Kelahiran

Ke Mana Saja Ibu Boleh Pergi Sama Bayi Baru Lahir?

Terakhir diperbaharui

Ke Mana Saja Ibu Boleh Pergi Sama Bayi Baru Lahir?

Bayi sepertinya mudah dibawa-bawa ya Bun? Cukup dudukkan ia di car seat atau bawa di gendongan dan Anda siap untuk bepergian, bukan? Tidak semudah itu ternyata. Bernegosiasi bahkan untuk hal paling simple bersama bayi yang rewel saat digendong bisa meningkatkan stres ibu. Tapi Anda kadang harus pergi sama bayi, misalnya ketika Anda harus mengantar kakak ke sekolah, berbelanja bahan makanan, atau saat si kecil perlu dibawa ke dokter anak.

 

Kapan boleh mengajak bayi keluar rumah?

Banyak orangtua merasa cemas ketika harus membawa bayi keluar rumah. Bahkan pada beberapa budaya, ibu dan bayi baru lahir harus tetap berada di rumah selama satu bulan atau lebih. Tapi Bun, tidak ada alasan medis yang melarang membawa bayi yang sehat keluar rumah.

 

Udara segar dan perubahan suasana bagus untuk orang segala usia, termasuk bayi. Paparan ke orang lain yang bisa menyebabkan bayi sakit.

 

Untuk menghindari bayi terpapar bakteri, batasi waktu yang Anda habiskan di keramaian. Pastikan siapa saja yang ingin menyentuh atau menggendong bayi lebih dulu mencuci tangan. Dan hindari siapapun yang sedang sakit.

 

Ketika bayi bertambah besar, ia akan tertarik dengan apa saja di luar sana, termasuk pemandangan, suara, dan bau. Coba ajak bayi bepergian ketika ia tenang. Setelah menyusu dan mengganti popok jadi waktu yang tepat. Ia akan berada di mood yang baik dan cukup rileks bahkan tertidur ketika Anda mengajaknya keluar rumah.

 

Bila mengajak bayi keluar rumah lebih dari satu jam, pastikan Anda siap. Sediakan tas bayi atau diaper bag beserta keperluannya, termasuk pakaian ganti dan perlengkapan menyusui bila dibutuhkan.

 

Pakaikan bayi pakaian yang tepat bila Anda akan berada di luar ruangan. Bila cuaca dingin, pastikan menutup kepala, kaki, dan tangannya. Pakaikan lapisan pakaian di jumlah yang sama seperti yang dikenakan orang dewasa, meski Anda akan menambahkan selimut atau jaket. Dan lindungi bayi dari sinar matahari dengan baju tidak tebal serta pelindung sinar matahari.

 

Waspadai suhu yang ekstrim. Bergantung usia bayi dan suhu di area Anda, 20 derajat F (-6 derajat C) bisa terlalu dingin dan 90 derajat F (32 derajat C) bisa terlalu panas untuk bayi berada di luar ruangan.

 

Apakah harus menunggu hingga 40 hari sebelum mengajak bayi keluar rumah?

Pendapat tentang bayi tetap berada di rumah selama beberapa minggu setelah lahir tidak benar. Selama bayi di kondisi sehat, mendapat udara segar baik untuk ibu dan bayi bila Anda berhati-hati.

 

Selain memastikan bayi memakai pakaian yang tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis, pastikan juga Anda menghindari paparan sinar matahari secara langsung. Kulit newborn bisa mudah terbakar dan kerusakan kulit bayi bisa meningkatkan risiko kanker kulit. Anda bisa gunakan payung untuk melindunginya dari paparan sinar matahari. Dan meski tidak ada yang bisa mencegah bayi sakit, coba hindari tempat dengan banyak orang yang menderita sakit.

 

Tempat yang aman dikunjungi bayi

Bersama bayi baru lahir, dunia Anda terasa jauh lebih kecil, terbatas pada jalan-jalan dengan stroller dan mengunjungi dokter anak. Mungkinkah pergi sama bayi ke toko buku atau mengajaknya ke tempat ibadah? Bagaimana bila ia berisik? Bagaimana bila Anda harus menyusuinya atau mengganti popoknya?

 

Mungkin sebelumnya Anda hanya bepergian seorang diri dan si bayi bersama ayah di rumah, tapi sebagai permulaan, Anda bisa pergi sama bayi ke tempat-tempat berikut ini:

 

  1. Supermarket

    Mulailah dengan berbelanja dalam jumlah sedikit bersama bayi. Daripada berada di supermarket selama 1 jam lamanya, cukup beli susu, telur, dan jus. Perlahan rasa percaya diri Anda akan meningkat dan bayi terbiasa dengan rutinitas ini. Nantinya, Anda bisa berbelanja di waktu yang lebih lama, prioritaskan barang yang penting lebih dulu untuk berjaga jika bayi mulai rewel dan Anda harus segera pulang.

     

    Pagi hari di hari kerja jadi waktu terbaik untuk pergi sama bayi ke supermarket karena kemungkinan bayi tenang dan supermarket juga tidak ramai oleh pengunjung seperti saat jam pulang kantor atau akhir pekan. Susui bayi sebelum masuk ke supermarket, idealnya saat Anda berada di area parkir.

     

  2. Restoran

    Makan di restoran bersama teman lama bukan jadi halangan bagi ibu dan bayi kecilnya. Anda bisa beritahukan sebelumnya kalau Anda akan membawa si bayi. Beritahukan juga kalau Anda mungkin perlu menyusuinya sebelum Anda makan atau pulang lebih dulu bila bayi rewel.

     

    Tidak semua restoran dan kafe ramah bagi bayi. Anda perlu cari tempat makan yang lapang. Anda bisa dudukkan bayi di meja atau di sebelah Anda ketika Anda makan.

     

    Jangan tunggu hingga jam 1 siang untuk makan siang bersama di restoran, karena tempat makan pasti ramai. Anda bisa janjian bertemu teman di jam 11.30, ini waktu yang tepat karena bayi sudah tidur siang. Atau Anda bisa ke restoran untuk sarapan bersama.

     

  3. Tempat ibadah

    Menjadi ibu dari bayi baru lahir bukan berarti melupakan kehidupan spiritual Anda. Meski di tempat ibadah tidak tersedia ruang menyusui, Anda masih bisa pergi sama bayi untuk beribadah.

     

    • Tiba sedikit terlambat. Kali ini Anda tidak perlu datang awal karena Anda bisa stres ketika berusaha membuat bayi tenang selama 15 menit. Datanglah ketika ibadah dimulai.
    •  
    • Duduk di sebelah ibu lain, setidaknya ia bisa memaklumi ketika bayi Anda rewel. Atau Anda bisa duduk di dekat keluarga dengan anak lebih besar. Bayi biasanya senang dengan anak yang lebih besar, dan anak yang lebih besar juga senang dengan bayi. Pilihan lain, duduk di dekat pintu keluar agar Anda bisa keluar dengan cepat.
    •  
    • Jangan lupa membawa tas berisi keperluan bayi seperti baju ganti dan mainan yang tidak berisik.
    •  
    • Anda juga perlu perhatikan ketenangan orang lain yang ada di tempat ibadah, tapi jangan terlalu ambil pusing bila ada orang yang menganggap bayi tidak boleh datang ke tempat ibadah.

     

  4. Ke dokter

    Jangan batalkan jadwal pemeriksaan pasca melahirkan karena tidak ada pengasuh di rumah, kebanyakan dokter tidak keberatan bila Anda datang bersama bayi. Beberapa hal yang perlu Anda ingat:

    • Tiba lebih awal. Terutama bila ini pertama kali Anda pergi sama bayi. Datanglah lebih awal untuk berjaga bila Anda harus mengganti popok atau si bayi muntah. Bila Anda tidak mengalami hal ini, setidaknya Anda bisa rileks dan duduk menunggu panggilan antrian sambil mendekap bayi yang tidur pulas.
    •  
    • Bila memungkinkan, ajak teman. Tetap siapkan tas kebutuhan bayi. Ada teman atau kerabat di ruang tunggu yang menjaga bawaan Anda akan terasa sangat membantu, terutama ketika Anda harus menimbang berat bayi sambil menggendongnya.
    •  
    • Bila bayi menyusu cukup lama, Anda bisa siapkan ASI perah di dalam botol. Bila bayi rewel saat Anda diperiksa, perawat bisa membantu memberikan ASIP botol.

 

Jangan bawa bayi ke tempat ini

Bayi baru lahir tidak hanya masih rentan terhadap cedera dan perubahan suhu, ia juga masih mengembangkan sistem kekebalan tubuh. Karenanya, ada tempat-tempat tertentu yang tidak aman untuknya. Kebanyakan dokter menyarankan membawa bayi ke tempat di mana ia bisa menikmati udara segar dan terstimulasi oleh pemandangan dan suara baru. Pergi sama bayi juga bagus untuk menjalin kedekatan dengannya.

 

Bila Anda ingin tahu tempat mana saja yang tidak tepat untuk bayi, berikut ini beberapa diantaranya:

 

  1. Rumah sakit

    Anda perlu mengunjungi kerabat yang dirawat di rumah sakit? Jangan pergi sama bayi ya, Bun. Setelah ia keluar dari rumah sakit setelah dilahirkan, tidak ada alasan untuk membawanya ke rumah sakit kecuali ia sendiri yang sakit.

     

    Anda mungkin mengira ini tidak berbahaya karena rumah sakit selalu dalam kondisi bersih. Tapi ada satu alasan utama kenapa tidak dianjurkan membawa bayi ke rumah sakit, karena rumah sakit berisi orang sakit. Anda tidak tahu penyakit apa yang diderita oleh orang yang Anda temui di lorong atau ruang tunggu rumah sakit. Orang dewasa mungkin tidak terjangkit penyakit dengan duduk di samping orang yang sakit, tapi sistem kekebalan tubuh bayi belum bisa melawannya.

     

    Sebagai aturan umum, bila Anda perlu mengunjungi rumah sakit, siapkan pengasuh untuk mengurus bayi selama Anda di sana. Ketika tiba di rumah, pastikan Anda mandi untuk membersihkan sisa kuman yang masih menempel di tubuh Anda.

     

  2. Konser musik

    Konser musik biasanya sangat berisik dan ramai. Dan keramaian berarti paparan terhadap banyak penyakit.

     

    Konser juga cenderung bising, yang tidak bagus bila Anda ingin menghindari tangisan bayi. Anda juga perlu menghormati pengunjung konser lain yang ingin menikmati musik tanpa bayi Anda yang mengalihkan perhatian mereka.

     

    Meski bila bayi suka dengan kebisingan dan tetap tenang, konser biasanya berisi orang-orang yang tidak menyadari kalau Anda menggendong newborn. Ini berpotensi bahaya bila mereka menabrak Anda dan bayi. Lagi pula, konser musik yang ramai berarti tidak ada banyak ruang untuk leluasa bergerak. Selain itu, biasanya orang-orang merokok di lokasi konser. Asap rokok jadi hal yang harus dihindari karena banyaknya risiko kesehatan.

     

  3. Salon kecantikan

    Bukan ide yang baik pergi sama bayi baru lahir ke salon. Lagi pula, di salon Anda perlu duduk tenang untuk waktu yang cukup lama, yang akan terasa tidak nyaman bila ada si kecil yang membutuhkan perhatian Anda tiap menit. Anda tentu tidak bisa menyusui bayi atau mengganti popoknya ketika kuku Anda masih basah. Bayi belum mengerti bila Anda menyusuinya berarti akan merusak kuku yang baru saja dicat.

     

    Meski bila bayi bisa tenang, salon kecantikan biasanya berisi bahan kimia berbahaya. Meski Anda tidak akan terpapar uap, Anda tidak bisa mencegah orang untuk mengeringkan rambut, misalnya. Anda tentu tidak mau bayi menghirup uap bahan kimia.

     

  4. Bioskop

    Bioskop tempat yang bising. Tempat ini tidak cocok terutama bila Anda berharap bayi akan tertidur sepanjang film diputar. Anda mungkin harus keluar ruangan beberapa kali. Jadi Anda tidak akan bisa menikmati menonton film. Belum lagi pandangan orang-orang yang tidak senang ketika Anda harus mondar-mandir. Anda perlu menghormati orang yang ingin menikmati film. Selain itu, orang yang ada di bioskop bisa saja punya penyakit menular yang membuat bayi Anda berisiko terjangkit.

     

    Untungnya, sekarang ada Netflix yang memungkinkan Anda menonton film dengan aman dan nyaman di rumah. Bila Anda perlu alasan lain untuk menonton film di rumah, coba pikirkan, bioskop tidak punya tombol “pause” yang bisa Anda gunakan ketika menonton film di rumah.

     

  5. Pernikahan

    Anak yang lebih besar sudah bisa diajak ke acara pernikahan, tapi tidak untuk newborn. Ia bisa mengganggu acara sakral dengan tangisannya. Meski teman atau kerabat tidak keberatan, bisa sulit menenangkan bayi di tengah banyak orang yang sedang khusyu mengikuti acara akad nikah.

     

    Mungkin ini tidak masalah bila acara yang Anda hadiri berskala kecil, terutama bila Anda bisa keluar ruangan membawa bayi ketika ia rewel. Tapi bila Anda menghadiri pernikahan besar, akan lebih baik meninggalkannya di rumah bersama pengasuh. Selain itu, pergi sama bayi ke acara pernikahan berarti ia akan terpapar banyak kuman. Akan ada banyak orang yang ingin menyentuh bayi Anda.

     

  6. Pemakaman

    Pemakaman jadi tempat di mana bayi bisa terpapar kuman. Yang paling baik menunggu hingga sistem kekebalan tubuh bayi berkembang sebelum membawanya ke tempat semacam ini. Yang paling baik adalah menyiapkan pengasuh atau meminta teman untuk menjaga si kecil saat Anda harus datang ke pemakaman.

     

  7. Kumpul keluarga

    Tentu, kita yakin tiap orang senang bertemu anggota keluarga baru. Tapi bila memungkinkan, tunda kumpul keluarga selama beberapa bulan, atau jangan pergi sama sekali.

     

    Meski kumpul keluarga bertujuan baik, acara ini juga jadi sumber kuman. Bila ada anggota keluarga yang tidak memvaksin anaknya, ini jadi ancaman untuk kesehatan bayi Anda. Anak ini bisa membawa penyakit yang umum pada anak kecil tapi berbahaya bagi newborn. Meski bila bayi suda diimunisasi, ia belum bisa sepenuhnya mengembangkan sistem kekebalan tubuh.

     

    Bila Anda harus pergi ke acara kumpul keluarga, minta tiap orang mencuci tangan sebelum menyentuh bayi. Jelaskan kalau sistem kekebalan tubuh si kecil masih lemah sehingga perlu berhati-hati.

     

  8. Sekolah

    Bila Anda menjemput anak yang lebih besar di sekolah, jangan masuk ke sekolah bersama bayi. Anak kecil menyukai bayi dan mereka tentu ingin menyentuhnya lalu kemungkinan menularkan kuman. Akan lebih baik Anda memanggil si kakak untuk keluar dari gedung sekolah, bukan dengan masuk bersama bayi ke dalam sekolah.

     

    Bila Anda sendiri yang melanjutkan sekolah, beritahu teman sekelas untuk tidak menyentuh bayi tanpa mencuci tangan. Tapi, bayi yang menangis selama pelajaran bisa terasa mengganggu. Bila Anda membawa pengasuh, beritahu ke pengajar lebih dulu dan pilih duduk di dekat pintu agar Anda bisa cepat keluar bila dibutuhkan.

     

  9. Perjalanan jauh

    Perjalanan jauh dengan pesawat terbang atau kereta bisa jadi tidak bagus untuk bayi baru lahir. Perjalanan jauh membuat Anda bertemu keramaian dan banyak orang tak dikenal. Akan terasa lebih sulit bila tiba-tiba bayi perlu diganti popoknya di tengah turbulensi dan Anda harus tetap duduk. Bila bepergian menggunakan pesawat terbang, Anda perlu sering menyusui bayi karena kurangnya kelembaban di kabin berarti ia bisa mudah dehidrasi.

     

    Bila bayi memang harus bepergian bersama Anda, pastikan Anda benar-benar siap. Pastikan Anda membawa semua kebutuhan bayi selama perjalanan mulai dari botol susu hingga popok. Juga pastikan Anda mendapat izin dari dokter yang menyatakan aman untuk pergi sama bayi. Jika tidak, akan lebih baik untuk menunggu beberapa bulan.

(Ismawati)