Kehamilan Dibaca 2,285 kali

Bisakah Ibu Hamil Dengan Mata Minus Melahirkan Normal?

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 08 November, 2019 09:11

Bisakah Ibu Hamil Dengan Mata Minus Melahirkan Normal?

Ibu hamil yang memiliki mata minus atau miopi sering merasa khawatir karena kemungkinan tidak bisa melahirkan normal. Dan akhirnya mereka memilih melahirkan melalui operasi sesar. Asumsi ini sudah ada sejak lama. Bila ibu hamil dengan mata minus melahirkan normal, ditakutkan ibu akan mengalami kebutaan karena retina bisa terlepas.

Mitos ini muncul setelah ada beberapa penelitian terkait kebutaan akibat persalinan normal, terkait dengan proses mengejan. Pada waktu mengejan diyakini ada peningkatan tekanan pada perut, dada, dan mata. Tekanan ini dikhawatirkan bisa memicu retina mata terlepas. Pada wanita yang memiliki minus mata tinggi, ada kemungkinan mengalaminya jadi hingga saat ini mereka disarankan untuk menjalani sesar saat melahirkan.

Tapi seiring perkembangan ilmu pengetahuan, mitos ini akhirnya terbantahkan. Penelitian terbaru menemukan efek berlawanan antara kelahiran normal dan pelepasan retina. Tak ditemukan bukti yang kuat kalau tekanan yang terjadi ketika mengejan bisa merusak retina mata.

Tak ada masalah pada retina mata yang terjadi pada ibu hamil yang melahirkan normal. Sebuah penelitian dilakukan dengan mengobservasi 10 wanita yang mengalami degenerasi hingga riwayat pelepasan retina. Penelitian lain juga menyebut hal yang sama. Tapi ibu hamil yang mengalami mata minus tinggi tetap dianjurkan memeriksakan kondisi mata sebelum memutuskan menjalani kelahiran normal. Agar bisa ditentukan nantinya seberapa besar resikonya.

Kehamilan dan Kondisi Penglihatan

Perubahan selama hamil pada hormon, metabolisme, retensi cairan, dan sirkulasi darah bisa mempengaruhi mata dan penglihatan. Retensi air misalnya, bisa menyebabkan penebalan kornea mata yang sedikit meningkat. Ini memang perubahan kecil, tapi bisa mempengaruhi kerja kacamata untuk memperbaiki penglihatan, Bun. Ini juga yang menyebabkan kenapa bedah mata laser tidak dianjurkan selama hamil dan bukan waktu yang tepat untuk menggunakan lensa kontak baru.

Kebanyakan wanita yang mengalami perubahan penglihatan merasakan rabun jauh melebihi dibanding sebelum hamil. Pada kebanyakan kasus, perubahan ini hanya bersifat sementara dan akan kembali seperti semula dalam beberapa bulan setelah melahirkan. Anda juga akan mengalami mata kering dan iritasi selama hamil serta ketika menyusui. Perubahan bentuk dan ketebalan kornea, bisa mempersulit mengenakan kontak lensa yang dulunya terasa nyaman.

Kehamilan bisa membawa perubahan pada kondisi mata yang sekarang, bisa lebih baik atau lebih buruk. Bila Anda punya diabetes, temui dokter mata sebelum hamil dan di awal kehamilan untuk memastikan apakah ada kerusakan pada pembuluh darah di retina yang disebut diabetic retinopathy. Kondisi ini sering bertambah buruk selama hamil. Jadi Anda perlu lebih sering cek mata ketika hamil dan setelah melahirkan.

Sebaliknya dengan glaukoma, yang kadang jadi membaik selama hamil, sehingga pengobatannya perlu disesuaikan. Bila Anda menderita glaukoma dan berencana hamil, dokter akan menurunkan paparan bayi terhadap obat dengan mulai memberi dosis yang lebih rendah.

Penanganan Keluhan Pada Mata Saat Hamil

Tanyakan dokter tentang cara mengatasi mata kering. Beberapa obat yang dijual bebas bisa digunakan tapi ada yang mengandung bahan aktif yang tidak sepenuhnya aman selama hamil. Bila Anda mengenakan lensa kontak, coba kenakan untuk rentang waktu yang lebih pendek. Bila tidak membantu, ganti ke kacamata hingga Anda melahirkan. Selain itu, perbanyak jeda ketika menggunakan komputer. Menatap layar komputer untuk waktu yang lama bisa meningkatkan kekeringan dan iritasi mata.

Dokter mata akan menyarankan Anda untuk tidak menjalani bedah mata 6 bulan sebelum hamil, selama hamil, dan 6 bulan setelah melahirkan atau 6 bulan setelah menyapih bila Anda menyusui. Meksi tidak berbahaya  bagi bayi, pembedahan bisa memicu koreksi berlebih yang membutuhkan pembedahan kembali nantinya.
Bunda, penglihatan yang kabur wajar terjadi pada banyak ibu hamil, untungnya, perubahan yang Anda alami hanya sementara dan penglihatan akan kembali baik setelah melahirkan. Masalah mata yang lebih serius bisa jadi tanda diabetes gestasional dan tekanan darah tinggi, jadi pastikan untuk berkonsultasi pada dokter, ya.

Masalah Penglihatan Setelah Melahirkan

Anda menghadapi perubahan pada tubuh setelah melahirkan? Apakah Anda juga mengalami penglihatan kabur setelah melahirkan? Ada gejala dan penyebab masalah penglihatan ini yang perlu Anda ketahui.

Tubuh ibu hamil melewati beberapa perubahan fisik setelah melahirkan. Penglihatan Anda akan terpengaruh karena beberapa perubahan, yang terjadi pada sistem internal tubuh. Masalah penglihatan yang Anda alami akan sedikit terasa tidak nyaman saat menjalani aktivitas keseharian. Ada beberapa penyebab dan gejala umum dari kondisi penglihatan yang tidak normal setelah kehamilan ini. Beberapa penyebab dari perubahan penglihatan antara lain:

  • Penglihatan kabur. Karena perubahan hormonal, Anda mengalami penglihatan kabur. Setelah melahirkan, kapasitas retensi cairan pada kelenjar mata sangat terhambat. Sehingga kornea tidak bisa mempertahankan bentuknya dan penglihatan jadi kabur.

  • Preeclampsia. Wanita yang memiliki tekanan darah tinggi bisa mengalami preeklampsia. Anda akan mengalami masalah penglihatan termasuk mata sensitif dan penglihatan kabur. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter dan menjalani pengobatan yang dianjurkan.

  • Pituitary Adenoma. Kondisi ini jarang terjadi. Pertumbuhan tumor terjadi di kelenjar bawah otak. Ini menghalangi fungsi normal sekresi hormonal dalam tubuh yang bisa memicu masalah penglihatan setelah kehamilan.

  • Diabetes gestasional. Persentase tingkat gula darah bisa meningkat selama dan setelah melahirkan. Perubahan tingkat gula darah bisa merusak pembuluh darah kecil pada retina mata. Sehingga diabetes sementara yang dikenal dengan diabetes gestasional bisa mengganggu penglihatan mata, dan ibu mengalami penglihatan kabur.

  • Pregnancy Induced Hypertension. Kadang wanita mengalami stres saat hamil dan mengalami masalah hipertensi setelah melahirkan. Masalah ini dikenal dengan  hipertensi akibat kehamilan dan sering memicu perubahan penglihatan yang tidak normal.

Gejala umum masalah mata setelah melahirkan, biasanya berupa:

  • Sensitif pada cahaya

  • Pusing

  • Penglihatan ganda

  • Tampilan kilatan cahaya

  • Penglihatan kabur sebentar-sebentar

  • Hilang penglihatan sementara.

Penanganan Masalah Penglihatan Yang Terjadi Setelah Melahirkan

Perubahan penglihatan yang terjadi setelah melahirkan biasanya berlangsung selama 6 hingga 8 bulan. Selama fase kehamilan pengguna lensa kontak dianjurkan untuk beralih ke kacamata biasa. Berikut ini pengobatan untuk mengatasi masalah penglihatan setelah melahirkan:

  • Mengatasi preeklampsia. Masalah preeklampsia bisa dengan efektif ditangani melalui obat yang diresepkan dokter seperti corticosteroid.

  • Mengatasi mata kering. Masalah mata kering bisa dengan mudah diatasi dengan obat tetes, yang dapat digunakan oleh pengguna lensa kontak. Anda bisa ke dokter mata dan menerima resep tetes mata yang efektif untuk mengatasi keluhan ini.

  • Mengatasi penglihatan kabur. Bila penglihatan kabur terus terjadi selama lebih dari 10 bulan setelah melahirkan, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter mata. Ia bisa merekomendasikan bedah mata lasik atau lensa kontak baru.

(Ismawati)