Kelahiran

Cara Memastikan Bayi Bernafas Normal

Atalya
Cara Memastikan Bayi Bernafas Normal
Periksalah nafas bayi Anda sesering Anda merasa memerlukannya. Akan sangat baik jika Anda memeriksa nafasnya terlebih bila ia terlahir prematur dan memiliki penyakit paru-paru yang kronis atau kondisi lain seperti central sleep apnea. Tapi meski bayi Anda tidak memiliki masalah medis, Anda mungkin khawatir ia bisa mengalami salah-satunya, seperti sindrom kematian mendadak pada bayi (sudden infant death syndrome (SIDS)).

SIDS Merupakan salah satu faktor penyebab kematian bayi di usia 1 bulan hingga 1 tahun. Sebenarnya SIDS tidak bisa dikategorikan sebagai penyakit. Tapi lebih mengarah kepada sebuah diagnosa kematian tiba-tiba pada bayi di bawah usia satu tahun. Meski telah  dilakukan investigasi, otopsi, atau peninjauan riwayat kesehatan anak, tetap saja belum bisa diketahui kapan tepatnya SIDS terjadi. Sesuai namanya, sindrom ini terjadi tanpa tanda-tanda terlebih dahulu.

Perlu diingat bahwa bayi memiliki berbagai tingkatan tidur, kadang dalam dan diam, kadang aktif, dan kadang berisik. Tingkat kenyamanan Anda harus tumbuh seiring dengan pengalaman Anda sebagai orangtua, tapi tak mengapa jika Anda melakukan pemeriksaan di malam hari ke kamar bayi, hanya untuk memeriksa nafasnya hingga beberapa tahun mendatang.

Ada seorang ibu yang merasa panik setiap kali ia meletakkan putranya di tempat tidur di beberapa bulan pertama usianya. Ia merasa jika ia tidak berada di dekat bayi untuk mendengarnya bernafas, maka si bayi tidak akan bisa bernafas. Ia menjadi merasa selalu kelelahan karena ketika si kecil tidur ia selalu mengawasinya.  Ibu ini akhirnya jatuh sakit dan menyadari ia tidak memiliki cukup energi untuk melakukannya.

Lalu ia memutuskan untuk menggunakan baby monitor ketika ia tdak bisa bersama anaknya. Untuk 3 bulan pertama, ia dan suami meletakkan tempat tidur bayi di kamar mereka agar bisa dengan mudah merespon batuk atau tangisan darurat apapun, yang untungnya tidak pernah terjadi. Ia tidak bisa menyarankan orangtua lain untuk tidak perlu merasa khawatir, dan ia tidak juga berpendapat bahwa memeriksa secara konstan nafas bayi merupakan hal yang aneh. Tapi mengalami kekurangan istirahat dan selalu terbangun akan membuat semua orang merasa lelah. Baginya, berada dekat dengan si bayi membantunya mengatasi ketakutan kalau si kecil berhenti bernafas.

Mungkin bisa menenangkan kekhawatiran Anda dengan mengetahui bahwa SIDS jarang terjadi, hanya menimpa 1 dari 1000 bayi. Terlebih lagi, 90 persen kasus SIDS terjadi sebelum bayi berusia 6 bulan, dan resiko SIDS biasanya menghilang ketika bayi menginjak usia 1 tahun. Tak ada yang tahu pasti penyebab SIDS meski ada banyak teori yang melatarbelakanginya, dan juga tak ada cara untuk mencegahnya. Untungnya insiden SIDS telah berkurang secara drastis di tahun-tahun terakhir ketika semakin banyak faktor resiko SIDS teridentifikasi dan semakin banyak orangtua yang menghindarinya.

Untuk membantu terhindar dari SIDS, selalu letakkan bayi saat tidur di posisi telentang, dan segera hentikan jika ada salah satu anggota keluarga yang merokok. Pastikan semua orang yang mengawasi bayi Anda paham untuk meletakkan bayi di posisi telentang, banyak kematian karena SIDS disebabkan pengasuh meletakkan bayi saat tidur di posisi tengkurap ketika bayi terbiasa tidur telentang. Sebaiknya Anda tidak menggunakan bantal atau penyangga tidur untuk menjaga posisi bayi di tempat tidur. Semua alat itu tidak ada hubungannya untuk mencegah SIDS dan bisa meningkatkan resiko kekurangan nafas pada bayi.

Baik juga bagi Anda untuk mempelajari CPR untuk bayi dan anak. Mengetahui CPR akan membantu mengurangi rasa takut dan membuat Anda mampu merespon kondisi pernafasan darurat medis apapun yang terjadi pada bayi dan anak. Ajak juga pasangan dan pengasuh untuk mempelajarinya.

Bayi baru lahir melakukan yang disebut dengan pernafasan periodik, yakni nafas yang secara bertahap menjadi semakin cepat dan dalam, lalu menjadi semakin lambat dan dangkal, kemudian berhenti sebentar selama sekitar 15 detik, dan lalu dimulai lagi dengan nafas dalam secara perlahan. Kondisi ini adalah normal dan akan berkembang menjadi pola pernafasan yang lebih matang di beberapa bulan pertama usia bayi.

Pada kebanyakan kasus, kebiasaan nafas yang tidak teratur pada bayi tidak menjadi hal yang perlu dikhawatirkan. Hal yang biasa untuk tangan, kaki, dan kulit di sekitar mulut bayi menjadi kebiruan. Tapi jika seluruh wajahnya berubah warna menajdi biru, ini bisa menjadi pertanda ia dalam bahaya. Bila Anda merasa si kecil telah berhenti bernafas atau sekedar ingin memastikan, sentuh atau angkat sedikit tubuhnya dan lihat responnya. Gosok punggungnya dengan cepat atau tepuk kakinya. Jika tidak ada respon, bayi Anda mungkin mengalami yang disebut apnea, dan Anda perlu menghubungi rumah sakit untuk kondisi ini.

Jika hal ini terjadi dan Anda tahu cara melakukan CPR pada bayi, mulai lakukan penanganan darurat dengan segera dan minta orang lain menghubungi rumah sakit. Jika Anda hanya berdua bersama bayi, lakukan CPR selama 2 menit, lalu hubungi rumah sakit dan lanjutkan melakukan CPR hingga bantuan datang  atau bayi Anda mulai bernafas lagi.

Bila bayi Anda berhenti bernafas selama 20 detik atau lebih, menjadi lemah, wajah berubah biru atau pucat, dan tersedak atau muntah, ia mungkin mengalami apparent life-threatening event (ALTE) dan perlu segera mendapat pertolongan medis. Jika si kecil mengalami ALTE, dokter bisa menggunakan apnea monitor di rumah untuk sementara waktu untuk membantu memeriksa detak jantung dan pernafasan bayi Anda. Monitor ini berguna bagi bayi yang mengalami ALTE, tapi Anda tidak bisa menggunakan dan mengandalkan alat ini untuk mencegah terjadinya SIDS yang berbeda dengan ALTE.

Untuk memastikan nafas bayi normal, lakukan 3 cara berikut:

  • Dengarkan, letakkan telinga Anda di dekat hidung dan mulut bayi, dan dengarkan suara nafasnya.
  • Lihat, bungkukkan badan agar mata Anda berada sejajar dengan dada bayi, dan lihat gerakan naik dan turun dari nafasnya.
  • Rasakan, letakkan pipi Anda di dekat hidung dan mulut bayi dan rasakan nafasnya di kulit Anda.

Suara mendengus dan mendengkur yang sesekali terjadi ketika bayi Anda bernafas merupakan kondisi yang benar-benar normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Jika bayi Anda menjalani pemeriksaan pertama antara 6 hingga 8 minggu setelah lahir, dokter akan memeriksa suara jantung dan dadanya. Jika Anda masih merasa khawatir tentang nafas bayi, saat kunjungan ini adalah waktu yang tepat untuk mengatakannya.

Anda perlu menghubungi dokter jika:

  • Bayi Anda bernafas lebih dari 60 kali dalam 1 menit.
  • Si kecil mendengkur pada tiap akhir nafasnya.
  • Hidungnya menjadi mekar sebagai indikasi peningkatan usaha untuk bernafas.
  • Mengeluarkan suara serak atau parau dan batuk yang menyalak.
  • Bagian otot dada dan leher bayi Anda terlihat keluar dan masuk lebih dalam dari biasanya.
  • Nafasnya berhenti lebih dari 10 detik.
  • Muncul warna biru, membentuk segitiga di sekitar dahi, hidung dan bibir, ini berarti darah tidak menerima cukup oksigen dari paru-paru.

(Ismawati)