Kelahiran

Tips Menyusui Setelah Caesar

Terakhir diperbaharui

Tips Menyusui Setelah Caesar

Bunda, seberapa cepat bayi bisa melakukan pelekatan dan mulai menyusu bergantung pada kondisi Anda dan bayi. Semakin banyak rumah sakit menganjurkan ibu kontak kulit atau skin to skin dengan bayi segera setelah melahirkan, selama aman untuk Anda dan bayi. Bahkan ada rumah sakit yang memberi kesempatan menyusui tepat setelah operasi caesar, meski ibu masih berada di ruang operasi.

 

Jadi bila Anda belum melahirkan dan berencana melahirkan melalui operasi caesar, bicaralah pada dokter tentang keinginan Anda untuk segera menyusui setelah operasi caesar, bila situasi memungkinkan.

 

Bila berencana menyusui di ruang operasi, perlu diingat, Anda akan menjalani operasi besar, yang berarti Anda akan sulit bergerak. Jadi siapkan bantuan dari pasangan, perawat, doula, atau konsultan laktasi untuk membantu Anda agar siap ketika bayi diserahkan.

 

Bila Anda masih di bawah pengaruh anestesi atau bayi butuh perawatan darurat, sesi pertama menyusui kemungkinan perlu menunggu. Bila setelah 12 jam Anda masih belum bisa bersama bayi, Anda bisa gunakan pompa ASI untuk mengeluarkan kolostrum dan mulai menyusui.

 

Fakta tentang menyusui setelah caesar

Apakah menjalani operasi caesar mempengaruhi kemampuan Anda untuk menyusui? Bisa jadi, Bunda. Berikut ini beberapa hal yang Anda perlu tahu tentang menyusui setelah caesar:

 

  • Anda bisa menyusui segera setelah melahirkan

    Mungkin Anda bisa segera menyusui bila Anda menerima epidural untuk operasi, bukan anestesi umum atau bius total, dan untungnya kebanyakan rumah sakit saat ini menggunakan epidural. Anda akan membutuhkan bantuan dari perawat, doula, bidan, atau pasangan untuk melakukan pelekatan pertama. Minta mereka sedikit menopang tubuh Anda dan membantu memegang bayi.

     

  • Pereda sakit dan antibiotik bisa berdampak pada ASI

    Anda akan menerima obat melalui infus dan pil di beberapa hari setelah melahirkan dan biasanya tak masalah bagi ibu menyusui dan bayinya. Sering kali, ini membuat bayi sedikit mengantuk. Manfaat pereda sakit adalah membantu Anda cukup rileks untuk menyusui serta menstimulasi produksi ASI.

     

  • Perbanyak istirahat di rumah

    Sebaiknya ada orang yang membantu mengerjakan  pekerjaan rumah dan merawat bayi selama beberapa minggu pertama di rumah, tapi bila Anda menjalani operasi caesar, ini jadi sangat penting. Anda akan kesulitan berjalan, mengangkat bayi dan merawat anak yang lebih besar. Siapkan bantuan dari pasangan, kerabat, atau teman. Atau Anda bisa menggunakan jasa doula.

     

  • Terus menyusui

    Meski menjalani operasi caesar bisa membuat Anda merasa lelah, tetap penting untuk menyusui tiap dua hingga tiga jam untuk mencegah pembengkakan payudara. Menyusui bisa jadi hal yang menenangkan dan membuat rileks.

     

Kapan ASI keluar setelah operasi caesar?

Perubahan hormon yang cepat yang terjadi saat terpisahnya plasenta dari rahim menandakan ASI keluar. Tubuh ibu akan menerima signal yang sama baik ketika melahirkan melalui caesar atau normal. Ibu yang mengalami stres saat menjalani kelahiran baik melalui caesar atau normal menyebabkan ASI keluar sedikit lebih terlambat.

 

ASI Anda bisa keluar mulai dari 2 sampai 6 hari (biasanya sekitar hari kedua atau ketiga). Bila ASI keluar perlahan, jangan khawatir, tapi letakkan bayi di payudara sesering mungkin dan tetap kontak konsultan laktasi agar ia bisa memonitor kondisi bayi.

 

Bayi akan baik-baik saja meski ia hanya menerima kolostrum di beberapa hari pertama. Hindari pemberian makanan tambahan yang tidak perlu. Jangan berikan susu formula dan air putih ke bayi, kecuali atas saran dokter. Memberikan selain ASI akan menurunkan stimulasi payudara dan pengeluaran ASI yang keduanya dibutuhkan untuk meningkatkan persediaan ASI.

 

Apakah menjalani operasi caesar mengubah produksi ASI?

Beberapa ibu yang menjalani operasi caesar merasa ASI keluar sedikit lebih terlambat dari yang seharusnya, mungkin karena stres berlebih akibat operasi. Anda bisa menjaga persediaan ASI dengan:

 

  • Kontak kulit dengan bayi sesering mungkin
  •  
  • Memulai sesi menyusui pertama sesegera mungkin
  •  
  • Sering menyusui, sekitar tiap 3 jam, siang dan malam
  •  
  • Memompa ASI bila Anda tidak bisa bersama bayi untuk menyusuinya dalam 12 jam pertama, atau bila Anda kesulitan menjaga persediaan ASI.

 

Pastikan Anda membuat catatan rencana persalinan dan orang yang akan membantu seperti pasangan, konsultan laktasi, doula, serta dokter yang akan membantu Anda sesegera mungkin bisa bersama bayi.

 

Posisi menyusui setelah caesar yang paling baik

Anda kemungkinan mengalami kesulitan menyusui setelah menjalani operasi caesar setidaknya segera setelah pereda sakit hilang. Jadi cari posisi menyusui yang paling sedikit memberi tekanan pada luka, antara lain:

 

  • Posisi miring jadi posisi yang paling nyaman untuk banyak ibu terutama di beberapa hari pertama setelah pembedahan.
  •  
  • Football hold, dengan bayi ditopang oleh bantal menyusui.
  •  
  • Cradle hold atau crossover hold, menggunakan bantal menyusui atau bantal biasa pada pangkuan dan bayi berbaring di atasnya.

 

Beberapa posisi terasa lebih nyaman dibanding yang lain, jadi coba masing-masing dan tentukan mana yang paling pas untuk Anda.

 

Kondisi emosi karena operasi caesar dan menyusui

Bila operasi caesar berlangsung  sulit atau darurat sehingga Anda tidak siap, kondisi fisik dan emosi bisa mengganggu keinginan Anda untuk menyusui.

 

Kelahiran yang traumatik atau operasi caesar yang tidak direncanakan bisa menyebabkan kesedihan dan perasaan gagal. Bila kelahiran tidak terjadi seperti yang Anda bayangkan, Anda mungkin juga merasa kecewa.

 

Ini emosi yang umum dialami dan Anda tidak sendirian. Bicarakan perasaan Anda dan terima dukungan. Ingat Bunda, menyusui bayi bisa membantu Anda melewati kesulitan dan kesedihan.

 

Masalah ketika menyusui setelah caesar

Meski banyak dari kita membayangkan kebahagiaan ketika menyusui, banyak yang sangat tidak siap menghadapi betapa sulitnya ini.

 

Bisa dibilang banyak ibu tidak merencanakan operasi caesar. Ini merupakan bentuk proses persalinan yang biasanya ditempuh untuk tujuan darurat. Lantas, apakah ini menyebabkan masalah pada menyusui? Meski tidak selalu, operasi caesar bisa menyebabkan beberapa masalah untuk ibu yang ingin menyusui. Berikut ini masalah yang umum Anda alami ketika mencoba menyusui setelah caesar.

 

  1. Rasa sakit akibat pembedahan membuat menyusui jadi sulit

    Bila melahirkan melalui operasi caesar, Anda merasa lebih tidak nyaman. Area goresan masih terasa sakit jadi duduk atau mendekap bayi di dada bisa terasa sulit.

     

    Solusinya, cari posisi yang tepat. Banyak ahli menyarankan posisi miring sebagai posisi menyusui terbaik untuk ibu yang menjalani operasi caesar, tapi Anda bisa coba posisi yang membuat Anda nyaman. Ikuti insting Anda dan coba cari cara untuk memudahkan Anda menyusui, seperti menggunakan bantal pada perut. Anda bisa mencoba posisi menyusui berbeda ketika masih berada di rumah sakit agar Anda bisa menguasainya sebelum tiba di rumah.

     

  2. Kontak kulit jadi terbatas

    Kontak kulit adalah hal bagus, dan wanita yang menjalani persalinan normal biasanya tidak dibatasi menjalani pengalaman ini, dan bisa berlama-lama mendekap buah hati di dada setelah kelahiran.

     

    Tapi ini tidak terjadi pada wanita yang menjalani operasi caesar. Kita perlu ingat kalau caesar merupakan operasi besar, dan akan ada batasan tertentu yang bisa menyebabkan penundaan kontak kulit.

     

    Bila operasi caesar tidak berjalan sesuai yang direncanakan, atau bayi dan ibu perlu perawatan lebih lanjut, ini bisa menunda kontak kulit awal. Ibu juga bisa mengalami “epidural shakes” yang menyebabkan tidak aman bila ibu menggendong bayi hingga ia sedikit lebih lama melewati masa pemulihan. Ada kemungkinan ini menghambat permulaan menyusui.

     

  3. Pemulihan

    Operasi caesar membutuhkan pemulihan yang berat dan panjang, dan ini bisa mempersulit menyusui.

     

    Menyusui bukan tidak mungkin, tapi sulit. Wanita sangat kesakitan selama pemulihan, dan sering kali tidak kuat untuk bangun dari tempat tidur, sehingga kurang konstan menyusui bayi. Menyusui juga tugas yang melelahkan. Jadi ketika Anda seharusnya beristirahat, ini jadi semakin sulit.

     

    Sangat penting untuk memperoleh dukungan, misalnya pasangan yang tidak keberatan membawakan bayi ke Anda agar Anda tidak perlu bangun dari tempat tidur. Lamanya proses pemulihan bisa memicu masalah berikutnya yang berkaitan dengan menyusui.

     

  4. Frustasi

    Menyusui bisa menyebabkan frustrasi untuk ibu. Kita berusaha tetap menyusui karena ini yang terbaik untuk buah hati, tapi ini terasa sangat sulit. Ini yang dirasakan banyak ibu yang melahirkan secara normal, jadi Anda bisa bayangkan apa yang dirasakan ibu yang melahirkan melalui operasi caesar.

     

    Frustrasi bisa jadi lebih besar. Wanita yang ingin segera aktif setelah melahirkan bisa kesulitan jika ia hanya bisa duduk dan tidak melakukan apapun. Ketika menghadapi hal ini, sekaligus berusaha untuk menyusui, bisa menimbulkan frustrasi yang bertambah bagi siapapun.

     

    Frustrasi bisa mereda pada sebagian ibu, tapi bila Anda sudah mengalami awal yang buruk karena operasi caesar, bisa terasa lebih stres untuk melanjutkan menyusui. Yang perlu pahami Bunda, tak apa bila Anda merasa frustrasi. Tak apa merasa kesal, tapi pada akhirnya Anda tetap perlu menyusui si bayi.

     

  5. Penurunan berat lahir bayi

    Ketika bayi lahir, ia bisa kehilangan hingga 10 persen berat tubuhnya. Bila lebih  dari ini, bayi membutuhkan perhatian dokter. Ketika Anda menjalani operasi caesar, Anda punya banyak cairan yang akan masuk ke bayi. Ini bisa memicu bayi besar saat lahir, yang tidak berbahaya. Ini artinya berat badan bayi turun setelah lahir. Dokter dan perawat tahu ini, tapi yang bisa membuat mereka cemas adalah bayi tidak mendapat ASI yang cukup, dan bisa menyarankan pemberian susu formula.

     

    Meski susu formula bagus, ketika Anda mulai memberikan ini ke si kecil, ini bisa memicu bingung puting. Ini bisa membuat bayi lebih sulit melakukan pelekatan ke payudara dan Anda semakin sulit menyusui. Bila ini terjadi dan Anda khawatir, bicarakan bersama dokter.

     

  6. Thrush

    Thrush menjadi kondisi yang umum pada ibu dan bayi. Thrush lebih umum terjadi pada ibu yang menjalani operasi caesar. Ini karena peningkatan antibiotik yang diberikan selama operasi caesar bisa menyebabkan kumpulan ragi di ASI. Ragi bisa ada di rongga vagina, serta area popok dan mulut bayi. Lalu thrush bisa menyebar ke puting Anda. Pastikan Anda tahu tanda dan gejalanya agar tahu cara mengatasinya.

     

    Senjata Anda untuk melawan thrush adalah mengetahui tanda dan gejalanya, jadi Anda bisa segera mengatasinya. Semakin cepat Anda melihat apa yang terjadi, semakin cepat bisa diatasi dan menyusui bisa normal. Ini bisa jadi hambatan di perjalanan menyusui yang sudah tidak mulus.

     

Apakah menyusui setelah caesar bisa mempengaruhi menstruasi?

Menyusui mempengaruhi menstruasi, tapi ini terlepas dari pilihan cara melahirkan. Menyusui yang teratur dapat menstimulasi sekresi hormon yang disebut prolaktin yang menghalangi ovulasi, yakni pelepasan sel telur di indung telur. Karena tidak ada sel telur yang terlepas, tidak ada implantasi di rahim, sehingga tidak ada periode menstruasi. Inilah kenapa menyusui sering disebut sebagai KB alami.

 

Ibu yang tidak menyusui atau mereka yang jarang menyusui kembali mengalami siklus menstruasi seperti sebelum hamil dalam 15 minggu setelah melahirkan. Ibu yang menyusui mengalami penundaan menstruasi lebih lama dan bisa mendapat menstruasi pertama setelah 40 minggu melahirkan.

 

Bagaimana bila saya diare setelah caesar dan ketika masih menyusui?

Diare bisa disebabkan banyak hal. Anda perlu segera hubungi dokter untuk mengatasi kondisi ini dengan cepat. Dokter bisa meresepkan antibiotik yang aman digunakan selama menyusui. Penanganan probiotik juga bisa jadi pilihan karena aman untuk ibu menyusui.

 

ASI punya banyak manfaat bagi bayi baru lahir, dan jadi makanan ideal untuk bayi. Tidak ada alasan untuk menghindari menyusui kecuali ada alasan medis dari dokter. Kebanyakan obat, termasuk pereda sakit dan antibiotik, memiliki efek tak berarti pada bayi. Ingat, selalu terima bantuan dari pasangan atau kerabat setelah caesar agar Anda bisa fokus menutrisi bayi melalui menyusui.

 

Tips menyusui setelah caesar

Proses pemulihan dari operasi caesar bisa terasa berat. Hampir sepertiga kehamilan berakhir dengan operasi caesar, jadi baik Anda hamil atau tidak, atau Anda pernah melahirkan, coba tips berikut untuk memastikan Anda bisa menikmati tahapan menyusui sejak awal.

 

  1. Bersiap

    Baik Anda akan melahirkan melalui operasi caesar atau normal, mengikuti kelas menyusui di saat hamil jadi cara terbaik untuk mempersiapkan diri menyusui bayi. Rumah sakit biasanya menawarkan kelas persiapan melahirkan dan menyusui, jadi tanyakan ke pihak rumah sakit tempat Anda akan melahirkan untuk mengetahui jadwalnya. Mengetahui apa yang akan terjadi akan membuat semua terasa lebih mudah, terutama bila operasi caesar Anda tidak direncanakan.

     

  2. Beritahukan keinginan Anda

    Penting untuk memberitahu rumah sakit kalau Anda akan menyusui. Minta dokter dan perawat untuk  tidak menawarkan botol susu atau dot selama Anda dan bayi terpisah. Untuk menghindari bingung puting atau tidak ingin menyusu, puting Anda harus jadi yang pertama yang ditawarkan ke bayi.

     

  3. Bersabar pada diri sendiri

    Bila Anda ibu yang baru pertama kali melahirkan, semua ini terasa baru. Akan lebih baik bila penyesuaian diri untuk menjadi ibu bisa terjadi dengan cepat, tapi ini butuh waktu. Anda mengalami sakit, Anda tidak yakin dengan apa yang dilakukan, dan menyusui tidak selalu semudah yang dibayangkan. Butuh waktu sebelum ASI keluar, dan selama waktu ini Anda dan bayi perlu mencari solusi. Sering susui bayi untuk menjaga produksi ASI dan berikan bayi kolostrum sebanyak mungkin.

     

  4. Siapkan banyak bantal

    Wajar bila seluruh tubuh Anda merasa sakit setelah menjalani operasi caesar. Pastikan Anda menyiapkan banyak bantal untuk menopang tubuh di belakang punggung dan di pangkuan. Bila ada bantal menyusui, Anda bisa letakkan bantal biasa atau bantal hamil di bawahnya ketika bayi masih kecil dan perut Anda terasa sakit.

(Ismawati)