebih lambat. Hal ini menghasilkan lebih banyak gas yang diproduksi di usus besar, sebagai hasil dari makanan yang belum sepenuhnya tercerna oleh enzim.

Mungkin Anda berpikir tidak ada solusi untuk masalah ini. Tapi sebenarnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi gas agar Anda bisa merasa lebih baik selama hamil:

1. Membuat Jurnal Makanan

Membuat catatan tentang apa yang Anda makan bisa membantu melihat hubungan antara mengkonsumsi makanan tertentu dan perut yang lebih bergas. Jika Anda merasa seolah mengalami perut bergas lebih dari kondisi normal, telusuri makanan yang Anda makan dan volume gas yang dialami dalam 6 jam setelah waktu makan terakhir Anda.

Contohnya, jika Anda merasa ada banyak gas saat makan malam, cari tahu apa yang Anda makan saat makan siang. Apakah Anda minum soda berpemanis buatan? Atau apa Anda makan makanan yang ternyata membuat Anda mengalami  perut yang bergas? Dibutuhkan 6 jam penuh untuk membuat makanan bisa dilepaskan sebagai gas. Jadi jika Anda merasakan sensasi gas sekarang, mungkin bukan karena cemilan yang baru saja Anda makan, tapi karena makanan yang Anda makan beberapa jam yang lalu.

2. Pemilihan Makanan

Cara paling efektif untuk mengurangi gas adalah dengan mengurangi makanan yang paling mungkin menjadi penyebabnya. Tapi jika menghindari semua jenis makanan yang menyebabkan gas, Anda akan sulit bagi mendapat asupan makanan yang seimbang. Baik di saat hamil atau tidak, makanan yang Anda makan langsung berdampak pada jumlah gas yang ada di tubuh. Tapi bagi ibu hamil, makanan bergas bisa menjadi mimpi buruk karena gas di tubuh jumlahnya akan lebih banyak dibandingkan dengan kondisi normal.

Beberapa jenis makanan terkenal dengan kandungan gasnya, jadi Bunda bisa mencari tahu dan selanjutnya membatasi diri untuk mengonsumsi makanan tersebut. Salah satu zat pada makanan yang membuat ibu hamil sangat bergas adalah fruktosa gula. Makanan berlemak dan digoreng juga bisa memperlambat pencernaan, jadi coba hindari sebisa mungkin. Hindari pemanis buatan, terutama pada soda diet. Jika Anda perhatikan, banyak minuman dengan kandungan pemanis buatan yang memiliki peringatan efek samping pada kemasannya dan gas kadang menjadi salah satu efek sampingnya. Jadi perhatikan benar makanan dan minuman yang hendak Anda beli ya Bun. Beberapa jenis makanan menyebabkan gas, antara lain kol, bawang, kembang kol, brokoli, asparagus, jagung, pir, apel, susu, es krim, keju, serta minuman karbonasi dan jus buah.

Ini mungkin membuat Anda berpikir kalau semua makanan menimbulkan gas. Itu tidak benar Bunda, banyak orang mengalami perut bergas karena makanan tertentu dan ini berdasakan kondisi masing-masing orang. Jadi mulailah menghindari penyebab yang paling mungkin, dan jika itu memberi perubahan positif pada kondisi Anda, mulai tambahkan kembali makanan tersebut ke menu harian Anda. Produksi gas tidak akan membahayakan bayi Anda, tapi jika Anda merasakan kram dan nyeri yang cukup sering, periksakan diri ke dokter atau bidan.

3. Menaikkan Kaki

Jika Anda merasakan gas yang tidak nyaman di perut, duduklah dengan posisi kaki naik. Dengan begitu Anda melepas beban bayi dari perut dan membiarkan tubuh mencerna  dengan lebih bebas. Hindari pakaian yang terlalu ketat. Meski Anda merasa jeans hamil yang Anda punya masih cukup untuk perut yang gendut, mungkin bisa terasa sesak untuk perut Anda, menekan pencernaan dan menyebabkan rasa sakit.

4. Makan Dengan Porsi Kecil

Apakah Anda makan tiga kali sehari? Jika begitu, itu bisa menjadi penyebab utama kondisi perut bergas Anda ketika hamil. Bagi tiga porsi makan menjadi beberapa ukuran kecil, ini membuat tubuh Anda punya waktu untuk mencernanya dan membebaskan gas yang banyak diderita ibu hamil.

5. Tetap Bergerak

Cara yang baik untuk mengatasi perut bergas adalah dengan sedikit berolah raga, misalnya dengan berjalan kaki setelah makan. Berjalan-jalanlah di sekitar perumahan Anda, mencuci piring, atau mengajak hewan peliharaan bermain. Duduk diam membuat gas tetap berada di dalam perut, menyebabkan kembung dan nyeri. Ketika merasa bergas, sebaiknya Anda bergerak.

Beberapa tips lain untuk membantu mengatasi rasa tidak nyaman karena gas di saat hamil:

  • Makan dan kunyah makanan secara perlahan dan hindari berbicara saat makan.

  • Pilih minum di antara waktu makan bukan selama makan, dan ketika Anda minum, minumlah dari gelas bukan dari botol atau sedotan.

  • Hindari minuman berkarbonasi.

  • Duduk dengan posisi tegak ketika makan dan minum.

  • Hindari mengunyah permen karet atau menghisap permen.

  • Teh peppermint aman dikonsumsi dan meredakan kondisi Anda.

  • Jika Anda cenderung cemas dan tegang, pelajari beberapa teknik relaksasi atau coba pilates atau yoga.

Pencernaan yang lebih lambat juga mengakibatkan konstipasi, jadi baik untuk mencegahnya terjadi. Anda bisa menghindari konstipasi dengan meningkatkan asupan serat secara perlahan dan minum lebih banyak air. Perbanyak buah dan sayuran segar juga. Beberapa suplemen serat bisa digunakan selama kehamilan jika Anda memerlukan tambahan bantuan, tapi bicara pada dokter atau bidan lebih dulu.

Jangan heran dengan hanya mengikuti strategi di atas membuat Anda merasa lebih baik. Ini hanya tentang mendengarkan tubuh Anda dan menyesuaikan dengan baik. Hanya karena Anda hamil bukan berarti Anda harus melalui 9 bulan dengan masalah gas. Ubahlah hal-hal kecil dalam hidup yang menyebabkan perut bergas dan Anda akan merasakan kehamilan bebas dari gas. Hubungi dokter jika usus Anda terasa tidak nyaman, terasa sakit pada perut dan kram, atau disertai dengan darah pada feses, diare yang parah, konstipasi, atau peningkatan pada mual dan muntah.

(Ismawati)