Kelahiran Dibaca 113 kali

11 Benda Yang Mempermudah Proses Laktasi Untuk Ibu Menyusui

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 10 Februari, 2019 08:02

11 Benda Yang Mempermudah Proses Laktasi Untuk Ibu Menyusui

Ibu Menyusui kerap mengalami beberapa kendala yang dialami ketika melakukan proses laktasi. Salah satunya adalah saat si kecil tidak mudah melakukan pelekatan sesaat sebelum proses menyusui dimulai.

Bila Ibu merupakan calon Ibu menyusui selanjutnya, ada sejumlah cara mudah untuk mempersiapkan sebelum proses laktasi dimulai. Ibu menyusui dapat memulainya dengan membeli produk yang dibutuhkan hingga mengumpulkan informasi yang tepat. Berikut ini barang yang perlu dimiliki Ibu menyusui agar proses laktasi jadi lebih mudah:


  1. Bantal khusus untuk Ibu menyusui

    Bagi Ibu yang baru menyusui, bantal menyusui merupakan aksesoris yang penting. Selain membuat tangan bebas bergerak tanpa perlu menopang bayi, bantal menyusui juga sangat baik dalam mendorong proses pelekatan.

    Bagi Ibu menyusui, bantal khusus ini juga bisa membantu menopang bayi dan mengangkat bayi untuk mendapatkan posisi sejajar dengan payudara Ibu. Bantal menyusui juga bisa membantu menurunkan ketegangan pada punggung, leher, bahu dan lengan sehingga proses laktasi akan jadi lebih nyaman bagi Ibu menyusui.

    Sudah dibuktikan bahwa bantal menyusui bisa jadi benda yang sangat bermanfaat bagi Ibu menyusui, terutama di sesi-sesi awal proses menyusui. Menempatkan bayi sejajar dengan letak payudara Ibu juga membantu bayi dalam melakukan pelekatan. Perlu diingat, bahwa pelekatan yang baik sangat penting agar bayi menerima ASI dengan baik dan untuk memastikan bayi mendapat ASI yang cukup. Tak hanya itu, pelekatan juga berfungsi untuk mencegah beberapa masalah menyusui yang umum terjadi pada Ibu menyusui dan bayinya.

    Tak hanya untuk bayi kelahiran normal saja, bantal menyusui diketahui sangat tepat untuk menyusui bayi prematur dan bayi kembar. Selain itu bantal khusus ini juga sangat bermanfaat digunakan untuk menyusui sesaat setelah operasi caesar karena fungsinya sebagai penghalang perut dan memberi perlindungan pada area luka.

    Ada 2 alternatif pemilihan bantal untuk si kecil bagi Ibu menyusui. Bantal biasa pun dapat digunakan dalam proses menyusui asalkan  bantal cukup keras untuk dapat menopang bayi. Atau mungkin, jika ingin lebih mudah dan aman, Ibu bisa membeli bantal menyusui yang dibuat khusus untuk proses menyusui lebih mudah. Bantal menyusui punya banyak bentuk, biasanya didesain melingkari pinggang yang tersedia dalam fitur, warna dan pola berbeda.


  2. Breast Pads

    Breast pad bisa dikatakan sebagai aksesoris menyusui yang tak kalah penting. Cara penggunaanya pun cukup sederhana dengan meletakkan benda tersebut di dalam bra menyusui untuk menyerap ASI yang merembes.

    Dalam tahap proses penyesuaian bayi dengan kebutuhan ASI,  ASI yang merembes ke baju merupakan hal wajar yang kerap terjadi pada awal proses menyusui. Ibu menyusui mungkin saja mengalami hal ini hanya dalam beberapa minggu saja. Atau bahkan, beberapa kasus Ibu menyusui tidak pernah mengalami proses kebocoran ASI sama sekali. 

    ASI yang merembes bisa terjadi ketika Ibu mendengar bayi menangis, ketika payudara sangat penuh, ketika Ibu melakukan hubungan intim dengan pasangan, atau tanpa alasan sama sekali.

    Ibu menyusui akan membutuhkan breast pad ketika:

    • Pergi jauh dari bayi selama beberapa jam
    • Ketika kembali bekerja
    • Bila memiliki persediaan ASI melimpah
    • Selama berhubungan seks
    • Di malam hari ketika tidur.

    Pilih breast pad yang lembut dan memiliki material yang dapat  menyerap cairan. Payudara harus tetap punya sirkulasi udara yang baik jadi hindari bantalan payudara anti-air atau lapisan plastik yang bisa menjebak kelembaban di kulit.

    Ibu menyusui juga perlu mengganti breast pad ketika basah. Paparan konstan benda basah di payudara bisa memicu iritasi kulit dan nyeri puting. Hal tersebut diketahui bisa menciptakan lingkungan yang mendorong pertumbuhan jamur dan bakteri, yang dapat menyebabkan infeksi seperti thrush dan mastitis.


  3. Bra menyusui

    Bra menyusui mungkin bukan sesuatu yang sangat dIbutuhkan oleh Ibu menyusui. Namun tak bisa dipungkiri jika aksesoris menyusui tersebut bisa membuat Ibu menyusui merasa lebih nyaman. Bila Ibu memiliki payudara berukuran kecil, Ibu mungkin merasa lebih nyaman tanpa mengenakan bra. Tapi bila Ibu memiliki payudara besar atau sangat berat dan penuh, bra menyusui bisa menjadi pilihan tepat untuk membantu Ibu merasa lebih nyaman dan ringan.

    • Bila Ibu memutuskan untuk menggunakan bra menyusui, pastikan memilih bra yang cocok. Bra yang Ibu gunakan tidak boleh terlalu kencang, tidak menekan atau meninggalkan jejak pada kulit. Bra terlalu kencang bisa menyebabkan saluran ASI tersumbat, mastitis, atau penurunan persediaan ASI.

    • Bra dengan cup lembut lebih baik dibanding bra dengan kawat. Kawat pada bra bisa memberi tekanan pada jaringan di dasar payudara yang memicu masalah seperti pada bra yang terlalu kencang.

    • Pilih bra yang terbuat dari katun atau material alami lainnya. Material alami memungkinkan udara mengalir ke payudara. Material sintetis bisa mengiritasi payudara dan menjebak kelembaban.

    • Payudara Ibu menyusui memiliki kemungkinan berubah ukuran di akhir kehamilan dan berubah lagi selama minggu pertama setelah melahirkan. Sehingga, Ibu tidak perlu membeli lebih dari satu atau dua bra setelah bayi lahir.

    • Sebaiknya Ibu memiliki setidaknya dua bra menyusui agar tetap bisa digunakan ketika salah satunya dicuci. Bra menyusui bisa mudah kotor akibat ASI yang bocor, keringat, atau liur dan gumoh si kecil. Tidak mengganti bra ketika kotor atau basah dapat menciptakan kelembaban di payudara yang berlangsung lama sehingga menciptakan lingkungan optimal untuk pertumbuhan bakteri dan jamur. Untuk menghindari iritasi kulit, nyeri puting, mastitis atau thrush, kenakan bra yang bersih dan kering. Bantalan menyusui yang dikenakan di dalam bra juga bisa membantu menjaga bra untuk tetap kering dan bersih.

  4. Foot Stool atau kursi kecil untuk menyusui

    Foot stool bisa digunakan untuk menaikkan posisi pangkuan dan membuat bayi lebih dekat dengan payudara. Kursi menyusui menurunkan ketegangan pada kaki, punggung, leher, serta lengan. Pijakan kaki pun kini ada yang didesain untuk Ibu menyusui, yang bisa disesuaikan, dan punya beragam warna yang bisa Ibu sesuaikan dengan dekorasi rumah.

    Ketika menyusui di posisi duduk, foot stool bisa membantu Ibu menempatkan bayi di posisi yang lebih baik untuk proses menyusui yang tentunya membuat Ibu merasa lebih nyaman. Foot stool bermanfaat untuk Ibu menyusui yang baru pertama kali melakukan proses menyusui. Tak hanya itu, alat ini juga sangat bermanfaat bagi Ibu dengan kaki pendek, ibu menyusui setelah caesar, menyusui newborn, atau menyusui bayi prematur.

    Ibu bisa tempatkan kedua kaki di atas foot stool atau salah satu kaki untuk mengangkat sisi di mana posisi kepala bayi berada. Sebaiknya posisikan kepala bayi lebih tinggi dibanding bagian tubuh lainnya selama menyusui terutama bila bayi lahir prematur atau mengalami refluks.


  5. Baju menyusui

    Ibu menyusui terkadang tidak perlu repot untuk membeli baju khusus menyusui agar bisa menyusui dengan nyaman. Blus dengan kancing yang bisa dengan cepat dibuka atau kaos yang memudahkan bayi mengakses payudara juga bisa jadi pilihan tepat. Namun, bila ingin membeli baju untuk Ibu menyusui, ada banyak pilihan desain yang bisa Ibu pilih. Dengan resleting atau kancing di bagian depan, pakaian menyusui bisa membuat laktasi lebih mudah.

    Beberapa tips berikut bisa Ibu ikuti ketika memilih baju menyusui:

    • Ketika memilih pakaian, pertimbangkan warna gelap untuk membantu menyembunyikan kebocoran ASI.

    • Ibu bisa juga kenakan bantalan payudara di dalam bra untuk membantu menyerap ASI saat bocor dan mencegah noda di baju.

    • Jaket, rompi, atau sweater sebaiknya disiapkan untuk menutupi noda yang memalukan. Hal tersebut juga berfungsi sebagai penutup ketika Ibu menyusui di sekitar banyak orang. Scarf juga bisa jadi pilihan aksesoris lainnya untuk menutupi kebocoran ASI dan memberi privasi bila Ibu menyusui di tempat umum.

    • Selalu hindari bra, atasan, dan blus ketat. Tekanan dari pakaian ketat pada payudara bisa terasa tidak nyaman dan menyebabkan nyeri puting, saluran ASI tersumbat, atau mastitis.

  6. Nursing Cover

    Bila Ibu merasa tidak nyaman menyusui di sekitar banyak orang, nursing cover merupakan aksesoris yang bisa memberi privasi bagi Ibu menyusui. Ibu juga bisa menggunakan selimut simpel, atau pilih aksesoris yang lebih menarik seperti scarf. Ada banyak pilihan nursing cover yang sesuai dengan gaya dan kebutuhan Ibu menyusui.


  7. Pompa ASI

    Pompa ASI merupakan alat yang mampu mengeluarkan ASI dari payudara. Pompa ASI bisa digunakan untuk mengumpulkan dan menyimpan ASI, meredakan bengkak pada payudara, mengatasi ASI melimpah, serta menstimulasi peningkatan jumlah ASI yang Ibu produksi. Memompa ASI juga bisa digunakan sebagai alternatif saat bayi dirawat di rumah sakit, atau saat Ibu kembali bekerja. Pompa ASI tersedia beberapa jenis bergantung pada seberapa sering Ibu membutuhkan atau ingin memompa.

    Ibu menyusui kemungkinan membutuhkan pompa ASI bila:

    • Ibu membutuhkan bantuan untuk menarik puting yang datar atau puting yang cekung ke dalam
    • Ibu ingin memberikan ASI kepada bayi ketika Ibu pergi untuk waktu yang relatif singkat

    • Bayi prematur atau dirawat di rumah sakit dan tidak bisa disusui

    • Ibu kembali bekerja atau sekolah

    • Ibu perlu meredakan rasa sakit dan tekanan karena bengkak

    • Ibu berhenti menyusui dan ingin mulai relaktasi

    • Ibu ingin memberikan ASI untuk bayi adopsi

    • Ibu ingin meningkatkan persediaan ASI.

    Apapun alasannya, kebanyakan Ibu menyusui merasakan manfaat dari pompa ASI. Lantas pompa ASI seperti apa yang harus dipilih? Ada banyak jenis dan merek pompa ASI yang tersedia sehingga memang terkadang menjadi sulit untuk memilih. Untuk menemukan pompa ASI yang tepat, Ibu perlu mempertimbangkan anggaran dan seberapa banyak waktu yang dibutuhkan Ibu menyusui saat melakukan proses laktasi.

    Pompa ASI tertentu bisa digunakan untuk lebih dari satu orang. Pompa ASI jenis ini didesain untuk bisa disterilkan dan bagiannya yang kontak dengan ASI bisa diganti. Pompa macam ini adalah pompa yang bisa Ibu sewa atau gunakan di rumah sakit. Kebanyakan pompa personal hanya digunakan untuk satu orang dan tidak bisa sepenuhnya disterilkan, karena meski  dengan breast shield baru, tetap ada kemungkinan penularan penyakit infeksi. Sebelum menggunakan pompa yang telah digunakan orang lain, pastikan keamanan penggunaannya oleh lebih dari satu orang dan telah disterilkan dengan baik.

    Coba konsultasikan ke dokter atau konsultan laktasi yang bisa membantu menentukan apakah lebih baik menyewa atau membeli pompa ASI dan jenis pompa mana yang paling baik untuk Ibu.


  8. Aksesoris pompa ASI

    Ibu mungkin tidak perlu menggunakan pompa ASI di awal menyusui, tapi akan ada beberapa waktu di mana Ibu ingin memerah ASI untuk keperluan tertentu. Setelah memiliki pompa ASI, sediakan juga aksesorisnya seperti katup dan botol susu.


  9. Wadah dan kantong penyimpan ASI

    Wadah dan kantong penyimpan ASI dibuat khusus untuk mengumpulkan dan menyimpan ASI. Kedua benda ini aman digunakan ketika ASI dibekukan dan dicairkan. Bergantung kebutuhan penyimpanan Ibu, Ibu bisa memilih antara kantong penyimpan ASI, botol ASI plastik, atau wadah kaca.

    Ketika memompa ASI untuk bayi yang sedang sakit di rumah sakit atau bayi prematur di NICU, Ibu bisa menggunakan wadah ASI yang disediakan oleh rumah sakit. Pastikan mengikuti prosedur rumah sakit untuk mengumpulkan dan menyimpan ASI. Bila untuk digunakan sendiri di rumah, ASI bisa disimpan di kantong ASI, wadah plastik, wadah kaca, atau cetakan penyimpan ASI yang aman di freezer.


  10. Krim, salep, dan lotion untuk puting

    Krim dan salep puting, serta produk herbal alami lainnya diketahui  aman untuk Ibu menyusui, serta bermanfaat untuk melembabkan dan mengatasi puting kering, pecah, atau sakit.

    Nyeri puting menjadi masalah yang umum dalam proses menyusui. Hal ini biasa terjadi akibat proses pelekatan yang buruk pada bayi dan payudara Ibu. Alasan lain seperti thrush, mastitis, dermatitis, kehamilan baru, atau bahkan penggunaan pompa ASI yang tidak tepat juga bisa menjadi penyebab nyeri puting. Bergantung pada penyebab sakit, krim puting atau pelembab bisa membantu mengatasinya. Beberapa produk tanpa resep dokter aman digunakan, tapi sebagian produk bisa menyebabkan masalah lebih parah.

    Dan untuk beberapa kondisi, resep dokter juga sangat dianjurkan serta dibutuhkan. Jadi Ibu, bila puting mengalami nyeri, hal yang  pertama harus dilakukan adalah memeriksa dan memperbaiki proses pelekatan bayi. Lalu konsultasikan kepada dokter untuk mengetahui apa yang menyebabkan rasa sakit dan apa yang bisa Ibu lakukan untuk mengatasinya.

    Bila nyeri puting terjadi karena masalah medis, biasanya Ibu menyusui akan menerima resep obat. Thrush menjadi infeksi jamur yang muncul di puting dan di mulut bayi. Dokter biasanya mengatasi thrush dengan obat anti jamur. Bila Ibu mengalami jenis infeksi payudara yang disebut mastitis, Ibu mungkin akan membutuhkan antibiotik. Dermatitis atau kondisi kulit payudara lainnya dapat ditangani dengan krim atau salep steroid.


  11. Nipple Shields

    Di bawah supervisi dokter atau spesialis laktasi, nipple shield bisa membantu Ibu menyusui bayi prematur, menyusui dengan puting besar, atau menyusui bayi yang sulit melakukan pelekatan di payudara. Nipple shield juga bisa digunakan bila puting terasa sangat sakit.

    Nipple shield bisa jadi alat yang sangat membantu Ibu menyusui di kondisi tertentu. Perlu diingat bahwa menggunakan pelindung puting ketika tidak membutuhkannya, bisa memicu masalah dalam proses menyusui. Berikut ini beberapa kondisi di mana menyusui dengan nipple shield dibutuhkan:

    • Kesulitan melakukan pelekatan.Nipple shield kadang digunakan untuk membantu newborn yang kesulitan melakukan pelekatan. Bayi bisa lebih mudah melakukan pelekatan ke nipple shield dibanding payudara.

    • Bayi prematur.Beberapa bayi prematur lebih baik menyusu di payudara dengan puting berukuran kecil, terutama ketika belajar melakukan pelekatan. Nipple shield bisa membantu mulut yang kecil menempel ke puting, juga mengurangi energi untuk menjaga puting tetap berada di mulut. Setelah bayi bertambah besar, ia bisa beralih dari nipple shield dan mulai menyusu langsung di payudara.

    • Bayi dengan tongue-tie.Bayi yang lahir dengan tongue-tie bisa kesulitan melakukan pelekatan pada payudara. Bila bayi tidak bisa melakukan pelekatan dengan baik, ia tidak bisa mendapat ASI yang cukup dan menambah berat badan yang seharusnya. Pelekatan yang buruk akibat tongue-tie juga bisa menyebabkan puting sakit dan nyeri. Di situasi seperti inilah Nipple shield dapat sangat dibutuhkan.

    • Puting datar atau tertarik ke dalam. Nipple shield bisa membantu menarik puting yang datar atau cekung ke dalam sehingga bayi bisa lebih mudah melakukan pelekatan pada payudara.

Ibu, beberapa bayi bisa dengan mudah melakukan proses awal dalam menyusu walau sebagian juga merasakan kesusahan. Berkonsultasi dengan beberapa pakar bisa menjadi hal yang Ibu butuhkan bila Ibu ingin berhasil dalam proses menyusui. Dokter atau bidan juga bisa menjadi alternatif dalam memberi panduan Ibu menyusui untuk pertama kalinya.

(Ismawati & Yusrina / Dok. Unsplash)