Balita

Susu Formula Untuk Bayi, Pilih Yang Mana?

Terakhir diperbaharui

Susu Formula Untuk Bayi, Pilih Yang Mana?
Apakah merek susu formula tertentu lebih baik dibanding yang lain? Sebenarnya tidak ada perbedaan antara brand susu formula yang beredar di pasaran. Komposisi semua susu formula untuk bayi dan susu formula lanjutan memiliki bahan utama yang identik.
Klaim produsen susu yang mengatakan produknya paling mendekati ASI biasanya tidak benar karena bahan utama ASI tidak diketahui dan berubah berdasarkan usia dan pola makan bayi. Tapi diperkirakan ASI mengandung sekitar 100 bahan dibanding susu formula bayi yang hanya mengandung 75 bahan.
Selain bahan utama, semua susu formula mengandung bahan tambahan, yang hampir sama pada semua merek. Pada umumnya ada tambahan prebiotik dan DHA, yang dianggap bisa meningkatkan penglihatan bayi hingga usia12 bulan. Sedangkan bahan-bahan lainnya belum terbukti memberi manfaat yang signifikan.
Banyak orang tua merasa bingung ketika memilih susu formula. Memilih nutrisi yang tepat untuk bayi menjadi keputusan yang berat, apalagi ada banyak pilihannya. Ketika membeli, Bunda bisa mempertimbangkan bentuknya, jenis protein dan karbohidrat yang digunakan, juga bahan lain yang disertakan. Dengan begitu, Anda akan memilih susu formula yang paling baik untuk si kecil.
Susu formula terdiri dari tiga bentuk dasar, susu yang siap digunakan, susu cair konsentrat, dan susu bubuk. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Susu Formula Siap Pakai

Susu formula yang siap digunakan dianggap yang paling nyaman. Anda tidak perlu mencampur atau menakarnya, cukup dibuka dan disajikan. Susu formula siap pakai sering digunakan rumah sakit untuk diberikan pada bayi baru lahir. Kemasannya higienis dan sangat membantu ketika Anda tidak bisa mendapatkan air bersih.
Susu formula siap pakai dijual dengan harga 20 persen per ounce lebih mahal dibanding susu formula bubuk dan bentuk kemasannya membutuhkan ruang lebih banyak di tempat penyimpanan. Setelah dibuka, susu formula siap pakai harus digunakan dalam 48 jam. Produk susu formula ini memiliki warna lebih gelap dibanding susu formula bubuk dan meninggalkan noda di pakaian.

2. Susu Formula Cair Konsentrat

Susu formula cair konsentrat membutuhkan pencampuran yang sama antara air dan susu formula. Dibanding susu formula siap pakai, susu formula cair konsentrat lebih murah dan tidak memakan banyak tempat ketika disimpan. Dibanding susu formula bubuk, susu konsentrat lebih mudah disajikan tapi harganya lebih mahal.

3. Susu Formula Bubuk

Susu formula bubuk lebih hemat dan jadi pilihan yang ramah lingkungan. Jenis ini yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Harganya paling murah dibanding jenis yang lain. Susu formula bubuk memakan waktu lebih banyak untuk disiapkan dan Anda harus mengikuti petunjuknya dengan tepat. Batas penggunaan susu formula bubuk biasanya satu bulan setelah kemasan dibuka.

Amankah Kandungan Kimia Pada Pembungkus Susu Formula

Anda mungkin cemas dengan kandungan bahan kimia BPA yang ada pada lapisan kaleng kemasan susu formula. Susu formula cair kalengan mengandung BPA dalam jumlah kecil. Susu formula bubuk kalengan dianggap menjadi pilihan aman karena memiliki kandungan BPA yang sangat sedikit.
Ada susu formula yang cocok untuk tiap kebutuhan bayi. Tapi akan lebih baik menggunakan satu jenis saja dan tidak berganti-ganti, meski jika bayi kelihatannya tidak mencerna susu formula dengan baik pada awalnya. Permasalahan umum seperti gumoh, gas, dan kolik biasanya tidak berhubungan dengan makanan bayi. Sering kali masalah ini berhubungan dengan sistem pencernaan, bukan karena apa yang bayi makan. Jadi cobalah produk susu formula selama setidaknya beberapa minggu. Setelah itu, jika bayi masih bermasalah, bicarakan ke dokter tentang mengganti produk susu.
Jenis susu formula bisa dibedakan menjadi:

1. Susu Formula Bebas Laktosa

Masalah intoleransi laktosa atau ketidakmampuan untuk mencerna laktosa (gula alami yang ditemukan pada susu), jarang terjadi. Jika bayi mengalami intoleransi laktosa, dokter akan merekomendasikan susu formula yang laktosanya diganti dengan jenis gula berbeda, seperti sirup jagung.

2. Susu Formula Berbahan Dasar Susu Sapi

Kebanyakan susu formula yang ada saat ini memiliki kandungan susu sapi sebagai bahan utama. Protein susu ini diubah agar mudah dicerna. Bayi tidak akan bisa mencerna susu sapi biasa hingga usia 1 tahun. Kebanyakan bayi cocok dengan susu ini karena memiliki protein, karbohidrat, dan lemak yang seimbang yang dibutuhkan.

3. Susu Formula Untuk Bayi Prematur dan Berat Badan Rendah

Susu formula jenis ini seringkali mengandung lebih banyak kalori dan protein, juga lemak yang lebih mudah diserap yang disebut medium-chain triglycerides (MCT). Seberapa banyak jumlah MCT pada susu formula ini bervariasi. Dokter bayi Anda akan membantu memilih susu yang bisa membantu bayi menambah berat badannya.

4. Susu Formula Dengan Bahan Dasar Kedelai

Susu formula ini dibuat dari protein nabati yang mirip protein susu sapi, dimodifikasi agar mudah dicerna bayi. Jika Anda vegetarian, atau bayi kesulitan mencerna protein susu sapi yang ada pada susu formula berbahan dasar susu sapi, dokter bisa menyarankan susu formula berbahan dasar kedelai. Dokter biasanya menganjurkan susu formula ini untuk bayi dengan pendarahan rektal ringan, yang menandakan reaksi alergi pada protein susu sapi.
Bila bayi Anda mengalami intoleransi laktosa, susu formula berbahan dasar kedelai menjadi alternatif yang baik karena karbohidrat di susu kedelai adalah sukrosa atau glukosa, bukan laktosa. Anda bisa berkonsultasi pada dokter tentang memberi susu formula berbahan kedelai jika bayi mengalami kolik. Kebanyakan anak dengan kolik akan membaik tanpa mengganti makanannya, tapi ada baiknya dicoba. Sekitar setengah dari jumlah bayi dengan alergi susu juga alergi pada kedelai, jika itu alasan kenapa Anda beralih ke susu formula kedelai, ada kecenderungan kondisi bayi tidak akan membaik.

Bahan Yang Terkandung Dalam Susu Formula

Ada 6 bahan utama dalam susu formula yakni karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan nutrisi lain. Yang membedakan adalah karbohidrat dan protein yang digunakan serta bahan tambahannya. ASI mengandung lebih dari 100 bahan yang industri susu formula tidak bisa menduplikasinya. Misalnya, ASI mengandung antibodi yang melindungi bayi dari penyakit dan membantu mereka mengembangkan sistem kekebalan tubuh.
Beberapa perbedaan penting antara bahan di ASI dan susu formula antara lain:
  • Susu formula memiliki protein lebih tinggi dibanding ASI. Tapi protein di ASI lebih mudah dicerna sempurna oleh bayi.
  • Mineral seperti zat besi jumlahnya pada ASI lebih sedikit dibanding di susu formula. Tetapi mineral di ASI lebih diserap sempurna oleh bayi. Pada bayi yang minum susu formula, mineral yang tidak terserap bisa mengubah keseimbangan bakteri di usus, sehingga memberi kesempatan bakteri berbahaya untuk tumbuh. Ini salah satu alasan kenapa bayi yang minum susu formula umumnya memiliki feses lebih keras dan lebih berbau dibanding bayi yang minum ASI.
  • ASI memiliki karbohidrat lebih tinggi dibanding susu formula dan memiliki banyak laktosa (gula yang ditemukan pada susu sapi). Penelitian menunjukkan hewan yang susunya mengandung laktosa tinggi mengalami perkembangan otak lebih besar.
(Ismawati)