Kelahiran

Perlengkapan ASI yang Dibutuhkan Ibu Menyusui

Terakhir diperbaharui

Perlengkapan ASI yang Dibutuhkan Ibu Menyusui

Menyusui berlangsung secara alami, tapi pada sebagian ibu tentu tidak demikian. Bayi bisa mudah melakukan pelekatan dan mulai menyusu. Tapi bila tidak, tidak berarti Anda tidak bisa terus menyusui.  Ini hanya berarti Anda butuh sedikit bantuan.

 

Bila Anda baru pertama kali menyusui, ada sejumlah cara untuk mempersiapkannya, mulai dari membeli produk yang dibutuhkan hingga mengumpulkan informasi yang tepat. Berikut ini barang yang perlu dimiliki ibu menyusui agar proses laktasi jadi lebih mudah:

 

  1. Bantal menyusui

    Bagi ibu yang baru menyusui, bantal menyusui jadi aksesoris yang penting karena membuat tangan bebas bergerak tanpa perlu menopang bayi.

     

    Bantal menyusui yang nyaman bisa mendorong pelekatan yang baik. Bantal menyusui bisa membantu menopang bayi dan mengangkat bayi ke level payudara Anda. Bantal menyusui juga bisa membantu menurunkan ketegangan pada punggung, leher, bahu dan lengan sehingga menyusui jadi lebih nyaman.

     

    Bantal menyusui bisa jadi benda yang sangat bermanfaat, terutama di sesi-sesi awal menyusui. Menempatkan bayi di tinggi yang tepat juga membantu bayi melakukan pelekatan. Pelekatan yang baik sangat penting agar bayi menerima persediaan ASI dan memastikan bayi mendapat ASI yang cukup, sekaligus mencegah masalah menyusui yang umum terjadi.

     

    Bantal menyusui bagus untuk menyusui bayi prematur dan bayi kembar, juga sangat bermanfaat untuk menyusui setelah operasi caesar karena bisa sebagai penghalang perut dan memberi perlindungan pada area luka.

     

    Bunda, Anda bisa gunakan bantal biasa asalkan cukup keras untuk menopang bayi, atau Anda bisa beli bantal menyusui yang dibuat khusus untuk menyusui. Bantal menyusui punya banyak bentuk, biasanya didesain melingkari pinggang dan tersedia dalam fitur, warna dan pola berbeda.

     

  2. Breast Pads

    Breast pad jadi aksesoris menyusui yang tak kalah penting. Letakkan benda ini di bra menyusui untuk menyerap ASI yang bocor dan melindungi pakaian dari noda.

     

    Kebocoran ASI lebih mungkin terjadi di awal menyusui, ketika persediaan ASI  masih dalam tahap menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Anda mungkin tidak mengalami kebocoran sama sekali, mengalami bocor selama beberapa minggu, atau ASI selalu bocor selama menyusui bayi.

     

    Kebocoran ASI bisa terjadi ketika Anda mendengar bayi menangis, ketika payudara sangat penuh, ketika Anda intim dengan pasangan, atau tanpa alasan sama sekali.

    Anda akan membutuhkan breast pad ketika:

    • Pergi jauh dari bayi selama beberapa jam
    • Ketika kembali bekerja
    • Bila memiliki persediaan ASI melimpah
    • Selama berhubungan seks
    • Di malam hari ketika tidur.

     

    Pilih breast pad yang lembut dan materialnya menyerap cairan. Payudara harus tetap punya sirkulasi udara yang baik jadi hindari bantalan payudara anti-air atau lapisan plastik yang bisa menjebak kelembaban di kulit.

     

    Anda juga perlu ganti breast pad ketika basah. Paparan konstan pada basah di payudara bisa memicu iritasi kulit dan nyeri puting, yang juga bisa menciptakan lingkungan yang bisa mendorong pertumbuhan jamur dan bakteri, yang dapat menyebabkan infeksi seperti thrush dan mastitis.

     

  3. Bra menyusui

    Bra menyusui atau bra apapun, bukan sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh ibu menyusui, tapi jadi aksesoris menyusui yang membuat Anda lebih nyaman. Bila Anda memiliki payudara berukuran kecil, Anda mungkin merasa nyaman tanpa mengenakan bra. Bra biasa atau bra olahraga juga bisa digunakan. Tapi bila Anda memiliki payudara besar atau sangat berat dan penuh, bra menyusui jadi pilihan tepat untuk membantu Anda merasa lebih nyaman.

    • Bila Anda memutuskan untuk menggunakan bra menyusui, pastikan memilih yang cocok. Bra yang Anda gunakan tidak boleh terlalu kencang, tidak menekan atau meninggalkan jejak pada kulit. Bila bra terlalu kencang, bisa menyebabkan saluran ASI tersumbat, mastitis, atau penurunan persediaan ASI.
    •  
    • Bra dengan cup lembut lebih baik dibanding bra dengan kawat. Kawat pada bra bisa memberi tekanan pada jaringan di dasar payudara yang memicu masalah seperti pada bra yang terlalu kencang.
    •  
    • Pilih bra yang terbuat dari katun atau material alami lainnya. Material alami memungkinkan udara mengalir ke payudara. Material sintetis bisa mengiritasi payudara dan menjebak kelembaban.
    •  
    • Karena payudara Anda kemungkinan berubah ukuran di akhir kehamilan dan berubah lagi selama minggu pertama setelah melahirkan, Anda tidak perlu membeli lebih dari satu atau dua bra hingga setelah bayi lahir.
    •  
    • Sebaiknya Anda punya setidaknya dua bra menyusui agar tetap bisa digunakan ketika salah satunya dicuci. Bra menyusui bisa mudah kotor akibat ASI yang bocor, keringat, atau liur dan gumoh Ganti bra ketika kotor atau basah karena kelembaban di payudara yang berlangsung lama akan menciptakan lingkungan optimal untuk pertumbuhan bakteri dan jamur. Untuk menghindari iritasi kulit, nyeri puting, mastitis atau thrush, kenakan bra yang bersih dan kering. Bantalan menyusui yang dikenakan di dalam bra bisa membantu menjaga bra kering dan bersih.

     

  4. Foot Stool atau kursi kecil untuk menyusui

    Foot stool bisa digunakan untuk menaikkan posisi pangkuan dan membuat bayi lebih dekat ke payudara. Kursi menyusui menurunkan ketegangan pada kaki, punggung, leher, serta lengan. Bila Anda membeli pijakan kaki, ada yang didesain untuk menyusui, kadang bisa disesuaikan, dan punya beragam warna yang bisa Anda sesuaikan dengan dekorasi rumah.

     

    Bunda, ketika menyusui di posisi duduk, foot stool bisa membantu Anda menempatkan bayi di posisi yang lebih baik untuk menyusu, juga membuat Anda merasa lebih nyaman. Foot stool bermanfaat untuk ibu yang pertama kali menyusui, ibu dengan kaki pendek, menyusui setelah caesar, menyusui newborn, atau menyusui bayi prematur.

     

    Anda bisa tempatkan kedua kaki di atas foot stool atau salah satu kaki untuk mengangkat sisi di mana posisi kepala bayi berada. Sebaiknya posisikan kepala bayi lebih tinggi dibanding bagian tubuh lainnya selama menyusui terutama bila bayi lahir prematur atau mengalami refluks.

     

  5. Baju menyusui

    Anda tidak perlu membeli baju khusus menyusui untuk bisa menyusui dengan nyaman. Blus dengan kancing yang bisa dengan cepat dibuka atau kaos yang memudahkan bayi mengakses payudara jadi pilihan tepat. Bila ingin membeli baju untuk ibu menyusui, ada banyak pilihan desain yang bisa Anda pilih. Dengan resleting atau kancing di bagian depan, pakaian menyusui bisa membuat laktasi lebih mudah.

     

    Beberapa tips berikut bisa Anda ikuti ketika memilih baju menyusui:

    • Ketika memilih pakaian, pertimbangkan warna gelap untuk membantu menyembunyikan kebocoran ASI.
    •  
    • Anda bisa juga kenakan bantalan payudara di dalam bra untuk membantu menyerap ASI saat payudara bocor dan mencegah noda di baju.
    •  
    • Jaket, rompi, atau sweater baiknya Anda siapkan untuk dengan cepat menutupi noda yang memalukan. Juga berfungsi sebagai penutup ketika Anda menyusui di sekitar banyak orang. Scarf jadi pilihan aksesoris lainnya untuk menutupi kebocoran ASI dan memberi privasi bila Anda menyusui di tempat umum.
    •  
    • Selalu hindari bra, atasan, dan blus ketat. Tekanan dari pakaian ketat pada payudara bisa terasa tidak nyaman dan menyebabkan nyeri puting, saluran ASI tersumbat, atau mastitis.

     

  6. Nursing Cover

    Baik ketika Anda menyusui di tempat umum atau ketika mengunjungi teman atau kerabat, bila Anda merasa tidak nyaman menyusui di sekitar banyak orang, nursing cover bisa memberi privasi ketika Anda menyusui bayi. Anda bisa juga gunakan selimut simpel, atau pilih tampilan yang lebih menarik seperti scarf. Ada banyak pilihan nursing cover yang sesuai dengan gaya dan kebutuhan Anda.

     

  7. Pompa ASI

    Pompa ASI mengeluarkan ASI dari payudara. Pompa ASI bisa digunakan untuk mengumpulkan dan menyimpan ASIP, meredakan bengkak pada payudara, mengatasi ASI melimpah, atau untuk menstimulasi peningkatan jumlah ASI yang Anda produksi. Memompa ASI juga membuat Anda bisa memberi ASI ke bayi bila ia dirawat di rumah sakit, atau saat Ibu kembali bekerja. Ada banyak jenis pompa ASI yang tersedia bergantung pada seberapa sering Anda membutuhkan atau ingin memompa.

     

    Anda kemungkinan membutuhkan pompa ASI bila:

    • Anda membutuhkan bantuan untuk menarik puting yang datar atau puting masuk ke dalam
    •  
    • Anda ingin memberi ASI ke bayi ketika Anda meninggalkannya untuk waktu singkat
    •  
    • Bayi prematur atau dirawat di rumah sakit dan tidak bisa disusui
    •  
    • Anda kembali bekerja atau sekolah
    •  
    • Anda perlu meredakan rasa sakit dan tekanan karena bengkak
    •  
    • Anda berhenti menyusui dan ingin mulai relaktasi
    •  
    • Anda ingin memberikan ASI untuk bayi adopsi
    •  
    • Anda ingin meningkatkan persediaan ASI.

     

    Apapun alasannya, kebanyakan ibu menyusui merasakan manfaat dari pompa ASI. Tapi, yang mana yang harus dipilih? Ada banyak jenis dan merek pompa ASI yang tersedia sehingga sulit memilihnya. Untuk menemukan pompa ASI yang tepat, Anda perlu pertimbangkan anggaran dan seberapa banyak waktu yang Anda butuhkan.

     

    Pompa ASI tertentu bisa digunakan untuk lebih dari satu orang. Pompa ASI jenis ini didesain untuk bisa disterilkan dan bagiannya yang kontak dengan ASI bisa diganti. Pompa macam ini adalah pompa yang bisa Anda sewa atau gunakan di rumah sakit. Kebanyakan pompa personal hanya digunakan untuk satu orang dan tidak bisa sepenuhnya disterilkan, karena meski  dengan breast shield baru, tetap ada kemungkinan penularan penyakit infeksi. Sebelum menggunakan pompa yang telah digunakan orang lain, pastikan keamanan penggunaannya oleh lebih dari satu orang dan telah disterilkan dengan baik.

     

    Coba konsultasikan ke dokter atau konsultan laktasi yang bisa membantu menentukan apakah lebih baik menyewa atau membeli pompa ASI dan jenis pompa mana yang paling baik untuk Anda.

     

  8. Aksesoris pompa ASI

    Anda mungkin tidak perlu menggunakan pompa ASI di awal menyusui, tapi akan ada beberapa waktu di mana Anda ingin memerah ASI. Setelah memiliki pompa ASI, sediakan juga aksesorisnya seperti katup dan botol susu.

     

  9. Wadah dan kantong penyimpan ASI

    Wadah dan kantong penyimpan ASI dibuat khusus untuk mengumpulkan dan menyimpan ASI. Kedua benda ini aman digunakan ketika ASI dibekukan dan dicairkan. Bergantung kebutuhan penyimpanan Anda, Anda bisa pilih antara kantong penyimpan ASI, botol ASI plastik, atau wadah kaca.

     

    Ketika memompa ASI untuk bayi yang sakit di rumah sakit atau bayi prematur di NICU, Anda bisa gunakan wadah ASI yang disediakan rumah sakit. Pastikan mengikuti prosedur rumah sakit untuk mengumpulkan dan menyimpan ASI. Bila untuk digunakan sendiri di rumah, ASI bisa disimpan di kantong ASI, wadah plastik, wadah kaca, atau cetakan penyimpan ASI yang aman di freezer.

     

  10. Krim, salep, dan lotion untuk puting

    Krim dan salep puting serta produk herbal alami lainnya aman untuk ibu menyusui, serta bermanfaat untuk melembabkan dan mengatasi puting kering, pecah, atau sakit.

     

    Nyeri puting menjadi masalah yang umum dalam menyusui. Sering kali akibat pelekatan yang buruk. Tapi bisa juga berkembang karena alasan lain seperti thrush, mastitis, dermatitis, kehamilan baru, atau bahkan penggunaan pompa ASI yang tidak tepat. Bergantung pada penyebab sakit, krim puting atau pelembab bisa membantu mengatasinya. Beberapa produk tanpa resep dokter aman digunakan, tapi sebagian produk bisa menyebabkan masalah lebih parah.

     

    Dan untuk beberapa kondisi, resep dokter dibutuhkan. Jadi bila puting mengalami nyeri, pertama periksa dan perbaiki pelekatan bayi. Lalu bicara ke dokter untuk mengetahui apa yang menyebabkan rasa sakit dan apa yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya.

    Bila nyeri puting karena masalah medis, Anda akan menerima resep obat. Thrush menjadi infeksi jamur yang muncul di puting dan di mulut bayi. Dokter mengatasi thrush dengan obat anti jamur. Bila Anda mengalami jenis infeksi payudara yang disebut mastitis, Anda mungkin akan membutuhkan antibiotik. Dermatitis atau kondisi kulit payudara lainnya ditangani dengan krim atau salep steroid.

     

  11. Nipple Shields

    Di bawah supervisi dokter atau spesialis laktasi, nipple shield bisa membantu Anda menyusui bayi prematur, menyusui dengan puting besar, atau menyusui bayi yang sulit melakukan pelekatan di payudara. Nipple shield juga bisa digunakan bila puting terasa sangat sakit.

     

    Nipple shield bisa jadi alat yang sangat membantu ibu menyusui tapi di kondisi tertentu. Bila Anda menggunakan pelindung puting ketika tidak membutuhkannya, bisa memicu masalah menyusui. Berikut ini beberapa kondisi di mana menyusui dengan nipple shield bisa membantu:

    • Kesulitan melakukan pelekatan. Nipple shield kadang digunakan untuk membantu newborn yang kesulitan melakukan pelekatan. Bayi bisa lebih mudah melakukan pelekatan ke nipple shield dibanding payudara.
    •  
    • Bayi prematur. Beberapa bayi prematur lebih baik menyusu di payudara dengan puting berukuran kecil, terutama ketika belajar melakukan pelekatan. Nipple shield bisa membantu mulut yang kecil menempel ke puting, juga mengurangi energi untuk menjaga puting tetap berada di mulut. Setelah bayi bertambah besar, ia bisa beralih dari nipple shield dan mulai menyusu langsung di payudara.
    •  
    • Bayi dengan tongue-tie. Bayi yang lahir dengan tongue-tie bisa kesulitan melakukan pelekatan pada payudara. Bila bayi tidak bisa melakukan pelekatan dengan baik, ia tidak bisa mendapat ASI yang cukup dan menambah berat badan yang seharusnya. Pelekatan yang buruk akibat tongue-tie juga bisa menyebabkan puting sakit dan nyeri. Nipple shield bisa membantu di situasi ini.
    •  
    • Puting datar atau tertarik ke dalam. Nipple shield bisa membantu menarik puting yang datar atau tertarik ke dalam sehingga bayi bisa lebih mudah melakukan pelekatan pada payudara.

     

Bunda, beberapa bayi bisa dengan mudah menyusu, tapi yang lainnya tidak demikian. Kehadiran dukungan juga jadi hal yang Anda butuhkan bila Anda ingin berhasil menyusui. Dokter atau bidan bisa memberi panduan untuk membantu Anda setelah pulang ke rumah.

(Ismawati)