Kelahiran Dibaca 9,661 kali

Penyebab dan Cara Mengatasi Bayi Menangis

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya
Penyebab dan Cara Mengatasi Bayi Menangis

Tangisan merupakan cara bayi berkomunikasi untuk menyampaikan rasa lapar, sakit, takut, lelah, dan masih banyak lagi. Namun, seorang ibu baru biasanya sering salah mengenali makna tangisan bayinya.

Itu normal kok, Bu. Semua Ibu yang baru melahirkan pasti butuh waktu untuk mengenal bayinya lebih dekat.

Penyebab bayi menangis 

Nah, jika sekarang si kecil sedang menangis dan tidak bisa ditenangkan, kita simak yuk beberapa penyebab yang umumnya bisa membuat bayi menangis. Dengan mengenali penyebab bayi menangis, kita bisa lebih cepat merespon kebutuhan si kecil.

  1. Lapar

    Ini mungkin hal pertama yang Ibu pikirkan ketika bayi menangis. Tidak sedikit Ibu yang bingung mengenali bayi yang lapar. Oleh karena itu, pelajari terlebih dahulu tanda-tanda bayi yang sedang lapar karena ini akan membantu Ibu untuk gercep menyusui si kecil sebelum ia mengeluarkan tangisannya. 

    Ada beberapa hal yang menandakan kalau si kecil sedang lapar dan minta menyusu, yaitu suka memegang bibir memasukkan jari ke dalam mulut, mengecap-ngecap, dan rewel. Jika melihat tanda tersebut, Ibu bisa langsung segera menawarinya untuk menyusu. Jadi kebutuhan si kecil bisa terpenuhi sebelum ia menangis.

  2. Popoknya penuh

    Popok penuh juga sering menjadi penyebab bayi menangis. Tapi ada juga bayi yang merasa nyaman-nyaman saja saat popoknya terasa penuh.

  3. Lelah

    Logikanya, kalau anak lelah, harusnya dia akan lebih mudah tertidur, bukan? Tapi ini jarang sekali terjadi para bayi. Pada kenyataannya, bayi yang terlalu lelah tidak akan langsung terlelap tidur, seringkali mereka malah rewel dan menangis tiada henti.

  4. Minta digendong

    Semua bayi selalu ingin didekap oleh orang tuanya. Saat digendong, mereka suka melihat wajah orang tuanya, mendengar suara orang tuanya, dan mendengarkan detak jantungnya juga. Itulah kenapa salah satu penyebab bayi menangis adalah karena mereka minta digendong demi mendapatkan rasa aman dan nyaman.

  5. Bermasalah dengan perut

    Masalah perut pada bayi biasanya berhubungan dengan gas atau kolik. Kedua hal ini biasanya menjadi penyebab bayi menangis. Bahkan ketika bayi mengalami kolik, ia akan menangis terus setidaknya 3 jam sehari selama 3 hari seminggu dalam 3 minggu berturut-turut. Lam banget ya? Untungnya tidak semua bayi akan mengalami kolik.

    Sedangkan, jika si kecil sering rewel dan menangis setelah disusui, kemungkinan ia merasakan sakit perut atau ada masalah pada pencernaannya. Dalam kondisi ini, Ibu harus cepat membawanya ke dokter, ya.

  6. Ingin bersendawa

    Menyendawakan bayi memang tidak wajib dilakukan, tetapi jika si kecil sering menangis setelah menyusui, mungkin tandanya ia butuh bersendawa. Kenapa sih si kecil butuh disendawakan? Jadi, ketika bayi menyusu atau minum susu dari botol, acapkali mereka juga menelan udara. Jika udara tersebut tidak dikeluarkan dari perut si kecil, bayi akan merasa tidak nyaman. Ada bayi yang merasa terganggu jika perutnya bergas, tapi ada juga bayi yang tidak terganggu sama sekali.

  7. Kedinginan atau kepanasan

    Suhu udara yang terlalu dingin atau terlalu panas juga sering menjadi penyebab bayi menangis. Bayi yang baru lahir biasanya lebih suka dengan suhu udara yang hangat, tidak terlalu dingin atau panas.

  8. Tidak nyaman karena hal sepele

    Bayi juga gampang terganggu dengan hal-hal sepele yang sulit untuk kita pahami lho. Dan hal-hal sepele tersebut bisa menjadi penyebab bayi menangis. Misalnya, ia bisa menangis saat merasakan ada sehelai rambut menyelip di sekitar kaki atau tangannya. Ada juga bayi yang sangat sensitif dengan label pakaian atau bahan pakaian yang mereka kenakan. Bayi juga bisa rewel dan tidak suka posisi gendong tertentu. Memang menguras kesabaran untuk mencari tahu pasti penyebab bayi menangis karena hal-hal sepele ini, tapi begitu si kecil nyaman, tangisannya juga akan segera berhenti kok Bu.

  9. Gigi tumbuh

    Bayi akan sering rewel dan menangis ketika tumbuh gigi. Jadi, jika Ibu memperhatikan si kecil menangis kesakitan dan sering memegang pipi atau mulutnya, coba deh sentuh gusinya dengan jari. Jika Ibu menemukan sesuatu yang keras di gusinya, tandanya gigi si kecil sudah mulai tumbuh. Rata-rata gigi pertama bayi akan mulai tumbuh di antara bulan ke-4 dan ke-7.

  10. Terlalu banyak hal baru di sekitarnya

    Bayi belajar dari hal-hal dan orang di sekitar mereka, seperti lampu-lampu, kebisingan, digendong oleh banyak orang, tetapi kadang mereka sukar untuk menerima itu semua dalam satu waktu. Itulah kenapa overstimulated sering menjadi penyebab bayi menangis. Ketika terlalu banyak dikenalkan oleh banyak hal baru, si kecil bisa merasa overwhelmed dan menangis menjadi caranya untuk mengatakan ke Ibu kalau ia sudah cukup menerima hal-hal baru untuk dipelajari pada saat itu.

  11. Ingin lebih banyak mengeksplor hal baru

    Kebalikan dari overstimulated di atas, bayi juga bisa menangis karena ia ingin mengeksplor hal baru di sekitarnya. Si kecil mungkin akan menangis untuk meminta Ibu membawanya berjalan-jalan. Seringkali menggendong dan mengajak bayi jalan ke luar rumah bisa menenangkannya seketika. 

    Memang menggendong bayi sepanjang waktu bisa membuat Ibu lelah, untuk itu, coba gunakan gendongan ketika membawa si kecil berjalan-jalan. Ibu juga bisa menggendongnya untuk melakukan banyak kegiatan seperti bersosialisasi dengan bayi lain, pergi ke tempat-tempat umum, seperti taman bermain, museum anak-anak, atau kebun binatang.

  12. Sedang sakit

    Jika Ibu merasa sudah memenuhi kebutuhan dasar bayi, tetapi dia masih tetap menangis, Kemungkinan besar si kecil sedang merasa tidak sehat. Periksalah suhu tubuhnya dan tetap waspada terhadap tanda-tanda penyakit yang mungkin menyerang si buah hati. Tangisan bayi yang sedang tidak enak badan juga cenderung berbeda dengan tangisan ketika ia lapar atau lelah. Jika suara tangisan bayi tidak seperti biasanya, percaya pada naluri Ibu dan konsultasikanlah ke dokter kalau Ibu merasa si kecil sedang sakit.

Tips mengatasi bayi menangis

Kalau tadi kita sudah mencoba mengenali penyebab bayi menangis, kini saatnya untuk belajar mengatasi bayi menangis. Hal yang satu ini tentu membutuhkan kesabaran Ibu karena jika cara yang satu tidak berhasil, Ibu diharapkan mau mencoba cara berikutnya sampai ketemu cara yang paling cocok untuk menenangkan tangisan si kecil.
Kita simak yuk beberapa tips mengatasi bayi menangis berikut ini.

  1. Membedong bayi 

    Bayi baru lahir ingin merasa aman dan nyaman, seperti yang ia rasakan ketika berada di dalam rahim. Ibu bisa menciptakan suasana ini dengan cara membedong bayi. Saat membedongnya, Ibu bisa menempatkan kedua tangan bayi di samping tubuhnya, lalu menyelimuti bagian tubuhnya dari leher sampai kaki dengan bedong. Bedong menciptakan rasa nyaman yang ia peroleh selama 9 bulan di kandungan. Tapi ingat, saat membedong si kecil, jangan mengikatnya terlalu ketat ya, Bu. Pastikan kakinya masih bisa bergerak bebas.

  2. Berikan sesuatu untuk dihisap

    Bayi sangat suka menghisap. Menghisap merupakan refleks alami pada bayi baru lahir hingga usia 3 bulan. Bahkan, peneliti menemukan fakta kalau ada bayi yang mulai menghisap jari sejak di rahim lho. Buat bayi, menghisap sesuatu bisa menimbulkan efek yang menenangkan. 
    Nah, untuk memenuhi kebutuhannya, Ibu bisa menawarkan si kecil pacifier untuk mengatasi bayi menangis. Jika Ibu khawatir si kecil mengalami bingung puting, tawarkanlah untuk menyusu. Biasanya si kecil bisa menadaptkan rasa nyaman hanya dengan menghisap payudara Ibu.

  3. Bergerak 

    Selama 9 bulan, si kecil seakan diayun-ayun dan diajak ibu bergerak terus selama di rahim. Nah, coba deh hadirkan sensasi tersebut untuk mengatasi bayi menangis. Coba gendong si kecil lalu ayun tubuhnya ke kiri dan ke kanan untuk menenangkannya. Ibu juga bisa mendorong si kecil di stroller dan mengajaknya berjalan-jalan. Kalau mau lebih simple lagi, coba deh ajak si kecil berkendara dengan mobil atau motor mengelilingi perumahan. Sebagian besar bayi suka suasana dan gerakan ritmis yang terjadi saat diajak berkendara.

  4. Berikan white noise

    tahu nggak Bu, suasana di rahim, tempat yang menjadi rumah si kecil selama 9 bulan itu sangat rami lho. Ada bunyi degupan jantung ibu, desiran aliran darah, dan berbagai suara yang dihasilkan oleh organ-organ tubuh Ibu. Itulah kenapa white noise sering menjadi andalan untuk mengatasi bayi menangis. White noise ini merupakan suara berisik, namun ritmikal, seperti suara vacuum cleaner, suara mesin cuci, dan lain sebagainya.
    Kunci dari kerja white noise adalah suaranya harus keras, lalu setelah bayi tenang, Ibu bisa membuat volume white noise jadi lebih pelan.

  5. Ajak keluar rumah

    Perubahan suasana juga bisa menjadi cara jitu mengatasi bayi menangis. Selain bisa menenangkan bayi, ini juga bisa membuat Ibu relax. Jadi coba deh ajak bayi keluar rumah setiap ia menangis. Biarkan ia merasakan angin sepoi-sepoi dan udara segar untuk dihirup. Pada beberapa bayi, cara ini ampuh menenangkan tangisannya.

  6. Atasi alergi

    Salah satu penyebab bayi menangis yang belum kita sebabkan di atas adalah alergi. alergi pada bayi bisa disebabkan karena tidak cocok dengan susu formula yang Ibu berikan, alergi debu, tungau, dan lainnya. Nah, jika Ibu melihat tanda alergi pada si kecil, seperti kulit kemerahan dan tampak gatal atau hidung berair, cobalah untuk cari pemicu alerginya. Jangan lupa juga untuk konsultasikan ke dokter ya.

  7. Bawa ke ruangan yang gelap

    Bayi baru lahir bisa merasa terstimulasi oleh suara, orang, serta bau di sekitarnya. Bayi yang overstimulated bisa menangis tanpa henti. Nah, kalau Ibu merasa si kecil terstimulasi berlebihan, coba deh ajak ia untuk pergi ke ruangan yang gelap dan sunyi. Lalu, gendong si kecil, tapi jangan mengajaknya berbicara. Cara ini bisa mengatasi bayi menangis karena overstimulasi.

  8. Ubah pola makan Ibu

    Ibu mungkin berpikir apa hubungannya antara pola makan Ibu dan bayi menangis? Ternyata, apa yang Ibu makan bisa berpengaruh pada pencernaan si kecil lho, khususnya jika si kecil masih menerima ASI eksklusif. Beberapa makanan tertentu yang Ibu makan bisa membuat si kecil bergas, seperti brokoli, kol, dan lain sebagainya. Ada pula anak yang mengalami gejala alergi saat ibu makan ikan laut atau telur. 

    Jadi, coba deh bikin food diary dan amati reaksi si kecil saat ibu makan makanan yang Anda curigai berpengaruh pada pencernaannya. Jika si kecil menangis karena gangguan pencernaan, itu artinya ibu perlu berhenti sementara mengonsumsi makanan tersebut. 

  9. Alihkan perhatian si kecil

    Kadang hanya dengan mengalihkan perhatian si kecil, ini bisa mengatasi bayi menangis. Tapi hati-hati, karena ini juga bisa menimbulkan efek sebaliknya, yaitu membuat si kecil overstimulated.

  10. Gerakan kakinya seperti mengayuh sepeda

    Bila Ibu sudah menyendawakan si kecil setelah ia menyusu, tapi ia masih rewel, coba deh gerakkan kedua kakinya, seperti sedang mengayuh sepeda. Gerakan ini dipercaya bisa membantu meredakan gas yang menyebabkan rasa sakit pada perut si kecil.

  11. Menggendong bayi

    Sebuah penelitian menyatakan kalau menggendong bayi bisa mengatasi bayi menangis. Menggendong bisa jadi cara terbaik untuk mengurangi frekuensi tangisan bayi, sekaligus merespon kebutuhannya akan rasa aman dan nyaman, serta bisa menjadi cara agar Ibu dapat mendekap si kecil dengan erat. 

    Sayangnya, banyak orangtua baru yang percaya pada mitos kalau menggendong bayi terlalu sering bisa membuat anak jadi bau tangan. Padahal ada banyak manfaat yang bisa bayi rasakan saat ia sering digendong lho. Menggendong bayi bisa meningkatkan kedekatan antara ibu dan anak, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan rasa aman pada diri si kecil.

  12. Bersikap responsif

    Ibu yang responsif terbukti menjadi cara terjitu untuk mengatasi bayi menangis. Ada penelitian yang melibatkan 26 pasang ibu dan bayi, di penelitian tersebut ditemukan fakta bahwa konsistensi respon ibu saat bayi menangis bisa mempengaruhi frekuensi tangisan bayi.

    Peneliti menyatakan bahwa di akhir tahun pertama, perbedaan tangisan bayi merefleksikan histori respon ibu selama ini saat bayi menangis. Bila saat bayi menangis Ibu melakukan kontak fisik yang dekat, respon seperti ini ternyata efektif mengatasi bayi menangis.

    Meski penelitian ini bersifat kecil, tapi penting untuk kita memahami kalau kebutuhan bayi tetap sama, yaitu mereka butuh dekapan dan rasa aman ketika menangis. Kalai kita membiarkan bayi menangis, otak kecilnya  akan dipenuhi kortisol (hormon stres). Bahkan setelah bayi berhenti menangis, kortisol tetap ada di otak yang mengindikasikan bayi masih stres. Bayi tidak memanipulasi Ayah dan Ibu ketika menangis. Hingga usia sekitar 6 bulan, bayi bahkan tidak menyadari kalau mereka adalah individu yang terpisah dari ibunya.

    Tak ada yang bisa menyalahkan ini karena ibu dan bayi selalu bersama-sama selama 9 bulan lamanya. Terlahir ke dunia tidak membuat bayi langsung mengerti kalau ia tidak lagi terikat secara fisik dengan ibunya.
    Jadi, kita perlu responsif saat bayi menangis untuk membantu ia mengembangkan emosinya dengan lebih baik lagi.

Yang ada di pikiran bayi saat menangis

Mendengar bayi menangis bisa membuat banyak ibu gusar. Jantung kita mungkin akan berdetak lebih kencang. Mungkin juga ada di antara kita yang merasa cemas, dan langsung responsif untuk berusaha menenangkan si kecil.
Tapi, jika semua cara yang dilakukan untuk menenangkan bayi menangis tidak ada yang berhasil, ibu pasti akan merasa putus asa. Di usianya yang masih sangat kecil, bayi belum bisa menjelaskan ke ibu kenapa ia menangis, apa yang salah, dan apa yang ia butuhkan. Namun, ada beberapa hal yang mungkin ada di pikiran si kecil saat menangis.

  • “Aku menangis ada sebabnya Bu. Tangisanku bukan karena manja atau mau memanipulasi Ibu"

    Mungkin banyak orang yang bilang kalau bayi suka menangis tanpa sebab. Ada juga yang mengatakan bayi menangis karena manja. Sebelum percaya pada perkataan orang, Ibu harus ingat kalau bayi tidak bisa bicara. Jadi ketika ia menangis, bayi akan melakukan usaha untuk mengomunikasikan kebutuhannya pada Anda. Bisa jadi ia menangis karena ia lapar (meski baru saja menyusu), lelah, perutnya bergas, kepanasan, atau hanya ingin dekat dan mencium aroma tubuh Ibu.

    Si kecil baru saja mengalami transisi dari yang biasanya berada di rahim, lalu keluar dan dilahirkan ke dunia yang begitu besar ini. Jadi wajar jika bayi memerlukan waktu beradaptasi yang cukup lama. Proses adaptasi ini sering disebut dengan istilah trimester keempat. Trimester keempat sering dipenuhi dengan tangisan bayi. Jadi cobalah untuk lebih mengerti si kecil. Saat ia menangis, kenali apa kebutuhannya. Dengan begitu, Ibu bisa meresponnya dan menenangkan bayi menangis.

  • “Ibu adalah yang terbaik!”

    Sulit menganggap diri sudah melakukan yang terbaik jika kita selalu gagal mengatasi bayi menangis. Tapi percayalah, buat si kecil, ibu adalah orang yang terbaik. Jangan anggap tangisan bayi menandakan kalau ibu kurang becus menjalani peran sebagai ibu. Ibu tetaplah ibu yang hebat meski si kecil sering menangis.

    Jangan biarkan tangisan bayi menghancurkan rasa percaya diri Ibu. Dan selalu ingat kalau semua ibu juga mengalami hal yang sama seperti Anda.

  • “Aku belum bisa menenangkan diri sendiri”

    Tidak seperti orang dewasa, bayi kecil belum punya kemampuan untuk menenangkan diri sendiri. Ini bukan kemampuan yang dimiliki bayi sejak lahir. Ia harus mempelajari kemampuan ini seiring dia bertumbuh, dan untuk melakukannya, ia butuh cinta dan kesabaran ibu. 

    Beberapa teori menyatakan kalau cara terbaik untuk mengajarkan bayi menenangkan diri sendiri adalah dengan membiarkannya menangis. Sayangnya, banyak penelitian yang mematahkan anggapan ini.

    Faktanya, membiarkan bayi menangis tidak hanya membuat ia panik dan merasa cemas, tapi juga mengajarkannya untuk tidak bergantung pada orang lain. Para peneliti menunjukkan kalau tingkat adrenalin dan kortisol bisa memenuhi otak bayi saat ia dibiarkan menangis lama. Saat ia tenang setelah lama dibiarkan, bayi tidak belajar untuk menenangkan diri, tapi ia belajar untuk berhenti meminta bantuan dari orang lain.

    Cara terbaik mengajarkan bayi untuk menenangkan diri sendiri adalah dengan selalu merespon tangisannya. Saat Ibu selalu berada di sisinya dan menenangkannya ketika menangis, Anda menunjukkan kalau emosi yang membuat bayi menangis bisa diatasi, dan ia akan belajar menenangkan dirinya sendiri.

(Atalya & Ismawati)