Kehamilan Dibaca 188 kali

Jerawatan Saat Hamil? Jangan Sembarangan Minum Obat Jerawat

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 20 Oktober, 2018 05:10

Jerawatan Saat Hamil? Jangan Sembarangan Minum Obat Jerawat
Ada sejumlah obat jerawat yang tidak aman digunakan ketika Anda hamil, salah satunya adalah Accutane. Obat ini bisa menyebabkan cacat lahir yang serius dan komplikasi. Jadi, jangan minum obat apapun tanpa berbicara terlebih dulu pada bidan atau dokter yang bisa memberi Anda informasi tentang obat penting yang aman. Bahkan untuk obat luar yang hanya dipakai di kulit, Anda perlu lebih dulu mengecek bahan-bahannya untuk memastikan aman untuk bayi.

 

Hormon yang memunculkan jerawat adalah hasil dari peningkatan produksi hormon di tubuh hamil Anda. Misalnya, muncul kelenjar pada kulit untuk memperluas dan meningkatkan produksi sebum. Bersama dengan sel kulit yang mati, pori-pori Anda menjadi tertahan dan menjadi tempat bagi bakteri. Jerawat bisa bervariasi tingkat parahnya pada tiap wanita dan bisa menjadi hal awal di masa kehamilan atau tetap ada sepanjang kehamilan.

 

Jerawat selama hamil merupakan hal yang tidak bisa diprediksi, beberapa wanita yang memang sudah jerawatan sebelum hamil, bisa makin banyak dan makin parah saat hamil. Sedangkan ada juga bumil yang tadinya nggak pernah jerawatan, jadi banyak muncul jerawat saat hamil. Jadi sangatlah penting untuk merawat diri ketika ada jerawat muncul di masa kehamilan.

 

Jerawat bisa menjadi hal yang membuat Anda frustrasi di awal masa kehamilan, meski biasanya menjadi tanda bagus karena itu menunjukkan bahwa tingkat hormon berubah ke arah yang tepat. Sering kali tingkat zat besi yang rendah menjadi penyebab utama munculnya jerawat, dan tingkat zat besi yang rendah bisa juga memperlambat proses penyembuhan kulit Anda. Jadi penting untuk bumil mengonsumsi suplemen zat besi selama kehamilan agar kebutuhan zat besi terpenuhi. Sering kali tes dilakukan untuk mengidentifikasi kekurangan zat besi. Tes serum zat besi juga bisa dilakukan. Selain suplemen zat besi, vitamin C juga penting untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh serta mencegah jerawat menjadi infeksi.

 

Selain itu minum banyak air putih juga bisa membersihkan racun. Minum cukup air sangatlah penting, baik di saat Anda berjerawat atau tidak. Kualitas air yang Anda minum juga perlu diperhatikan, sekitar 70 persen isi tubuh kita mengandung air dan setiap fungsi di tubuh bergantung pada air. Bisa dikatakan, selain oksigen, ketiadaan air pada tubuh menjadi penyebab kematian. Meski begitu, kebanyakan air kemasan botol dan air keran secara biologi bersifat merusak dan banyak hal buruk di air yang bisa menambah lebih banyak racun.

 

Minyak kelapa juga bekerja secara menakjubkan pada kulit dan memiliki anti jamur serta anti bakteri. Jangan sampai tertukar dengan minyak jenis lain, ya Bunda. Minyak kelapa baik untuk jantung, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan masih banyak lagi. Ganti pelembab Anda dengan minyak kelapa atau gunakan lapisan tipis setidaknya sekali dalam sehari. Minyak kelapa juga baik untuk cradle crap pada kepala bayi, yang berasal dari hal yang sama, yakni kelenjar minyak pada kepala bayi.

 

Mengganti minyak goreng dan atau mentega dengan minyak kelapa juga menjadi ide yang baik. Terlalu banyak minyak yang buruk dan pola makan tidak terjaga sama sekali tidak membantu mengatasi jerawat Anda. Aroma minyak kelapa juga enak, jadi tidak masalah jika dipakai untuk membuat aneka masakan.

 

Berikut ini beberapa tips bagi Anda yang berjerawat di saat hamil ataupun bila Anda tidak sedang hamil:

 

  • Jangan berlebihan membersihkan wajah atau menggunakan sabun dengan formula yang keras. Kulit bisa memproduksi lebih banyak minyak dan Anda bisa mengalami kulit kering dan iritasi.
  •  
  • Jangan mencungkil, menggaruk, atau memencet jerawat karena hanya akan membuat infeksi tersebar (di saat sistem kekebalan tubuh Anda sudah rendah) dan juga meninggalkan bekas luka.
  •  
  • Coba gunakan larutan alami terlebih dulu seperti zat besi, vitamin C, minyak kelapa, atau probiotik serta modifikasi pola makan.
  •  
  • Ketika membersihkan wajah, jangan gosok-gosok jerawat atau kondisinya bisa menjadi lebih parah.
  •  
  • Hindari menggunakan make-up sebisa mungkin. Jika tidak bisa, hindari make-up yang berbahan dasar minyak, ganti dengan kosmetik berbahan dasar air, dan pastikan Anda mencuci bersih make-up dari wajah setiap hari, atau segera setelah Anda tidak lagi memerlukannya.
  •  
  • Konsultasi ke bidan atau dokter sebelum menggunakan produk obat jerawat.
  •  
  • Selalu jaga pola makan Anda untuk mengurangi dan menghilangkan racun. Hindari makanan yang mengandung lemak jahat, gula, atau apapun yang mengandung pemanis buatan dan produk seperti tepung, roti putih, dan kue-kue. Jangan lupa untuk mengonsumsi sayuran untuk menjaga sistem tubuh Anda selalu bersih dan sehat, demi kebaikan Anda dan janin.
  •  
(Ismawati)