Kehamilan

Tips Agar Ayah Dekat Dengan Bayi Yang Masih di Kandungan

Terakhir diperbaharui

Tips Agar Ayah Dekat Dengan Bayi Yang Masih di Kandungan

Meski ibu bertanggung jawab menyediakan dukungan kehidupan untuk calon bayi, masih ada banyak hal yang ayah dapat lakukan yang bisa mempengaruhi kesehatan, kondisi, dan masa depan bayi.

 

Dengan mempersiapkannya lebih dulu, ayah bisa membantu bayi terbiasa dengan suaranya, menciptakan lingkungan yang baik untuk ibu dan bayi serta menyediakan hal-hal seperti makanan yang sehat dan lingkungan yang bebas asap rokok.

 

Tahukah para ayah? Ibu yang bahagia melahirkan bayi yang sehat, jadi membuat ibu bahagia dan sehat jadi cara untuk mempengaruhi masa depan calon bayi Anda. Ibu hamil butuh banyak istirahat, tidak stres, dan makan sehat. Ada banyak hal yang bisa dilakukan ayah untuk calon bayinya, termasuk memberi contoh perilaku yang positif, mendukung makan sehat, dan menjaga ibu tidak stres. Stres sering dirasakan oleh bayi yang sedang tumbuh di rahim dan bisa menghambat perkembangannya.

 

Hal lain yang bisa mempengaruhi pertumbuhan janin adalah asap rokok. Bila Anda merokok, berhentilah sekarang. Bila Anda tidak bisa berhenti merokok, jangan pernah merokok di sekitar bayi. Bayi dengan orangtua perokok 2,5 kali lebih berisiko meninggal akibat Sudden Infant Death Syndrome (sindrom kematian mendadak pada bayi) dibanding bayi yang orangtuanya bukan perokok.

 

Cara agar ayah dekat dengan bayi di kandungan

Calon ibu menjalani kontak yang intim bersama bayinya selama 9 bulan kehamilan, tapi bagi calon ayah kadang terasa sulit untuk bisa menjalin kedekatan dengan calon buah hati. Meski begitu, ada beberapa cara untuk membantu ayah dekat dengan bayi meski sebelum ia terlahir, dan semoga cara ini membantu Anda merasa lebih nyaman menjalani peran sebagai ayah nantinya.

 

  1. Mendampingi saat pemeriksaan USG

    Bila Anda belum terbiasa menjadi ayah, melihat calon bayi selama pemeriksaan USG bisa membuat ini terasa nyata dan jadi pengalaman mengagumkan yang pernah Anda alami seumur hidup. Anda bahkan bisa melihat si bayi menendang-nendang atau meghisap jarinya.

     

    Bila perlu, Anda bisa melihat calon bayi melalui USG 4 dimensi. Ini merupakan teknologi canggih yang memungkinkan Anda melihat bayi lebih jelas sebelum ia lahir. Biasanya wanita hamil bisa jalani USG 4 dimensi pada kehamilan 26 sampai 32 minggu. Tempel foto USG bayi di pintu kulkas atau atur sebagai gambar background di handphone untuk jadi pengingat kalau Anda sebentar lagi akan menjadi ayah.

     

    Selain mendampingi saat pemeriksaan kehamilan, Anda juga perlu memanfaatkan tiap kesempatan yang ada untuk merasakan tendangan bayi dengan meletakkan tangan Anda di perut istri. Anda bisa merasakan tendangan bayi di usia kehamilan sekitar 19 minggu, istri Anda mungkin bisa mengenali siku atau kaki bayi.

     

  2. Mengajak bicara atau bernyanyi

    Pendengaran bayi Anda selalu berkembang dan mulai dari usia kehamilan 23 minggu ia bisa mendengar detak jantung ibu dan suara dari luar rahim.

     

    Ayah bisa luangkan waktu untuk mengajak bayi bicara, agar ketika sudah lahir ia bisa mengenali suara Anda dan dekat dengan Anda. Bila Anda jauh karena harus bekerja, gunakan handphone untuk merekam suara Anda dan minta istri memperdengarkannya di perut selama Anda bekerja.

     

    Bila Anda suka musik Anda bisa memainkan alat musik untuk si bayi, perdengarkan lagu favorit Anda. Atau lebih baik lagi bila Anda bernyanyi untuknya, karena ini akan menambah efek positif dan membuatnya terbiasa dengan suara Anda. Lama-kelamaan Anda akan terbiasa melakukan ini. Karena pendengaran bayi cukup sensitif, sebaiknya mainkan musik yang lembut agar ia tidak terpapar suara tingkat ekstrim. Ada yang mengatakan bayi lebih suka musik klasik yang menenangkan, jadi mungkin Anda bisa coba mainkan karya Mozart.

     

  3. Kerja sama dengan istri

    Menghadiri kelas persiapan melahirkan bersama istri bisa membantu Anda tahu apa yang akan terjadi selama persalinan dan kelahiran nanti, juga membantu Anda lebih memahami tentang kehamilan. Bila Anda suka membaca, ada banyak informasi untuk membantu Anda mengetahui apa yang akan terjadi, dan tentu istri akan sangat menghargai dedikasi Anda ini.

     

    Persalinan jadi kesempatan besar untuk Anda mendampingi pasangan serta menyambut buah hati.  Berikan bantuan sepanjang sesi latihan sebelum melahirkan. Ini akan membantu Anda menghargai perjalanan yang dilewati ibu sebelum bayi lahir ke dunia.

     

  4. Bayangkan bagaimana rupa si calon bayi

    Cara lain agar ayah dekat dengan bayi saat di kandungan adalah dengan membayangkan seperti apa bayi Anda nantinya, dan hal apa saja yang bisa Anda lakukan bersama. Belilah buku yang Anda suka ketika masih kecil atau mainan yang juga Anda suka mainkan.

     

    Anda bisa mulai membacakan buku ke bayi sebelum ia lahir karena ia bisa mendengar Anda. Dengan begitu Anda bisa mulai dekat dengannya meski ia masih berada di dalam kandungan.

     

  5. Membacakan buku

    Selain mengajak bayi bicara dan bermain musik, membacakan buku juga jadi cara bagus untuk menjalin kedekatan dengan bayi di kandungan. Siapkan waktu di sela rutinitas Anda dan bacakan buku dengan suara jelas. Yakinlah, bayi bisa mendengar Anda dan mungkin menikmati nada suara Anda, karena ada cinta di kata-kata Anda. Jadi mulailah bacakan buku yang Anda suka ketika kecil yang mungkin Anda sendiri sudah lupa. Punya anak jadi satu cara terbaik untuk mengingat kembali masa kecil Anda.

     

  6. Rasakan tendangan bayi

    Merasakan tendangan bayi untuk pertama kali jadi pengalaman yang sangat istimewa. Di trimester terakhir, bayi banyak bergerak dan terasa mengagumkan merasakan betapa aktifnya si bayi. Sebagai ayah, ini akan jadi pengalaman paling berkesan untuk Anda.

     

  7. Partisipasi di proses menyambut bayi

    Ada banyak perencanaan yang perlu dilakukan di trimester terakhir ketika Anda bersiap menyambut kedatangan buah hati. Sebisa mungkin coba ikut partisipasi di semua keputusan yang berhubungan dengan bayi. Ini akan membantu Anda lebih dekat dengan bayi serta mengantisipasi yang ia butuhkan ketika lahir ke dunia.

     

  8. Pajang foto bayi di banyak tempat

    Anda bisa cetak foto hasil USG bayi dan menyimpannya di dompet, meja kerja, mobil, dan tempat lainnya. Ini jadi cara untuk mengingatkan Anda kalau ia akan segera hadir.

     

  9. Nesting

    Bukan cuma ibu, ayah juga melakukan nesting. Mempersiapkan kelahiran anak dengan memperbaiki rumah atau mengecat kamar akan membuat Anda merasa sebagai seorang ayah. Selain itu, dengan melakukan semua pekerjaan ini, pasangan Anda bisa lebih banyak beristirahat dan konsentrasi dengan kehamilannya.

     

Tidak ada batasan untuk menjadi dekat dengan bayi. Jadi silakan saja, lakukan apa yang menurut Anda baik. Kebanyakan ayah yang menyadari tanggung jawab sebagai ayah cukup proaktif dalam menjalin kedekatan dengan bayi. Dengan melakukan beberapa hal di atas, Anda bisa pastikan ketika bayi lahir, selain dekat dengan ibu, Anda juga punya tempat istimewa di hatinya.

 

Ayah merasa takut mendampingi saat persalinan?

Banyak calon ayah mengalami kekhawatiran tidak bisa berperan baik saat istri menjalani persalinan. Selama periode kehamilan, ayah sangat sportif dan berusaha sebaik mungkin. Tapi banyak yang takut berada di ruang persalinan rumah sakit, terutama ketika melihat darah dan cairan tubuh. Mereka merasa ingin pingsan atau muntah. Ayah merasa tidak bisa mendampingi istri saat persalinan, padahal ini adalah momen dimana ia paling dibutuhkan.

 

Ini bisa jadi situasi yang sulit, tapi coba atasi rasa takut Anda. Pikirkan pasangan yang sangat membutuhkan Anda. Mungkin Anda bisa keluar sebentar dari ruang persalinan, menarik napas panjang, lalu kembali masuk ke ruangan. Anda bisa bicara pada teman yang sudah menjadi ayah dan mengambil pelajaran dari pengalaman mereka. Ini akan membantu Anda siap secara mental untuk mengatasi situasi ini.

 

Cara ayah mempersiapkan kehadiran buah hati

Kelahiran buah hati jadi momen yang menyenangkan, tapi juga butuh persiapan. Seperti disebutkan tadi, calon ayah bisa bicara dengan pasangan atau ayah lain tentang apa yang Anda rasakan berkaitan dengan peran sebagai ayah.

 

  1. Bicarakan ketakutan Anda bersama pasangan

    Bila Anda merasa takut memiliki bayi, pasangan Anda mungkin merasakan hal yang sama. Bicarakan rasa cemas Ayah dengan cara yang jelas dan jujur. Ini bisa meningkatkan komunikasi jangka panjang dan membantu Anda menghadapi masalah berkaitan dengan kehadiran buah hati.

     

    Jangan takut bertanya pada pasangan, misalnya, “Apakah kehadiran anak akan mengubah hubungan kita? Atau “Apakah Bunda khawatir dengan kehadiran anak?” Selalu bersikap jujur dan terbuka tentang emosi yang Anda rasakan ketika membicarakan kelahiran buah hati.

     

  2. Bicara dengan ayah lain

    Bicaralah dengan ayah lain atau sesama pria yang juga sedang mempersiapkan kelahiran anak untuk membantu Anda lebih baik mengatasi emosi yang Anda rasakan. Ajak mereka berdialog tentang apa yang mereka rasakan sebelum bayi lahir dan ceritakan bagaimana perasaan Anda. Ada banyak forum online tentang calon ayah. Anda bisa temukan banyak website dan komunitas yang bisa membantu.

     

  3. Bicara pada bidan dan dokter

    Bila Anda mengikuti kelas persiapan melahirkan, pelatih dan perawat yang memimpin kelas bisa Anda ajak bicara tentang kecemasan yang Anda rasakan. Anda bisa jadwalkan sesi privat untuk mengajukan pertanyaan spesifik yang Anda miliki.

     

  4. Jangan malu dengan perasaan Anda

    Beberapa calon ayah merasa gugup dan takut ketika tanggal perkiraan kelahiran semakin dekat. Bila Anda merasakan hal yang sama, tak apa. Sangat wajar bila Anda mengalami ini, dan ini tidak membuat Anda menjadi ayah yang buruk.

     

    Bila muncul pikiran negatif tentang diri sendiri dan Anda merasa akan menjadi ayah yang buruk, cepat singkirkan perasaan ini dengan pikiran positif, “Wajar dan normal bila saya mengalami kecemasan sebelum kelahiran bayi. Saya tak perlu malu dengan perasaan ini.”

     

  5. Bicarakan ekspektasi pasangan terhadap Anda selama kelahiran

    Bila Anda akan menjalani peran aktif saat kelahiran bayi, cari tahu apa peran Anda dan bagaimana mempersiapkannya. Ajukan pertanyaan ke pasangan, doula, atau bidan. Bila Anda merasa tidak nyaman menjalani peran aktif saat kelahiran bayi, beritahu pasangan sejak jauh hari agar bisa dilakukan perubahan.

     

  6. Bicarakan ekspektasi Anda tentang tanggung jawab setelah bayi lahir

    Setelah bayi lahir, biasanya salah satu orangtua jadi perawat utama selama beberapa tahun. Bicarakan ke pasangan tentang siapa yang tinggal di rumah bersama anak dan siapa yang menjadi tulang punggung keluarga. Tidak ada benar atau salah dalam menentukan keputusan ini tapi biasanya orangtua yang berpenghasilan paling banyak terus bekerja sedang pasangannya mengurus anak. Bicarakan juga tanggung jawab tugas lain seperti mencuci, memasak, bangun malam untuk mengurus bayi, dan sebagainya.

     

Seberapa penting ayah dekat dengan bayi?

Kadang kelas persiapan menjadi orangtua tidak membantu beberapa calon ayah dekat dengan bayi. Ada 3 waktu di mana ayah membentuk kedekatan dengan anak. Beberapa ayah membangun kedekatan dengan anak saat masih di kandungan. Sebagian lagi dekat dengan anak saat lahir. Dan lainnya belum merasa dekat dengan buah hati hingga anak beranjak besar.

 

Penelitian menunjukkan, semakin awal ayah mulai melakukan bonding dengan bayi, semakin cerah masa depan keluarga. Ayah yang bermain dengan anak sejak hari pertama kelahiran tidak hanya secara signifikan meningkatkan perkembangan fisik dan mental anak, tapi juga mengurangi tingkat stres ayah. Ayah bisa membuat bayi familiar dengannya, sehingga meningkatkan rasa percaya diri terhadap bayi.

 

Ayah di zaman sekarang sepertinya tidak sulit belajar tentang menggendong bayi. Banyak yang telah melihat idola seperti David Beckham, Jamie Oliver, Will Smith, serta Johnny Depp menggendong bayi atau menghabiskan waktu bersama anak.

 

Penelitian dari German Primate Centre di Gottingen menemukan kalau pria juga mengembangkan hubungan interpersonal yang lebih kuat bila secara teratur menggendong bayi dan mengajak anak keluar untuk bereksplorasi dengan lingkungan sekitarnya.

 

Penelitian lainnya di Memorial University di Newfoundland, Kanada dan the Bar-Itan University di Israel menemukan dorongan hormon bonding di sekitar waktu kelahiran bayi. Penelitian di Kanada bahkan menyatakan, selama kehamilan istri, pria mengalami perubahan pada tingkat hormon stres atau kortisol, serta prolaktin, hormon yang berhubungan dengan perilaku orangtua. Ini didukung oleh data dari Israel yang juga menunjukkan peningkatan oksitosin. Singkatnya, ini merupakan respon yang mengubah pria menjadi ayah.

 

Tapi, pada pria tingkat hormon ini bisa kembali seperti sebelum istri hamil. Dengan menjaga keterlibatan ayah terhadap anak di tahun-tahun batita, ayah bisa membantu anak melewati masalah nantinya, seperti depresi.

 

Menurut Melanie Mallers, seorang profesor di California State University, ayah berperan penting pada kesehatan mental anak nantinya. Ayah punya cara unik untuk berinteraksi dengan anak dan pria yang punya hubungan baik dengan ayah semasa kecil melaporkan jadi lebih baik mengatasi stres.

 

Ayah lebih mendorong perilaku yang mengambil risiko, juga menggunakan kosa-kata yang sangat berbeda ketika bersama anak, mereka sering menggunakan kata yang rumit dibanding ibu. Ini bisa membantu memperluas kosa-kata anak.

 

Bayi yang menerima interaksi dengan ayah sejak usia dini bisa lebih baik dengan teman, secara akademik lebih berhasil, lebih kecil risiko menggunakan alkohol dan obat-obatan, serta kurang berisiko terlibat kejahatan. Mereka juga lebih baik terlibat secara sosial dan psikologis dibanding bayi yang menerima sangat sedikit perhatian dari ayah.

Sayangnya, tekanan pekerjaan atau keterbatasan waktu membuat ayah tidak punya kesempatan untuk berinteraksi dengan bayi. Tapi dengan memberi perhatian pada hal kecil, ayah bisa mendapat manfaat dari berkomunikasi dan merawat bayi. Waktu yang dihabiskan bersama bayi di beberapa minggu dan bulan awal bisa jadi dasar positif untuk perkembangan hubungan ketika anak tumbuh, membuat peran ayah jadi lebih menyenangkan.

(Ismawati)