Kelahiran

Penyebab Cegukan Bayi dan Janin

Penyebab Cegukan Bayi dan Janin

Tiap orang mengalami cegukan. Cegukan kadang terasa tidak nyaman tapi jarang menimbulkan ancaman keselamatan. Berikut ini beberapa fakta tentang cegukan yang perlu Anda ketahui:

  • Cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam menandakan adanya masalah. Cegukan yang jarang terjadi dan dalam durasi pendek bukan jadi hal yang perlu dikhawatirkan. Tapi bila cegukan berlangsung selama lebih dari 2 hari, 80 persen kemungkinan ada masalah yang menyebabkan cegukan ini.

  • Tiap orang mengalami cegukan. Orang dari semua suku, gender, dan usia bisa mengalami cegukan. Cegukan terjadi pada orang tua hingga anak kecil. Termasuk janin yang masih berada di dalam rahim bisa mengalami cegukan. Cegukan juga terjadi pada binatang seperti kucing dan anjing.

  • Penyebab cegukan. Cegukan bisa disebabkan oleh banyak hal. Konsumsi alkohol, merokok, perubahan suhu yang tiba-tiba baik di dalam maupun di luar perut, perut kembung karena terlalu kenyang, dan stres, semua ini berhubungan dengan cegukan jangka pendek. Sedangkan cegukan jangka panjang bisa disebabkan oleh diabetes atau masalah pada pernafasan atau gastrointestinal.

  • Tak ada obat untuk cegukan. Cegukan hanya berlangsung beberapa menit dan tidak ada obat yang bisa membuatnya berhenti. Jadi minum air, menahan nafas, atau dibuat terkejut tidak akan menghentikan cegukan.

  • Mitos tentang cegukan. Mitos mengatakan Anda hanya mengalami cegukan ketika orang sedang membicarakan kejelekan Anda dan cara untuk menyembuhkannya adalah menebak nama orang tersebut. Di Rusia, mitos berkembang kalau cegukan terjadi ketika seseorang memikirkan Anda. Ada juga yang menyebut cegukan berarti Anda dikutuk dan ada makhluk jahat masuk ke dalam diri Anda. Tentu semua mitos ini tidak benar.

  • Istilah medis untuk cegukan adalah singultus.

  • Cegukan terjadi hampir pada semua hewan mamalia.

  • Bayi cegukan lebih sering dibanding orang dewasa.

  • Cegukan jadi cara janin bersiap bernafas ketika lahir dengan melatih ototnya.

Cegukan Pada Janin

Kehamilan adalah waktu terjadinya perubahan baik untuk Anda maupun janin yang sedang berkembang. Selain tendangan dari kaki mungilnya, Anda juga merasakan cegukan janin di dalam perut. Apakah ini normal? Berikut ini penjelasan tentang cegukan janin di rahim dan kapan Anda perlu menghubungi dokter.

Ada banyak fase tumbuh-kembang yang bayi lewati sebelum lahir. Semua tumbuh-kembang ini membuat bayi lebih bisa bertahan setelah lahir ke dunia. Anda mungkin pertama kali merasakan gerakan janin pada kehamilan usia 13 hingga 25 minggu. Ada ibu yang merasakan gerakan bayi lebih awal, ada juga yang lebih lambat karena faktor berat badan dan posisi plasenta.

Gerakan janin berawal seperti tendangan kupu-kupu atau seperti lemparan popcorn di perut. Setelah itu Anda mulai merasakan tendangan serta gerakan lainnya sepanjang hari. Anda pernah merasakan gerakan lain seperti hentakan yang ritmis? Gerakan ini lebih terasa seperti denyutan otot, tapi kemungkinan ini adalah cegukan janin.

Kapan Cegukan Janin Terjadi?

Anda menyadari cegukan janin di trimester kedua atau ketiga. Banyak wanita mulai merasakan gerakan menghentak ini di kehamilan 6 bulan. Tapi seperti gerakan janin lain, tiap ibu hamil merasakannya di waktu yang berbeda.

Beberapa janin mengalami cegukan beberapa kali dalam sehari. Yang lain tidak mengalaminya sama sekali. Penyebab cegukan pada janin belum bisa dipastikan. Satu teori menyebut cegukan janin berperan dalam pematangan paru-paru. Refleks ini normal dan hanya bagian dari kehamilan.

Perlu diingat Bunda, setelah kehamilan usia 32 minggu, Anda tidak akan merasakan cegukan janin setiap hari. Hubungi dokter bila janin terus cegukan setiap hari setelah usia kandungan ini, dengan durasi lebih dari 15 menit. Juga beritahu dokter bila janin mengalami tiga kali cegukan atau lebih dalam sehari. Meski jarang, ini bisa menandakan masalah pada tali pusar.

Membedakan Cegukan Dan Tendangan Janin

Gerakan jadi cara terbaik untuk menentukan apakah janin cegukan atau menendang. Kadang janin bergerak bila merasa tidak nyaman di posisi tertentu atau bila Anda makan sesuatu yang panas, dingin, atau manis yang menstimulasi inderanya.

Anda bisa merasakan gerakan ini di bagian perut berbeda, seperti atas dan bawah serta samping. Atau gerakan terhenti bila Anda mengubah posisi, maka ini kemungkinan tendangan janin. Bila Anda duduk tenang dan merasakan hentakan ritmis berasal dari satu area perut, kemungkinan ini adalah cegukan janin. Setelah beberapa lama Anda akan bisa mengenali cegukan janin.

Cegukan adalah refleks normal. Tapi pada kasus yang jarang, terutama di akhir kehamilan, cegukan bisa menandakan masalah pada tali pusar. Tekanan pada tali pusar, yang menyebabkan asupan darah dan oksigen melambat atau terhenti untuk sampai ke janin, biasanya terjadi di minggu akhir kehamilan atau selama melahirkan.

Komplikasi masalah tali pusar bisa mencakup:

  • Perubahan pada detak jantung janin

  • Kerusakan otak

  • Perubahan pada tekanan darah janin

  • Kumpulan CO2 pada darah janin

  • Kelahiran mati.

Pada sebuah penelitian tentang kelahiran mati, peneliti menjelaskan kalau cegukan bisa jadi tanda hiperaktif janin yang disebabkan oleh tekanan tali pusar. Peneliti menemukan peningkatan cegukan yang terjadi setiap hari setelah usia kehamilan 28 minggu  dan terjadi lebih dari 4 kali setiap hari membutuhkan evaluasi dari dokter. Tapi penelitian ini dilakukan pada hewan dan masih membutuhkan banyak penelitian tambahan lagi.

Hubungi dokter kapanpun Anda mengalami perubahan yang tiba-tiba pada cegukan janin, atau cegukan terasa lebih lama dan lebih kuat. Alat Doppler atau USG bisa membantu mendiagnosa apakah ada masalah. Pemeriksaan juga membuat Anda tidak lagi merasa cemas bila semua baik-baik saja.

Penyebab Cegukan Pada Bayi

Setelah lahir, bayi melakukan banyak hal menggemaskan mulai dari cegukan hingga menguap. Tapi kadang sulit untuk memastikan apakah yang bayi lakukan bagian normal dari perkembangannya. Ketika bayi cegukan, cegukannya terdengar lucu ya Bun, tapi Anda sekaligus ingin tahu, apakah ini normal?

Yup, ini normal. Cegukan bayi sangat tidak berbahaya, dan hanya satu tanda pertumbuhan dan perkembangan bayi. Cegukan, yang terjadi di saluran gastrointestinal, hampir tidak pernah mengindikasikan masalah pada bayi baru lahir atau anak kecil. Penasaran tentang apa yang jadi penyebab cegukan dan bagaimana mengatasinya? Teruskan membaca ya.

Seperti pada orang dewasa, cegukan disebabkan oleh kontraksi diafragma bayi yang mungil dan sedang berkembang. Meski tak ada yang tahu pasti kenapa kita mengalami cegukan, kondisi ini bisa dipicu oleh banyak hal.

Cegukan sangat umum pada bayi, bahkan  ia mungkin mengalami cegukan pertama kali ketika masih berada di dalam rahim. Janin bisa cegukan sejak trimester kedua dan seterusnya. Ia bisa cegukan ketika menelan cairan ketuban tapi setelah lahir penyebab cegukan disebabkan hal lain. Berikut ini lebih rinci tentang penyebab cegukan pada bayi:

  1. Kekenyangan

    Kelebihan makan meski berupa ASI, bisa memicu perut kembung. Pelebaran mendadak pada rongga perut membuat diafragma merenggang dan menyebabkan cegukan.

  2. Menelan udara terlalu banyak

    Bila bayi minum susu dari botol, ia bisa menelan udara berlebih karena aliran susu lebih cepat dari botol dibanding  dari payudara. Udara yang berlebih membuat perut kembung dan menyebabkan cegukan. Kebanyakan makan serta menelan udara bisa menyebabkan bayi cegukan dan rewel.

  3. Alergi

    Bayi bisa alergi terhadap protein yang ada di susu formula atau ASI, yang pada akhirnya menyebabkan peradangan pada esofagus, yang disebut Eosinophilic Esophagitis. Sebagai reaksi kondisi ini, diafragma sering bergerak menyebabkan cegukan. Pada beberapa kasus, alergi bisa dipicu oleh perubahan komposisi ASI karena makanan tertentu yang dikonsumsi ibu.

  4. Penurunan suhu

    Kadang penurunan suhu bisa menyebabkan otot bayi berkontraksi. Ini  dapat memicu kontraksi diafragma, sehingga bayi cegukan. Penyebab cegukan juga bisa karena perubahan mendadak pada suhu perut. Misalnya, Anda memberi bayi susu dingin dan beberapa menit kemudian menyuapinya bubur nasi panas. Gabungan dingin dan panas ini sebenarnya memicu cegukan pada bayi.

  5. Asma

    Bila bayi mengalami asma, saluran bronkial dari paru-parunya menjadi meradang sehingga membatasi aliran udara ke paru-paru. Ini menyebabkan bayi kurang nafas, yang memicu gerakan diafragma dan menimbulkan cegukan.

  6. Iritasi

    Bayi memiliki sistem pernafasan yang sensitif, dan penyebab iritasi berupa asap atau bau yang intens bisa memicu batuk. Batuk berulang akan memberi tekanan pada diafragma dan membuat bayi cegukan.

  7. Gastroesophageal reflux

    Selain pemicu yang berhubungan dengan makanan, cegukan bayi yang konstan bisa disebabkan oleh hal yang berbeda. Penyebabnya bisa karena Gastroesophageal Reflux atau disebut juga GER (asam lambung). Ketika bayi mengalami Gastroesophageal Reflux, sebagian makanan yang tercerna dan cairan asam dari perut mengalir ke esofagus dan menyebabkan rasa terbakar dan tidak nyaman. Karena esofagus melewati diafragma, kondisi ini dapat menyebabkan iritasi dan memicu cegukan bayi. Kondisi ini cukup umum terjadi dan tidak menimbulkan masalah untuk bayi.

    Gastroesophageal reflux adalah kondisi di mana isi perut bergerak ke esofagus. Refluks terjadi ketika bayi mengalami kondisi yang disebut underdeveloped lower esophageal sphincter. Situasi ini terjadi di antara esofagus dan perut dan menghambat gerakan makanan ke atas. Iritasi menyebabkan makanan berbalik arah dan memicu asam sel saraf serta menyebabkan gerakan diafragma yang memicu cegukan.

    Penting untuk diingat, cegukan sendiri bukan pertanda GER. Berikut petunjuk lain yang perlu diwaspadai yang bisa mengindikasikan GER:

    • Bayi menekuk punggung setelah atau selama menyusu atau makan

    • Bayi lebih sering menangis

    • Bayi gumoh lebih dari biasanya.

    Bila Anda melihat beberapa gejala ini dan mencurigai cegukan bayi karena penyakit GER, bicaralah pada dokter. Jangan khawatir berlebihan ya Bun, karena kondisi ini mudah ditangani, kok.

Penyebab cegukan pada bayi baru lahir paling sering karena bayi kekenyangan, menyusu terlalu cepat, atau menelan banyak udara. Semua ini bisa memicu gas pada perut (distensi). Ketika perut mengalami distensi, diafragma terdorong dan menyebabkan cegukan. Sangat wajar bila bayi mengalami cegukan setelah atau selama menyusu.

Bayi bisa mengalami cegukan berulang kali dalam sehari, berlangsung selama 10 menit atau lebih lama. Pada umumnya, bila bayi terlihat senang dan merasa nyaman, cegukan bayi tidak perlu dikhawatirkan. Memang cegukan membuat para orangtua baru merasa cemas, tapi cegukan akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa menit. Anda hanya perlu menunggu dan biarkan cegukan hilang. Bila cegukan terus berlanjut dan terlihat menyebabkan bayi terganggu, hubungi dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Cara Mengatasi Cegukan Pada Bayi

Meski cegukan hampir tidak berbahaya, wajar bila Anda ingin bayi bebas dari cegukan. Biasanya, penyebab cegukan pada bayi berhubungan dengan kebanyakan makan atau menyusu serta refluks. Anda bisa mengatasi cegukan dengan memberi makan / menyusui bayi di porsi lebih kecil tapi lebih sering dan selalu ingat untuk sering menyendawakan bayi. Berikut ini panduan untuk menghentikan cegukan pada bayi yang menyusu ASI atau minum susu formula:

Pada bayi yang minum ASI:

  • Sendawakan bayi ketika berganti dari satu payudara ke payudara lain.

  • Bila cegukan terjadi karena bayi menelan udara, ada baiknya perhatikan pelekatan bayi pada payudara. Pastikan bibir bayi terkunci di sekitar areola payudara, bukan hanya pada puting.

Bila bayi minum susu dari botol:

  • Hentikan setelah setengah botol habis untuk menyendawakan bayi dan lalu selesaikan minum susu setelah jeda 5 hingga 10 menit. Menyelesaikan minum susu saat bayi rileks bisa menghentikan cegukan.

  • Coba posisikan kembali botol agar udara tidak berada di dot botol, tapi di bagian bawah botol.

Untuk bayi yang menyusu ASI serta minum susu dari botol:

  • Anda bisa dudukkan bayi di posisi tegak selama 20 sampai 30 menit setelah tiap kali menyusu.

  • Bila tidak ada penyebab cegukan yang diketahui, coba gosok punggung bayi atau ayun tubuhnya untuk membantu mengatasi cegukan.

Yang tidak boleh dilakukan saat bayi cegukan:

  • Jangan letakkan lap basah di kening bayi

  • Jangan membuat bayi terkejut atau mengguncang tubuhnya untuk mengatasi cegukan.

  • Menahan nafas bayi bukan cara untuk mengatasi cegukan bayi karena bisa berbahaya.

Banyak orang menyarankan menarik lidah bayi dan menekan dahi atau ubun-ubunnya. Tapi ini bisa menyakiti bayi. Yang terbaik adalah menunggu dan yakinkan diri Anda kalau cegukan akan hilang dengan sendirinya.

Mencegah Cegukan Pada Bayi

Tentu Anda ingin mencoba beberapa trik untuk mencegah cegukan bayi terjadi. Meski tidak ada jaminan keberhasilannya, berikut beberapa tips pencegahan cegukan yang bisa dicoba:

  • Kunci mencegah cegukan bayi adalah menghindari makan terlalu banyak. Beri jeda selama menyusu untuk menyendawakan bayi agar perutnya tidak terisi terlalu penuh dengan sangat cepat.

  • Untuk bayi yang minum susu dari botol, perhatikan ujung botol ketika bayi menyusu untuk membatasi jumlah udara yang ia telan.

  • Menggendong bayi beberapa menit setelah menyusu sebelum meletakkannya bisa membantu mencegah bayi cegukan karena posisi bayi bisa berdampak pada refluks.

Cegukan bayi semakin jarang terjadi seiring pertambahan usianya. Biasanya di usia 6 bulan cegukan sedikit menurun, tapi tidak perlu khawatir bila bayi usia 9 bulan Anda mengalami cegukan.

Jangan panik bila bayi tiba-tiba mengalami cegukan. Cari tahu penyebabnya, karena ini akan membantu Anda fokus menghentikan cegukannya. Buat catatan untuk menulis waktu dan kondisi saat bayi cegukan. Juga catat reaksi bayi. Informasi ini diperlukan ketika Anda harus membawa si kecil ke dokter anak.

(Ismawati)