Kehamilan Dibaca 6,210 kali

Pijat Perineum: Tips Agar Vagina Tidak Robek Saat Melahirkan

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 08 November, 2019 08:11

Pijat Perineum: Tips Agar Vagina Tidak Robek Saat Melahirkan

Pijat perineum bisa membuat vagina tidak robek saat melahirkan. Ini karena teknik ini bertujuan melonggarkan otot antara vagina dan bokong (perineum) selama kehamilan, untuk mempersiapkan kelahiran. Pijatan ini membantu membuka vagina agar merenggang ketika bayi keluar.

Bila Anda sebelumnya belum pernah lahiran normal, memijat perineum menjelang akhir kehamilan bisa menurunkan resiko episiotomi (sobekan pada vagina). Tapi meski Anda pernah melahirkan secara normal sebelumnya, pijat perineum dapat membantu menurunkan rasa tidak nyaman setelah melahirkan.

Cara Melakukan Pijat Perineum

Yang Anda butuhkan:

  • Minyak untuk memijat yang aman seperti minyak almond, minyak vitamin E, atau minyak kelapa

  • Handuk bersih

  • Cermin

  • Tangan yang bersih dengan kuku telah dipotong.

Kemudian ikuti langkah berikut:

  • Mandi air hangat atau gunakan lap hangat untuk melembutkan area perineum selama 10 menit.

  • Berbaring di posisi yang nyaman di atas handuk bersih. Topang punggung dengan bantal. Gunakan cermin bila perlu. Tetap rileks dan tenang agar bokong bisa rileks dan tenang juga.

  • Aplikasikan minyak pijat ke perineum.

  • Masukkan dua ibu jari sekitar satu inci ke dalam vagina dan tekan perlahan ke bawah menuju perineum. Biarkan perineum merenggang selama satu atau dua menit. Bila terasa sakit, gunakan tekanan yang lebih halus atau berhenti memijat.

  • Setelah perineum merenggang selama beberapa menit, perlahan angkat ibu jari dari vagina, dan renggangkan tiap sisi vagina. Ini seperti menggerakkan ibu jari pada tiap sisi mangkok.

  • Bila menggunakan dua ibu jari, Anda bisa menggerakkannya dari dasar perineum ke tiap sisinya. Terus lakukan ini selama 3 hingga 5 menit.

  • Bila merasa kesulitan tapi Anda masih ingin melakukan pijat sendiri, coba topang satu kaki pada kursi atau dudukan toilet dan lakukan pijat seperti uraian di atas.

Kapan Ibu Hamil Bisa Mulai Memijat Perineum?

Bunda, mulailah memijat perineum ketika kehamilan mencapai 34 minggu dan lakukan pijat setidaknya satu atau dua kali dalam seminggu. Memijat perineum lebih dari dua kali seminggu tidak menurunkan resiko vagina robek saat melahirkan, tapi bisa mengurangi rasa sakit pada perineum pada beberapa bulan setelah bayi lahir. Yang terpenting adalah melakukannya secara rutin. Pijat perineum tidak terasa sakit, meski sedikit terasa tidak nyaman, khususnya saat pertama kali melakukannya.

Ketika kehamilan semakin membesar, Anda akan kesulitan melakukan pijat perineum sendiri. Bila pasangan tak keberatan, ia bisa melakukannya. Prosesnya sama, meski akan lebih mudah baginya menggunakan jari, daripada ibu jari.

Setelah melakukan pijat perineum selama beberapa minggu, Anda akan merasakan otot dan kulit di sekitar vagina membuka menjadi lebih longgar. Ini tanda pijatan berhasil. Jangan khawatir, tetap aman memijat perineum meski ada luka dari kelahiran sebelumnya. Tapi bila Anda mengalami infeksi vagina, periksakan diri ke dokter sebelum melakukannya.

Manfaat Pijat Perineum Sebelum Melahirkan

Meski tidak ada manfaat yang didapat dari pijat perineum pada tahap mendorong saat persalinan, pijat perineum yang dilakukan sepanjang kehamilan punya banyak manfaat potensial, antara lain:

  • Mengurangi rasa sakit saat kepala bayi keluar. Pijat perineum bisa meringankan rasa sakit ketika kepala bayi keluar. Memijat perineum secara teratur membuatnya merenggang lebih mudah ketika kepala bayi keluar sehingga mengurangi rasa sakit.

  • Membantu kepala bayi keluar lebih mudah dan lebih cepat. Bila perineum merenggang lebih mudah, kepala bayi juga bisa keluar lebih mudah dan lebih cepat. Ini secara mental mempersiapkan Anda merasakan tekanan dan perenggangan, serta membantu Anda merasa lebih nyaman. Bila tahu apa yang akan terjadi, Anda tidak terlalu merasa tegang dan lebih bisa merenggang.

  • Menghindari sobekan. Penelitian menyatakan pijat perineum menurunkan resiko trauma perineum hingga 10 persen pada wanita yang pertama kali melahirkan. Tidak terjadi penurunan trauma perineum pada ibu yang pernah melahirkan, tapi ada 32 persen penurunan resiko sakit perineum berkelanjutan pada 3 bulan setelah melahirkan.

  • Menghindari episiotomi. Penelitian yang sama menemukan pijat perineum sepanjang kehamilan juga membantu menurunkan resiko episiotomi hingga 16 persen pada ibu yang pertama kali melahirkan, meski tidak menurunkan resiko episiotomi pada ibu yang pernah melahirkan.

  • Menghindari persalinan dengan bantuan seperti vakum atau penggunaan forcep.

  • Sobekan berkurang berarti berkurang kerusakan pada dasar panggul. Dengan begitu dasar panggul bisa sembuh lebih cepa setelah melahirkan.

  • Membantu mempersiapkan kelahiran dan membuat Anda lebih familiar dengan rasa kesemutan saat melahirkan.

  • Ibu hamil yang memijat perineum di minggu-minggu terakhir kehamilan, kurang merasakan sensasi kesemutan pada tahap kepala bayi keluar.

Penelitian tentang pijat perineum

Pijat perineum selama akhir kehamilan bisa mendorong elastisitas dan menurunkan resiko sobekan selama kelahiran. Perineum adalah area antara bukaan vagina dan anus. Beberapa wanita memilih pijat perineum sebagai cara untuk menurunkan resiko trauma perineum selama melahirkan.

Penelitian menemukan bukti kalau pijat perineum di akhir kehamilan bisa menurunkan resiko sobekan pada ibu yang pertama kali melahirkan. Penelitian juga mengidentifikasi manfaat pijat perineum paling baik untuk wanita usia lebih dari 30 tahun yang sebelumnya tidak pernah melahirkan. Pijat perineum secara teratur selama akhir kehamilan menurunkan resiko trauma perineum yang membutuhkan jahitan sebanyak 5 persen untuk ibu yang pertama kali melahirkan.

Setelah kehamilan mencapai usia 34 minggu, Anda bisa sertakan pijat perineum sebagai bagian dari persiapan untuk melahirkan. Tak ada bukti tentang seberapa sering Anda perlu melakukan pijat perineum dalam seminggu untuk menurunkan resiko sobekan selama melahirkan. Satu penelitian menunjukkan wanita yang memijat perineum paling sering mendapat hasil terbaik.

Tapi penelitian lain menemukan ibu yang melakukan pijat perineum 1,5 kali seminggu mendapat penurunan signifikan pada insiden episiotomi, tidak seperti wanita yang memijat lebih sering. Jangan lupa Bun, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter sebelum mulai melakukan pijat perineum.

Pijat Perineum dan Sobekan Pada Vagina

Tak ada yang bisa menjamin Anda tidak akan mengalami sobekan pada vagina saat melahirkan. Sobekan vagina menjadi hal yang umum selama kelahiran normal. Tapi pijat perineum bisa membantu mencegahnya.

Pijat perineum membantu merenggangkan kulit di sekitar area vagina hingga 10 cm. Setelah ini tercapai, ada kemungkinan penurunan resiko operasi caesar. Proses pijatan membuat kulit di sekitar perineum menjadi lebih elastis. Dan setelah Anda melahirkan, kulit bisa perlahan kembali ke bentuk semula.

Pijat perineum paling terasa manfaatnya pada wanita yang melahirkan bayi pertama. Bila Anda pernah mengalami episiotomi atau sobekan di kelahiran sebelumnya, pijat perineum memang tidak terlalu terasa manfaatnya. Pada wanita yang menerima episiotomi sebelumnya, perineum memiliki luka yang kondisinya lebih lemah dibanding jaringan normal, jadi perineum lebih mungkin sobek pada kelahiran berikutnya dan lebih sedikit merespon pijatan. Pijat perineum juga lebih bermanfaat pada ibu yang pertama kali melahirkan yang usianya lebih dari 30 tahun, ini kemungkinan karena jaringan yang lebih tua lebih kaku dibanding jaringan yang muda.

(Ismawati)