Kelahiran

4 Tempat Yang Tidak Aman Untuk Ditiduri Bayi

4 Tempat Yang Tidak Aman Untuk Ditiduri Bayi

Di momen Anda melihat hasil positif pada tes kehamilan, Anda mulai mempersiapkan kedatangan buah hati. Tidak butuh waktu lama bagi Anda untuk mulai berpikir tentang menjaga keamanan bayi serta memenuhi kebutuhannya.

Ketika Anda melihat-lihat produk perlengkapan bayi, Anda mungkin menganggap semua benda ini aman digunakan. Meski perlengkapan bayi memenuhi syarat keamanan, dan mencantumkan peringatan serta instruksi yang rinci, kadang orangtua melewatkan peringatan penting penggunaan seperti:

  • Hanya digunakan di dalam kendaraan

  • Jangan tinggalkan bayi tanpa pengawasan

  • Jangan letakkan di tempat tidur bayi

  • Peringatan: Jangan gunakan untuk tidur.

Tempat Berbahaya Untuk Bayi Tidur

Anda tidak salah bila mengira produk bayi yang dijual di pasaran sudah memenuhi standar keamanan. Tapi Bun, benda-benda tersebut hanya aman bila digunakan sesuai instruksi. Tak peduli betapa sebuah produk terlihat aman, Anda harus selalu membaca buku petunjuk penggunaannya. Berikut tempat yang dianggap tidak aman untuk bayi tidur:

1. Car seat yang tidak terpasang pada kendaraan

Bayi tertidur saat berkendara? Mungkin Anda tidak mau ambil risiko membuat bayi terbangun ssat memindahkannya dari car seat ke tempat tidur. Mungkin Bunda ingin membiarkan bayi tidur di car seat-nya saja, karena menganggapnya aman. Lagi pula car seat memang dibuat untuk keamanan bayi, bukan?

Tapi car seat bayi dirancang untuk keamanan bayi di dalam mobil, bukan keamanan tidur di luar kendaraan. Ketika car seat bayi tidak dipasang dengan tepat di kendaraan, posisi sudut tempat duduk berubah dan bisa mengganggu jalan udara bayi.

Pada satu sisi, car seat dianggap sebagai pilihan yang aman dan banyak profesional yang merekomendasikannya saat tempat tidur bayi tidak tersedia. Rancangan car seat sering kali berubah tapi setiap hal pasti ada risikonya sendiri.

Di sisi lain, car seat bisa dianggap sebagai tempat tidur untuk bayi yang aman bila ada yang menjaga di dekat bayi dan terus mengawasi. Tapi sebaiknya janganlah berasumsi demikian dan selalu ikuti semua instruksi penggunaan barang-barang bayi.
.

2. Bouncer

Bouncer tentunya aman untuk bayi, tapi jika ini memang digunakan dengan tepat. Bila Anda seksama membaca peringatan pada label atau buku petunjuknya, Anda akan tahu kalau tempat duduk ini tidak boleh digunakan ketika bayi tanpa pengawasan.

Membiarkan bayi tidur sebentar di siang hari, duduk dan bermain dengan mainan, atau menenangkannya saat rewel adalah cara aman menggunakan bouncer, tapi Anda tetap harus berada dekat dengan bayi.

Tidak aman meninggalkan bayi tidur siang panjang di bouncer tanpa adanya pengawasan, membiarkan bayi tidur di bouncer ketika Anda tidur, atau menempatkan bayi di bouncer sepanjang malam.

Meski bouncer secara umum aman digunakan, terutama bila digunakan sesuai petunjuk, benda ini tidak dirancang untuk tidur panjang bayi. Bayi yang masih kecil memiliki gerakan dan kontrol leher yang terbatas. Karenanya, lekuk pada bouncer bisa membuat kepala bayi jatuh ke depan dan mengganggu jalan udaranya. Bayi yang lebih besar juga bisa terluka ketika berusaha memanjat atau berguling dari bouncer. Jadi pastikan Anda mengikuti petunjuk penggunaan bouncer sesuai usia, berat, dan tinggi bayi.

3. Ayunan

Banyak bayi yang bisa tidur nyenyak di ayunan. Ayunan memberi gerakan menenangkan untuk bayi. Meski begitu, ayunan tidak dirancang untuk tidur jangka panjang. Ayunan hanya dianggap aman untuk digunakan ketika ada orangtua yang mengawasi bayi, bukan jadi tempat untuk bayi tidur sepanjang malam tanpa pengawasan.

Seperti benda lainnya dalam daftar ini, posisi ayunan yang berlekuk bisa berpotensi mengganggu jalan udara bayi. Ini tidak jadi masalah bila bayi tidur di dekat pengasuh. Sudut ayunan kemungkinan tidak sepenuhnya mengganggu jalan udara, tapi bisa membuat bayi bernafas lebih sulit selama penggunaan ayunan dalam jangka panjang, dan karenanya benda ini memiliki potensi peningkatan risiko SIDS.

4. Sofa

Sofa yang empuk terasa seperti tempat untuk tidur yang nyaman. Kelelahan yang Anda rasakan selama kehamilan membuat sofa menjadi tempat tidur siang favorit Anda. Meski jadi tempat yang nyaman untuk orang dewasa, tapi sofa adalah tempat untuk tidur yang berbahaya bagi bayi.

Bayi masih belajar bergerak dan mengontrol tubuh. Kadang bayi berguling ke posisi berbeda dan tidak bisa kembali ke posisi semula. Berguling ke bantal sofa bisa mengganggu nafas bayi. Selain itu, matras dengan permukaan yang keras adalah hal yang paling aman untuk melindungi bayi dari bahaya SIDS.
Sindrom kematian mendadak pada bayi (Sudden infant death syndrome/SIDS) terjadi ketika bayi berusia kurang dari 12 bulan mati saat tidur tanpa tanda peringatan atau penyebab yang diketahui. SIDS menjadi penyebab kematian utama pada anak usia satu bulan hingga 1 tahun, dan pada kebanyakan kasus bayi dalam kondisi sehat sebelum kematian.

Risiko SIDS memuncak antara usia 2 hingga 3 bulan, dan terjadi lebih sering pada bayi laki-laki dibanding bayi perempuan. Anak keturunan Afrika Amerika 2 hingga 3 kali lebih berisiko SIDS dibanding anak keturunan Kaukasia. Insiden SIDS menurun sejak tahun 1992, temuan ini terkait dengan kampanye tidur telentang pada bayi.

Tempat untuk tidur yang aman bagi bayi

Jadi apakah semua tempat yang menenangkan untuk bayi malah tidak aman? Mungkin Anda beralasan kalau anak pertama Anda selalu tidur di car seat dan tidak pernah ada masalah. Memang benar Bun, kebanyakan bayi yang tidur di tempat yang berisiko akan baik-baik saja, tapi tetap ada risiko yang membayangi. Ketika tahu suatu barang memiliki risiko, Anda perlu menghindarinya, bukan?

Nah, si kecil bisa tetap tidur dengan aman, bukan ditempat yang kita sebutkan di atas, namun di tempat berikut ini:

  • Tempat tidur bayi dengan seprei terpasang pas. Pada beberapa bulan pertama, ini dianggap tempat paling aman bila bayi tidur satu kamar dengan orangtua.

  • Bassinet bayi  dengan alas terpasang baik.

  • Tidur seranjang dengan bayi juga aman, tapi tetaplah ikuti panduan aman bagaimana seharusnya jika perlu tidur seranjang dengan bayi. Berbagi tempat tidur dengan bayi bisa berbahaya untuk bayi di bawah usia 4 bulan. Untuk bayi usia berapapun, tetap ada ancaman orang dewasa yang tidur bersama bayi berguling menindih bayi. Risiko lain mencakup mati lemas, jatuh, sesak nafas, dan tercekik. Tapi risiko bayi baru lahir meregang nyawa di sofa lebih tinggi karena kemungkinan bayi terjepit di sela bantal sofa lebih besar.

Sebuah penelitian menunjukkan risiko kematian di sofa 18 kali lebih tinggi dibanding tidur terpisah, meski tidur besama bayi di ranjang membuat risiko ini 3 atau 5 kali lebih tinggi. Pada tinjauan 12.000 kasus kematian bayi, 13 persen bayi yang mati ditemukan di sofa atau kursi.

Jumlah kematian yang lebih besar, lebih dari 50 persen, terjadi pada tempat tidur dewasa. Tapi tidak berarti sofa lebih aman dibanding tempat tidur dewasa. Lebih banyak orangtua yang tidur bersama bayi di ranjang jadi ada lebih banyak kematian bayi terjadi di tempat tidur. Meski begitu, satu survey menunjukkan ibu yang membawa bayi ke sofa atau kursi untuk disusui, bila mereka tertidur, risiko kematian terjadi lebih tinggi dibanding di tempat tidur.

(Ismawati)