Kehamilan

Fungsi Plasenta Selama Kehamilan

Terakhir diperbaharui

Fungsi Plasenta Selama Kehamilan

Plasenta memiliki peran penting selama kehamilan. Di saat hamil, Anda mungkin penasaran dengan apa yang dilakukan plasenta dan faktor apa yang bisa mempengaruhi kondisi plasenta.

 

Meski Anda tidak tahu banyak tentang plasenta, Anda kemungkinan mengerti kalau plasenta memiliki peran penting untuk janin. Tapi tahukah Anda apa sebenarnya plasenta dan seberapa mengagumkannya organ ini?

 

Apa yang dimaksud plasenta?

Ketika Anda hamil pertama kali, sel berkembang menjadi janin dan plasenta. Plasenta menjadi garis kehidupan bagi janin. Plasenta memberi nutrisi, oksigen, dan cairan yang bayi butuhkan. Aliran darah mengalir ke plasenta, berisi nutrisi dan oksigen. Tapi darah Anda dan darah janin tidak tercampur, karena Anda berdua memiliki sistem sirkulasi masing-masing. Yang mengagumkan, tali pusar membawa nutrisi dari plasenta langsung ke aliran darah bayi.

 

Bagaimana kerja plasenta?

Plasenta merupakan organ yang berkembang di rahim selama hamil. Plasenta memberi oksigen dan nutrisi ke janin yang sedang berkembang dan mengangkat sisa kotoran dari darah bayi. Plasenta menempel pada dinding rahim. Pada kebanyakan kehamilan, plasenta menempel pada bagian atas atau sisi rahim.

 

Bagaimana plasenta dikeluarkan?

Bila Anda melahirkan secara normal, Anda juga melahirkan plasenta, selama tahapan ketiga persalinan. Setelah melahirkan bayi, Anda akan terus mengalami kontraksi yang ringan. Dokter mungkin memijat perut bawah Anda untuk mendorong rahim berkontraksi dan mengeluarkan plasenta.

 

Anda akan diminta mendorong satu kali lagi untuk mengeluarkan plasenta, yang biasanya keluar bersama semburan darah kecil. Plasenta biasanya keluar dalam waktu 5 menit. Pada beberapa kasus, bisa butuh sekitar 30 menit. Bila Anda menjalani bedah sesar, dokter akan mengangkat plasenta dari rahim  selama prosedur bedah.

 

Dokter akan memeriksa plasenta untuk memastikan masih utuh. Bagian yang tertinggal harus diangkat dari rahim untuk mencegah pendarahan dan infeksi. Bila tertarik, Anda bisa minta diperlihatkan plasenta setelah keluar dari rahim Anda. Pada beberapa budaya di Indonesia, keluarga mengubur plasenta di tempat khusus, seperti di halaman belakang rumah. Beberapa wanita ada yang memasak dan memakan plasenta, praktik ini dikenal dengan istilah human placentophagy.

 

Bila Anda mengalami masalah plasenta selama hamil, bicaralah pada dokter. Ia bisa membantu Anda memahami peran plasenta dengan lebih baik.

 

Fakta menarik tentang plasenta

Bunda, berikut ini beberapa fakta menarik tentang plasenta:

 

  1. Plasenta seperti kelenjar

    Pernahkah Anda merasa tidak seperti diri sendiri saat usia kandungan baru 1 bulan? Di usia ini, janin masih berukuran sangat kecil tapi bagaimana ini bisa mempengaruhi apa yang Anda rasakan? Plasenta bekerja seperti kelenjar yang mensekresi semua hormon penting yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh, serta membantu mempersiapkan ibu untuk menyusui. Beberapa hormon yang disekresi plasenta yaitu:

     
    • Human Chorionic Gonadotropin (hCG). hCG mendorong produksi estrogen dan progesteron hingg selama 10 minggu, kemudian plasenta mengambil alih mensekresi hormon tersebut. Tingkat hCG terus meningkat dan mencapai puncaknya pada sekitar akhir trimester pertama. Lalu tingkat hCG menurun dan tetap stabil hingga akhir kehamilan. hCG juga terkait dengan morning sickness, itu sebabnya keluhan ini cenderung menurun setelah trimester pertama.
    •  
    • Produksi estrogen meningkatkan aliran darah dan menstimulasi pertumbuhan rahim, yang keduanya dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan janin yang sedang tumbuh. Estrogen juga menstimulasi pertumbuhan jaringan payudara untuk persiapan menyusui.
    •  
    • Produksi progesteron membantu menjaga lapisan rahim untuk implantasi dan mendukung kehamilan. Progesteron membantu menjaga lingkungan yang baik untuk janin yang tumbuh.
    •  
    • Human placental lactogen. Hormon ini bertanggung jawab dalam mempercepat metabolisme ibu karena mengandung banyak energi. Human placental lactogen juga membantu mempersiapkan tubuh untuk menyusui.
     
  2. Plasenta mengalirkan nutrisi ke bayi

    Makanan yang Anda makan tidak langsung menjangkau bayi. Ketika Anda makan, tubuh memecah makanan dan protein masuk ke aliran darah. Selama hamil, nutrisi di aliran darah melewati plasenta dan tali pusar untuk masuk ke aliran darah bayi. Ini sebabnya penting bagi calon ibu hamil untuk makan makanan yang bernutrisi. Tapi makan terlalu banyak bisa meningkatkan risiko diabetes gestasional, yang bisa bermasalah bila meningkat.

     

  3. Plasenta bekerja keras meski Anda sedang beristirahat

    Pada tiap menit kehamilan, sebanyak 500 ml darah terkirim ke rahim untuk memberi nutrisi melalui plasenta. Meski ketika Anda beristirahat, plasenta tetap bekerja keras. Mungkin ini sebabnya Anda merasa kelelahan selama hamil.

     

  4. Plasenta bernafas untuk bayi

    Meski paru-paru bayi berkembang dan menjadi matang sebelum kelahiran, plasenta memenuhi 100 persen kebutuhan oksigen bayi. Ketika tubuh memberi oksigen ke semua organ dan jaringan melalui aliran darah, tubuh mengirim oksigen ke bayi. Jadi ketika Anda bernafas, Anda juga bernafas untuk bayi.

     

    Bayi menghirup dan menelan cairan ketuban ketika berada di dalam rahim, tapi bayi tidak menerima oksigen ketika menghirup cairan ketuban. Plasenta memberi oksigen yang dibutuhkan ke tali pusar bayi dan masuk ke aliran darah bayi.

     

  5. Plasenta jadi bagian dari ayah dan ibu

    Ketika sperma membuahi sel telur, sel mulai berkembang dengan cepat. Sel telur dan sperma menjadi blastocyst. Blastocyst menjadi plasenta dan janin. Banyak orang mengira plasenta sebagai organ ibu, tapi sebenarnya plasenta terbentuk dari kedua orangtua. Proses kehamilan memang sangat mengagumkan, ya Bun. Dari satu sperma dan satu sel telur terbentuk plasenta yang memiliki semua yang dibutuhkan untuk tumbuh dan menutrisi bayi.

     

  6. Plasenta memberi perlindungan kekebalan dan infeksi

    Pada beberapa situasi, plasenta bisa membantu melindungi bayi dari infeksi saat berada di rahim. Bila ibu mengalami infeksi bakteri, plasenta membantu melindungnya. Pada beberapa kasus infeksi virus yang serius, plasenta tidak bisa memberi perlindungan. Tapi perawatan kehamilan yang baik dan kebiasaan hidup sehat bisa membantu dokter menjaga kesehatan Anda dan bayi.

     

    Sebelum lahir, bayi menerima antibodi melalui plasenta. Antibodi membantu memberi perlindungan kekebalan untuk bulan-bulan awal kehidupan bayi. Setelah beberapa bulan awal ini, bayi yang menyusu terus menerima antibodi ibu melalui ASI.

     

  7. Plasenta berfungsi tanpa kontrol langsung dari sistem saraf

    Plasenta berkembang dari sperma dan sel telur. Plasenta berfungsi tanpa kontrol langsung dari sistem saraf. Plasenta tidak mengandung sel saraf, jadi tidak bisa dikontrol oleh otak atau sumsum tulang belakang. Plasenta berkembang dan berfungsi tanpa terhubung ke otak Anda.

     

  8. Plasenta merupakan organ yang akan dibuang

    Tentu, kita memiliki beberapa organ yang kita bisa bertahan hidup tanpanya, tapi hanya plasenta yang memang harus dibuang. Plasenta berkembang bersama bayi dan dirancang untuk secara alami keluar setelah bayi lahir. Plasenta tercipta untuk satu tugas jadi setelah melaksanakan tugasnya plasenta akan meninggalkan tubuh. Tiap kehamilan yang sehat melahirkan bayi yang berpasangan dengan plasentanya.

     

  9. Ketika plasenta keluar, produksi ASI dimulai

    Meski bukan plasenta yang memproduksi ASI, tapi plasenta tetap memiliki peran. Ketika plasenta terlepas, ini memicu produksi prolaktin. Prolaktin adalah hormon yang bertanggung jawab untuk produksi ASI.

     

  10. Plasenta bisa menjadi suplemen

    Sebagian orang berpendapat plasenta memberi manfaat tidak hanya untuk janin. Placentophagy (memakan plasenta) telah dilakukan di tahun 1500-an di tradisi pengobatan Cina.

     

    Tidak ada banyak penelitian tentang manfaat memakan plasenta, tapi banyak sumber menyatakan manfaatnya seperti:

    • Menyeimbangkan hormon pasca melahirkan
    • Meningkatkan energi
    • Menggantikan zat besi
    • Menurunkan pendarahan pasca persalinan
    • Meningkatkan persediaan ASI

     

Kehamilan merupakan proses yang mengagumkan. Plasenta menjadi satu bagian dari pengalaman mengagumkan ini. Seperti sudah dijelaskan, plasenta menyediakan semua kebutuhan bayi, dan bahkan menyediakan sebagian kebutuhan Anda setelah melahirkan.

 

Fungsi penting plasenta selama kehamilan

Plasenta memiliki peran penting di semua trimester kehamilan dan memastikan bayi lahir dengan aman. Plasenta memiliki fungsi penting sebagai berikut:

 
  • Plasenta fungsi utamanya menyalurkan nutrisi yang cukup ke janin. Sebelum darah dari Anda menjangkau bayi, darah menuju plasenta untuk mencapai tali pusar yang menghubungkan Anda dan bayi.
  •  
  • Tapi fungsi penting plasenta adalah bertindak seperti ginjal, menyaring darah untuk menghindari kandungan berbahaya yang mungkin membahayakan kesehatan janin.
  •  
  • Plasenta juga menjadi paru-paru bayi dan memudahkan transisi oksigen ke bayi.
  •  
  • Plasenta membawa kembali buangan pada sistem sirkulasi bayi yang kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui urin.
  •  
  • Plasenta menyelamatkan bayi dari infeksi dengan memisahkan darah dari Anda dan bayi, sehingga bertindak seperti penyaring.
  •  
  • Banyak hormon diproduksi dari plasenta untuk memaksimalkan jumlah laktosa plasenta yang memastikan Anda memiliki tingkat glukosa yang cukup di darah yang memungkinkan sirkulasinya ke janin.
  •  
  • Plasenta juga memecah partikel makanan yang dikonsumsi oleh Anda untuk memungkinkan nutrisinya menggapai bayi lebih cepat.
  •  
  • Plasenta membentuk hormon seperti progesteron dan estrogen untuk menghentikan kontraksi rahim sebelum janin cukup umur untuk dilahirkan. Plasenta juga mempersiapkan jaringan ibu dan rahim untuk kelahiran bayi.

 

Apa saja yang mempengaruhi kesehatan plasenta?

Berbagai faktor bisa mempengaruhi kesehatan plasenta selama hamil, beberapa kondisi bisa diatasi dan beberapa lagi tidak, seperti:

 
  • Usia ibu. Gangguan plasenta tertentu lebih umum terjadi pada wanita yang lebih berumur, terutama di atas usia 40 tahun.
  •  
  • Ketuban pecah sebelum waktu. Selama hamil, janin dikelilingi dan dilindungi oleh membran berisi cairan yang disebut cairan ketuban. Bila kantong ketuban bocor atau pecah sebelum persalinan dimulai, risiko gangguan plasenta tertentu akan meningkat.
  •  
  • Tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi bisa mempengaruhi plasenta Anda. Tekanan darah tinggi menjadi salah satu masalah yang terkait dengan plasenta. Tekanan darah yang tinggi biasa terjadi pada ibu hamil. Bila ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi berlebih selama tahap kehamilan, ia membutuhkan pengobatan untuk menurunkan tekanan darah. Ini penting karena kondisi tekanan darah tinggi atau preeklampsia bisa berkembang bila plasenta tidak berkembang dengan baik.
  •  
  • Kehamilan kembar. Bila Anda hamil dengan lebih dari satu janin, ada peningkatan risiko gangguan plasenta tertentu.
  •  
  • Gangguan pembekuan darah. Kondisi yang merusak kemampuan darah untuk membeku atau meningkatkan kemungkinan pembekuan dapat meningkatkan risiko gangguan plasenta tertentu.
  •  
  • Pembedahan rahim sebelumnya. Bila Anda pernah menjalani pembedahan pada rahim, seperti operasi caesar atau pembedahan untuk mengangkat tumor, Anda lebih berisiko mengalami gangguan plasenta tertentu.
  •  
  • Gangguan plasenta sebelumnya. Bila Anda pernah mengalami gangguan plasenta selama kehamilan sebelumnya, Anda lebih berisiko mengalaminya kembali.
  •  
  • Beberapa gangguan pada plasenta lebih umum terjadi pada wanita yang merokok atau menggunakan obat-obatan terlarang, seperti kokain, selama kehamilan.
  •  
  • Trauma abdominal. Trauma pada perut, seperti akibat terjatuh, meningkatkan risiko gangguan plasenta tertentu.

 

Masalah pada plasenta yang sering terjadi

Selama hamil, masalah pada plasenta paling umum berupa abrupsi plasenta, plasenta previa, dan plasenta akreta. Kondisi ini bisa menyebabkan pendarahan berat di vagina. Setelah melahirkan, plasenta yang tertahan juga kadang menimbulkan masalah.

 
  • Abrupsi plasenta. Bila plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum ibu melahirkan, baik sebagian atau seluruhnya, kondisi ini dikenal dengan abrupsi plasenta. Abrupsi plasenta bisa menyebabkan berbagai tingkat pendarahan vagina dan nyeri serta kram. Abrupsi plasenta juga bisa menurunkan nutrisi dan oksigen. Pada beberapa kasus, kelahiran dini perlu dilakukan.
  •  
  • Plasenta previa. Kondisi ini terjadi ketika plasenta sebagian atau seluruhnya menutupi serviks, jalan keluar untuk rahim. Plasenta previa lebih umum terjadi di awal kehamilan dan bisa hilang ketika rahim membesar. Plasenta previa bisa menyebabkan pendarahan berat sebelum atau selama kelahiran. Bedah sesar biasanya perlu dilakukan bila plasenta previa terjadi di saat kelahiran.
  •  
  • Plasenta akreta. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah plasenta tumbuh terlalu dalam di dinding rahim. Plasenta akreta bisa menyebabkan pendarahan vagina selama kehamilan trimester ketiga dan pendarahan parah setelah melahirkan. Penanganan plasenta akreta kadang membutuhkan bedah sesar diikuti pengangkatan rahim (hysterectomy). Bentuk masalah yang lebih agresif juga bisa terjadi bila plasenta menyerang otot rahim (plasenta inkreta) atau bila plasenta tumbuh melalui dinding rahim (plasenta perkreta).
  •  
  • Plasenta tertahan. Bila plasenta dilahirkan dalam 30 sampai 60 menit setelah melahirkan bayi, ini dikenal dengan retained placenta atau plasenta tertahan. Retained placenta bisa terjadi karena plasenta terjebak di belakang serviks yang tertutup atau karena plasenta masih menempel pada dinding rahim. Bila dibiarkan tanpa penanganan, retained placenta bisa menyebabkan infeksi berat atau pendarahan yang mengancam keselamatan ibu.

 

Tanda atau gejala masalah pada plasenta

Selama hamil, konsultasikan ke dokter bila Anda mengalami:

 

Mengurangi risiko masalah pada plasenta

Kebanyakan masalah pada plasenta tidak bisa langsung dicegah. Tapi Anda bisa lakukan beberapa hal untuk meningkatkan kesehatan kehamilan. Misalnya:

 
  • Kunjungi dokter secara teratur selama kehamilan
  •  
  • Kerja sama dengan dokter untuk mengatasi kondisi kesehatan seperti tekanan darah tinggi
  •  
  • Jangan merokok atau menggunakan obat-obatan ilegal
  •  
  • Bicara pada dokter sebelum memutuskan untuk menjalani bedah sesar.

 

Untuk menguji fungsi plasenta yang baik bisa dilakukan melalui USG dan tes Doppler untuk menentukan aliran darah di tali pusar.

 

Bila Anda sebelumnya pernah mengalami masalah plasenta dan berencana hamil, bicara pada dokter tentang cara menurunkan risiko mengalami kondisi ini lagi. Beri tahukan dokter bila Anda pernah menjalani pembedahan pada rahim di masa lalu. Dokter akan dengan seksama memonitor kondisi Anda sepanjang kehamilan.

(Ismawati)