Last update on .

Apa Itu Pap Smear dan Kenapa Bunda Harus Melakukan Tes Tersebut?
Apa Itu Pap Smear dan Kenapa Bunda Harus Melakukan Tes Tersebut?

Apa Itu Pap Smear dan Kenapa Bunda Harus Melakukan Tes Tersebut?

Pap smear atau Pap test adalah prosedur pemeriksaan untuk kanker serviks. Pap smear menguji keberadaan sel kanker atau pra-kanker pada serviks (leher rahim). Pap smear diambil dari nama Georgios Papanikolaou, dokter yang menyatakan kalau tes ini jadi cara yang tepat untuk mendeteksi tanda-tanda kanker serviks. Selama prosedur, sel dari serviks Anda secara perlahan diambil dan diperiksa untuk mendeteksi pertumbuhan abnormal.

 

Kenapa Semua Wanita Perlu Melakukan Pap Smear?


Human Papillomavirus (HPV) adalah virus yang menyebabkan kutil. Ada lebih dari 100 jenis HPV, 40 diantaranya ditularkan melalui hubungan seks. Penyebab utama kanker serviks adalah HPV jenis 16 dan 18. Meski Pap smear tidak menguji HPV, tapi tes ini mengidentifikasi perubahan sel yang disebabkan oleh HPV. Dengan mendeteksi sel kanker serviks secara dini dengan Pap smear, pengobatan bisa dimulai sebelum menyebar dan menjadi masalah lebih besar.

 

Anda bisa terkena HPV dari seks dengan pria atau wanita. Semua wanita yang aktif secara seksual berisiko terkena HPV dan harus melakukan Pap smear setidaknya setiap 3 tahun. Pap smear tidak menguji penyakit menular seksual lainnya. Kadang tes ini bisa mendeteksi pertumbuhan sel yang mengindikasikan kanker lain, tapi tidak bisa diandalkan untuk tujuan itu.

 

Siapa Yang Perlu Melakukan Tes Pap Smear?


Biasanya Bun, Anda mulai melakukan tes Pap smear di usia 21 tahun. Bila Anda positif HIV atau memiliki sistem kekebalan lemah akibat kemoterapi atau transplantasi organ, Anda perlu lebih sering melakukan tes karena risiko infeksi dan kanker lebih tinggi.

 

Bila Anda berusia lebih dari 30 tahun dan telah menjalani 3 kali Pap smear berturut-turut, konsultasikan ke dokter apakah Anda bisa melakukannya 5 tahun sekali bila tes digabungkan dengan pemeriksaan HPV. Wanita dengan usia lebih dari 65 tahun dengan riwayat hasil tes Pap smear normal tak perlu lagi melakukan tes.

 

Anda masih harus menjalani tes Pap smear teratur meski Anda tidak berhubungan intim dengan orang lain selain pasangan Anda. Ini karena virus HPV bisa bersifat dormant selama bertahun-tahun dan tiba-tiba menjadi aktif.

 

Persiapan Tes Pap Smear


Bila Anda menstruasi pada hari tes Pap smear, dokter perlu menjadwalkan ulang, karena hasilnya bisa kurang akurat. Coba hindari berhubungan seks, membilas vagina dengan larutan apapun, atau menggunakan produk kimia pembasmi sperma di hari sebelum tes karena ini bisa mengganggu hasilnya. Prosedur Pap smear akan lebih mudah bila tubuh rileks, jadi usahakan tetap tenang dan tarik nafas dalam selama menjalankan prosedur ini.

 

Prosedur Pap Smear


Prosedur Pap smear memang terasa sedikit tidak nyaman, tapi ini berlangsung sangat cepat. Selama prosedur, Anda akan diminta berbaring telentang di meja periksa dengan kaki terbuka. Dokter perlahan akan memasukkan alat yang disebut speculum ke vagina agar vagina terbuka dan membuka akses menuju serviks. Lalu dokter mengambil sampel sel dari serviks menggunakan alat spatula. Kebanyakan wanita merasakan dorongan dan iritasi selama penyekaan.

 

Sampel sel dari serviks kemudian dikirm ke lab untuk mengetahui adanya sel abnormal. Setelah tes, Anda akan merasa sedikit tidak nyaman atau kram. Anda juga bisa mengalami pendarahan ringan segera setelah tes. Beritahu dokter bila rasa tidak nyaman atau pendarahan berlanjut setelah hari tes.

 

Hasil Tes Pap Smear


Ada dua kemungkinan hasil Pap smear, normal dan abnormal. Bila hasilnya normal, Anda tidak perlu melakukan Pap smear selama 3 tahun ke depan. Jika hasil tes abnormal, ini tidak berarti Anda memiliki kanker. Ini hanya berarti ada sel abnormal pada serviks, beberapa bisa berupa sel pra-kanker. Berdasarkan hasil tes, dokter bisa merekomendasikan peningkatan frekuensi Pap smear, atau lebih seksama melihat jaringan serviks dengan prosedur yang disebut colposcopy. Pemeriksaan ini menggunakan cahaya dan alat pembesar untuk melihat jaringan vaginal dan serviks dengan lebih jelas. Pada beberapa kasus, dokter juga bisa mengambil sampel jaringan serviks dalam biopsy.

 

Informasi Yang Tertera Pada Laporan Pap Smear


Bagian pertama pada laporan Pap smear adalah tujuan identifikasi. Laporan mencantumkan nama wanita, nama dokter atau spesialis yang membaca smear, dan sumber spesimen serta tanggal menstruasi terakhir wanita.

 

Laporan Pap smear harus menyertakan hal berikut:

 

  • Riwayat medis wanita, misalnya riwayat kutil genital



  • Penjelasan status menstruasi wanita, misalnya menopause (tidak lagi menstruasi) atau menstruasi teratur



  • Diagnosa final, misalnya dalam batas normal



  • Penjelasan kecukupan spesimen (apakah sampel cukup untuk interpretasi)



  • Rekomendasi tindak lanjut, misalnya rekomendasi tindak lanjut rutin atau rekomendasi mengulangi smear.


 

Pap Smear dan Menstruasi


Wanita yang sedang menstruasi mengeluarkan sel dari lapisan rahim yang disebut sel endometrial. Bila sel ini terlihat pada Pap smear dari wanita yang menstruasi, laporan menganggap sel ini ada. Hal ini normal bila Pap tes dilakukan sekitar waktu menstruasi. Uraian menjelaskan sel ini sebagai "cytologically benign," berarti bukan sel yang menyebabkan kanker.

 

Tapi bila wanita tidak lagi menstruasi (menopause), ia tidak lagi mengeluarkan sel dari lapisan rahim. Karenanya sel endometrial pada laporan Pap bisa mengindikasikan penebalan endometrium yang abnormal. Pap smear secara spesifik tidak mendeteksi kondisi abnormal ini. Tapi bila sel ini ditemukan pada wanita non-menstruasi, dokter harus menentukan penyebab pengeluaran sel endometrial.

 

Kadang penyebabnya adalah endometrial hyperplasia, kondisi pra-kanker dari lapisan rahim yang bisa dideteksi dengan prosedur sederhana disebut endometrial biopsy. Kadang terapi hormon menopause bisa menyebabkan pengeluaran sel endometrial yang muncul pada Pap smear. Pola pendarahan, jenis terapi hormon yang tepat, dan riwayat kesehatan wanita jadi tiga komponen yang memandu dokter mengetahui jenis evaluasi yang dibutuhkan.

 

Faktor Risiko Kanker Serviks


Ada sejumlah faktor risiko untuk perubahan perkembangan kanker serviks dan pra-kanker pada serviks.

 

  • Sistem kekebalan tubuh lemah. Wanita yang sistem kekebalan tubuh lemah atau menjadi lemah karena obat, misalnya mereka yang menjalani transplantasi organ berisiko lebih tinggi mengalami perubahan pra-kanker pada serviks.



  • Pengobatan. Wanita yang ibunya minum obat diethylstilbestrol (DES) selama hamil juga meningkat risikonya.



  • Merokok. Satu risiko umum untuk perubahan yang menular pada serviks adalah merokok. Meski merokok terkait dengan banyak kanker berbeda, wanita tidak menyadari kalau merokok sangat terkait dengan kanker serviks.



  • Faktor risiko lainnya. Faktor risiko lain untuk perubahan pra-kanker pada serviks adalah Pap tes yang abnormal, memiliki banyak pasangan seksual, dan aktif melakukan hubungan seks di usia muda.


 

Pap tes sangat akurat dan pemeriksaan yang teratur menurunkan tingkat kanker serviks dan kematian hingga 80 persen. Seperti banyak pemeriksaan medis, prosedur ini tidak terasa nyaman tapi ini bukan alasan untuk mengabaikan kesehatan Anda. Menjalani pap smear teratur jadi cara terbaik untuk melindungi kesehatan Anda.





(Ismawati)