Kesehatan Dibaca 463 kali

Waspadai Listeriosis Selama Kehamilan

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 11 September, 2019 11:09

Waspadai Listeriosis Selama Kehamilan

Listeriosis merupakan infeksi serius yang bisa diperoleh dari mengkonsumsi makanan yang tercemar bakteri Listeria monocytogenes. Ibu hamil dan janin yang sedang berkembang serta bayi baru lahir, orang dengan sistem kekebalan yang lemah, serta para manula, menjadi rentan terhadap Listeria. Bakteri ini bisa menyebabkan infeksi darah, meningitis, dan komplikasi serius dan potensial yang bisa mengancam nyawa.

Ancaman utama pada ibu hamil adalah efek yang menghancurkan dari penyakit ini yang bisa menimpa si ibu hamil atau bayi yang dikandungnya. Untungnya penyakit ini jarang terjadi. Diperkirakan sekitar 2500 orang mengidap listeriosis di Amerika Serikat setiap tahun. Sekitar 1/3 dari kasus yang dilaporkan terjadi pada ibu hamil.
Kecuali Anda memiliki penyakit lain yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, tidak mungkin listeriosis mengancam kesehatan Anda. Tapi meski penyakit ini tidak menyebabkan sakit yang serius pada ibu hamil, infeksi bisa memberi konsekuensi besar pada janin yang sedang berkembang, terutama jika Anda tidak diobati dengan baik.

Efek Listeria Pada Ibu Hamil

Listeria bisa menginfeksi plasenta, cairan ketuban, dan janin, serta bisa menyebabkan keguguran atau kelahiran mati (stillbitrth). Bayi yang terinfeksi dan bertahan hidup kemungkinan lahir prematur. Banyak juga bayi yang lahir dalam kondisi sakit parah atau jatuh sakit segera setelah dilahirkan, dengan masalah yang meliputi infeksi darah, kesulitan bernafas, demam, luka pada kulit, masalah pada banyak organ, dan infeksi sistem saraf pusat seperti meningitis. Beberapa bayi baru lahir dari ibu yang terinfeksi tampak sehat saat lahir dan awalnya menunjukkan tanda infeksi, biasanya meningitis, seminggu atau beberapa minggu setelah dilahirkan.

Gejala Listeria

Anda mungkin tidak menyadari mengidap listeriosis. Beberapa orang tidak menunjukkan gejala apapun. Penderita yang lainnya mengalami demam atau gejala menyerupai flu, seperti kedinginan, sakit kepala, sakit punggung, atau gejala gastrointestinal. Pada kasus yang jarang terjadi, infeksi ini bisa menyerang sistem saraf pusat Anda. Jika ini terjadi, Anda bisa mengalami sakit berat dan memiliki gejala seperti sakit kepala berat, leher kaku, serta pusing.

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami salah-satu dari gejala listeriosis. Gejala pada perut, bisanya muncul dalam 48 jam, tapi gejala lain biasanya muncul dalam dua hingga 6 minggu atau lebih setelah Anda terinfeksi. Anda akan memerlukan tes darah untuk mengetahui apakah gejala yang Anda derita disebabkan oleh listeriosis. Oleh dokter, Anda akan diberi antibiotik melali infus, yang akan mengobati infeksi dan membantu melindungi tubuh. USG akan dilakukan untuk memeriksa kondisi pada bayi.

Cara Menghidari Listeriosis

Berikut ini beberapa panduan untuk terhindari dari penyakit ini:

  • Masak daging, unggas, dan ikan sampai benar-benar matang. Gunakan termometer makanan untuk mengetahui suhu internal pada daging. Kebanyakan daging harus dimasak pada suhu 160 derajat Fahrenheit (71,1 derajat Celsius).  Jika Anda tidak mengukur suhu pada daging, masak hingga tidak ada lagi warna merah muda pada bagian tengahnya. Ikan harus dimasak hingga daging tengahnya berwarna buram. Dan pastikan untuk tidak mencicipi makanan Anda sebelum benar-benar masak.

  • Panaskan sisa makanan sampai matang sempurna. Karena kontaminasi Listeria juga bisa terjadi setelah makanan dimasak atau diproses, dan bakteri bisa bertahan. Tidak seperti bakteri lain, listeria terus tumbuh di dalam lemari pendingin, panaskan makanan yang sebelumnya telah dimasak pada suhu 165 derajat Fahrenheit (73,8 derajat Celsius) atau hingga menguap panas. Jika menggunakan microwave, tutup makanan dengan wadah atau bungkus plastik khusus microwave untuk menahan lembab dan memberi pemanasan yang aman. Biarkan makanan setelah dipanaskan beberapa menit di microwave untuk menyelesaikan pemasakan. Anda bisa gunakan termometer makanan yang bersih untuk memastikan makanan yang dipanaskan kembali mencapai suhu 165 derajat Fahrenheit.

  • Hindari susu mentah (bukan pasteurisasi). Ini mencakup susu sapi dan susu kambing, dan makanan yang dibuat dari kedua bahan ini. Jangan gunakan keju lembut kecuali pada lebel dengan jelas ditunjukkan bahwa produk tersebut terbuat dari susu yang dipasteurisasi. Krim keju, keju yang diproses, dan keju keras seperti cheddar dan Parmesan umumnya aman, begitu juga produk turunan susu seperti yoghurt. Tapi supaya lebih aman, baca dulu label semua produk turunan susu untuk memastikan produk dibuat dari susu pasteurisasi.

  • Cuci secara keseluruhan atau kupas semua buah dan sayur sebelum mengosumsinya.

  • Hindari toge.

  • Hindari makanan siap santap yang terkontaminasi. Hindari makanan berpontensi tercemar seperti makanan yang tidak dicuci, daging, unggas atau makanan laut yang tidak dimasak, pisahkan dari makanan bersih dan dari makanan masak yang siap dimakan. Bersihkan area penyimpanan, piring, alat makan, dan tangan Anda dengan air sabun panas setelah kontak dengan makanan yang berpotensi tercemar dan sebelum Anda memegang makanan bersih atau daging yang telah dimasak agar Anda tidak mencemari makanan.

  • Bersihkan spons dan kain untuk cuci piring secara teratur. Ingat bahwa spon dan kain pembersih piring bisa menjadi sarang bakteri. Cuci kain pembersih piring secara teratur di air panas, dan bersihkan spons di pencuci piring atau microwave. Keringkan piring, alat makan, bagian permukaan, dan tangan Anda dengan handuk bersih atau gunakan kertas tisu.

  • Jangan simpan makanan terlalu lama. Konsumsi makanan yang tidak tahan lama dan siap makan sesegera mungkin setelah membelinya, terutama setelah Anda membuka kemasannya, meski belum lewat tanggal kadaluwarsanya. Tanggal ini merujuk pada produk yang belum dibuka kemasannya.

  • Periksa suhu di lemari pendingin dan freezer. Sebagai pencegahan untuk membantu melindungi makanan Anda dari kontaminasi berbagai organisme penyebab penyakit, pastikan lemari es diset antara suhu 35 hingga 40 derajat Fahrenheit (1,66 hingga 4,44 derajat Celsius) dan freezer di bawah nol. Gunakan termometer lemari es untuk memastikan suhunya.

Ingat ya Bun, lemari pendingin bisa membantu tapi tidak sepenuhnya, Listeria adalah organisme yang bisa bertahan bahkan terus tumbuh di suhu yang dingin. Itulah sebabnya Anda harus selalu memanaskan kembali makanan yang tersisa dan makanan siap santap yang perlu dipanaskan hingga menguap panas. Itu juga yang menjadi alasan kenapa Anda perlu membersihkan lemari pendingin secara teratur.

(Ismawati)