Kelahiran

Hindari 9 Hal Ini Saat Berikan Susu Formula Untuk Anak

Terakhir diperbaharui

Hindari 9 Hal Ini Saat Berikan Susu Formula Untuk Anak

Kadang orangtua yang memilih susu formula untuk anaknya merasa kesulitan menemukan informasi tentang bagaimana cara memberikan susu formula ke bayi. Tentunya hal ini bisa menyebabkan stres, terlebih setelah ibu mengalami kesulitan dalam menyusui.


Bila Anda memberikan susu formula ke bayi, ada panduan kesehatan dan keamanan penting yang harus diikuti untuk secara optimal melindungi buah hati. Panduan keamanan berikut memastikan bayi menerima jumlah nutrisi yang tepat dari susu formula.


9 Hal yang Harus Dihindari Saat Berikan Susu Formula ke Anak

Bunda, ada beberapa hal yang perlu Anda hindari ketika memberikan susu formula ke bayi, berikut ini beberapa diantaranya:


  1. Jangan gunakan air mineral untuk membuat susu formula

    Kadang ketika air bersih tidak tersedia atau karena kurangnya informasi, orangtua menggunakan air mineral, bukan air yang didihkan secara normal. Air mineral adalah air karbonasi yang mengandung mineral tingkat tinggi dan bisa membahayakan bayi.

    Beberapa air mineral mengandung sodium tingkat tinggi, yang sering kali jumlahnya lebih tinggi dibanding asupan harian yang dianjurkan untuk bayi. Air mineral juga mengandung tingkat kalsium yang tinggi dan bisa berbahaya untuk ginjal bayi.


  2. Hindari memanaskan susu formula menggunakan microwave

    Hindari memanaskan botol susu bayi di dalam microwave. Microwave tidak memanaskan susu secara merata, dan bisa menyebabkan area panas tertentu di dalam susu. Area panas ini bisa membakar mulut bayi. Meski mengocok susu sebelum diberikan ke bayi bisa mengatasi hal ini, akan lebih baik jika Anda menghindarinya.

     

  3. Jangan ubah cara mempersiapkan susu formula

    Tiap kaleng susu formula dengan jelas menyatakan instruksi penyajian. Instruksi ini harus dengan seksama diikuti tiap kali Anda menyiapkan susu formula. Prosedur persiapan bervariasi antara merek dan produk, jadi selalu periksa instruksi sebelum membuatnya.


    Bila Anda menambahkan terlalu banyak air, bayi tidak akan mendapat cukup nutrisi. Bila air terlalu sedikit, bayi bisa berisiko dehidrasi. Demi kesehatan bayi, Anda harus mengikuti instruksi dengan tepat. Pengecualian bila dokter bayi memberi tahu untuk membuat susu formula dengan cara tertentu karena adanya kondisi medis.


    Ingat Bun, Anda tidak boleh menambahkan apapun ke susu bayi hanya karena saran dari teman atau keluarga agar bayi tidur lebih lama. Tidur yang lebih lama dan lebih dalam dibanding tidur bayi yang normal berisiko SIDS. Sereal dan makanan padat lain tidak boleh ditambahkan ke susu bayi.


  4. Jangan terlalu lama menyimpan susu yang sudah siap

    Botol susu formula jadi kondisi ideal untuk pertumbuhan bakteri berbahaya. Bahkan bakteri dari liur bayi bisa berkembang biak di botol. Bila bayi tidak menghabiskan susu, WHO merekomendasikan untuk membuangnya setelah 2 jam.


    Bila saat bepergian Anda membawa air yang telah dididihkan tapi sudah dingin, air tersebut harus dibuang bila tidak digunakan setelah 24 jam.


  5. Hindari berlebihan memberikan susu formula

    Bila bayi berhenti menghisap botol, ambil botol susu dari mulutnya. Ia akan memberi tahu bila ia belum merasa kenyang. Biasanya bayi tidak akan menghabiskan satu botol penuh dalam satu waktu. Pelajari tanda lapar bayi.


  6. Jangan tidurkan bayi bersama botol susu

    Bayi yang dibiarkan tanpa pengawasan saat minum dari botol berisiko tersedak. Bila bayi tertidur dengan botol susu di mulutnya, susu akan terus menetes ke mulut, menyebabkan kumpulan di sekitar gigi. Ini bisa menyebabkan kerusakan gigi. Karenanya Anda harus hindari pemberian botol susu saat menidurkannya di malam hari.


  7. Suhu air setidaknya 70 derajat celsius

    Tidak hanya bakteri bisa ditemukan di air, tapi susu formula di dalam kaleng juga tidak steril. Wabah bakteri bisa terjadi di air dan pabrik pembuat susu. Jadi untuk melindungi bayi, Anda harus menggunakan air yang dididihkan, lalu didinginkan hingga suhu yang bisa diminum.


    Panduan WHO merekomendasikan air yang digunakan untuk membuat susu formula harus setidaknya bersuhu 70 derajat celsius. Sebelum diberikan ke bayi, dinginkan susu dengan cepat dengan diguyur air mengalir, hingga mencapai suhu aman untuk diminum. Air tidak boleh dibiarkan lebih dari 30 menit setelah mendidih.


  8. Jangan biarkan bayi menyusu dari botol tanpa pengawasan

    Jangan pernah biarkan bayi menyusu sendiri. Ini bisa menimbulkan bahaya tersedak.


  9. Jangan hangatkan susu formula lebih dari 10 menit

    Kebanyakan penghangat botol otomatis mati setelah bekerja selama 10 menit. Bila Anda menghangatkan botol secara manual, pastikan mengangkat botol susu dari panas dalam 10 menit. Membiarkan botol lebih dari 10 menit membuat bakteri berkembang biak di susu formula. Ini bisa menyebabkan diare pada bayi.


    Yang tidak kalah penting nih Bunda, ASI tidak boleh digunakan sebagai komponen air pada susu formula. Bila Anda memberikan ASI dan susu formula, berikan ASI lebih dulu secara terpisah lalu berikan susu formula.


Tetap Dekat Dengan Bayi Meski Ia Minum Dari Botol

Memberikan susu menggunakan botol susu, baik ASI perah atau susu formula, bisa jadi kesempatan untuk menjalin kedekatan dengan bayi, sama seperti menyusui langsung dari payudara. Berikut ini yang bisa membantu Anda menjalin kedekatan dengan bayi ketika memberikan susu formula melalui botol:


  1. Dekap tubuh bayi

    Ketika bayi menyusu di payudara, seluruh tubuhnya dekat dengan dada ibu dan terjadi kontak tangan dan kulit. Ketika bayi minum susu dari botol, posisikan bayi sehingga kepalanya ada di lengan Anda dan pegang botol dekat dengan dada Anda.


    Bila memungkinkan, lakukan kontak kulit terutama pada hari-hari awal setelah bayi lahir.


  2. Jangan mandi setiap hari

    Ini salah satu contoh kalau bau badan bisa jadi hal yang positif. Bau alami dari kulit Anda jadi cara utama bayi mengenali Anda. Selama sesi menyusu dari botol, bau badan Anda bisa membantunya rileks dan mencerna lebih baik.


    Bila memang Anda ingin mandi, hindari menyamarkan bau badan dengan sabun atau parfum. Ketika bayi sudah lebih besar, Anda bisa memberinya baju atau apa saja yang memiliki bau Anda untuk membantunya merasa aman ketika Anda jauh darinya.


  3. Gunakan dot agar bayi nyaman menghisap

    Bayi yang menyusu di payudara mencari payudara untuk mendapat kenyamanan sekaligus memenuhi rasa lapar dan haus. Bayi yang minum dari botol dan ingin menghisap bisa memperolehnya dari dot. Anda bisa tawarkan dot ketika menggendong dan menenangkannya.


  4. Ikuti petunjuk dari bayi

    Semua bayi mendapat manfaat dari menyusu ketika lapar, bukan menyusu mengikuti jadwal yang Anda buat. Mengenali tanda lapar awal bayi berarti ia tidak akan terlalu stres ketika Anda menyiapkan susunya. Menangis adalah petunjuk lapar yang terlambat, jadi sebaiknya dihindari.


    Petunjuk lapar yang umum antara lain menjilat bibir, membuka dan menutup mulut, menghisap tangan, jari, atau pakaian. Saat lapar, bayi akan mencari payudara, menggerakkan kepala dari sisi ke sisi, dan menangis.


    Juga kenali tanda bayi sudah merasa kenyang, jangan memaksanya menghabiskan isi botol. Bila sudah kenyang, ia akan memalingkan wajah dari botol atau menolak menghisap.


    Bayi kadang minum lebih sedikit. Dengan menghargai sikapnya, Anda bisa menghindari kelebihan memberikan susu formula.


  5. Buka kancing baju

    Setidaknya buka beberapa kancing baju ketika bayi menyusu menggunakan botol. Kontak kulit akan meningkatkan oksitosin atau hormon cinta yang berperan penting dalam jalinan kedekatan antara orangtua dan bayi. Penelitian yang dilakukan di NICU menunjukkan bayi yang digendong dan terjadi kontak kulit lebih sedikit menangis dibanding bayi yang dibungkus selimut. Selain itu, merasakan perut bayi yang lembut di tubuh Anda juga membuat Anda rileks.


  6. Tatap matanya

    Tatap mata bayi ketika Anda memberikan susu botolnya. Saling menatap jadi cara yang terbukti dapat meningkatkan oksitosin pada Anda berdua. Tapi pastikan bayi benar-benar menatap Anda, jaga jarak wajah antara 8 sampai 10 inci ketika mendekapnya, ini jarak yang membuatnya bisa fokus melihat Anda untuk saat ini.


  7. Perhatikan kecepatan aliran susu

    Bayi membutuhkan bantuan Anda untuk mengontrol aliran susu dari botol jadi ia harus punya jeda saat menyusu. Bila aliran susu ke mulut konstan, ia akan terus menelan.


    Kelihatannya bayi antusias menelan, padahal sebenarnya ia berusaha mengatasi aliran susu. Salah satu cara menjaga kecepatan aliran susu, posisikan kepala bayi lebih tinggi dari perut.


    Hindari kepala bayi miring ke belakang atau dagunya turun. Pegang botol di posisi horizontal, bukan miring. Hanya miringkan botol seperlunya untuk menjaga susu tetap mengalir.


    Gunakan dot dengan aliran paling lambat yang bisa diterima bayi. Ketika menawarkan susu, posisikan bagian dot di bibir bayi, bukan mendorong ke mulutnya.


    Setelah beberapa kali bayi menghisap, perlahan tarik dot ke bibirnya, agar ia bisa istirahat menghisap. Bayi akan memberi petunjuk bila ia siap menghisap kembali. Terus lakukan ini hingga ia menunjukkan tanda perlu disendawakan atau butuh jeda lebih lama.


    Satu kali menyusu bisa butuh 15 sampai 20 menit, kadang lebih, kadang kurang, tapi ini bisa jadi panduan tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan. Perhatikan tanda bayi sudah selesai. Hindari memaksanya menghabiskan susu, biarkan selera alami yang mengontrolnya.


  8. Ajak bicara

    Kadang Anda merasa lelah dan hanya ingin menawarkan botol susu ke bayi, tak ada yang salah dengan ini. Tapi ketika memungkinkan, ajak si kecil bicara, bernyanyi, atau bersenandung saat ia minum susu botolnya. Suara Anda seperti musik baginya dan membuat sesi menyusu jadi lebih spesial. Anda juga jadi tersenyum ketika bicara padanya. Saling membalas senyuman jadi cara orangtua menjalin kedekatan dengan bayi.


  9. Merespon cepat kebutuhan bayi

    Bayi jadi lebih dekat dengan orangtua yang merespon cepat kebutuhannya. Kebutuhan bayi cukup sederhana, yaitu disusui, diganti popoknya, dan ditidurkan. Ketika Anda muncul dengan botol susu setelah si kecil menangis lapar, ia akan menjadi lebih mudah percaya pada Anda dibanding bila Anda mengandalkan jadwal menyusu dan membuatnya menunggu.


    Tentu Anda tidak selamanya memberi susu formula berdasarkan permintaan bayi. Tapi selama minggu-minggu awal ketika Anda dan bayi baru saling mengenal, bersikap responsif dengan kebutuhannya adalah bagian penting untuk menjalin kedekatan dengannya.


  10. Berganti posisi

    Menyusu membuat bayi secara otomatis mendapat sudut pandang baru ketika ia berpindah dari satu payudara ke payudara lain. Tak ada salahnya bila bayi yang minum dari botol mendapat kesempatan yang sama. Jadi ganti posisi bayi ketika Anda memberinya susu botol. Ini tidak hanya membuat bahu dan lengan Anda bisa beristirahat dari posisi yang sama terlalu lama, tapi si kecil juga akan menikmati pemandangan barunya.


  11. Matikan televisi

    Sulit untuk tidak terpancing dengan acara televisi tapi bila Anda terlalu fokus pada TV saat bayi menyusu, Anda akan kehilangan kesempatan untuk menjalin kedekatan dengannya. Tentu Anda layak mendapat hiburan, tapi coba untuk tidak mengalihkan perhatian pada tiap sesi pemberian susu.


Yang Mungkin Tidak Anda Tahu Tentang Susu Formula

Karena Anda menggunakan susu formula, kita perlu sedikit membahas hal yang mungkin tidak Anda ketahui tentang pemberian susu formula yang lebih mudah dan lebih aman.


  1. Bicara pada dokter tentang susu formula terbaik untuk si kecil

    Kebanyakan bayi tidak bermasalah dengan susu formula standar. Bila bayi Anda menunjukkan tanda sensitif terhadap susu formula, dokter bisa menyarankan versi yang berbahan dasar kedelai atau protein hydrosolate.


    Kebanyakan bayi juga tidak bermasalah dengan susu formula bubuk, yang juga harganya lebih terjangkau. Tapi penting untuk diketahui kalau susu formula bubuk tidak steril. Ini berarti bayi dengan masalah sistem kekebalan, prematur, atau memiliki masalah kesehatan lain bisa lebih baik menggunakan susu formula siap pakai, yang steril tapi juga lebih mahal harganya.


  2. Ketahui cara menyimpan susu formula

    WHO menyatakan akan lebih aman bila susu formula segera digunakan setelah disiapkan untuk menurunkan kemungkinan pertumbuhan bakteri. Tapi ini akan terasa sulit bila bayi sudah merasa lapar dan Anda baru membuat susunya. Setelah disiapkan, susu formula tidak boleh berada di suhu ruang selama lebih dari 1 jam. Dan jangan simpan susu formula di lemari pendingin selama lebih dari 24 jam.


  3. Selalu jaga kebersihan

    Secara menyeluruh bersihkan permukaan tempat Anda akan menyiapkan susu, wadah susu formula yang akan dibuka, botol dan dot yang akan dipasang, dan tangan Anda.

    Perhatikan perlengkapan yang kontak dengan Anda ketika menyiapkan susu formula. Bila menggunakan susu bubuk, Anda tahu sendok yang tersimpan di dalam kemasan? Jangan biarkan sendok ini di sembarang tempat karena bisa membawa kotoran atau bakteri yang akan mencemari bubuk susu formula.


    Para ahli menganjurkan Anda mensterilkan semua bagian botol dan dot setidaknya sekali sebelum pertama kali digunakan. Setelah itu, pastikan Anda mencuci semua bagian dengan air panas dan sabun, lepas semua bagian botol tiap kali mencuci. Simpan botol setelah terpasang untuk menghindari kotoran dan partikel masuk ke bagian dalam botol.


Kadang tiap orang, mulai dari anggota keluarga hingga orang yang tidak dikenal, punya pendapat berbeda tentang pemberian susu formula ke bayi. Ini tak jadi masalah, yang penting adalah Anda memenuhi satu hal yang paling utama, yaitu memberi makan bayi.

Untuk kebanyakan ibu, susu formula tidak menjadi pilihan pertama. Memang baik bila ada banyak wanita yang menyadari manfaat menyusui dan melakukan yang terbaik, tapi bila ini tidak berhasil karena alasan apapun, bayi tetap perlu makan ’kan? Jadi tetap ingat, Anda memenuhi kebutuhan bayi dan menunjukkan cinta tiap kali menyusuinya, baik dengan ASI atau susu formula, dari botol atau dari payudara.

(Ismawati)