Kelahiran Dibaca 6,622 kali

9 Hal Yang Dilakukan Bayi Selama Satu Jam Setelah Lahir

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 25 September, 2019 00:09

9 Hal Yang Dilakukan Bayi Selama Satu Jam Setelah Lahir

Anda mungkin sudah pernah mendengar pentingnya momen pribadi ibu-anak di satu jam pertama setelah persalinan. Kalau momen ini memang Anda rencanakan saat persalinan nanti, Bunda harus tahu, sebenernya apa saja yang akan terjadi selama satu jam ini.

Well, ketika persalinan terjadi tanpa penggunaan obat atau intervensi medis, kita bisa menyaksikan insting bayi mulai bekerja. Penelitian menunjukkan kalau bayi yang sehat dan cukup umur, yang tidak terkena obat, akan mengikuti alur yang dipandu oleh otaknya untuk menemukan payudara ibu dan melakukan pelekatan dengan sendirinya. Jadi terbukti, bayi manusia tidak berbeda dengan bayi mamalia yang baru lahir. Mereka secara insting akan menggerakkan seluruh tubuh menuju puting.

Ketika bayi melakukan kontak kulit dengan ibu segera setelah lahir, ada 9 tahapan yang terjadi yang bersifat bawaan dan instingtif untuk bayi. Tahapan ini terjadi setidaknya pada satu jam kelahiran si kecil. Simak yuk Bun!

1. Menangis

Tangisan bayi jadi suara yang ditunggu-tunggu saat kelahiran. Tangisan saat lahir terjadi ketika bayi menarik nafas pertamanya ke paru-paru yang baru. Ia menangis ketika tubuhnya keluar dari jalan lahir atau ketika ditempatkan di perut ibu. Untungnya praktek lama dengan memegang bayi di posisi terbalik dan memukul bokongnya untuk menimbulkan tangisan telah mulai ditinggalkan.

2. Relaksasi

Setelah menangis, di beberapa menit pertama bayi dengan cepat menjadi tenang dan diam. Kini ia masuk ke tahap relaksasi. Ketika beristirahat di tubuh ibu, tubuh bayi bisa ditutup dengan selimut atau handuk yang kering dan hangat. Bagian kepala bayi tak perlu ditutup. Selama tahap relaksasi, bayi tidak menunjukkan gerakan mulut dan tangannya akan rileks. Suhu tubuh, detak jantung, dan nafas akan diatur olah tubuh ibu secara otomatis dan tanpa sadar.

3. Terjaga

Kini bayi mulai berada di lingkungan baru. Tahap terjaga terjadi rata-rata 3 menit setelah bayi tenang. Beberapa menit setelah lahir dan bernafas, ia akan menggerakkan kepala dan bahu, membuka mata dan melakukan beberapa gerakan mulut.

4. Aktif

Ketika bayi mulai merespon rooting reflex (refleks mencari puting), mulutnya akan menjadi aktif dengan gerakan menghisap dan membuka mulut saat ia mulai mencari payudara. Ini terjadi rata-rata pada 8 menit setelah kelahiran.

5. Istirahat

Tahap istirahat terjadi berkali-kali. Pada tahap manapun, bayi bisa beristirahat dan memproses pengalaman yang ia miliki.

6. Merangkak

Sangat luar biasa Bunda, si bayi yang baru lahir bisa mulai menggerakkan tubuhnya, ke atas menuju payudara 35 menit setelah kelahiran. Refleks ini masih akan ada pada minggu pertama kelahirannya. Bantu si kecil bergerak ketika ia mendorongkan kedua kaki pada perut ibu, yang memicu rahim untuk berkontraksi. Ia mungkin butuh 30 menit atau lebih untuk melakukan ini.

7. Familiarisasi

Ketika mencapai satu atau kedua payudara, ia harus mengenalinya dengan menjilat, menyentuh, dan bahkan memijat jaringan payudara dengan tinjunya. Tahap familiarisasi ini terjadi sekitar 45 menit setelah kelahiran. Ibu merespon kontak ini dengan dorongan oksitosin (hormon cinta).

Seperti pada awal jalinan ikatan batin antara ibu dan bayi, oksitosin juga bekerja untuk membuat rahim berkontraksi, mengeluarkan plasenta, dan mengurangi pengeluaran darah setelah persalinan. Di waktu yang sama, oksitosin juga memicu refleks pelepasan kolostrum dari payudara. Bau kolostrum sudah dikenal bayi, seperti halnya bau cairan ketuban.

Matanya akan memandang ke puting, melepas tangan dari mulut ke puting lalu kembali ke mulut. Tapi belum ada koordinasi mata dan tangan pada tahap ini. Bayi butuh 20 menit atau lebih untuk mengenal payudara, sebelum berusaha pindah ke tahap selanjutnya.

8. Menyusu

Dengan menggunakan seluruh tubuh bagian atas, bayi akhirnya akan berhasil mencapai payudara dan berusaha melakukan pelekatan. Ia menggosokkan mulut dari satu sisi ke sisi lain ketika merasakan puting di pipinya, hingga menemukan area yang tepat dan ia mulai melakukan pelekatan. Dengan tenang ia akan menyusu dan menikmati kolostrum pertama yang keluar dari payudara. Kolostrum ini akan melindungi ususnya dengan bakteri pelindung, ketika sistem kekebalan tubuhnya menghadapi dunia untuk pertama kalinya. Tahap menyusu terjadi sekitar satu jam setelah kelahiran.

9. Tidur

Akhirnya bayi akan tidur pada 1,5 jam setelah kelahiran. Seperti ibunya, si bayi juga mengalami efek relaksasi dari hormon oksitosin. Bila tanpa gangguan, ibu dan bayi bisa istirahat setelah proses kelahiran. Menimbang berat badan bisa menunggu nanti dan observasi rutin bisa dilakukan ketika bayi berbaring di tubuh ibu. Beberapa ibu dan bayi akan tetap bersama seperti ini selama berjam-jam setelah kelahiran.

Idealnya Bun, setiap kelahiran terjadi secara alami sehingga semua tahapan ini bisa terjadi pada bayi tanpa gangguan apapun. Tapi pada kenyataannya, banyak ibu dan bayi yang butuh intervensi medis dan mengikuti prosedur rumah sakit. Ibu mungkin masih bisa mendapat beberapa menit untuk menjalani kontak kulit sebelum bayi diambil perawat untuk diobservasi, setelah itu ibu dipindahkan untuk proses menjahit luka, atau menyelesaikan masalah medis lain yang akan memisahkan ibu dan bayi.

Tentu akan timbul rasa kecewa bila rencana kelahiran yang Bunda buat tidak sesuai dengan kenyataan, tapi jangan berkecil hati. Bila bayi tidak cukup stabil dan perlu dimonitor ketika kontak kulit di ruang bersalin, Anda masih bisa menggendongnya ketika ia diobservasi. Bila ibu tidak bisa melakukannya, pasangan Anda, kakek-nenek, kerabat, atau teman bisa mengambil alih peran spesial ini, menggantikan si ibu hingga ia kembali.

Bila ibu perlu berada di ruangan lain untuk menjahit luka jika terjadi sobekan dalam atau plasenta harus dikeluarkan secara manual, suami bisa melakukan kontak kulit dengan bayi, bahkan menyuapi kolostrum pertama dari gelas kecil, pipet, atau jari, hingga ibu siap dan mencoba menghabiskan waktu dengan si kecil lagi.

Kini banyak rumah sakit yang memiliki kebijakan untuk mendukung kontak kulit ibu dan bayi setelah operasi caesar. Memang tahapan bayi untuk merangkak di perut ibu tidak mungkin untuk dilakukan, tapi bayi bisa telanjang dan ditempatkan di dada ibu, ditutupi dengan baik untuk menangkap panas dari tubuh ibu. Dengan begitu ibu dan bayi tetap tidak terpisah, melewati masa pemulihan bersama, dan akhirnya kembali ke kamar perawatan bersama-sama juga.

Kadang ibu dan bayi harus terpisah lebih lama, berjam-jam, berhari-hari bahkan berminggu-minggu sebelum memungkinkan untuk melakukan kontak kulit. Tak ada kata terlambat Bun. Kangaroo care, metode kontak kulit yang digunakan pada bayi prematur, bisa dimulai bahkan berminggu-minggu atau beberapa bulan setelah kelahiran, dengan banyak manfaat yang tetap bisa diperoleh ibu dan bayi.

Kangaroo care bisa membantu bayi:

  • Menambah berat badan

  • Menjaga tubuhnya tetap hangat

  • Mengatur detak jantung dan nafas

  • Lebih jarang menangis

  • Lebih lama berada di tidur dalam

  • Lebih besar kemungkinan berhasil menyusu karena Kangaroo care juga meningkatkan produksi ASI.

(Ismawati)