Kehamilan

Lakukan 10 Cara Ini Agar Ibu Hamil Tidak Terbangun dan Kelaparan di Malam Hari

Lakukan 10 Cara Ini Agar Ibu Hamil Tidak Terbangun dan Kelaparan di Malam Hari

Di saat hamil, tak peduli seberapa banyak atau seberapa sering Anda makan, Anda akan masih merasa lapar di siang maupun di malam hari. Hal ini wajar karena janin memiliki kebutuhan kalorinya sendiri. Tapi, itu tidak berarti Anda boleh makan apa saja karena Bunda makan untuk diri sendiri dan bayi yang berukuran kecil, bukan sebesar orang dewasa.

Namun, hal ini bukan menjadi jawaban untuk pertanyaan kenapa Anda sering terbangun dalam kondisi lapar di tengah malam. Sebenarnya Bunda hanya membutuhkan 300 tambahan kalori setiap hari ketika hamil, dan bahkan lebih sedikit dari itu ketika di trimester pertama.

Tips Agar Ibu Hamil Tidak Terbangun dan Kelaparan di Malam Hari

  1. Kalau Bunda tidak mau terbangun malam hari sambil kelaparan, jangan pernah tidur dalam keadaan lapar. Jika Anda lapar, begitu juga bayi Anda.

  2. Penuhi lemari es dengan stok makanan sehat dan cepat saji, seperti keju, telur rebus, buah, dan sayuran segar. Coba makan makanan yang lebih dekat dengan kondisi alaminya, seperti buah segar dibanding buah kalengan.

  3. Jika Anda ngemil di tengah malam, pilih makanan yang penuh nutrisi sekaligus bisa memuaskan rasa lapar Anda, misalnya sereal dan susu, roti dan mentega kacang, atau biskuit dan keju.

  4. Ingat juga untuk minum banyak air untuk menghindari dehidrasi. Jika Anda merasa terganggu karena harus sering ke kamar mandi di malam hari, Anda bisa minum lebih banyak cairan di siang hari dan lebih sedikit saat sebelum tidur.

  5. Di waktu yang sama, Bunda harus hati-hati untuk tidak makan berlebihan jika Anda menderita masalah pencernaan atau heartburn, atau Anda akan terbangun dengan masalah yang akan lebih sulit untuk diatasi.

  6. Mengikuti pola makan sehat dan seimbang bisa memberi efek positif pada cara Anda tidur dan Anda bahkan bisa mendapat waktu tidur yang nyaman dengan menjaga kebiasaan makan yang baik.

  7. Banyak ahli nutrisi yang menyarankan agar ibu hamil mengonsumsi segelas susu sebelum tidur karena bisa membuat Bunda merasa semakin mengantuk dan rileks serta dapat mempersiapkan tubuh untuk tidur. Para ahli juga banyak yang menganjurkan supaya ibu hamil mengonsumsi makanan yang kaya karbohidrat, seperti roti karena bisa meningkatkan kualitas tidur.

  8. Kebanyakan ibu hamil sering terbangun untuk ngemil di tengah malam, jadi sangat penting untuk makan 4 hingga 5 porsi kecil makanan selama siang hari untuk mencegah hal ini.

  9. Ibu hamil yang mengalami gangguan mimpi dan sakit kepala mungkin menderita penyakit gula darah rendah. Cemilan berprotein tinggi bisa membantu Bunda untuk meningkatkan tekanan darah kembali. Mengonsumsi cemilan berprotein bisa secara signifikan membantu meningkatkan gula darah Anda.

  10. Anda bisa menggunakan bantal untuk membantu Anda merasa nyaman serta membantu menopang perut serta punggung saat berbaring di atas tempat tidur. Bantal bisa diletakkan di antara kaki untuk menyokong punggung bawah dan membantu Anda tidur dengan posisi miring. Banyak jenis bantal yang khusus dirancang untuk digunakan selama hamil dan bisa Anda beli di banyak toko perlengkapan bayi. Anda juga bisa mendapatkannya dari banyak toko online di internet.

Posisi Tidur yang Nyaman untuk Ibu Hamil

Banyak ibu hamil sulit menemukan posisi yang nyaman ketika tidur pada trimester ketiga, saat-saat di mana kebanyakan bumil mengalami kesulitan menentukan posisi yang nyaman karena mereka sedang mencapai berat kehamilan yang optimal. Posisi tidur yang dianjurkan adalah tidur miring. Anda dianjurkan untuk miring ke sisi kiri untuk meningkatkan jumlah darah dan nutrisi yang bayi peroleh dari plasenta. Posisi tidur ideal saat hamil dapat didasarkan pada apa yang paling nyaman bagi Anda. Jika Anda merasa nyaman tidur dengan bantal di antara kaki maka akan menguntungkan untuk tidur dengan cara itu. Sebagai alternatif, Anda bisa coba tidur pada satu sisi karena bagus untuk Anda dan bayi.

Ibu hamil tidak dianjurkan untuk tidur telentang, karena bisa mengurangi sirkulasi darah ke Anda dan bayi. Tidur telentang bisa meningkatkan risiko sakit punggung, tekanan darah rendah, dan hemorrhoids. Ini karena perut berada pada pembuluh darah yang bisa menekan usus. Tidur tengkurap juga harus dihindari, terutama di trimester akhir ketika Anda mencapai berat kehamilan yang maksimal.

(Ismawati)