Last update on .

Insting Nesting Saat Hamil Bikin Bumil Suka Bersih-Bersih

Bunda pernah mendengar istilah nesting? Nesting merupakan tindakan mempersiapkan rumah untuk kelahirah bayi. Sering kali wanita hamil merasa sangat berenergi di akhir kehamilan. Burung serta binatang lain merasakan dorongan biologis ini, begitu juga dengan manusia. Anda merasakan dorongan untuk membuat rumah Anda siap untuk si buah hati.

 

Nesting biasanya berupa kegiatan persiapan fisik seperti bersih-bersih kamar bayi bahkan seluruh rumah, menyiapkan perlengkapan bayi, dan banyak mencuci baju. Nesting bisa juga berupa persiapan emosional untuk menjadi orangtua.

 

Tidak banyak penelitian tentang insting ini. Satu dari beberapa penelitian yang dilakukan di tahun 2013, menemukan kalau wanita hamil menghabiskan lebih banyak waktu membersihkan dan menata rumah dibanding wanita yang tidak hamil. Mereka juga lebih memilih berada dekat dengan rumah. Nesting bukan kondisi medis loh Bun, tapi lebih kepada insting alami.

 

Pemicu nesting selama hamil bisa berupa:

  • Keinginan untuk menata rumah, untuk keamanan buah hati.
  • Rasa senang karena sebentar lagi bayi akan lahir yang membuat Anda membeli barang-barang baru dan menata rumah jadi lebih cantik.
  • Kesadaran kalau Anda tidak akan punya waktu bersih-bersih dan menata rumah setelah bayi lahir.
  • Keinginan mengatasi kebosanan ketika tanggal perkiraan melahirkan semakin dekat.
  • Keinginan untuk menyegarkan suasana rumah dan mood setelah sekian bulan kehamilan.

 

Apakah semua ibu hamil memiliki insting nesting?

Tidak semua. Sebuah polling menyatakan sekitar 73 persen ibu hamil melakukan nesting selama hamil dan 27 persen lagi tidak. Nesting ataupun tidak, keduanya normal. Beberapa orang punya dorongan untuk melakukannya, tapi sebagian lagi tidak. Lagi pula, nesting tidak menunjukkan indikasi kesehatan kehamilan dan tidak menjadi tanda Anda mendekati persalinan.

 

Beberapa ibu hamil tidak bisa bebenah atau beres-beres rumah karena batasan fisik, seperti harus bedrest. Pernah mengalami masalah kesuburan atau mengalami keguguran sebelumnya membuat sebagian ibu perlu melakukan nesting dengan lebih hati-hati atau tidak sama sekali.

 

Nesting biasanya memuncak di trimester ketiga, tapi dorongan untuk bersih-bersih, menata, dan mempersiapkan rumah bisa mulai muncul paling awal di usia kehamilan 5 bulan.

 

Nesting berarti Anda memikirkan tentang menjadi orangtua dan memikirkan seperti apa rasanya mulai merawat bayi. Beberapa orang terlibat dalam bagian fisiknya, sedang lainnya menekankan pada perubahan identitas. Bila Anda tidak melakukan nesting, ini tidak berarti Anda tidak normal dan akan menjadi ibu yang buruk.

 

Nesting dan tanda persalinan

Nesting bukan menjadi tanda persalinan sudah dekat. Dorongan untuk mempersiapkan kamar bayi biasanya memuncak di trimester ketiga, tapi tidak ada hubungannya dengan persalinan.

 

Ada ibu di usia kehamilan 34 minggu sudah menyiapkan semuanya, ada lagi yang usia kehamilannya sudah 37 minggu tapi belum membeli car seat. Dorongan energi dan aktivitas di akhir kehamilan terjadi karena calon ibu berusaha mempersiapkan segala sesuatu sebelum bayi lahir dan bukan menjadi tanda persalinan akan dimulai.

 

Nesting setelah bayi lahir

Nesting biasanya menjadi bagian dari kelahiran bayi. Setelah bayi lahir, kebanyakan waktu dan energi akan diberikan ke bayi dan ini berarti Anda tidak punya banyak waktu untuk melakukan hal lainnya.

 

Ibu hamil menghabiskan banyak energi sebelum bayi lahir karena mereka tidak akan punya banyak energi atau waktu setelah bayi lahir. Jadi perilaku ini akan menurun setelah melahirkan karena Anda akan sibuk merawat bayi dan anak lainnya.

 

Secara umum, orangtua tidak punya waktu dan energi untuk melakukan nesting lebih lanjut. Itu sebabnya dukungan sosial jadi hal yang sangat penting, khususnya setelah bayi lahir. Bahkan sebuah penelitian menemukan kalau  perilaku nesting menjadi sepenuhnya berhenti pada 8 minggu setelah bayi lahir.

 

Nesting pada tiap kehamilan

Bila Anda melakukan nesting selama kehamilan pertama, kemungkinan Anda akan melakukan hal yang sama di kehamilan berikutnya. Ada kemungkinan pengulangan perilaku.

 

Nesting pada ibu yang telah memiliki anak bisa berarti mengeluarkan baju bayi dan mencucinya, mengeluarkan car seat, mainan lama, pompa ASI, dan menyiapkannya untuk digunakan kembali.

 

Bagaimana dengan ayah? Apakah mereka melakukan nesting juga? Sejauh ini, tidak ada penelitian yang berhubungan dengan ayah dan nesting. Tapi lucunya, banyak ayah terbawa suasana oleh persiapan yang dilakukan pasangan dan melakukan tugas tertentu untuk mempersiapkan rumah untuk bayi.

 

Sisi negatif nesting pada wanita hamil

Perilaku nesting memang tidak berbahaya tapi ketika melakukan aktivitas selama hamil, ada beberapa hal yang bisa berdampak negatif bila Anda abaikan:

  • Jangan menaiki tangga untuk menggantung gambar atau membersihkan area berdebu yang sulit dijangkau. Bila Anda melakukan kegiatan mengecat atau bersih-bersih, pastikan ventilasi ruangan cukup baik dan produk yang Anda gunakan aman.
  •  
  • Anda mungkin merasa penuh energi, tapi kelelahan bisa berisiko. Pastikan lakukan istirahat teratur dan minum banyak air putih.
  •  
  • Jangan perfeksionis. Anda mungkin berpikir segala sesuatu harus sempurna sebelum bayi lahir. Percaya insting Anda, dan ingat Bun, kebutuhan utama bayi adalah diri Anda.
  •  
  • Waspadai tanda kecemasan. Kecemasan umum terjadi selama kehamilan. Tapi bila nesting menjadi obsesif, misalnya Anda jadi kurang tidur karena cemas tentang tempat tidur yang sempurna untuk bayi, bicaralah pada dokter.

 

Pekerjaan rumah yang harus dihindari selama hamil

Anda punya keinginan tak terkendali untuk membersihkan debu dan merapikan berantakan di rumah? Meski insting nesting bisa muncul berlebihan ketika tanggal perkiraan melahirkan semakin dekat, tetap penting untuk selalu berhati-hati ketika hamil.

 

Beberapa tugas rumah tidak cukup aman dikerjakan oleh calon ibu. Berikut ini aktivitas yang perlu dhindari selama hamil:

  • Memindakan furniture berat
  • Minta orang lain membersihkan kotoran kucing
  • Hindari menggunakan alat semprot nyamuk
  • Hindari finishing furniture.

 

Juga, cari tahu apakah aman:

  • Menggunakan produk pembersih selama hamil
  • Mengecat atau berada di sekitar cat semprot.

 

Ada sejumlah tugas rumah yang perlu dihindari selama hamil karena bisa berbahaya bagi janin yang sedang berkembang. Hamil bukan berarti Anda tidak bisa menjaga kebersihan rumah. Seperti banyak aktivitas lain, Anda masih bisa bersih-bersih tapi dengan hati-hati.

 

Selama hamil Anda bisa merasakan dorongan untuk membersihkan dan mempersiapkan rumah untuk menyambut kelahiran si bayi. Tapi bila Anda mengalami komplikasi kehamilan, Anda harus perhatikan keamanan dari aktivitas yang Anda lakukan. Beberapa tugas rumah bisa berbahaya bagi Anda dan janin yang sedang berkembang.

 

  1. Penggunaan bahan kimia

    Produk seperti semprot nyamuk, pembersih oven, dan pemutih semua mengandung asap berbahaya. Bila Anda harus mengatasi masalah serangga, oven, dan toilet kotor ketika hamil, cari alternatif pembersih yang lebih aman. Anda bisa gunakan cuka, baking soda, dan lemon sebagai larutan pembersih alami yang aman digunakan.

     

  2. Mengangkat beban berat

    Jangan membawa kantong belanja berukuran besar dan memindahkan furniture berat. Semakin besar perut Anda, semakin besar risiko tekanan pada pungung bawah dan cedera punggung. Minta kerabat, anak yang lebih besar, atau suami untuk membantu.

     

  3. Membersihkan hewan peliharaan

    Membersihkan kotoran kucing atau anjing bisa membuat Anda terpapar parasit dan bakteri. Risiko terbesar pada janin adalah toksoplasmosis, infeksi yang dibawa oleh parasit dan hidup di kotoran kucing. Bila Anda harus menangani hewan peliharaan, kenakan sarung tangan dan cuci tangan hingga bersih setelahnya.

     

  4. Membersihkan tirai dan kipas pada plafon

    Sebaiknya hindari tugas yang membutuhkan memanjat atau naik ke kursi atau tangga. Wanita hamil  rentan terjatuh dan dampaknya bisa berbahaya. Jangan berdiri di atas meja atau kursi, ya Bunda.

     

  5. Mengepel dan menyapu

    Meski aktivitas ini tak masalah bila dilakukan dalam jumlah kecil, mengepel dan menyapu bisa memperburuk nyeri punggung bawah dan membuat otot lutut tegang. Bila harus mengepel dan menyapu, lakukan banyak jeda untuk istirahat.

     

  6. Membersihkan jendela

    Hati-hati ketika membersihkan jendela karena Anda bisa terpeleset dan terjatuh. Hindari pembersih kaca berbahan keras dan hanya gunakan koran basah untuk mengelap jendela.

     

  7. Mencuci piring

    Selalu kenakan sarung tangan ketika mencuci piring karena kulit Anda sangat sensitif selama hamil.

     

  8. Memvakum

    Memvakum rumah bisa sangat melelahkan. Usahakan Anda tidak mengganti filter vakum di saat hamil. Filter mengandung debu, spora, dan rambut yang bisa mengiritasi mata dan paru-paru Anda.

     

Bunda, sebagian wanita hamil memiliki kulit yang sangat sensitif terhadap produk sabun, sehingga mereka tidak bisa melakukan aktivitas mencuci piring, pakaian, atau membersihkan kamar mandi.

 

Ada wanita hamil yang tidak bisa melakukan aktivitas mencuci baju karena harus membungkuk dan merasakan sakit ketika meluruskan badan setelah membungkuk. Ada juga ibu hamil yang hanya bisa menyapu dan melakukan tugas ringan yang tidak membutuhkan banyak energi.

 

Manfaat nesting untuk persiapan persalinan

Bila insting nesting muncul ketika Anda mempersiapkan kelahiran bayi, manfaatkan kondisi ini sebaik-baiknya, sebelum Anda menjadi terlalu sibuk dan merasa sulit untuk melakukan apapun. Yang perlu diingat, jangan memanjat atau mengangkat beban terlalu berat. Dan hindari risiko terjatuh ketika berdiri di tangga untuk membersihkan plafon kamar mandi. Juga pastikan Anda sering beristirahat dan ngemil.

 

Anda tidak boleh melakukan aktivitas berlebihan ketika mendekati persalinan dan kelahiran. Anda juga perlu menghemat energi untuk melahirkan. Berikut ini hal detail yang masih bisa Anda lakukan sebelum melahirkan:

 

  1. Mengisi lemari es

    Sambil mempersiapkan kelahiran, buang barang yang sudah kadaluarsa dan beli kebutuhan bahan makanan yang masih segar. Sediakan kebutuhan yang akan Anda gunakan setelah bayi lahir seperti susu, yoghurt, keju, jus, buah, serta ayam siap goreng. Bila bayi tidak lahir minggu ini, sediakan stok kembali di minggu berikutnya.

     

  2. Sediakan bahan makanan

    Sediakan makanan karena Anda tidak akan punya waktu ke supermarket setelah bayi lahir. Isi rak dapur dengan makanan sehat seperti sereal, biskuit, buah dan sayur, sosis, serta beras coklat.

     

  3. Memasak

    Bila insting nesting Anda disertai keinginan untuk memasak, lakukan sebisa mungkin. Buat sajian lebih untuk makanan kesukaan Anda lalu simpan di wadah di dalam freezer, beri label agar Anda tahu isi kemasan. Anda akan merasa terbantu dengan menyediakan makanan dan cemilan buatan sendiri di freezer setelah pulang dari rumah sakit.

     

  4. Mencuci baju

    Merasa ingin mencuci baju? Jangan lupa cuci juga handuk, sarung bantal, karpet, atau benda lain yang tidak sempat Anda cuci secara teratur. Setelah bayi lahir, Anda akan repot dengan cucian kotor berupa baju dan popok bayi.

     

  5. Bebenah dan bersih-bersih

    Sekarang waktunya untuk mengelap jendela dan tirai. Vakum bagian belakang serta bawah sofa, mungkin Anda menemukan remote control yang Anda cari 3 bulan lalu. Bersihkan juga debu pada bingkai foto. Tapi jangan paksakan diri bila Anda tidak bisa menjangkaunya. Hindari tangga atau memanjat ketinggian. Minta orang lain melakukannya.

     

  6. Baju untuk bayi

    Jangan berlebihan membeli pakaian bayi ketika Anda mempersiapkan kelahiran, tapi pastikan saja Anda punya cukup persediaan untuk kebutuhan bayi seperti kaos kaki serta baju.

     

    Selain pakaian, bayi juga membutuhkan popok dan hal penting lainnya. Sediakan sabun bayi, termometer, potong kuku, botol susu, dan banyak lagi.

     

  7. Baju untuk Anda

    Bila Anda berencana menyusui, beli bra menyusui serta baju dengan bagian depan yang mudah dibuka. Sediakan pakaian dalam yang lembut dan nyaman dengan ukuran lebih besar. Kenapa? Anda perlu ukuran sedikit lebih besar agar nyaman di beberapa minggu pertama setelah melahirkan. Selain itu, pakaian ini bisa terkena noda darah yang tidak bisa hilang. Anda mungkin perlu membuangnya 6 minggu setelah bayi lahir. Jangan lupa sediakan pembalut ukuran besar.

 

Tanda bahaya yang perlu Anda waspadai

Insting nesting bisa membantu Anda menciptakan tempat yang aman dan nyaman untuk bayi, tapi bisa membuat beberapa wanita hamil merasa cemas berlebihan. Nesting bisa memicu perasaan berlebihan dan bahkan membuat ibu hamil merasa tidak bisa berfungsi normal.

 

Bila Anda merasa aktivitas nesting menjadi sumber kecemasan dan kesedihan, carilah bantuan. Calon ibu dengan kecemasan dan depresi lebih berisiko mengalami depresi pasca melahirkan.

 

Berikut ini beberapa tanda peringatan yang perlu diwaspadai:

  • Sulit tidur karena merasa cemas, bukan karena kesulitan tidur akibat kehamilan.
  • Sering merasa cemas dan merasa tidak ada yang Anda lakukan yang cukup baik untuk bayi, misalnya, selalu memikirkan tentang memilih tempat tidur bayi yang salah.
  • Serangan kepanikan.
  • Kurang selera makan karena cemas.
  • Terus memikirkan pilihan warna kamar bayi, berulang kali mencuci botol susu atau barang bayi yang sudah bersih.

 

Beberapa tips berikut bisa membantu Anda menjadi lebih rileks:

  • Buat daftar teman atau kerabat yang bisa membantu, baik membantu memilih keperluan bayi, menghias kamar bayi, atau membantu membuat keputusan. Delegasikan tugas ke orang lain bila Anda merasa kewalahan saat melakukannya sendiri.
  • Hanya dengan berjalan kaki singkat di luar bisa membantu mengatasi pikiran obsesif.
  • Luangkan waktu bersama pasangan atau teman untuk melakukan aktivitas yang rileks seperti makan malam atau menonton film.
  • Ingatkan diri kalau yang bayi butuhkan adalah kehangatan pelukan Anda.
  • Lakukan latihan nafas dalam. Coba meditasi, sesi singkat selama 5 menit bisa membantu Anda menenangkan diri.

 

Bicaralah pada dokter tentang kecemasan dan masalah emosi lainnya. Dokter bisa memberi dukungan dan bila Anda memutuskan menjalani pengobatan, minta rujukan konselor kesehatan mental atau minta resep obat yang aman digunakan selama kehamilan.

(Isma)