Kehamilan

Mengatasi Kram Kaki Pada Ibu Hamil

Mengatasi Kram Kaki Pada Ibu Hamil

Kram kaki adalah keluhan yang umum diderita oleh para Ibu hamil. Ada beragam sebab mengapa Bunda mengalami kram kaki selama hamil, namun kemungkinan besar hal tersebut terjadi karena otot kaki Bunda terlalu letih karena harus membawa beban perut.

Biasanya kaki akan mulai terasa kram saat Bunda memasuki trimester kedua masa kehamilan dan semakin memburuk seiring perut Bunda bertambah besar.
Para Ibu hamil kerap merasakan kram di pagi hari, namun ada juga yang merasakannya di malam hari. Jika hal tersebut terjadi, bisa-bisa akan mempengaruhi kualitas tidur Bunda dan membuat mood Anda buruk keesokan harinya.

Oleh karena itu, yuk cegah terjadinya kram kaki agar Bunda bisa melewati masa kehamilan dengan nyaman!

Bagaimana cara mencegah kram kaki saat hamil?

  • Luangkan waktu untuk meregangkan otot betis Bunda secara teratur selama beberapa kali sehari, terutama sebelum Anda pergi tidur.

  • Hindari berdiri atau duduk dengan kaki disilangkan untuk jangka waktu yang lama.

  • Berjalan-jalan lah setiap hari, kecuali bidan atau dokter telah menyarankan Anda untuk tidak berolahraga. Jalan-jalan seputaran kompleks di pagi hari bersama suami selain bagus untuk kesehatan juga bisa membuat pikiran Bunda semakin tenang.

  • Putar pergelangan kaki lalu goyangkan jari-jari kaki Bunda ketika sedang duduk, makan malam, atau menonton TV.

  • Cobalah mandi air hangat sebelum tidur untuk mengendurkan otot Anda.

  • Tetap jaga tubuh agar senantiasa terhindar dari dehidrasi dengan cara meminum air secara teratur.

  • Hindari terlalu lelah. Berbaringlah di sisi kiri Anda untuk meningkatkan sirkulasi darah dari dan menuju kaki Anda.

Beberapa penelitian merekomendasikan para Ibu hamil untuk mengonsumsi suplemen yang mengandung magnesium sebagai tambahan vitamin selama Anda hamil. Hal ini akan menjauhkan Bunda dari kram kaki. Meksipun begitu, peneliti lain menyebutkan bahwa suplemen magnesium tidak memberikan efek yang signifikan terhadap frekuensi maupun intensitas kram kaki selama masa kehamilan.

Jangan lupa untuk selalu berdiskusi dengan dokter terkait suplemen yang Anda konsumsi, ya! Begitu juga dengan suplemen yang menawarkan kandungan kalsium untuk ibu hamil, sampai saat ini belum ada bukti yang cukup untuk mendukung perlunya konsumsi kalsium ekstra bagi Ibu hamil. Kalaupun ada efeknya bagi kesembuhan kram kaki Bunda, sebagian besar itu hanyalah efek placebo.

Lalu, bagaimana cara terbaik untuk meredakan nyeri akibat kram kaki?

Saat Bunda mengalami kram, segeralah meregangkan otot betis Anda. Pertama-tama, berdirilah di atas permukaan yang dingin, seperti lantai rumah karena permukaan yang dingin terkadang mampu menghentikan kejang pada otot. Atau, Bunda juga dapat mengurangi rasa sakit kaki dengan cara meluruskan kaki lalu dengan lembut meregangkan pergelangan kaki serta jari-jari kaki ke arah tulang kering Anda beberapa kali.

Jika cara tersebut tidak berhasil maka cobalah untuk memijat kaki atau menghangatkannya dengan cara menyentuhkan botol berisi air panas ke daerah-daerah dimana otot terasa sakit. Namun, jika penyebab kram kaki Anda adalah pembekuan darah, maka memijat kaki malah akan memperburuk kondisi tersebut. Selain itu, berjalan-jalan sejenak juga akan membantu meredakan nyeri akibat kram pada kaki lho, Bun.

Lalu, bagaimana jika semua cara sudah dilakukan namun sakit tak kunjung reda?

Well, jika memang kaki terus menerus terasa sakit atau Anda mengalami pembengkakan, timbul ruam merah, atau daerah-daerah yang sakit di kaki Anda terasa hangat ketika dipegang, maka segeralah memeriksakan diri ke dokter.

Jangan anggap enteng kram kaki yang Bunda alami karena bisa jadi hal itu merupakan tanda-tanda terjadinya pembekuan darah yang perlu penanganan medis serius. Meskipun pembekuan darah jarang terjadi, namun ibu yang dalam masa kehamilan rentan terkena kasus ini. Selalu waspada ya, Bun!

(Yusrina)