Kelahiran

Kondisi Yang Akan Bunda Hadapi Setelah Persalinan Selesai

Kondisi Yang Akan Bunda Hadapi Setelah Persalinan Selesai

Bayi baru lahir tidak memiliki kemampuan untuk mengontrol suhu tubuh dengan baik, jadi sangat penting untuk menjaganya tetap hangat dan kering. Jika Anda melahirkan normal dan bayi dalam kondisi baik, si kecil biasanya akan segera diletakkan pada perut Anda dan dikeringkan. Bayi Anda akan ditutupi handuk atau selimut hangat dan diberi penutup kepala agar kepalanya juga hangat.

Pentingnya Skin To Skin Setelah Bayi Lahir

Kontak kulit dengan kulit membantu menjaga bayi Anda tetap hangat dan Anda berdua bisa mulai menjalin ikatan batin. Jangan khawatir jika Anda tidak bisa langsung menggendong si kecil karena salah satu dari Anda memerlukan perawatan medis, akan ada banyak waktu untuk melakukannya nanti kok Bun. Selama proses kelahiran, dokter mungkin akan menghisap mulut dan hidung bayi. Jika bayi Anda masih memiliki terlalu banyak cairan di mulut atau hidung, dokter bisa melakukan penghisapan kembali.

Proses Pemotongan Tali Pusar Bayi

Dokter akan memotong tali pusar, lalu mengumpulkan satu tube darah dari tali pusar untuk memeriksa jenis darah bayi dan menggunakannya untuk tes lain.

Bicarakan pada dokter kapan waktu yang Anda inginkan untuk memotong tali pusar bayi. Banyak dokter di Amerika yang memotong tali pusar langsung setelah bayi lahir. Tapi penelitian terbaru menunjukkan jika menunggu beberapa menit sebelum memotong tali pusar, darah dapat lebih banyak mengalir dari plasenta ke bayi. Hal ini bisa mengurangi risiko bayi baru lahir terkena anemia dan kekurangan zat besi di masa kanak-kanak.

Ketika Anda berdekatan dengan bayi, dokter akan mengobservasi untuk memastikan bayi dalam kondisi baik. Pada 1 hingga 5 menit setelah lahir, penilaian Apgar akan dilakukan untuk mengevaluasi detak jantung bayi, nafas, kelenturan otot, dan respon refleks. Jika bayi Anda baik-baik saja, Anda dan bayi tidak perlu dipisahkan. Dokter bisa melakukan penilaian sederhana ini ketika bayi berada di atas perut Anda.

Menyusui Setelah Bayi Lahir

Waktu yang tepat untuk mulai menyusui adalah sesegera mungkin setelah bayi lahir. Bahkan disarankan bagi bayi yang cukup umur dan sehat untuk segera melakukan kontak kulit dengan kulit dengan ibunya setelah lahir hingga proses menyusui pertama selesai dilakukan. Tidak perlu panik jika bayi Anda terlihat mengalami kesulitan menemukan puting susu Anda. Awalnya ia mungkin hanya menjilati puting Anda. Kebanyakan bayi secara perlahan mulai menyusu dalam satu jam pertama.

Jangan malu meminta bantuan dokter atau suster ketika Anda masih berada di ruang bersalin. Nantinya, ketika Anda di bawa ke unit postpartum, akan ada konsultan laktasi untuk memberi arahan tentang menyusui.

Observasi Ekstra untuk Bayi Baru Lahir

Jika bayi Bunda mengalami masalah saat lahir yang memerlukan observasi ekstra, bayi akan segera dikeringkan dan dokter akan memotong tali pusarnya. Bayi kemudian ditempatkan di alat penghangat bayi. Bayi Anda tidak perlu mengenakan pakaian karena dalam alat tersebut, ia tidak akan merasa kedinginan. Ini dilakukan agar tim medis bisa leluasa melakukan tindakan yang diperlukan untuk membantunya bertransisi dengan kehidupan di luar rahim.

Jika bayi Anda masih memerlukan perawatan lebih lanjut setelah berada dalam kondisi stabil, ia bisa dibawa ke ruang perawatan intensif untuk bayi dan anak. Tapi jika kondisinya baik dan tidak lagi memerlukan bantuan, ia akan dibedong dengan selimut hangat dan diserahkan pada Anda agar bisa digendong dan disusui.

Situasi Setelah Operasi Caesar

Bila Bunda menjalani persalinan melalui bedah sesar, bayi akan ditangani oleh dokter atau perawat segera setelah lahir dan dibawa ke alat penghangat bayi. Ia akan dikeringkan, mulut dan hidungnya akan dihisap, dan penilaian Apgar dilakukan, serta ia akan mendapat perawatan yang dibutuhkan. Di banyak rumah sakit, jika bayi sudah dalam kondisi baik, ia akan dibedong dengan selimut hangat dan dibawa ke pasangan Anda, yang akan duduk di sisi Anda. Pasangan bisa menggendong si kecil ketika luka Anda dijahit, dan Anda bisa menciumi bayi saat masih berada di ruang operasi. Setelah itu bayi akan ikut bersama Anda ke ruang penyembuhan. Jika Bunda berencana menyusui, ini adalah waktu yang tepat untuk memulainya.

Yang Dilakukan Perawat Pada Bayi Baru Lahir

Suster akan menyematkan tanda pengenal pada Anda, bayi, dan pasangan beberapa menit setelah kelahiran dan sebelum membawa Anda dan bayi keluar dari ruangan. Ia juga akan mengambil jejak kaki bayi Anda. Kebanyakan rumah sakit secara rutin membuat dua salinan jejak kaki bayi, satu untuk arsip pihak rumah sakit dan satu lagi untuk Anda. Beritahukan suster jika rumah sakit tidak melakukan ini tapi Anda menginginkannya.

Suster akan mengoleskan salep atau obat tetes pada mata bayi segera setelah ia lahir, tapi bisa juga setelah satu jam agar Anda punya kesempatan untuk menyusui. Salep atau obat tetes diperlukan untuk mencegah infeksi mata yang bisa menyebabkan kebutaan. Infeksi ini disebabkan oleh berbagai bakteri yang terpapar ke bayi sebelum atau selama kelahiran, termasuk gonorrhea dan chlamydia. Suster akan menimbang bayi dan memberi suntikan vitamin K untuk membantu pembekuan darah bayi. Ia juga akan mengukur panjang tubuh dan lingkar kepala si kecil.

Setelah suhu tubuh bayi stabil selama beberapa jam, suster akan memandikannya dengan cara dilap serta mencuci rambutnya jika diperlukan. Anda bisa minta bayi dimandikan di dalam kamar lalu ditempatkan bersama Anda dengan tertutup selimut agar tetap hangat. Beberapa ibu memilih bayi berada di ruang khusus bayi agar mereka bisa beristirahat. Tapi ada juga ibu yang tak mau terpisah meski sebentar saja, termasuk saat pemeriksaan. Pastikan untuk memberitahu keinginan Anda pada staf rumah sakit.

Tes untuk Bayi Baru Lahir

Saat bayi sudah berumur 48 jam, beberapa tetes darah akan diambil dari bagian tumit untuk tes phenylketonuria (PKU), hypothyroidism, dan kelainan lain. Jika Anda dan bayi meninggalkan rumah sakit dalam 24 jam setelah persalinan, Bunda akan diminta datang kembali seminggu setelahnya untuk melakukan tes yang dibutuhkan. Bila Anda melahirkan di rumah, minta dokter untuk mengurus tes ini. Dokter bayi Anda bisa melakukan tes di tempat prakteknya atau Anda perlu membawa bayi ke rumah sakit atau klinik kesehatan terdekat. Prosedur tes paling baik dilakukan pada hari kedua atau ketiga, dan tidak lebih dari 7 hari.

Kebanyakan bayi menjalani tes pendengaran sebelum keluar dari rumah sakit. Jika Anda melahirkan di rumah, buatlah jadwal agar bayi Anda dites pendengarannya segera setelah lahir, dan sebelum berusia satu bulan. Jika status HIV Anda tidak diketahui, darah pusar bayi akan dites untuk mengetahui keberadaan virus tersebut.

Bayi Bunda juga akan menerima dosis pertama vaksin hepatitis B sebelum keluar dari rumah sakit. Jika Anda pembawa hepatitis B atau status Anda tidak diketahui, bayi Anda harus divaksin dalam 12 jam setelah lahir. Bayi dari ibu yang diketahui pembawa hepatitis B juga menerima suntikan hepatitis B immune globulin (HBIG), yang memberi perlindungan jangka pendek, dalam 12 jam setelah kelahiran. Jika status hepatitis B Anda tidak diketahui, darah Anda akan dites, dan jika hasilnya positif, bayi harus menerima dosis HBIG sesegera mungkin.

(Ismawati)