Kehamilan Dibaca 2,518 kali

Pentingnya Mencatat Pergerakan Bayi dalam Kandungan

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 11 Oktober, 2018 08:10

Pentingnya Mencatat Pergerakan Bayi dalam Kandungan

Kapan Bunda mulai merasakan pergerakan bayi dalam kandungan?

Biasanya Bunda baru mulai merasakan tendangan si kecil saat usianya mencapai antara 16 sampai 22 minggu. Meski begitu, ada juga Ibu hamil yang sudah mulai merasakan adanya pergerakan sang buah hati saat ia baru berumur 7 atau 8 minggu. Apabila Bunda sudah pernah melahirkan sebelumnya, maka akan jauh lebih cepat dan 'peka' dalam mengamati gerak-gerik bayi di dalam perut. Sebab, Anda sudah terlatih untuk membedakan mana tendangan anak dengan suara gerungan perut yang diakibatkan oleh gas.

 

Berbeda dengan wanita yang baru pertama kali mengalami kehamilan. Mereka agak susah membedakan pergerakan janin dengan suara gas di dalam perut. Selain itu, wanita dengan tubuh cenderung kurus juga akan lebih cepat mengenali tendangan maupun pukulan si kecil. Sementara itu, wanita berbobot tinggi akan lebih sukar mendeteksi adanya pergerakan bayi di dalam kandungan.

 

Apa yang Bunda rasakan saat si kecil mulai bergerak?

Sebagian Ibu hamil mendeskripsikan pergerakan janin tersebut sebagai suatu sensasi unik, yakni seperti ledakan popcorn, ikan goldfish yang berenang dalam perut, atau ada kupu-kupu yang sedang terbang mengitari isi rahim Bunda. Awalnya para Ibu hamil akan susah membedakan antara gas perut, rasa lapar yang melilit, dan gerakan bayi. Namun, seiring berjalannya kehamilan, Bunda akan cepat mengenali tanda-tanda si kecil bergerak bahkan saat Anda sedang berbaring atau duduk.

 

Seberapa sering Bunda umumnya merasakan pergerakan janin?

Awalnya, Bunda akan mengalami sedikit saja tendangan sang buah hati dengan jarak antar tendangan yang cukup jauh. Bahkan, Anda mungkin akan mengalami beberapa kali tendangan perut dalam sehari dan pada hari berikutnya si kecil tak menunjukkan tanda-tanda bergerak. Jika usia kandungan Bunda masih sangat muda, maka jangan panik dulu ya, Bun. Terkadang gerakan bayi terlalu lemah (karena fisiknya masih belum kuat) sehingga tak jarang para Ibu hamil tak merasakan apapun meski anaknya sering bergerak.

 

Nah, baru di trimester kedua Anda akan mulai sering merasakan tendangan karena janin telah tumbuh lebih kuat. Seringkali para wanita merasa cemas saat mendengar kisah Ibu hamil lainnya yang sudah mengalami berbagai hal sementara bayi Anda masih anteng-anteng saja di dalam perut. Padahal, setiap bayi memiliki pola pergerakannya sendiri-sendiri yang tidak bisa disamakan dengan bayi lainnya. Oleh karena itu, selama frekuensi aktivitas si kecil tidak menurun jauh, maka kemungkinan besar ia baik-baik saja.

 

Haruskah Bunda menghitung dan mencatat jumlah tendangan bayi dalam kandungan?

Yup! Begitu Bunda merasakan pergerakan si kecil semakin rutin, maka mulailah memperhatikan dan mencatat jumlah tendangan anak. Tulis semua dalam catatan khusus yang nantinya dapat Anda tunjukkan saat berkonsultasi dengan dokter kandungan. Kalau terjadi penurunan pada aktivitas bayi, maka dokter akan segera mencari akar masalahnya. Bersiaplah untuk menjalani tes nonstress, biophysical profile, atau pengecekan menggunakan ultrasound untuk mengukur kadar cairan ketuban Bunda.

 

Begitu memasuki trimester ketiga, dokter kandungan akan mulai menyarankan Bunda untuk mulai menghitung tendangan bayi setiap harinya. Ada banyak metode penghitungan yang dapat Bunda lakukan, jadi tanyakan pada dokter yang bersangkutan tentang prakteknya lebih jauh lagi.

 

Umumnya para Ibu hamil akan diminta menghitung tendangan pada saat sang buah hati sedang aktif-aktifnya bergerak di dalam perut. Cobalah duduk atau berbaring miring dengan kondisi sekitar setenang mungkin. Kemudian hitunglah seberapa lama waktu yang dibutuhkan bayi untuk bergerak (memukul, menendang, bergeser-geser) selama 2 jam. Kalau gerakan anak tidak sampai 10 kali dalam 2 jam, segeralah menghubungi bidan atau dokter terdekat!

 

Sebenarnya apa yang dilakukan bayi saat ia bergerak?

"Hal pertama yang mungkin dilakukan bayi Anda adalah menggerakkan tubuhnya, seperti perenggangan atau mencoba untuk memanjangkan tangan dan kakinya," ujar Dokter Keller yang merupakan asisten profesor dari department of obstetrics and gynecology Universitas George Washington di Washington, D.C. Lebih lanjut lagi, Bunda juga akan mulai merasakan 'cegukan' di dalam perut saat usia kandungan mencapai 11 minggu. Hal tersebut terjadi seiring berkembangnya sistem saraf.

 

Namun, Anda akan kesulitan mengenali ritme 'cegukan' yang terasa seperti sentakan berulang-ulang pada perut tersebut. Ritmenya akan mulai terasa seiring usia kandungan yang semakin bertambah. Beberapa wanita mungkin akan merasakan gerakan-gerakan besar, seperti ketika bayi beralih posisi. Jika Anda sudah mulai merasakan adanya nyeri pada tulang rusuk yang muncul dan hilang secara tiba-tiba, maka kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang dengan kepala menempel ke tulang rusuk Bunda. Gerakan besar yang si kecil lakukan adalah berputar 180 derajat demi persiapan menjelang persalinan.

 

Apakah terasa sakit saat si kecil bergerak dalam perut?

Bisa jadi. Bagi sebagian wanita mungkin pergerakan bayi hanya menyebabkan sensasi aneh di perut, tapi ada juga Ibu hamil yang mengeluh sakit saat buah hatinya menendang-nendang. Dr.Keller menganggap wajar saja apabila pergerakan anak membuat Ibunya kesakitan, terlebih kalau tangan atau kaki si kecil ditinju-tinjukan ke arah tulang rusuk.

 

Rasa sakit tersebut bervariasi, kadang sakit sekali atau malah menyebabkan mati rasa. Sebab, menurut penjelasan Dr.Kelly, cukup sulit untuk menentukan apakah ketidaknyamanan yang Bunda alami disebabkan karena gerakan bayi atau kondisi mengkhawatirkan lain yang dapat menyebabkan rasa sakit di perut dan dada seperti emboli paru atau solusio plasenta. Oleh karena itu, apabila nyeri yang Bunda alami berlarut-larut dan semakin tidak tertahankan, maka sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan lebih jauh.

 

Kapan sebaiknya menghubungi dokter?

Kebanyakan janin memiliki pola pergerakan tertentu yang dapat diprediksi oleh Ibu yang mengandungnya. Ada bayi yang lebih aktif bergerak di pagi hari, ada juga yang lebih lincah saat menjelang malam. Nah, di saat inilah Bunda dituntut untuk lebih peka dan jeli dalam mengenali gerakan janin. Kalau ada hal yang tidak biasa terjadi, maka pergilah ke suatu tempat yang sunyi untuk kemudian berbaring miring sambil meletakkan tangan di perut. Lantas, berkonsentrasilah merasakan apa yang terjadi di dalam perut Bunda.

 

Kalau si kecil bergerak beberapa kali dalam setengah jam, maka anak berada dalam kondisi baik. Perlu untuk dicatat bahwa pergerakan bayi kemungkinan besar akan melambat menjelang akhir kehamilan seiring dengan membesarnya tubuh dan ruang gerak yang makin sempit di dalam rahim.

 

Apa yang menyebabkan pergerakan janin melambat?

"Ketika Bayi di dalam perut Anda semakin jarang bergerak, maka itu adalah tanda bahwa plasenta tidak mengalirkan oksigen dan nutrisi kepada janin sesering dulu," kata Dr.Keller. Hal tersebut disebabkan karena pertumbuhan bayi yang kurang baik atau bayi mati dalam kandungan. Itulah alasannya mengapa Bunda harus jeli mencatat perkembangan serta menghitung pergerakan harian anak sehingga dapat mengambil langkah-langkah penanganan sesegera mungkin apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.
(Yusrina)