Kehamilan Dibaca 7,034 kali

Benarkah Ibu Hamil dengan Panggul Sempit Tidak Bisa Melahirkan Normal?

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 08 November, 2019 09:11

Benarkah Ibu Hamil dengan Panggul Sempit Tidak Bisa Melahirkan Normal?

Cephalopelvic disproportion (CPD) atau panggul sempit adalah kondisi ketika bayi tidak bisa melewati panggul saat kelahiran. Meski sering terdengar, kasus ini sangat jarang terjadi. Dahulu, nutrisi yang buruk bisa mengakibatkan penyakit seperti polio yang memicu kelainan panggul.  Kelainan panggul ini membuat kondisi panggul sempit sering terjadi pada banyak ibu hamil dan mengakibatkan nyawa hilang saat kelahiran. Tapi sekarang, karena nutrisi dan gaya hidup yang lebih baik, kondisi panggul sempit jarang terjadi.

Pada tiap kelahiran, panggul akan melentur untuk memberi ruang pada bayi. Pada beberapa kasus panggul sempit, ada yang diakibatkan karena cedera serius misalnya kerusakan panggul karena kecelakaan.

Mendengar bayi tidak bisa melewati jalan lahir, sulit untuk tidak merasa khawatir ya Bunda, berikut ini beberapa hal yang Anda perlu tahu tentang bayi dan kondisi panggul yang sempit:

Penyebab Panggul Sempit pada Ibu Hamil

  • Pengaruh posisi saat melahirkan

    Posisi telentang atau semi berbaring selama kelahiran bisa mempersempit panggul hingga 30 persen. Meski terdengar kecil, pada proses kelahiran, 30 persen ini bisa memberi perbedaan besar. Memang penting memilih posisi persalinan yang bisa membuat Bunda nyaman, tapi posisi jongkok, tidur miring, atau menopang tubuh dengan 2 tangan dan kaki terbukti bisa memberi ruang optimal untuk bayi turun ke jalan lahir.

  • Panggul ibu dan kepala bayi saling menyesuaikan

    Panggul bukan tulang padat, dan terdiri dari beberapa tulang yang menyatu oleh persendian. Selama kehamilan tubuh melepas hormon relaxin. Hormon ini menyebabkan persendian melonggar untuk memudahkan gerakan bayi menuju jalan lahir. Hormon ini yang menyebabkan Anda mengalami lemah sendi dan rasa tidak nyaman di akhir kehamilan. Tempurung kepala bayi terdiri dari tulang terpisah yang membuat kepala bisa pas di jalan lahir. Ini yang menyebabkan bayi memiliki area lunak pada kepala yang dikenal dengan ubun-ubun.

  • Pengaruh posisi bayi saat kelahiran

    Bayi secara alami akan turun menuju jalan lahir. Bayi aktif saat kelahiran, bergerak dan tubuhnya lentur saat melewati panggul. Sering kali bayi tidak berada di posisi optimal dan persalinan menjadi sulit, dan kadang tidak memungkinkan bayi untuk turun ke jalan lahir. Pada kebanyakan kasus, beberapa cara bisa dilakukan untuk mendorong janin ke posisi optimal untuk memfasilitasi kelahiran normal.

    Bila bayi tidak bisa berada di posisi yang seharusnya, Bunda mungkin harus melakukan persalinan dengan operasi caesar. Nah, jika alasan operasi caesar karena posisi bayi yang tidak tepat, bukan karena panggul sempit, Bunda bisa merencanakan VBAC (melahirkan normal setelah kelahiran sesar) di kehamilan selanjutnya.

Penyebab Panggul Sempit pada Ibu Hamil

  • Ibu hamil dikatakan memiliki panggul sempit ketika kepala atau tubuh bayi terlalu besar untuk melewati panggul ibu. Meski jarang terjadi, banyak kasus persalinan yang tidak mengalami kemajuan dianggap karena kondisi panggul yang sempit.  Bila diagnosa panggul sempit memang akurat, pilihan metode persalinan paling aman untuk ibu dan bayi adalah melalui operasi sesar.

  • Ibu dengan postur tubuh pendek (tinggi badan kurang dari 150 cm) dan pernah mengalami trauma atau penyakit  panggul atau tulang belakang, berisiko lebih tinggi  memiliki panggul sempit.

  • Bayi dengan marcosomia atau hydrocephalus (peningkatkan jumlah cairan yang tidak normal pada kepala, menyebabkan pelebaran tulang tengkorak) memiliki berat lebih dari 4 kg yang juga bisa menjadi penyebab CPD.

  • Bila pada kehamilan pertama bayi tidak turun meski usia kehamilan lebih dari 37 minggu atau persalinan tidak berjalan lancar, ada kemungkinan penyebabnya adalah panggul yang sempit.

  • Beberapa kemungkinan penyebab CPD lainnya adalah posisi janin yang tidak optimal dan bentuk panggul yang tidak normal serta bayi berukuran besar karena faktor keturunan, diabetes, atau postmaturity (masih hamil setelah tanggal prediksi lahir).

Mengatasi Kekhawatiran Ibu Tentang Panggul Sempit

Banyak kasus panggul sempit yang tidak terdiagnosa seperti seharusnya. Melihat riwayat medis dan mendiskusikannya dengan dokter bisa membantu Anda memahami kenapa muncul dugaan panggul sempit. Mengetahui posisi bayi juga bisa membantu memahami kenapa persalinan tidak mengalami kemajuan. Apakah bayi mengalami memar yang mengindikasikan kepalanya menekuk saat lahir ? Posisi apa yang Anda gunakan saat persalinan dan mengejan?

Beberapa tips berikut bisa meringankan kecemasan Anda tentang CPD:

  • Pilih dokter atau bidan yang Anda percaya

    Ajukan pertanyaan ketika memilih dokter kandungan atau bidan yang akan membantu persalinan Anda. Cari tahu seberapa sering mereka mendiagnosa CPD, bagaimana mereka menangani kehamilan dengan CPD, serta menangani kehamilan berikutnya setelah CPD. Jawaban mereka bisa membantu Anda memahami penanganan yang Anda butuhkan.

  • Gunakan jasa doula

    Menggunakan jasa doula bisa meningkatkan hasil kelahiran. Sebelum kelahiran, doula membantu Anda membangun rasa parcaya diri pada kemampuan Anda untuk melahirkan. Anda juga merasa aman dan nyaman ketika mengetahui akan terus mendapat dukungan. Banyak doula bisa membantu memfasilitasi posisi janin yang  optimal dan mendorong Anda melahirkan di posisi tegak. Keduanya bisa membantu menghindari diagnosa CPD yang keliru.

  • Ikuti kelas persiapan melahirkan

    Mengikuti kelas persiapan kelahiran akan membangun rasa percaya diri, memberi Anda informasi berdasarkan bukti dan memahami kalau kelahiran merupakan proses tubuh yang normal. Semua ini bisa membantu Anda mempersiapkan pengalaman kelahiran yang positif. Ketika Bunda sudah mengetahui cara mencegah panggul sempit, atau mengetahui tanda panggul semnpit yang sebenarnya, Anda bisa lebih baik dalam mempersiapkan diri menghadapi persalinan. Anda akan memiliki informasi dan semua yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang Anda perlukan.

  • Pelajari posisi janin yang optimal

    Seperti telah disebutkan di atas, posisi bayi jadi hal yang penting. Meski kebanyakan bayi bisa berada di posisi yang tepat tanpa bantuan apapun, kadang beberapa mengalami posisi yang sulit. Gaya hidup yang tidak membiasakan jalan kaki atau jongkok juga bisa memicu kepala bayi menghadap depan, bukan menghadap tulang belakang ibu.

  • Cari opini kedua

    Bila dokter mendiagnosa Bunda dengan kondisi panggul sempit saat kehamilan pertama atau Anda berencana melahirkan normal setelah melalui operasi caesar karena dugaan panggul sempit, carilah opini kedua, bahkan ketiga atau keempat. Anda membutuhkan dokter yang bisa mendengar kekhawatiran Anda. Cari pendapat lain Bila Anda merasa ada tekanan untuk menjalani sesar.

Diagnosa Panggul Sempit

Diagnosa panggul sempit sering digunakan ketika persalinan tidak mengalami kemajuan dan terapi medis seperti penggunaan oksitosin tidak berhasil atau tidak memberi pengaruh. Panggul sempit jarang terdiagnosa sebelum persalinan dimulai bila bayi dianggap besar atau panggul ibu kecil. USG digunakan untuk memperkirakan ukuran janin tapi tidak sepenuhnya bisa diandalkan untuk menentuan berat janin. Pemeriksaan fisik untuk mengukur ukuran panggul sering kali jadi metode paling akurat untuk mendiagnosa panggul sempit. Bila tidak didapat diagnosa panggul sempit, dokter akan menggunakan oksitosin agar persalinan maju. Sebagai alternatif, posisi janin yang diubah.

Panggul Sempit  dan Kehamilan Berikutnya

Kondisi panggul sempit jarang terjadi, hanya pada 1 dari 250 kehamilan. Bila terdiagnosa panggul sempit, tidak berarti Anda akan mengalami masalah yang sama di kehamilan selanjutnya. Lebih dari 65 persen wanita yang terdiagnosa panggul sempit di awal kehamilan bisa melahirkan normal di kehamilan berikutnya.

(Ismawati)