Kelahiran

BAB Bayi Hijau Bikin Ibu Khawatir? Cek Fakta Berikut!

Luciana
BAB Bayi Hijau Bikin Ibu Khawatir? Cek Fakta Berikut!

Bab bayi hijau belum tentu sebuah tanda pencernaan si kecil tidak sehat. Bab bayi warna hijau bisa disebabkan karena si kecil mengkonsumsi sayuran berwarna hijau seperti bayam, sawi, buncis, dan sayuran hijau lainnya. Tentu ini bukanlah hal yang mengagetkan kalau si kecil sudah melalui fase mengkonsumsi makanan padat (MPASI). Tapi, bila ini terjadi sebelum MPASI atau bahkan saat si kecil tidak sedang mengkonsumsi sayuran hijau, apakah tidak apa-apa?

Mengutip dari laman Parents, seorang penulis buku berjudul Baby Poop: What Your Pediatrician May Not Tell You bernama Linda Folden Palmer, D.C., mengungkapkan bahwa saat bab bayi berwarna hijau atau kehijauan dan muncul hanya sesekali, maka ini masih normal, terutama untuk bayi baru lahir.

Lebih jelasnya, Dr.Palmer juga mengatakan kalau bab bayi berwarna hijau kehitaman biasnya sering kali ditemui saat pertama bayi baru lahir dan disebut mekonium. Mekonium ini terdiri dari semua yang dicerna oleh bayi saat berada di dalam rahim, seperti cairan ketuban, empedu, dan sel-sel kulit. Feses akan berangsung berubah warna menjadi hijau tentara (green army), lalu berubah lagi menjadi kuning sawi (bila bayi Ibu mengkonsumsi ASI) atau warna kecoklatan (bila si kecil mengkonsumsi susu formula). 

Penyebab Bab Bayi Hijau

Lalu kapan Ibu mengetahui bab bayi hijau yang tidak normal? Berikut ini ada beberapa penjelasan lebih lanjur dari Dr.Palmer yang dikutip melalui laman Parents:

  1. Feses Mengalir Terlalu Cepat


    Empedu mempunyai peranan penting karena membuat warna kecoklatan yang normal pada warna feses. Hal ini akan menjadi tidak normal bila feses mengalir terlalu cepat dan tidak sempat dicerna melalui empedu sehingga mengakibatkan warna bab bayi hijau.

  2. Ketidakseimbangan antara Foremilk dan Hindmilk


    Perlu diketahui bahwa ASI mengalami perubahan selama sesi menyusui. Saat pertama sebelum si kecil menyusu, ASI akan mengandung lemak yang rendah dan tinggi gula (Foremilk), ini akan berubah menjadi ASI dengan lemak yang tinggi dan berkalori tinggi saat proses menyusui berlangsung, atau dengan kata lain Hindmilk. Sementara itu, bila bayi Ibu termasuk yang menyusu dalam waktu singkat, maka kemungkinannya ia akan mengkonsumsi lebih banyak foremilk daripada hindmilk. Ini juga dapat terjadi bila Ibu terlalu cepat bertukar antara payudara satu dengan lainnya. Terlalu banyak mengkonsumsi foremilk daripada hindmilk akan membuat bab bayi hijau dan berbusa.

  3. Sedang Merasa Sakit


    Bila bab bayi hijau dan tampak seperti diare bahkan bab bayi berlendir, bisa jadi si kecil sedang mengalami iritasi. Dr.Palmer menyebutkan hal ini dapat terjadi saat si kecil sedang stress atau sedang sakit perut. Bila Ibu menyusui si kecil, maka Ibu wajib mengkonsumsi makanan kaya gizi secara teratur karena ASI dapat memberikan antibodi untuk pemulihan si kecil nantinya. Bila sakit yang diderita si kecil adalah diare, sebelum mengunjungi doter, Ibu harus pastikan si kecil tidak kekurangan cairan supaya dehidrasi dapat dicegah.

  4. Intoleransi Terhadap Makanan


    Hal lain yang menjadi penyebab bab bayi hijau adalah intoleransi makanan, baik dari makanan yang Ibu konsumsi atau susu formula yang sedang si kecil konsumsi. Hal utama yang paling mampu membuat reaksi pada tubuh si kecil adalah susu sapi bila dibandingkan dengan makanan atau minuman lainnya, terutama bila si kecil belum melalui fase mpasi. 

    Bayi yang mengkonsumsi ASI mungkin mengeluarkan bab berwarna hijau karena Ibu sebelumnya mengkonsumsi makanan berwarna hijau. Sama hal-nya dengan bayi yang sudah mpasi, kemungkinan bab bayi warna hijau setelah mpasi juga dapat disebabkan makanan yang ia makan. Ibu bisa mulai mengeceknya terlebih dahulu bila menemukan bab bayi hijau ya.

  5. Mengkonsumsi Suplemen Zat Besi


    Bab bayi berwarna hijau pekat juga dapat disebabkan karena Ibu atau bayi mengkonsumsi suplemen zat besi. Ini dapat terjadi pada hari-hari pertama setelah zat besi dikonsumsi. Bila ini berlanjut secara terus menerus, maka sebaiknya berkonsultasi pada dokter.

  6. Asupan Susu yang Tidak Cukup

    Hati-hati bila si kecil tidak mendapatkan asupan susu yang cukup karena akan menyebabkan bab bayi hijau dan biasanya ini tidak terjadi secara terus menerus. Supaya si kecil mendapatkan asupan ASI yang cukup, Ibu disarankan untuk mengkonsumsi makanan padat gizi secara teratur setiap harinya.

  7. Disebabkan karena Hal Lain


    Menurut Dr.Palmer, bab bayi hijau juga dapat terjadi pada bayi baru lahir yang dirawat intensif karena penyakit kuning dengan fototerapi. Hal lain yang dapat menyebabkan bab bayi hijau adalah saat si kecil sedang tumbuh gigi karena saat ini terjadi, bayi menelan air liur cukup banyak. Bab bayi hijau juga dapat terjadi sesaat setelah melakukan vaksinasi. Selain hal ini, kondisi lain seperti bab bayi hijau dan berbau dapat disebabkan karena bayi sedang mengalami infeksi tertentu. Bila intensitasnya sering terjadi dan berubah, seperti bab bayi berwarna hijau tua dan bau, segera konsultasikan pada dokter anak Ibu untuk tindakan lebih lanjut.

Tindakan Pencegahan yang Dapat Dilakukan

Meski untuk beberapa kondisi bab berwarna hijau dianggap masih aman bila intensitasnya tidak terus menerus, namun ada beberapa tindakan pencegaha yang dapat dilakukan untuk menghindari bab bayi berwarna hijau, dilansir dari berbagai sumber:

  • Menyusui dengan Benar

    Bab bayi hijau dapat disebabkan karena proses menyusui yang belum benar dimana si kecil mengkonsumsi foremilk lebih banyak daripada hindmilk. Ini dapat disiasati dengan cara tidak terburu-buru mengganti payudara saat menyusui si kecil. Biarkan si kecil menyusu pada payudara satu sisi hingga dirasa payudara tersebut sudah kosong, baru Ibu dapat merubah ke posisi sebaliknya. Ini dilakukan supaya si kecil terhindar dari bab berwarna hijau akibat proses menyusui yang belum benar.

  • Memperhatikan Asupan Makanan

    Hindari makanan yang dapat menyebabkan bab bayi berwarna hijau supaya tidak terjadi secara terus menerus. Maksudnya, Ibu bisa lebih bervariasi dalam mengkonsumsi makanan karena makanan penuh gizi untuk Ibu dan si kecil tak hanya berasal dari sayuran hijau saja. Sayuran dan buah-buahan dengan warna lainnya juga sama baiknya. Selain itu, perhatikan juga makanan atau minuman yang mungkin menyebabkan intoleransi sehingga membuat bab bayi hijau.

  • Memberikan Susu Formula yang Tepat

    Bayi yang mengkonsumsi susu formula yang tepat akan terhindar dari alergi yang dapat menyebabkan bab bayi hijau. Untuk penggunaan susu formula pada buah hati Ibu sebaiknya tidak sembarangan dan akan lebih baik bila berkonsultasi pada dokter. Penggantian susu formula pada bayi dengan intensitas yang terlalu sering akan membuat bayi Ibu mengalami masalah pencernaan seperti sembelit atau bahkan diare.

  • Waspada Terhadap Infeksi pada Bayi

    Bab bayi hijau dan berbau dapat disebabkan karena adanya infeksi pada bayi Ibu dan bila tidak dapat penangan yang baik akan menyebabkan bayi Ibu merasa tidak nyaman sehingga ia akan sangat rewel atau susah ditenangkan. Bahkan bila penanganannya tidak tepat, bayi Ibu akan mulai menolak susu atau makanannya. Waspadai hal ini dan segera hubungi dokter supaya si kecil mendapat penanganan yang lebih tepat.

  • Memberikan Asupan Susu yang Cukup

    Asupan susu, terutama bila bayi Ibu mengkonsumsi ASI adalah salah satu hal yang akan menentukan bayi Ibu merasa cukup atau tidak. Asupan susu yang cukup untuknya ditandai dengan makanan padat gizi dan nutrisi yang dikonsumsi oleh Ibu. 

Saat yang Tepat untuk Ke Dokter

Kira-kira kapan waktu yang tepat untuk berkonsultasi pada dokter saat mengetahui bab bayi berwarna hijau? Melansir dari laman Parents, beberapa kondisi dibawah ini adalah saat yang tepat membawa buah hati Ibu ke dokter:

  • Bab Bayi Hijau Karena Sakit 

    Bab bayi hijau yang disertai dengan beberapa penyakit seperti demam, lesu, bahkan hingga muntah adalah tanda bahwa bayi Ibu sedang tidak sehat. Ada baiknya untuk tidak memutuskan mengkonsumsi obat tertentu tanpa sepengetahuan dokter ya Bu.

  • Bab Bayi Hijau disertai Diare

    Diare tidak boleh dibiarkan karena akan mengakibatkan dehidrasi. Beritahu dokter anak langganan Ibu bahwa si kecil sedang menderita diare disertai dengan bab berwarna hijau supaya dokter dapat memberikan perawatan yang tepat.

  • Ketika si Kecil Menolak Makan dan Minum

    Bila asupan makanan berkurang saat ia sedang melalui kondisi ini, maka ini bukanlah pertanda baik. Berikian perincian secara jelas pada dokter bahwa asupan makan dan minumnya juga turut berkurang saat bab-nya berwarna hijau.

Arti Warna Bab pada Bayi Ibu

Ada baiknya mengetahui arti dari warna bab pada bayi Ibu untuk pengetahuan lebih lanjut serta supaya Ibu tetap waspada. Berikut perinciannya, melansir dari laman Medical News Today:

  • Hitam

    Bab bayi berwarna hijau kehitaman atau mekonium biasanya dapat ditemukan pada bayi baru lahir dengan usia kurang dari 1 minggu. Ini akan berubah seiring bertambahnya usia si kecil dalam hitungan hari. Bila terjadi lebih dari 3 hari, maka harus dikonsultasikan pada dokter karena mengindikasikan adanya gangguan kesehatan pada bayi.

  • Kuning

    Bab bayi dengan warna kuning atau cenderung kuning tua menandakan pup bayi Ibu sehat dan normal. Adanya bintik-bintik kecil pada feses ini juga termasuk hal yang normal dan flek tersebut asalnya dari ASI (tidak berbahaya).

  • Coklat atau Oranye

    Bab bayi berwarna coklat atau oranye sering kali ditemui pada bayi yang mengkonsumsi susu formula. Tekstur pup bayi susu formula biasanya juga lebih padat dan berwarna lebih gelap bila dibandingkan dengan bayi ASI. 

  • Bab Bayi Hijau

    Banyak faktor yang dapat menyebabkan bab bayi berwarna hijau seperti saat bayi Ibu sudah mpasi, atau Ibu sedang mengkonsumsi sayuran hijau, atau dapat terjadi saat bayi Ibu sedang alergi atau infeksi.

  • Merah

    Bab bayi berwarna merah tentu saja bukan pertanda bab bayi normal, ini dapat menandakan bahwa adanya darah pada bab bayi (bayi sedang memiliki masalah kesehatan tertentu). Hal lain yang dapat menyebabkan bab bayi berwarna merah adalah bayi Ibu tidak sengaja menelan darah saat menyusu pada puting Ibu yang pecah-pecah. Atau bisa juga darah tersebut berasal dari pantat bayi bila warna merah hanya berupa goresan akibat si kecil sedang sembelit.

  • Putih

    Warna feses putih jarang sekali ditemui pada bayi, bila ini ditemukan maka kemungkinan organ hati sedang tidak sehat. Ini juga sering kali terjadi pada bayi baru lahir yang menderita penyakit kuning disertai dengan warna urin juga kuning. Bila ini terjadi, biasanya dokter akan segera memeriksa kadar bilirubin pada si kecil. Segera bawa si kecil ke ruang gawat darurat bila ini terjadi ya Bu.

Penulis: Novia Luciana
Editor: Dwi Ratih