Kelahiran Dibaca 157 kali

Merawat Gusi Sebelum Gigi Bayi Tumbuh

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 12 Januari, 2019 06:01

Merawat Gusi Sebelum Gigi Bayi Tumbuh
Bunda, meski gigi bayi Anda belum tumbuh, gusinya tetap perlu dibersihkan secara rutin lho. Bagus sekali bila Anda bisa membiasakan mengelap gusi si kecil dengan kain basah yang lembut saat mandi. Bayi Anda belum perlu menggunakan pasta gigi jadi cukup gunakan kain bersih untuk membalut jari telunjuk Anda lalu gosokkan secara perlahan pada gusinya.

Bakteri di dalam mulut biasanya tidak bersifat membahayakan gusi bila gigi belum tumbuh. Meski tidak bisa dipastikan kapan gigi mulai mendorong keluar, Anda tetap perlu memulai kebiasaan membersihkan bagian mulutnya sejak dini. Nantinya, si kecil akan lebih mudah melakukan transisi ke kegiatan menggosok gigi bila mulutnya terbiasa dibersihkan sebagai bagian dari rutinitas hariannya.

Saat gigi bayi mulai tumbuh, yang biasanya terjadi saat ia berusia 6 bulan, gunakan sikat gigi bayi dengan bagian kepala berukuran kecil dan pegangan yang sesuai dengan tangan Anda. Jangan khawatir jika anak Anda dalam keadaan sehat tapi belum menunjukkan adanya pertumbuhan gigi pada saat usianya mencapai satu tahun. Beberapa anak memang tidak mengalami tumbuh gigi hingga mereka berumur 15 hingga 18 bulan. Gunakan sedikit saja pasta gigi berflorida ya Bunda. Jumlah florida yang dibutuhkan bayi Anda hanyalah seukuran butir beras.

Sebanyak dua kali dalam sehari, dengan lembut gosok bagian dalam dan luar tiap gigi bayi. Bersihkan juga bagian lidahnya untuk menghilangkan bakteri yang dapat menyebabkan nafas berbau tidak sedap. Anda tak perlu membilas mulutnya dengan air karena jumlah pasta gigi yang digunakan sedikit sekali. Oh iya Bun, jangan lupa untuk mengganti sikat gigi segera setelah bulu-bulunya mulai terlihat renggang dan tidak beraturan ya.

Untuk saat ini Bunda juga belum perlu menggunakan benang gigi karena jarak antar gigi bayi masih saling berjauhan. Faktanya, memang tidak ada perbedaan antara menggunakan benang gigi atau tidak. Tapi agar aman, banyak dokter gigi merekomendasikan mulai menggunakan benang gigi saat sisi gigi bayi saling bersentuhan di mana Anda tak dapat lagi membersihkannya hanya dengan menggunakan sikat gigi.

Gigi bayi yang sedang tumbuh sudah bisa mendapatkan manfaat dari florida walaupun jumlahnya sedikit. Mineral ini membantu mencegah gigi rusak dengan memperkuat email gigi. Selain itu florida membuat gigi lebih tahan terhadap asam dan bakteri berbahaya. Bayi Anda bisa mendapatkan florida dari pasta gigi maupun air. Secara umum, bukanlah hal yang baik untuk memberi bayi Anda air putih hingga ia berusia 6 bulan. Hingga usia ini, bayi hanya perlu mendapatkan cairan yang ia butuhkan dari ASI dan susu formula sekalipun di cuaca yang panas. Jika air yang Anda gunakan untuk menyiapkan susu formula mengandung florida, berarti bayi Anda akan mendapatkannya secara otomatis saat ia minum susu dari botol minumnya.

Yang perlu diperhatikan, florida dalam jumlah yang sedikit sudah menjadi hal yang baik bagi gigi bayi Anda. Terlalu banyak florida justru dapat mengakibatkan kondisi yang dinamakan florosis. Florosis menyebabkan timbulnya noda putih di gigi permanen anak. Inilah sebabnya sangat penting untuk hanya menggunakan jumlah pasta gigi yang sangat sedikit sampai nanti anak Anda cukup besar untuk belajar membilas dan membuang air kumurnya.

Biasanya persediaan air bersih di rumah-rumah sudah mengandung florida yang cukup. Anda bisa menghubungi pihak yang berwenang untuk mencari tahu kandungan florida di air rumah Anda. Jika tidak, atau bila Anda menggunakan air dari sumur, Anda mungkin perlu membeli alat tes untuk menguji berapa jumlah kandungan florida pada air di rumah Anda. Jika hasil tes menunjukkan kandungan florida kurang dari .3 parts per million, konsultasikan ke dokter apakah Anda perlu memberi suplemen florida untuk si kecil.

Jumlah florida yang direkomendasikan untuk anak di bawah 3 tahun adalah .25 miligram per hari. Dokter dapat meresepkan florida dalam bentuk obat tetes yang bisa Anda tambahkan pada botol susu atau makanannya sekali dalam sehari. Para ahli tidak merekomendasikan pemberian suplemen florida untuk bayi di bawah 6 bulan. Air kemasan botol dan jus buah juga bisa mengandung florida, meski jumlahnya tidak selalu tercantum pada label kemasan.

Para ahli setuju bahwa bayi harus dibawa ke dokter gigi saat usianya mencapai 1 tahun. Tapi sebenarnya dokter gigi menyarankan kunjungan untuk pemeriksaan gigi yang lebih awal dari dokter anak. Jika Anda tak mampu membiayai perawatan gigi bayi Anda, coba cari informasi dari departemen kesehatan tentang program pemeriksaan gigi gratis.

Pemeriksaan gigi yang lebih awal dapat membantu Anda mencari tahu masalah yang mungkin terlewati oleh dokter anak atau kondisi yang tak bisa didiagnosa. Kunjungan ke dokter gigi sedini mungkin juga menguntungkan Anda dan keluarga karena dokter akan memberikan informasi yang penting seputar gigi serta perawatanannya yang bersifat rutin atau darurat.

Berbeda halnya dengan ikatan dokter anak yang menyarankan Anda membawa bayi ke dokter gigi sebelum usianya mencapai 1 tahun hanya jika ada masalah yang memerlukan perhatian atau jika bayi Anda beresiko mengalami kerusakan gigi. Faktor resiko tersebut meliputi riwayat keluarga tentang gigi berlubang dan kesehatan gigi yang buruk pada ibu selama kehamilan.

Dokter bayi Anda biasanya akan memutuskan kapan waktu yang tepat untuk mengunjungi dokter gigi. Pada setiap kunjungan untuk pemeriksaan rutin bayi, dokter juga memeriksa apakah gigi bayi Anda tumbuh secara normal. Ia juga akan meminta informasi Anda seputar aktifitas makan dan kesehatan organ mulut si kecil. Dokter kemungkinan akan memberikan rekomendasi penggunaan florida.

Saat memberi makan bayi, waspadai makanan manis seperti buah, jus, makanan seperti mentega kacang dan jelly, serta makanan berbahan tepung seperti roti dan biskuit. Makanan-makanan ini dapat meningkatkan resiko munculnya lubang pada gigi. Apabila Bunda ingin memberikan si kecil makanan manis dan berbahan dasar tepung, sebaiknya sajikanlah pada waktu makan besar bukan pada waktu snack time.

Jangan biarkan bayi Anda tertidur dengan botol susu berisi ASI, susu formula, jus, atau cairan manis lainnya masih tertinggal di mulutnya. Cairan yang tertinggal di mulut ini menjadi makanan bagi bakteri di rongga mulut dan menyebabkan keruskaan gigi. Hal yang sama jika menyusui bayi langsung dari payudara Anda, jangan biarkan ASI masih ada di sekitar gigi si kecil saat ia tertidur.

(Isma)