Kelahiran Dibaca 2,951 kali

7 Posisi Yang Bisa Membuat Ibu Hamil Nyaman Saat Persalinan

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 03 Oktober, 2017 04:10

7 Posisi Yang Bisa Membuat Ibu Hamil Nyaman Saat Persalinan
Tidak ada satu posisi yang paling baik untuk ibu hamil yang akan menjalani persalinan. Kebanyakan ibu hamil akan sering kali berganti posisi saat persalinan, jadi biarkan tubuh Anda yang menjadi pemandunya. Studi terbaru menganalisa penelitian tentang hal ini dan merekomendasikan para ibu hamil menjalani persalinan dengan posisi apapun yang paling nyaman menurut mereka. Jadi Bunda tidak perlu berbaring untuk waktu yang lama seperti yang dulu-dulu. Ibu hamil yang berjalan-jalan atau tetap pada posisi tegak selama tahap awal persalinan bisa mempercepat waktu persalinan sekitar 1 jam dan kurang beresiko menggunakan epidural.
Pada tahap awal persalinan, kontraksi yang Bunda alami mungkin tidak memerlukan perhatian khusus seperti kontraksi yang akan datang selanjutnya. Bunda masih boleh kok bergerak dengan berjalan-jalan di luar ruangan persalinan. Atau jika lelah, Anda bisa juga mandi air hangat atau tiduran ketika kontraksi tersebut berlangsung.
Saat persalinan sudah semakin dekat, Anda bisa coba berbagai posisi untuk membantu mengatasi rasa sakit selama peningkatan intensitas kontraksi. Anda bisa memilih posisi tegak, bersandar, atau berbaring. Satu posisi yang tidak dianjurkan untuk dilakukan adalah posisi telentang, karena pada posisi ini, rahim Anda menekan vena cava (yang bertugas mengembalikan darah dari kaki ke jantung), yang akan mempengaruhi aliran darah dan membuat kontraksi Anda kurang efektif.
Ibu hamil yang sedang menjalani persalinan tanpa bantuan obat penghilang rasa sakit sering kali menentukan posisi yang paling baik untuknya dengan spontan. Oleh karena itu, Bunda memerlukan saran dari pasangan atau pendamping persalinan tentang berbagai posisi yang bisa membantu Anda.
Sebagai pencerahan, berikut ini beberapa posisi yang mungkin bisa berhasil meredakan rasa sakit. Jika Bunda belum mengetahuinya dari kelas kelahiran yang Anda ikuti, ada baiknya jika Bunda dan pasangan latihan untuk melakukan posisi ini sebelum hari persalinan tiba.

1. Duduk

Duduklah di tempat tidur atau kursi dengan sandaran bantal di bagian punggung. Anda juga bisa coba duduk bersandar ke depan sehingga mengurangi tekanan pada punggung atau duduk dengan menyilangkan kaki di tempat tidur atau di lantai.

2. Berdiri dan berjalan

Beberapa ibu hamil suka memiliki kontrol diri dengan berdiri dan berjalan-jalan selama persalinan aktif. Ketika terjadi kontraksi, Anda bisa berhenti untuk bersandar pada dinding atau pasangan.

3. Duduk Menghadap Belakang

Duduklah menghadap belakang pada kursi tanpa lengan atau bisa juga pada dudukan toilet. Tempatkan bantal diantara kursi dan perut Anda, lalu bersandarlah. Letakkan lengan dan kepala Anda pada bagian atas kursi. Posisi ini bisa mengurangi tekanan pada punggung dan suami bisa memijat agar Bunda lebih nyaman. Bila ada kursi plastik, coba duduk dengan cara ini saat Anda mandi, biarkan air hangat membasahi punggung.

4. Berayun

Berayun ke depan dan ke belakang sesuai ritme pernafasan atau musik yang Anda dengar bisa membuat Anda nyaman selama persalinan. Anda bisa melakukannya saat berdiri atau bersandar pada pasangan layaknya ketika sedang berdansa dengan tempo lambat, atau dengan menggunakan kursi goyang jika ada.

5. Tangan Dan Lutut

Ini menjadi posisi yang sangat populer. Anda bisa meletakkan dua tangan dan lutut di atas di tempat tidur. Penelitian menunjukkan posisi ini bisa mengurangi sakit punggung sebelum dan selama persalinan. Jika siku Anda terasa lelah, naikkan bagian kepala tempat tidur agar Anda bisa mengistirahatkan lengan saat berlutut. Atau sandarkan bagian depan tubuh pada tumpukan bantal jika ini bisa membuat Anda merasa lebih nyaman.

6. Berbaring Miring

Posisi ini memberi waktu istirahat bagi ibu hamil yang kelelahan saat persalinan, sekaligus menghindari tekanan aliran darah yang bisa terjadi saat Anda berbaring telentang. Mulailah dengan berbaring pada sisi kiri, yang lebih dianjurkan demi kelancaran aliran darah. Selipkan bantal di antara lutut Anda agar terasa nyaman. Jika ingin berganti posisi, minta pasangan membantu Anda berganti posisi miring ke kanan.

7. Menggunakan Bola Besar

Duduklah pada bola berukuran besar yang sering digunakan pada kelas yoga. Minta bantuan seseorang untuk menahan bola agar Anda tidak terjatuh. Saat duduk, bersandarlah pada tumpukan bantal di tempat tidur. Posisi ini membuat Anda tetap berjongkok dan menggerak-gerakkan pinggang saat berat badan Anda tertahan. Sebagai alternatif, Anda bisa bersandar ketika berlutut atau menempatkan bola pada kursi dan bersandar sambil berdiri.
Bunda, posisi yang digunakan selama persalinan juga akan membantu Anda selama tahap mendorong. Sekali lagi, penting untuk selalu mendengarkan tubuh Anda dan mengganti posisi di saat posisi yang Anda coba tidak lagi terasa nyaman. Banyak ibu hamil merasa posisi tegak seperti berlutut, duduk, jongkok, atau berdiri lebih nyaman dibanding berbaring.
Posisi jongkok memberi keuntungan tambahan, yakni meningkatkan diameter jalan keluar pada panggul sehingga memberi bayi Anda lebih banyak ruang untuk bergerak melewati panggul dan keluar. Mungkin terdengar sulit ya Bun, tapi saat persalinan nanti akan ada beberapa cara yang bisa membantu Bunda melakukan posisi jongkok.
Contohnya, Anda bisa meminta pasangan untuk berdiri menghadap Anda. Pegang tangannya ketika Anda berpindah dari posisi berdiri ke posisi jongkok. Bila Anda harus berbaring di tempat tidur atau terlalu lelah berdiri, Anda bisa setengah duduk dengan meminta bantuan seseorang untuk menahan kaki Anda di posisi jongkok ketika Anda mulai mendorong bayi.
Atau Bunda juga bisa mulai mendorong ketika Anda berbaring miring. Tekuk lutut dengan kaki yang dibawah berada di atas tempat tidur dan pasangan Anda menopang kaki lain selama kontraksi. Posisi ini lebih mudah dibanding jongkok dan membuat Anda bisa merenggangkan kaki diantara waktu kontraksi.
Kadang perawat akan mengatur posisi apa yang terbaik untuk Anda dan bayi sehingga Anda tidak bisa mencoba semua posisi yang telah dijelaskan di atas. Jika Anda mengalami komplikasi dan membutuhkan monitoring intensif, ini membuat kemampuan Bunda untuk bergerak menjadi terbatas. Tapi tidak perlu khawatir, Anda masih bisa mencoba berbagai posisi di tempat tidur, menggunakan bola besar, berdiri, atau duduk di dekat monitor pemantau.
Bila Anda berada pada situasi di atas, tanyakan saja apakah rumah sakit memiliki alat monitor wireless sehingga Anda bisa dipantau tanpa menggunakan kabel. Alat ini membuat Anda lebih bebas bergerak. Jika ada unit yang waterproof, Anda juga bisa mandi sambil duduk. Pada beberapa situasi, kemampuan Anda untuk bergerak akan lebih terbatas. Misalnya, jika Anda mengalami preeclampsia, Anda tidak hanya akan dimonitor terus-menerus, tapi juga harus tetap berada di tempat tidur dengan berbaring miring.
Biasanya detak jantung bayi mengindikasikan ia lebih suka satu posisi dibanding posisi lain. Bahkan hal pertama yang akan dilakukan dokter atau perawat jika terjadi perubahan yang tidak diinginkan pada detak jantung bayi Anda adalah meminta Anda berpindah ke posisi lain.
Selain itu, Anda harus tetap berada di tempat tidur jika mendapat pengobatan sistemik atau kebal karena epidural. Tapi ada juga jenis epidural yang membolehkan Anda tetap bergerak atau berjalan-jalan serta melalui proses persalinan dengan posisi yang Anda sukai.
(Ismawati)