Kelahiran Dibaca 16,179 kali

Tips Agar Tidur Bayi Lelap dan Bunda Bisa Istirahat

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 13 Oktober, 2017 12:10

Tips Agar Tidur Bayi Lelap dan Bunda Bisa Istirahat

Susah-senangnya merawat bayi baru lahir juga disertai kurang tidur. Bayi baru lahir, tidak bisa tidur lelap sepanjang malam, begitu juga dengan Anda.

 

Untungnya bayi usia 3 sampai 6 bulan biasanya sudah memiliki pola tidur yang teratur dan bisa tidur lelap hingga pagi hari. Ketika otak bayi menjadi matang pada beberapa bulan pertama ini, Anda akan melihat pola tidurnya mulai terbentuk.

 

Seperti Apa Pola Tidur Bayi Baru Lahir?

Bayi baru lahir tidur hingga 18 jam tiap 24 jam pada beberapa minggu pertama. Tapi ia tidak akan tidur lebih dari 1 sampai 3 jam dalam satu waktu, baik di malam maupun siang hari karena ia perlu sering menyusu. Ini berarti Anda akan kurang tidur di malam hari.

 

Ini adalah fase yang dibutuhkan bayi dan tidak berlangsung lama, kok Bun. Siklus tidur bayi jauh lebih pendek dari Anda. Bayi akan lebih banyak tidur di tahap REM (rapid eye movement) yang ringan dan mudah terjaga. Ini dibutuhkan untuk perkembangan otaknya.

 

Ketika usianya antara 6 sampai 8 minggu, bayi akan tidur dengan durasi lebih pendek di siang hari dan lebih lama di malam hari. Tapi ia akan terbangun untuk menyusu selama malam hari. “Tidur dalam” bayi akan lebih banyak.

 

Mungkin bayi Anda akan tidur sepanjang malam di usia paling awal 8 minggu. Tapi tiap bayi berbeda dan kemungkinan malam hari Anda akan terganggu selama setidaknya pada beberapa bulan pertama.

 

Setelah usia bayi sekitar 2 minggu, Anda bisa mulai menunjukkan perbedaan antara malam dan siang hari. Di siang hari ketika ia terjaga:

  • Ganti pakaian ketika ia terjaga untuk membantunya memahami kalau waktunya untuk memulai hari
  • Bermain, bicara, dan berinteraksi dengannya sebanyak mungkin
  • Ajak ngobrol dan bernyanyi ketika Anda menyusui bayi
  • Rumah dan kamar dalam kondisi terang
  • Biarkan ia mendengar banyak suara, seperti suara radio atau mesin cuci
  • Bangunkan ia perlahan bila ia mengantuk selama menyusu.

 

Di malam hari:

  • Pakaikan baju tidur untuk menandakan awal rutinitas malam hari dan tunjukkan ini adalah waktunya untuk istirahat
  • Coba untuk tidak mengajaknya bicara ketika Anda menyusuinya
  • Hindari cahaya dan suara bising.

 

Semua ini akan membantunya mulai memahami kalau malam hari adalah waktu untuk tidur.

 

Agar Bayi Memiliki Pola Tidur Yang Baik

Bantu bayi memiliki pola tidur yang tepat dengan mengikuti langkah sederhana berikut:

 

  1. Pisahkan menyusu dengan tidur

    Setelah usia bayi satu bulan, usahakan ia tidak tidur ketika Anda menyusuinya. Bayi Anda akan menyusu, tidur, dan menyusu lagi, hingga beberapa kali. Bila ia tertidur ketika Anda menyusuinya, berhenti menyusui dan letakkan bayi.

     

    Beberapa orangtua memberikan lebih banyak susu formula, ASI, atau makanan bayi untuk membuat bayi tidur lebih lama. Ini tidak baik untuk bayi. Sama seperti ketika Anda makan terlalu banyak, si kecil tidak akan nyaman untuk tidur.

     

  2. Kenali tanda bayi merasa lelah

    Si kecil akan memberi tahu kalau ia ingin tidur. Perhatikan tanda utama kelelahannya seperti menggosok mata, menguap, serta rewel. Jangan tunggu sampai bayi terlalu lelah. Bayi yang sangat kelelahan lebih sulit tidur. Perhatikan tandanya agar ia bisa tidur sebelum rewel.

     

  3. Buat siklus tidur siang dan malam hari

    Sejak awal, ajarkan bayi kalau malam hari adalah waktu untuk tidur, dan siang hari adalah waktu bermain.

     

    Di siang hari, stimulasi bayi untuk tetap aktif. Perbanyak bermain dengannya. Coba jaga ia tetap terjaga setelah menyusu, meski tak apa bila ia tertidur.

     

    Ketika hari mulai gelap, susui bayi di ruang yang sedikit gelap. Kurangi stimulasi dengan pencahayaan redup dan suara hening. Perlahan, ia akan belajar kalau siang hari waktunya bermain dan malam untuk istirahat, jadi ia akan tidur nyenyak di malam hari.

     

  4. Jangan bangunkan bayi untuk menyusu setelah usianya 2 bulan

    Jika berat badan bayi bertambah seperti yang seharusnya, Anda tidak perlu membangunkannya di malam hari untuk menyusu setelah usianya 2 bulan. Bayi perlu menemukan jadwal tidurnya sendiri. Ketika ia menyusu lebih banyak di siang hari, ia tidak perlu bangun untuk menyusu di malam hari.

     

    Berikut ini beberapa contoh di mana Anda perlu membangunkan bayi untuk menyusu:

    • Usianya 0 sampai 2 bulan
    • Ia tidur lebih banyak di siang hari dibanding malam hari dan melewatkan sesi menyusu di siang hari. Jangan biarkan bayi tidur lebih dari 4 jam tanpa menyusu. Anda perlu membangunkannya untuk menyusu di malam hari. Tapi akan lebih baik mengubah kebiasaan tidur bayi daripada terus membangunkannya tiap 4 jam di malam hari untuk menyusu.

     

    Dokter akan memberi saran untuk Anda. Anda perlu melakukan penyesuaian ketika menyusui bayi prematur atau berkebutuhan khusus.

     

  5. Jadi orangtua yang sabar

    Ingat Bunda, buat ekspektasi yang realistis. Untuk beberapa bulan pertama usianya, tidur bayi tidak bisa diprediksi. Tidurlah ketika bayi tidur, karena itu jadi satu-satunya cara agar Anda bisa beristirahat.

     

    Bila pola tidur bayi tiba-tiba berubah, periksakan ke dokter. Bisa jadi ini tanda peringatan untuk infeksi telinga atau perubahan pada perkembangannya.

     

  6. Ajarkan Bayi Tidur Tanpa Bantuan

    Ketika bayi berusia sekitar 3 bulan, ia sudah bisa tidur tanpa bantuan. Tentu ini tidak berarti ia akan tidur dengan sendirinya. Untuk mendorong bayi tenang dan tertidur, letakkan tubuhnya ketika ia mengantuk, tapi masih terjaga. Tetap bersamanya hingga ia terlelap, tapi bersiaplah untuk melakukan hal yang sama tiap kali ia terbangun di malam hari.

     

    Cara menenangkan bayi jadi hal penting. Bila Anda menyusui atau menggendong bayi agar bisa tidur setiap malam selama 8 minggu pertama, ia akan berharap Anda melakukannya terus-menerus.

     

    Beberapa ahli tidak menganjurkan menggendong atau menyusui bayi agar tertidur, tapi terserah Anda mau memutuskan rutinitas tidur terbaik apa yang sesuai untuk Anda dan bayi. Bila Anda ingin rutinitas tidur yang konsisten, ada baiknya menggunakan strategi yang sama setiap malam.

     

Ketika Bayi Memilih Tidur Tengkurap

Coba biasakan bayi tidur di posisi telentang. Meski banyak bayi lebih suka tidur tengkurap, ia bisa terbiasa berbaring telentang dan perlahan menjadi lebih nyaman dengan posisi ini. Jadi coba tips ini sebagai langkah awal; bermainlah dengan bayi di posisi telentang ketika ia terjaga, dan usahakan ia tidur dengan posisi telentang.

 

Bila bayi masih rewel, maka Anda bisa membedong bayi agar ia bisa tidur. Dengan membedong, Anda bisa menciptakan rasa nyaman seperti saat bayi berada di rahim ketika menempatkannya di posisi telentang.

 

Bila bayi tidak tenang ketika tidur telentang meski telah dibedong, maka Anda perlu bicara pada dokter tentang keamanan bila bayi tidur tengkurap. Bila dokter membolehkan, maka Anda bisa menempatkan bayi tengkurap saat tidur. Banyak yang mengatakan, kebanyakan bayi akan memilih posisi tidur yang memudahkan mereka bernafas dengan aman. Jadi bila bayi sehat dan cukup umur, dan dokter mengizinkan, tak ada salahnya bayi tidur tengkurap, bila ia tidak mau tidur telentang.

 

Bayi Berguling Dari Posisi Telentang Ke Tengkurap Saat Tidur

Meski orangtua menempatkan bayi di posisi telentang, bayi usia 3 sampai 4 bulan sudah mulai banyak bergerak. Banyak bayi belajar berguling di usia ini. Meski berguling jadi tahapan tumbuh kembang yang penting baginya, orangtua kadang cemas ketika mendapati bayi tidur tengkurap.

 

Jadi apa yang harus dilakukan orangtua? Apakah membiarkan bayi tidur tengkurap, atau menggulingkannya kembali ke posisi telentang dan berisiko membangunkannya?

 

Perlu diingat Bunda, penting untuk berbicara pada dokter tentang posisi tidur bayi, khususnya bila bayi prematur atau mengalami masalah kesehatan tertentu. Meski begitu, tak masalah bila bayi punya kemampuan untuk berguling dari telentang ke tengkurap. Ia kemungkinan memiliki kontrol otot untuk mengatur nafasnya dan berganti posisi bila ia tidak mendapat oksigen yang cukup.

 

Dengan kata lain, bayi yang bisa berguling ke posisi tengkurap bisa tidur dengan aman. Orangtua direkomendasikan memulai tiap waktu tidur dengan meletakkan bayi di posisi telentang, tapi kemudian bila bayi berguling ke posisi tengkurap, tak apa membiarkannya tidur di posisi itu.

 

Panduan Aman Tidur Bayi Di Posisi Tengkurap

Selalu penting untuk mengikuti panduan tidur yang aman untuk bayi, dan bila bayi lebih suka tidur tengkurap, maka faktor keamanan menjadi jauh lebih penting.

 

Berikut rekomendasi keamanan yang bisa Anda ikuti di rumah:

  • Bayi harus tidur di permukaan keras yang ditutupi oleh seprei yang terpasang pas.
  • Tidak boleh ada bagian seprei yang longgar, bantal yang empuk, atau boneka di area tidur bayi.
  • Paling aman bila bayi tidur di dekat tempat tidur Anda agar Anda bisa selalu mengawasinya. Tapi bayi tidak tidur di tempat tidur Anda, karena ini bisa menimbulkan risiko bayi tidak bisa bernafas.
  • Nyalakan kipas angin di kamar bayi, ada bukti ini bisa menurunkan risiko SIDS hingga 72 persen. Kepanasan terkait dengan SIDS, jadi jaga suhu kamar di kondisi sejuk.

 

Kapan Tidur Bayi Aman Di Posisi Tengkurap?

Untuk menurunkan risiko sindrom kematian mendadak pada bayi (sudden infant death syndrome /SIDS), para ahli merekomendasikan menempatkan bayi di posisi telentang ketika menidurkannya selama tahun pertama. Risiko SIDS memuncak di usia bayi 1 sampai 4 bulan tapi tetap jadi ancaman hingga bayi berusia 12 bulan.

 

Setelah bayi cukup kuat untuk berguling dari telentang ke tengkurap dan kembali telentang, Anda tidak perlu cemas bila ia berguling ke posisi tengkurap selama tidur. Tapi Anda perlu tetap meletakkannya di posisi telentang  hingga usianya 1 tahun.

 

Tentu Anda perlu lakukan pencegahan untuk menurunkan risiko SIDS selama tahun pertamanya. Pastikan kasur bayi dipasangi seprei yang pas dan tidak ada bantal, selimut, atau boneka di tempat tidurnya. Jangan pakaikan baju yang terlalu tebal dan suhu ruangan tidak panas. Jangan biarkan perokok berada di dekat bayi.

 

Mencegah SIDS jadi alasan paling penting  ketika meletakkan bayi di posisi telentang, tapi penelitian di tahun 2003 menemukan manfaat lain juga; bayi yang tidur telentang mengalami lebih sedikit infeksi telinga, demam, dan hidung mampet dibanding bayi yang tidur di posisi lain.

 

Jangan cemas bila bayi lebih sering gumoh ketika ia di posisi telentang. Penelitian menunjukkan tidak ada peningkatan kemungkinan ini terjadi pada bayi yang tidur telentang.

 

Mitos Tentang Tidur Bayi

Meski perjalanan menjadi orangtua penuh dengan kejutan, satu hal yang pasti akan Anda hadapi, yaitu kurang tidur. Tapi banyak kepercayaan umum tentang kebiasaan tidur bayi yang sebenarnya keliru. Untuk meluruskannya, berikut beberapa mitos tentang tidur bayi:

 

Mitos #1: Bayi yang tidur larut malam akan membuatnya terbangun lebih siang keesokan harinya

Bayi terjaga hingga larut malam membuatnya terlalu lelah, dan ketika ia kelelahan, akan semakin sulit baginya untuk tidur serta kembali tidur ketika terbangun. Agar bayi tidur lebih lama di pagi hari, Anda lebih baik mengubah waktu tidurnya jadi lebih awal. Tidurkan bayi 30 menit lebih awal dibanding biasanya. Ia akan mulai bangun lebih lambat di pagi harinya.

 

Mitos #2: Menambahkan sereal ke botol susu bayi akan membantunya tidur sepanjang malam.

Tidak ada bukti yang menyatakan menambahkan sereal ke botol susu bayi akan membantunya tidur lebih lama, jadi tak ada untungnya melakukan ini. Faktanya, sereal di botol susu meningkatkan jumlah kalori yang bayi konsumsi dan beberapa penelitian menunjukkan kalau pemberian MPASI dini sebelum usia 4 bulan bisa menyebabkan obesitas. Para ahli merekomendasikan orangtua untuk menunggu memperkenalkan makanan padat hingga bayi berusia 4 sampai 6 bulan, dan selalu menggunakan sendok karena bayi bisa tersedak bila makanan diberikan melalui botol susu. Ada dokter yang merekomendasikan sereal untuk mengatasi refluks, pada kasus ini, ikuti petunjuk dokter dengan seksama.

 

Mitos #3: Kamar bayi harus benar-benar hening

Memang Anda membutuhkan suasana hening untuk terlelap. Tapi kebanyakan bayi baru lahir sebenarnya menyukai suara background seperti suara kipas angin. Suara ini bisa menenangkan dan familiar bagi bayi karena terdengar konstan dan mirip dengan suara yang ia dengar ketika berada di dalam rahim. Selain itu white noise ini bisa menyamarkan suara lain di dalam rumah, yang bisa mengganggu tidur bayi.

 

Jadi bila Anda kesulitan untuk menidurkan atau menenangkan bayi, coba white noise seperti suara mesin cuci atau kipas angin untuk membantunya tertidur.

 

Mitos #4: Tak ada yang perlu dikahwatirkan bila tidur bayi mendengkur

Terlihat lucu memang ketika bayi kecil mendengkur saat tidur. Penelitian menunjukkan sekitar 15 sampai 25 persen bayi mendengkur. Tapi nafas yang berisik bisa jadi tanda kondisi medis yang serius. Kemungkinan bayi mengalami gangguan tidur seperti sleep apnea, dimana bayi berhenti bernafas dan menyebabkan mendengkur atau suara yang tidak wajar.

 

Nafas yang terganggu ini bisa memicu masalah perkembangan nantinya. Penelitian menyatakan bayi yang mengalami gangguan tidur dan tidak diatasi seperti mendengkur dan sleep apnea di usia 6 bulan lebih berisiko mengalami perilaku seperti hiperaktif, depresi, agresi, dan ADHD di usia 7 tahun.

 

Meski beberapa suara nafas selama tidur dianggap normal, bila selalu terjadi atau terdengar keras, rekam bayi ketika ia tidur dan beritahukan ke dokter.

(Ismawati)