Last update on .

Memompa ASI Agar Bayi Tetap Menerima ASI Eksklusif

Tujuan paling umum ketika ibu memutuskan memompa ASI adalah mengumpulkan ASI agar ada persediaan untuk bayi ketika ibu tidak berada di dekat buah hati, serta menjaga persediaan ASI ketika bersama bayi. Ini penting ketika Ibu kembali bekerja tapi ingin terus memberikan ASI eksklusif.

 

Memompa juga berarti Anda tidak perlu harus ada pada tiap waktu menyusu. Pasangan atau orang lain bisa memberikan ASI eksklusif ke bayi melalui botol susu, sehingga Anda bisa tidur atau beristirahat lebih baik.

 

Anda juga bisa memompa ASI untuk tujuan berikut:

  • Untuk meredakan rasa sakit dan tekanan akibat payudara yang bengkak. Meski terlalu banyak memompa ketika payudara bengkak bisa membuat bengkak lebih parah.
  • Menstimulasi produksi ASI dan meningkatkan persediaan ASI.
  • Mengumpulkan ASI untuk menyusui bayi prematur atau ketika bayi tidak bisa melakukan pelekatan pada payudara.
  • Untuk menjaga persediaan ASI tetap ada bila dokter menyarankan ibu berhenti menyusui untuk sementara waktu karena Anda minum obat yang bisa berbahaya bagi bayi atau Anda dirawat di rumah sakit dan tidak bisa menyusui.

 

Menggunakan Pompa ASI

Ada baiknya Anda berlatih memompa selama beberapa minggu sebelum mulai mengandalkan ASI perah untuk bayi. Kebanyakan wanita memberikan ASI eksklusif dengan menggunakan pompa ASI elektrik atau manual. Beberapa wanita lebih memilih memerah ASI dengan tangan, tapi kebanyakan dari mereka merasa memompa dengan pompa lebih cepat dan lebih mudah.

 

Meski awalnya terasa aneh ketika menggunakan mesin untuk mengambil ASI dari payudara, biasanya proses ini tidak butuh waktu lama dan mudah. Untuk menggunakan pompa, posisikan flange atau flensa pada puting, nyalakan mesin, dan biarkan pompa bekerja menghisap ASI ke wadah yang tersedia. Pompa ASI manual juga menggunakan flange, tapi Anda mengambil ASI dengan mengoperasikan mekanisme memerah atau menarik dengan tangan, bukan dengan mengandalkan motor.

 

Biasanya butuh waktu 10 hingga 15 menit untuk memompa kedua payudara dengan pompa elektrik dan hingga 45 menit ketika menggunakan pompa ASI manual. Pompa yang baik mirip dengan gerakan hisapan bayi dan tidak menyebabkan rasa sakit. Pastikan Anda menggunakan flange berukuran tepat pada puting dan posisikan dengan benar agar tidak menimbulkan iritasi.

 

Mengenal Power Pumping Untuk Asi Eksklusif Bayi

Ide dibalik power pumping adalah trik agar tubuh memproduksi lebih banyak ASI dengan cepat mengosongkan payudara. Ini mirip dengan apa yang bayi lakukan saat “cluster feeding” yakni ketika bayi ada di payudara dan memberi signal ke tubuh ibu untuk meningkatkan persediaan ASI. Power pumping tidak dimaksudkan untuk menggantikan rutinitas memompa yang normal, tapi untuk meningkatkan persediaan ASI.

 

Untuk melakukan power pumping, luangkan waktu 1 jam dalam sehari dimana Anda bisa memompa tanpa diganggu. Utamakan waktu yang Anda pilih di pagi hari karena di pagi hari persediaan ASI paling banyak. Dalam waktu satu jam ini, gunakan pola memompa berikut:

  • Pompa selama 20 menit, istirahat 10 menit
  • Pompa selama 10 menit, istirahat 10 menit
  • Pompa lagi selama 10 menit.

 

Power Pumping Untuk Siapa?

Pilihan power pumping tepat untuk ibu yang khawatir akan persediaan ASInya dan ingin meningkatkannya. Penelitian menunjukkan cara terbaik meningkatkan persediaan ASI adalah dengan sering menyusui langsung pada payudara. Memang ini bukan pilihan untuk tiap ibu, tapi pilihan menyusui dengan pompa sangat memungkinkan. Sebelum mencoba power pumping ini, pastikan Anda memang memiliki masalah dengan persediaan ASI. Banyak wanita yang khawatir memiliki persediaan ASI rendah meski sebenarnya mereka memproduksi ASI yang jumlahnya normal dan sehat. Anda biasanya hanya membutuhkan power pumping selama 2 hingga 3 hari sebelum melihat hasilnya. Lalu Anda bisa kembali ke rutinitas memompa untuk memberikan ASI eksklusif ke bayi seperti yang biasa.

 

Durasi Power Pumping

Power pumping adalah strategi memompa yang bekerja dengan secara berulang mengosongkan payudara, mirip dengan cluster feeding yang bayi lakukan selama periode growth spurt.

 

Power pumping tidak menggantikan semua sesi memompa dan menyusui Anda, tapi dilakukan untuk menggantikan setidaknya satu sesi memompa atau dilakukan sebagai tambahan untuk mengarahkan pelekatan pada bayi.

 

Beberapa ibu lebih menyukai power pumping dengan durasi gabungan 20 dan 10 menit seperti yang direkomendasikan.  Beberapa memilih 10 menit untuk memompa dan istirahat, sedang lainnya memilih 15 menit sehingga sesinya menjadi 1,5 jam, seperti pola berikut ini:

  • Memompa 15 menit
  • Istirahat 15 menit
  • Memompa 15 menit
  • Istirahat 15 menit
  • Memompa 15 menit
  • Istirahat 15 menit.

 

Mungkin juga Anda hanya punya waktu 5 menit untuk memompa, ini juga tidak masalah, selama frekuensi memompa tetap terjaga.

 

Power Pumping Dengan Pompa ASI Ganda Atau Tunggal?

Banyak ibu bertanya apakah bisa menggunakan pompa elektrik tunggal untuk power pumping. Pada dasarnya, sangat dianjurkan menggunakan pompa ASI elektrik ganda agar Anda bisa memompa ASI dari kedua payudara di waktu bersamaan, sehingga mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk memompa.

 

Tapi power pumping dengan pompa ASI tunggal masih tetap memungkinkan kok Bun. Berikut ini caranya:

  • Pompa payudara kanan selama 10 menit
  • Istirahatkan payudara kanan, pompa payudara kiri selama 10 menit
  • Istirahatkan payudara kiri, pompa payudara kanan selama 10 menit
  • Istirahatkan payudara kanan, pompa payudara kiri selama 10 menit
  • Istirahatkan payudara kiri, pompa payudara kanan selama 10 menit
  • Istirahatkan payudara kanan, pompa payudara kiri selama 10 menit.

 

Total waktu yang dibutuhkan adalah 1 jam. Jadi Anda masih menghabiskan waktu 1 jam untuk memompa, daripada 10 menit istirahat di antara waktu memompa, Anda berganti sisi, terus memompa, dan ulangi hingga tiap payudara dipompa sebanyak 3 kali.

 

Waktu Tepat Melakukan Power Pumping

Banyak ibu memilih waktu ketika tidak ada gangguan untuk melakukan power pumping. Ini berarti memompa ketika:

  • Bayi tertidur (malam hari atau dini hari)
  • Bila secara teratur jauh dari bayi, Anda bisa gantikan salah satu rutinitas menyusui dengan sesi power pumping. Beberapa wanita memilih datang lebih awal ke tempat kerja dan melakukan power pumping.
  • Beberapa ibu lainnya memadukan jadwal power pumping dengan rutinitas harian. Ini terutama bila Anda memutuskan melakukan 2 jam power pumping. Bila bayi ingin menyusu pada jadwal power pumping, Anda bisa memompa dan menyusui sekaligus atau menyusui lebih dulu hingga bayi kenyang lalu lanjutkan memompa.

 

Karena prolaktin (hormon yang membantu dalam menyusui) biasanya tingkatnya paling tinggi setelah tengah malam hingga awal pagi, beberapa ibu memilih power pumping di waktu ini.

 

Bunda, ​power pumping membutuhkan komitmen waktu dan keberhasilannya sangat bergantung pada beberapa faktor:

  • Seberapa lama Anda berkomitmen melakukan power pumping

    Bila Anda melakukan power pumping hanya untuk 1 hari, lalu berhenti, Anda tidak akan berhasil. Hasil terbaik didapat dengan melakukan power pumping selama setidaknya 2 hari. Beberapa ibu biasanya melihat hasilnya setelah satu atau dua minggu. Jadi bila Anda ingin berhasil dalam power pumping, lakukan setidaknya untuk 1 minggu sebelum berganti kembali ke rutinitas memompa yang teratur.

  • Usia bayi

    Semakin besar usia bayi, semakin menetap persediaan ASI Anda, ini berarti payudara tidak lagi memproduksi sel pembuat ASI, sehingga butuh waktu lebih lama untuk melihat hasilnya. Pada waktu tertentu, ibu bisa berhenti merespon stimulasi dari pompa ASI, dan pada saat ini, power pumping tidak lagi membantu.

  • Seberapa efektif pengosongan ASI selama power pumping

    Tujuan power pumping adalah mengosongkan payudara sesering mungkin. Aturan utama produksi ASI adalah mengosongkan payudara untuk memicu produksi ASI yang lebih cepat. Payudara penuh menandakan produksi ASI yang lambat. Bila payudara tidak sepenuhnya kosong selama memompa, kecil kemungkinan power pumping berhasil.

  • ​Batasan tubuh ibu

    Beberapa ibu tidak bisa memproduksi ASI yang cukup karena memiliki sel pembuat ASI yang tidak mencukupi, yang dikenal dengan istilah insufficient glandular tissue (IGT). Bagi ibu kelompok ini, ada batasan untuk berapa banyak sel ASI yang bisa dihasilkan dan karenanya jumlah ASI jadi terbatas. Satu-satunya cara yang bisa membantu adalah meningkatkan frekuensi memompa. Tapi kembali, ini tidak menjamin mereka memiliki persedian penuh seperti ibu lain.

 

Bila Anda merasa memiliki masalah dengan persediaan ASI seperti ini, sebaiknya kunjungi konsultan laktasi, agar Anda bisa menentukan langkah selanjutnya untuk mencapai tujuan Anda. Beberapa sumber meyakini power pumping hanya efektif pada 12 minggu pertama setelah bayi lahir.

 

Tips Melakukan Power Pumping

Berikut ini beberapa tips dan trik untuk membuat power pumping lebih mudah untuk Anda dan meningkatkan kemungkinan keberhasilannya:

  • Bila Anda ingin melakukan power pumping selama 48 jam, simpan bagian pompa di lemari pendingin dan cuci di malam hari.
  • Ketahui kalau ASI bisa bertahan di suhu ruang hingga 8 jam. Anda tidak perlu mengganti botol atau mencuci bagian pompa di antara sesi memompa. Bila Anda tidak nyaman dengan rentang waktu 8 jam, mengganti botol dan mencuci bagian pompa tiap 4 hingga 6 jam biasanya cukup aman.
  • Gunakan pompa ASI ganda elektrik berkualitas bagus. Meski masih memungkinkan melakukan power pumping dengan pompa ASI tunggal, akan lebih makan waktu dan melelahkan.
  • Gunakan pelumas sebelum memompa untuk menghindari rasa sakit pada puting, kompres hangat bisa menbantu menstimulasi aliran ASI.
  • Gunakan bra hands-free untuk memompa. Anda bisa membuatnya sendiri atau menggunakan bra menyusui.
  • Pastikan payudara sepenuhnya dikosongkan dengan menggunakan teknik memompa dengan tangan.
  • Jangan khawatir dengan jumlah ASI yang Anda dapat. Anda mungkin hanya mendapat beberapa tetes ASI ketika melakukan power pumping, dan ini tidak masalah. Tujuan power pumping adalah memberi signal ke tubuh untuk menghasilkan lebih banyak ASI, bukan untuk mengumpulkan banyak ASI dalam waktu singkat.
  • Gunakan jeda di antara waktu memompa untuk melakukan rutinitas. Bila Anda melakukan ini di pagi hari, berarti Anda bisa mandi, sarapan, bersiap ke tempat kerja, dan sebagainya.
  • Bila Anda memutuskan menggunakan jadwal satu jam, pilih waktu saat bayi tidur atau ketika ada orang lain yang menjaga bayi. Dengan begitu, Anda tidak akan terganggu antara menyelesaikan memompa dan merawat bayi.
  • Ingat, esensi dari power pumping adalah meniru frekuensi menyusu bayi selama growth spurt. Bila Anda tidak bisa memompa langsung selama satu jam, bagi sesinya menjadi 2 kali 30 menit atau gabungkan memompa dan menyusui, atau memompa tepat setelah Anda menyusui meski hanya selama 5 menit. Anda tidak perlu mengikuti jadwal orang lain, cari yang ideal untuk Anda.
  • Jadikan power pumping sebagai “me time.” Daripada menganggapnya sebagai sebuah kewajiban yang harus dilakukan, gunakan kesempatan ini untuk memanjakan diri. Gabungkan power pumping dengan menonton film atau acara TV favorit atau kesempatan untuk bertemu teman di media sosial.
  • Jangan menyerah. Setidaknya alokasikan waktu satu hingga dua minggu untuk melihat hasilnya. Gabungkan usaha Anda dengan menjaga pola makan yang sehat. Dan pastikan tubuh Anda tetap terhidrasi.
  • Berpikir positif dan hindari stres. Memang saat ini Anda mudah merasa tertekan, tapi ingat, stres bisa mengganggu persediaan ASI. Anda sudah melakukan yang terbaik dan Anda patut berbangga. Anda adalah ibu yang hebat.

 

Mengenal Cluster Pumping

Cluster pumping berarti memompa ASI selama 5 hingga 15 menit, beristirahat, lalu kembali memompa, beristirahat, dan seterusnya selama beberapa jam. Misalnya, Anda memompa ASI selama 10 hingga 15 menit mulai dari jam 8 pagi, memompa selama 5 menit pada pukul 8.30, memompa selama 10 menit pada jam 9, dan terus hingga jam 11. Meski jadwal memompa seperti ini bisa memakan waktu, cara ini mirip dengan cluster feeding dan bisa meningkatkan persediaan ASI eksklusif Anda.

 

Selain cluster pumping, Anda bisa membantu meningkatkan persediaan ASI eksklusif dengan cara lain. Ada makanan tertentu yang bisa Anda makan untuk membantu meningkatkan produksi ASI, seperti gandum utuh dan oatmeal. Anda perlu pastikan mendapat cukup istirahat, makan makanan yang sehat untuk menggantikan 500 sampai 800 kalori yang terbakar tiap hari melalui menyusui, dan hindari stres. Bila Anda menggunakan kontrasepsi, konsultasikan ke dokter tentang efek sampingnya pada menyusui, karena beberapa penelitian menunjukkan alat kontrasepsi hormonal memiliki efek merugikan pada produksi ASI.

 

Yang Bisa Menyebabkan Penurunan Jumlah ASI Perah

Ketika Anda perlu memompa lebih banyak untuk menyediakan ASI eksklusif, hal pertama yang perlu diperiksa adalah pompa ASI Anda:

  • Berapa usia pompa ASI Anda? Bila Anda memiliki pompa elektrik yang sudah lama (khususnya lebih dari satu tahun), atau bila Anda memompa lebih sering dibanding rekomendasi penggunaan yang dianjurkan pada produk pompa ASI yang Anda gunakan, bagian motor pompa kemungkinan akan rusak.
  • Apakah Anda menggunakan pompa ASI yang tepat untuk sesi memompa yang Anda lakukan?
  • Apakah Anda memiliki jenis pompa yang bagiannya bisa disterilkan dengan cara dididihkan?
  • Sering kali penurunan hasil pompa adalah karena bagian pompa yang perlu diganti. Sudahkah Anda periksa pompa dan mengganti bagian yang rusak atau belum diganti selama 3 hingga 6 bulan terakhir?
  • Untuk beberapa ibu, berganti ke pompa ASI yang lebih besar memberi perbedaan dalam hal kenyamanan dan hasil ASI yang diperoleh.
(Ismawati)