Bingung Pilih Pompa ASI? Ini Tips Bidan Mila agar Pumping Nyaman
Sudah meluangkan waktu untuk pumping, ternyata corong pompa ASI malah bikin nyeri. Belum lagi setelah selesai, ibu masih harus memindahkan ASI ke wadah penyimpanan, membongkar pompa, dan membersihkan seluruh perlengkapannya sebelum digunakan kembali.
Bagi ibu yang harus membagi waktu antara mengurus anak, bekerja, dan berbagai aktivitas lainnya, rutinitas pumping memang bisa menjadi tantangan tersendiri. Apalagi jika pompa ASI yang digunakan kurang nyaman atau membutuhkan banyak persiapan.
Padahal, kenyamanan ibu juga punya peran penting dalam membantu proses pengeluaran ASI, lho! Karena itu, memilih pompa ASI sebaiknya nggak hanya mempertimbangkan daya hisapnya, tetapi juga kenyamanan dan kemudahan penggunaannya.
Hal ini turut dijelaskan oleh Jamilatus Sadiyah atau akrab disapa Mbak Mila, bidan, konselor menyusui, sekaligus Founder Bumil Pamil Community, dalam talkshow "Pumping & Me Time: Mama Tak Harus Memilih" yang diselenggarakan Anker eufy di Mall Kelapa Gading, Jakarta, pada 30 Oktober 2026.
Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan saat memilih pompa ASI agar rutinitas pumping terasa lebih nyaman?
Tips Memilih Pompa ASI yang Nyaman Menurut Bidan Mila

Menurut Mbak Mila, memilih pompa ASI yang tepat perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing ibu. Sebab, ada beberapa hal yang bisa memengaruhi kenyamanan selama pumping, mulai dari ukuran corong hingga kemudahan penggunaan alat.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli pompa ASI.
1. Pastikan ukuran corong pompa ASI sesuai
Salah satu hal yang penting diperhatikan adalah ukuran corong atau flange pompa ASI. Pasalnya, ukuran corong yang kurang tepat dapat menimbulkan rasa sakit dan membuat proses pumping menjadi kurang optimal.
Menurut Mbak Mila, ukuran dan bentuk puting pada payudara kanan dan kiri bisa berbeda. Karena itu, ibu mungkin membutuhkan dua ukuran corong yang berbeda pula. "Memang ukuran payudara kita kiri kanan tuh berbeda bentuknya, putingnya berbeda," jelas Mbak Mila.
Untuk menentukan ukuran yang tepat, Mbak Mila menyarankan ibu menggunakan alat pengukur puting terlebih dahulu. Dengan begitu, ibu dapat memilih corong yang sesuai untuk masing-masing payudara, sehingga proses pumping terasa lebih nyaman.
2. Pilih pompa ASI yang nyaman dan tidak menimbulkan rasa sakit
Selain ukuran corong, kenyamanan selama pumping juga perlu menjadi pertimbangan. Mbak Mila mengingatkan bahwa rasa sakit saat menyusui maupun memerah ASI tidak seharusnya dianggap sebagai kondisi yang harus terus ditahan.
Jika ibu merasa nyeri, penting untuk mencari tahu penyebabnya, termasuk kemungkinan ukuran corong yang kurang sesuai.
Pompa ASI dengan fitur tambahan seperti kehangatan dan pijatan lembut juga bisa menjadi pilihan. Menurut Mbak Mila, kompres hangat dan pijatan merupakan beberapa cara yang dapat membantu ibu merasa lebih nyaman sekaligus mendukung proses pengeluaran ASI.
Namun, tingkat kehangatan yang dirasa nyaman tentu bisa berbeda pada setiap ibu. "Sesuai dengan kenyamanan ibu. Jadi, memang beda-beda ya persepsi kita tentang hangat rileks itu," terangnya.
3. Pertimbangkan pompa ASI yang praktis digunakan dan dibersihkan
Bagi ibu bekerja, kepraktisan pompa ASI juga menjadi hal yang nggak kalah penting. Terutama karena ibu perlu menjaga rutinitas pumping meskipun sedang berada di luar rumah.
Mbak Mila yang pernah kembali bekerja ketika anaknya berusia sekitar tiga bulan memahami betul tantangan tersebut. Menurutnya, pompa ASI yang ringkas dan mudah dibawa dapat membantu ibu tetap menjalani rutinitas pumping di tengah kesibukan.
Selain itu, ibu sebaiknya memperhatikan kemudahan memasang, membongkar, dan membersihkan pompa. Sebab, seluruh proses tersebut harus dilakukan berulang kali selama ibu masih rutin memerah ASI.
4. Perhatikan kenyamanan selama satu sesi pumping
Durasi pumping juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Mbak Mila menjelaskan bahwa proses memerah ASI perlu menyesuaikan ritme hisapan bayi, dengan durasi yang ia anjurkan sekitar 30–45 menit.
Karena itu, ibu tidak perlu memaksakan diri melakukan pumping terlalu lama hingga berjam-jam. Pilihlah pompa yang nyaman digunakan agar ibu bisa menjalani sesi pumping tanpa merasa terbebani.
Meski begitu, memiliki pompa ASI yang praktis saja belum tentu cukup. Ada satu faktor lain yang juga berperan dalam membantu pengeluaran ASI, yaitu kondisi ibu ketika sedang pumping.
Kenapa Ibu Perlu Merasa Rileks saat Pumping?

Pumping ternyata juga berkaitan dengan kondisi emosional ibu. Menurut Mbak Mila, rasa nyaman, tenang, dan dukungan dari orang sekitar turut membantu proses pengeluaran ASI melalui hormon oksitosin.
Hormon oksitosin berperan dalam let-down reflex, yaitu refleks yang membantu ASI mengalir keluar dari payudara. "Rasa nyaman, rasa tenang, rasa didukung, rasa percaya diri itu yang bikin oksitosin keluar," ungkap Mbak Mila.
Ia bahkan pernah menangani seorang ibu bekerja yang hasil pumping-nya berkurang dari sekitar 100 ml menjadi 50 ml. Setelah ditelusuri, ternyata ibu tersebut sedang merasa kesal karena suaminya lebih sering bermain game pada malam hari dan jarang membantu mengurus pekerjaan rumah.
Pengalaman lainnya datang dari seorang ibu yang baru melahirkan. Ibu tersebut merasa kelelahan karena menerima terlalu banyak tamu, padahal sebelumnya sudah menyampaikan kepada suaminya bahwa ia tidak ingin dijenguk banyak orang. Dari pengalaman tersebut, Mbak Mila menjelaskan bahwa kondisi emosional dan dukungan lingkungan perlu diperhatikan selama masa menyusui.
Untuk membantu ibu lebih rileks, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan. Misalnya, melatih pernapasan perut ketika mulai merasa cemas, mencari posisi duduk yang nyaman, atau melakukan aktivitas yang disukai selama pumping.
Mbak Mila sendiri pernah membawa pakaian anaknya yang belum dicuci ketika bekerja. Aroma pakaian tersebut membuatnya teringat kepada sang anak, sehingga ia merasa lebih nyaman saat memerah ASI.
Ada pula ibu yang merasa lebih rileks ketika melihat foto bayinya atau menonton drama Korea sambil pumping. Dengan suasana yang lebih nyaman, aktivitas pumping pun bisa menjadi kesempatan bagi ibu untuk menikmati waktu sejenak bagi dirinya sendiri.
Namun, menciptakan suasana yang nyaman tentu nggak selalu mudah, terutama bagi ibu yang harus mengurus anak sambil bekerja. Di sinilah dukungan pasangan dan kemudahan menggunakan perlengkapan pumping menjadi sangat berarti.
Pengalaman Karen Kurniawan, Pumping Sambil Mengurus Anak dan Bekerja
Tantangan membagi waktu untuk pumping juga dirasakan Karen Kurniawan, Parenting & Lifestyle Influencer, yang saat acara berlangsung memiliki bayi berusia 10 bulan.

Karen bercerita bahwa dirinya terbiasa membawa anak ke berbagai aktivitas, termasuk ketika bekerja atau menghadiri acara. Ia bahkan sempat menjalani rutinitas mengurus anak tanpa bantuan pengasuh maupun asisten rumah tangga selama beberapa bulan.
Untungnya, Karen dan suami saling berbagi tanggung jawab. Ketika Karen harus bekerja, suaminya membantu menjaga anak. Sang suami juga sudah terbiasa menyiapkan perlengkapan pumping, mulai dari merakit pompa, membersihkannya, hingga menghangatkan ASI. "Suami aku itu bisa merakit semua pompa ASI aku, segala jenis dari handsfree, kabel, semua bisa," cerita Karen.
Menurut Karen, bantuan tersebut sangat berarti karena proses pumping juga melibatkan banyak pekerjaan tambahan. Apalagi, ia pernah menggunakan pompa ASI yang cukup sulit dibongkar dan dibersihkan.
Karena sudah mencoba berbagai jenis pompa ASI, Karen pun merasakan perbedaan ketika menggunakan Anker eufy Pompa ASI Handsfree S2 Pro.
Salah satu hal yang paling disukainya adalah kemudahan memasang dan melepas bagian pompa. Proses menuangkan hasil ASI juga terasa lebih praktis dibandingkan dengan pompa yang sebelumnya ia gunakan. "Segampang itu, terus anget ya. Terus tuangnya juga nggak tumpah-tumpah," ungkap Karen.
Ia juga menyukai sensasi hangat yang diberikan pompa tersebut. Karen yang terbiasa mandi dengan air hangat merasa fitur ini membuat proses pumping menjadi lebih nyaman. Selain itu, adanya charging case memudahkannya membawa pompa tanpa harus selalu menyiapkan kabel pengisi daya.
Pengalaman Karen memperlihatkan bahwa hal-hal praktis, seperti kemudahan membersihkan pompa atau tidak perlu terus-menerus mengecek hasil ASI, bisa membuat rutinitas pumping terasa lebih ringan.
Kebutuhan ibu akan kenyamanan dan kepraktisan inilah yang menjadi salah satu dasar pengembangan Anker eufy Pompa ASI Handsfree S2 Pro.
Fitur Anker eufy S2 Pro yang Bikin Pumping Lebih Nyaman
Anker eufy menghadirkan Pompa ASI Handsfree S2 Pro dengan konsep "Pumping Serasa Me Time", yang dirancang agar ibu dapat menikmati pengalaman pumping dengan lebih nyaman.

Menurut Nanda Yusnita, Brand Manager Baby & Appliances, Anker Innovations Indonesia, ide pengembangan produk ini berangkat dari pengalaman seorang product manager yang juga merupakan seorang ibu.
Dalam proses pengembangannya, Anker eufy melibatkan lebih dari 1.000 ibu dan bekerja sama dengan para ahli untuk memahami kebutuhan serta tantangan yang sering dialami selama pumping. Salah satu inovasi utamanya adalah perpaduan teknologi hangat dan pijat, yang dirancang untuk memberikan sensasi relaksasi selama memerah ASI.
Berikut beberapa fitur unggulan Anker eufy S2 Pro yang bikin momen pumping Ibu makin nyaman:
1. Teknologi Hangat 360° HeatFlow™ 2.0
Anker eufy S2 Pro dilengkapi teknologi HeatFlow™ 2.0 yang memberikan kehangatan 360° pada area payudara selama pumping. Teknologi ini memiliki tujuh pilihan pengaturan suhu, mulai dari 32°C hingga 42°C, sehingga ibu dapat menyesuaikan tingkat kehangatannya dengan kenyamanan masing-masing.
Pengaturan suhu juga bisa dilakukan melalui aplikasi eufy, termasuk ketika ibu ingin mengubah tingkat kehangatan di tengah sesi pumping. Fitur ini sejalan dengan penjelasan Mbak Mila mengenai pentingnya rasa nyaman dan sensasi hangat untuk membantu ibu lebih rileks selama memerah ASI.
2. VibraPump™ dengan Lima Mode Pijatan Lembut
Selain teknologi hangat, Anker eufy S2 Pro dilengkapi VibraPump™, teknologi pijatan lembut dengan lima pilihan mode. Pijatan ini dirancang menjangkau beberapa area payudara, sehingga memberikan sensasi relaksasi yang menyerupai pijatan saat spa.
Anker eufy juga melakukan pengujian internal terhadap 80 ibu dengan membandingkan S2 Pro dengan pompa ASI handsfree lain di pasaran. Dari pengujian tersebut, perusahaan melaporkan bahwa perpaduan teknologi hangat dan pijat pada S2 Pro membantu menghasilkan volume ASI hingga 35% lebih banyak dan menghemat waktu pumping hingga 30% dibandingkan produk pembanding yang diuji.
Meski demikian, hasil pumping tetap dapat berbeda pada setiap ibu, tergantung kondisi dan kebutuhan masing-masing. Karen sendiri mengaku merasakan proses pumping yang lebih cepat ketika menggunakan S2 Pro. Menurut pengalamannya, hasil yang biasanya membutuhkan sekitar 45 menit dapat diperoleh dalam waktu sekitar 20–25 menit.
3. Desain Handsfree yang Ringkas dan Senyap
Anker eufy S2 Pro memiliki desain handsfree yang ringkas dan dapat digunakan di dalam bra. Dengan begitu, ibu tidak perlu terus-menerus memegang pompa selama sesi pumping.
Pompa ini juga memiliki tingkat kebisingan sekitar 46 dB, sehingga dirancang agar lebih nyaman digunakan di berbagai tempat, termasuk rumah maupun kantor. Desainnya yang ringkas juga membantu ibu tetap leluasa melakukan aktivitas ringan sambil pumping, tanpa harus selalu duduk di satu tempat.
4. Hasil Pumping Bisa Dipantau Melalui Aplikasi
Salah satu fitur yang ditawarkan Anker eufy S2 Pro adalah konektivitas dengan aplikasi eufy, yang memudahkan ibu mengontrol proses pumping. Melalui aplikasi tersebut, ibu dapat mengatur fitur pompa, memantau jumlah ASI secara real-time, serta mendapatkan notifikasi ketika penampung hampir penuh.
Pompa juga dilengkapi sensor yang dapat menghentikan proses pumping secara otomatis ketika penampung mencapai kapasitas penuh, sehingga membantu mengurangi risiko ASI meluap. Dengan fitur tersebut, ibu nggak perlu terlalu sering membuka atau melepas pompa hanya untuk memeriksa hasil ASI.
Menariknya lagi, aplikasi eufy juga menyediakan fitur meditasi terpandu yang dapat digunakan untuk membantu ibu lebih rileks selama pumping.
5. Charging Case Praktis dan Mudah Dibersihkan
Anker eufy S2 Pro dilengkapi charging case magnetis yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan sekaligus pengisi daya pompa. Menurut Nanda, charging case tersebut mampu menyimpan daya hingga tujuh hari, sehingga ibu nggak perlu selalu membawa kabel pengisi daya ketika bepergian.
Pompa ini juga hanya memiliki enam bagian yang perlu dibersihkan, sehingga proses membongkar, mencuci, dan memasangnya kembali menjadi lebih praktis. Selain itu, tersedia lampu bantu yang memudahkan ibu melihat dan menuangkan hasil pumping, terutama ketika memerah ASI pada malam hari.
Berbagai fitur tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan ibu yang ingin menjalani rutinitas pumping dengan lebih nyaman, sekaligus mengurangi kerepotan dalam penggunaan dan perawatan pompa.
Berapa Harga Anker eufy Pompa ASI Handsfree S2 Pro?

Bagi ibu yang sedang mencari pompa ASI handsfree dengan teknologi hangat dan pijat, Anker eufy Pompa ASI Handsfree S2 Pro diperkenalkan dengan harga resmi Rp7.499.000.
Produk ini juga dilengkapi garansi resmi selama satu tahun serta dukungan layanan service center.
Untuk pembelian, ibu dapat mencari Anker eufy S2 Pro melalui official store di sejumlah platform e-commerce, seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Blibli.
Jadi, sebelum memutuskan membeli pompa ASI, pastikan ibu sudah mempertimbangkan ukuran corong, kenyamanan, dan fitur yang benar-benar dibutuhkan. Dengan pilihan perlengkapan yang tepat, rutinitas pumping pun bisa terasa lebih praktis dan nyaman dijalani sehari-hari.