Keluarga

27 Tips Memotret Anak yang Mudah dan Menyenangkan

Terakhir diperbaharui

27 Tips Memotret Anak yang Mudah dan Menyenangkan

Memotret anak, terutama batita dan balita, adalah sebuah "perjuangan." Siapa setuju dengan pernyataan ini? Memang benar, untuk menghasilkan foto anak yang bagus dan "berbicara" tidak segampang yang kita bayangkan, ya Bu. Dibutuhkan trik dan tips memotret anak yang jitu sehingga hasil jepretan kita bagus.

Nah, apakah Ibu sedang mencari tips memotret anak yang mudah dan menyenangkan? Anda tidak ingin melewatkan momen masa kecil buah hati Ibu dan ingin mengabadikannya dalam gambar, tapi untuk bisa mendapatkan hasil yang sempurna sulitnya minta ampun? Atau Ibu malah uring-uringan setiap kali memotret si kecil karena ia tidak mau diam dan malah lari ke sana kemari?

Tenang, you are not alone. Ibu nggak sendirian dan bukan satu-satunya yang merasakan hal seperti itu kok. Mayoritas ibu mengeluhkan hal serupa karena tidak menguasai tips memotret anak. Jepretannya tidak sesuai ekspektasilah, si kecil menolak difotolah, inilah-itulah, dan berbagai keluhan senada lainnya.

Ketika kamera Ibu siap membidik, eh si kecil malah bergerak. Jadilah hasil foto kabur. Atau ketika si kecil sudah tenang dan siap, eh gantian Ibu yang kelamaan menjepret sehingga si kecil kesal dan menolak difoto lagi. Huh, kesal!

Atau yang paling sering nih, saat sesi foto keluarga, semua sudah fokus ke kamera, lah si kecil malah usrek sendiri. Intinya, keberuntungan banget deh kalau berhasil mengaplikasikan tips memotret anak  hanya dengan satu kali jepretan. Pasti berkali-kali. Iya kan, Bu?

Nah, biar Ibu nggak bete-bete amat nih, berikut tips memotret anak yang mudah dan menyenangkan. Untuk catatan, tips memotret anak ini diperuntukkan bagi pemotret amatir seperti kita-kita nih, Bu. Kalau memang Ibu memiliki minimal dasar-dasar fotografi, tentu tips memotret anak ini tidak diperlukan lagi. Apa saja sih tips memotret anak yang mudah dan menyenangkan?

 

Tips memotret anak yang bisa Anda coba

 

  1. Biasakan si kecil dengan kamera

     

    Ini dia salah satu tips memotret anak yang bisa dicoba, sebelum melakukan tips memotret anak lainnya. Biasakan si kecil akrab dengan kamera. Tahu sendirilah, nggak mudah memang menghadapi kamera. Jangankan anak-anak, kita saja yang sudah dewasa kadang masih kesulitan ketika difoto, kan Bu? Alih-alih mendapatkan hasil foto yang kece, sering banget kan hasil foto kita malah seperti pas foto 3x4, kaku tanpa ekspresi? Betul tidak, Bu?

    Beda dengan foto model yang mungkin sekali jepret langsung ciamik hasilnya, kita perlu membiasakan diri di depan kamera agar hasil foto kita bagus. Nah, begitu pun dengan si kecil, Bu. Mungkin pada awalnya Ibu akan kesulitan saat mengambil gambarnya. Ia akan tampak tidak natural saat awal-awal Ibu memotretnya.

    Jangan patah semangat. Sabar dan uletlah menghadapi anak-anak. Sering-seringlah mengaplikasikan tips memotret anak sehingga mereka terbiasa dengan kamera dan tidak lagi kikuk saat sesi pemotretan. Bahkan, bisa jadi karena telah terbiasa, si kecil tidak lagi menyulitkan untuk difoto. Ibu bisa memotretnya dengan gembira, entah itu untuk foto yang memang disengaja atau bahkan candid.

     

  2. Fokuskan ke matanya

    Tips memotret anak berikutnya yang bisa Ibu coba adalah memfokuskan jepretan ke mata si kecil. Jika kamera Ibu memiliki kemampuan mengontrol focus point secara manual, coba Ibu fokuskan ke mata anak Ibu. Bagaimana jika dia tidak memandang ke arah Ibu? Cukup fokuskan ke titik terdekat dari matanya.

    Mengapa harus fokus ke mata? Sebab, konon nih Bu, mata dalam foto dapat memikat mereka yang melihatnya, dan mata juga membuat gambar secara instan lebih menarik.

     

  3. Membungkuklah, sesuaikan dengan tinggi si kecil

    Tips memotret anak lainnya adalah menyesuaikan jepretan dengan tinggi mereka, atau sejajar dengan level mata mereka. Nggak masalah jika itu berarti Ibu harus membungkuk atau bahkan sampai berbaring di lantai. Ingin hasilnya maksimal, kan, Bu?

    Jika Ibu memotret lebih dari satu anak, cobalah menyesuaikan diri Anda dengan anak yang paling tinggi.  Kalau ingin lebih kreatif dengan komposisi, Ibu boleh juga menjepretnya lebih rendah dari level mata mereka dan menjepretnya dari bawah ke atas.  Perlu diingat nih Bu, dalam fotografi, gambar yang menarik biasanya adalah sesuatu yang belum pernah dilihat penikmat foto, atau sesuatu yang tidak umum dilihat. Jadi jangan ragu untuk mencoba tips memotret anak yang mungkin terdengar aneh.

     

  4. Jepret-jepret sajalah

    Tips memotret anak lainnya, nih Bu. Jepret-jepret sajalah, kapan pun dan dimana pun. Tidak perlu menunggu momen tertentu seperti pesta, meniup lilin, buka kado, dan sejenisnya. Ketika anak sedang bermain di halaman rumah, misalnya, Ibu bisa memotretnya.

    Foto candid seperti ini nggak kalah menarik lho dari foto momen pada umumnya. Jepretan seperti ini biasanya justru dapat menunjukkan kepribadian asli si kecil, dan ini akan menjadi peninggalan berharga Ibu kelak ketika anak-anak sudah dewasa. Ibu bisa menjadikannya kenangan manis di kemudian hari.

    Untuk bisa memotret kisah sehari-hari si kecil, Ibu tidak memerlukan kamera dengan spesifikasi tertentu. Kecuali Ibu ingin menjual hasil karya Ibu, memotret anak dengan kamera ponsel saja sebenarnya sudah cukup, lho. Tidak ada yang peduli dengan kualitas gambar Ibu, dan tidak akan ada yang menilai apakah Ibu sudah mempraktekkan tips memotret anak dengan benar atau belum, karena yang terpenting dari semua itu adalah mengabadikan momen yang tidak bisa diulang kembali. Setuju?  

     

  5. Area wajah dibuat  paling terang

    Tips memotret anak berikut ini mungkin tidak harus diaplikasikan untuk segala situasi, namun pada umumnya dilakukan banyak orang: membuat area wajah lebih terang.  Cara mengaplikasikan tips memotret anak yang ini gimana?  Ibu bisa menggunakan fitur yang ada di ponsel masing-masing atau yang paling sederhana memanfaatkan pencahayaan alami sebanyak mungkin. Bagaimana memperoleh pencahayaan alami? Misalnya gini Bu, dengan menempatkan si kecil dekat jendela atau menyalakan lampu dalam rumah pada siang hari.

    Bagaimana kalau ingin memotret candid? Tentu si kecil tidak mungkin selalu berada dekat jendela demi memperoleh pencahayaan yang sempurna, dong. Nah, untuk kasus semacam ini, Ibu bisa meminta si kecil bermain di dekat jendela tanpa memberitahu kalau Ibu akan memotretnya. Tentu akan lebih mudah menghasilkan foto yang bagus dengan pencahayaan yang bagus pula, bukan? 

     

  6. Pilih background sederhana

    Anak kecil biasanya pakai baju dengan bermacam corak dan warna. Nah, jika si kecil juga sering Ibu pakaikan baju warna-warni seperti itu, sebaiknya Ibu memilih background yang tidak rumit saat memotret si kecil. Pilihlah background yang sederhana sehingga foto si kecil lebih apik dan tips memotret anak yang ini bisa diaplikasikan dengan sempurna.

     

  7. Anak yang lebih besar memandang ke adiknya

    Bingung bagaimana tips memotret anak lebih dari satu? Bagaimana membuat gambar itu menjadi menarik? Salah satu triknya nih Bu, mintalah anak yang lebih besar melihat ke arah anak yang paling kecil atau mencium adiknya. Tips memotret anak semacam ini akan membuat foto lebih menarik daripada semua anak melihat ke arah kamera. Bukan berarti tidak boleh, hanya saja foto dengan anak yang lebih besar memandang ke adiknya lebih menarik untuk dilihat. Bukan  begitu, Bu? 

     

  8. Jepret diam-diam

    Tips memotret anak ini mungkin paling banyak dipraktikkan ibu-ibu: menjepret si kecil diam-diam alias candid. Foto-foto candid sering kali menghasilkan gambar-gambar yang sangat indah dan "berbicara," karena subjek foto santai tanpa beban, tanpa pose atau bergaya sesuai arahan kita.

    Pelajari dan pilih momen di mana anak-anak benar-benar terlibat dalam sebuah aktivitas dan jepretlah segera!

     

  9. Muncullah sedikit dari balik kamera

    Tips memotret anak ini bisa Ibu praktikkan untuk anak yang lebih kecil. Batita, misalnya. Mungkin dia belum tahu apa itu kamera, mengapa ia harus difoto, dan lain-lain. Jadilah saat Ibu membidikkan kameranya ia akan menangis, menjerit, atau sekadar tidak nyaman.

    Nah, jika hal ini terjadi, ada baiknya Ibu "nongol" sedikit dari balik kamera. Posisikan kamera sedikit lebih rendah dari wajah Ibu, sehingga si kecil bisa melihat wajah Anda, ibunya, dan merasa nyaman saat di foto.

     

  10. Gunakan rapid fire mode

    Jika kamera Ibu memiliki fitur rapid fire mode, nggak ada salahnya Ibu manfaatkan. Itu lho Bu, mode di mana kamera akan menjepret beberapa kali dalam satu waktu sehingga paling tidak, seapes-apesnya Ibu minimal ada satu foto bagus yang dihasilkan.

    Anak-anak memang sulit diprediksi pergerakannya dan mereka bergerak sangat cepat. Bisa jadi Ibu sudah sekuat tenaga menjepret buru-buru, tapi si kecil lebih gesit bergerak. Walhasil, foto yang dihasilkan kabur, semacam ada "penampakan." Nah, rapid fire mode ini bisa membantu mengatasi kesulitan Ibu dalam mengaplikasikan tips memotret anak.

     

  11. Perhatikan timing

    Nah, tips memotret anak yang ini juga tak kalah penting. Sebagai orang tua, Ibu tentu tahu kapan si kecil hepi, sedih, kesal, dan lainnya. Mungkin saat baru bangun tidur biasanya si kecil masih bad mood, ini adalah kesempatan Ibu mengambil foto si kecil dengan ekspresi muka bete. Atau kalau Ibu ingin menghasilkan foto bahagia si kecil, Ibu bisa mengambil waktu saat ia selesai ngemil atau sedang bermain boneka, habis mandi, dan lainnya.

    Andalah yang paling tahu timing yang tepat untuk ini. Dengan memperhatikan waktu-waktu si kecil, Ibu akan memperoleh hasil jepretan yang bagus dan alami tanpa harus memintanya berpose dan berkata Cheese! Dengan sendirinya ia akan berekspresi sesuai suasana hatinya, tanpa sadar bahwa Ibu tengah menjepretnya dan mencoba tips memotret anak. Asyik, bukan?

     

  12. Ajak si kecil ngobrol

    Salah satu tips memotret anak paling alami yang bisa menciptakan foto bagus dan "berbicara" adalah dengan mengajak si kecil ngobrol. Ya, dengan mengajaknya bicara tentu dia tidak akan sadar jika Anda sebenarnya akan memotretnya. Saat si kecil tengah asyik bicara atau sedang jeda berpikir, inilah saat yang tepat bagi Anda untuk mengambil gambarnya dan mempraktekkan tips memotret anak. Lakukan dengan segera sebelum ia teralihkan ke kamera Anda.

     

  13. Si kecil nggak harus senyum, lho!

    Kebanyakan kita menginginkan anak kita difoto saat sedang tersenyum. Padahal, foto anak tidak harus selalu senyum, lho. Ekspresi si kecil, apapun itu, bisa jauh lebih menarik dari sekadar senyum yang dipaksakan, lho!

    Jadi, jika anak Ibu enggan tersenyum saat difoto, jangan kesal, ya. Teruskan saja mencoba tips memotret anak. Ekspresi yang muncul pasti tetap menarik, kok.

    Lalu bagaimana jika Ibu tetap ingin mengambil foto anak sambil tersenyum? Cobalah membuatnya tersenyum dengan mengajaknya ngobrol tentang hal-hal yang dia sukai. Atau kalau Ibu ingin membuatnya tertawa lebar, ceritakan hal-hal lucu yang akan membuatnya tertawa. Pasti tips memotret anak yang satu ini jitu banget.

     

  14. Foto dari belakang

    Foto yang bagus tidak harus selalu dari depan, bukan? Untuk menciptakan sebuah cerita tentang seseorang, wajah tidak harus selalu ditunjukkan, iya kan Bu? Nah, jika Ibu kesulitan mempraktekkan tips memotrt anak dan mengambil gambar si kecil dari depan, tidak ada salahnya memotretnya dari belakang, dari samping, saat ia sedang membaca buku (dan bukunya menutupi wajahnya), apapun itu!

     

  15. Fokus ke bagian tubuh

    Sekali lagi, tidak harus wajah untuk dapat menceritakan seseorang. Bagian tubuh lain bisa juga "berbicara" lho. Misalnya telapak kaki si kecil untuk menggambarkan betapa kecil dan rapuhnya seorang bayi sehingga ia perlu dicintai dan dijaga dengan sepenuh hati oleh kedua orang tuanya.

    Jangan takut hanya memotret kaki, tangan, mata, atau apapun bagian tubuh si kecil yang bisa menceritakan sesuatu. Tips memotret anak yang satu ini juga bisa dilakukan dengan menggabungkan tangan si kecil bersama tangan Anda atau suami Anda.

     

  16. Pakaikan aksesori

    Sekali-sekali tidak ada salahnya menampilkan foto yang lebih berwarna dan ceria, seperti memakaikan si kecil aksesori rambut (bandana, jepit, pita rambut), kacamata hitam kegedean saat sedang berjemur, topi warna-warni yang unyu, rok tutu atau apapun yang membuatnya tampak makin lucu.

     

  17. Ceritakan dua kisah atau lebih

    Tips memotret anak lain yang tak kalah seru adalah dengan menceritakan dua kisah atau lebih dalam satu jepretan. Misalnya Ibu melihat si kecil tengah asyik bermain balok, sementara di sisi lainnya suami Anda sedang menyeruput kopinya. Nah, segera ambil kamera Ibu dan jepretlah. Satu foto dengan dua atau lebih kisah seperti ini sangat menarik, lho!

     

  18. Gunakan timer

    Kamera zaman now sudah sangat canggih ya Bu. Bahkan kamera ponsel saja sudah sebegitu canggihnya. So, nggak ada salahnya jika Ibu menggunakan timer untuk menghasilkan foto yang lebih baik. Dan bahkan, Ibu juga bisa mempraktekkan tips memotret anak dan berfoto bersama si kecil dan keluarga dengan menggunakan timer. Ya nggak, sih? 

     

  19. Pilih kamera yang tepat

    Kamera yang tepat adalah salah satu penentu bagus tidaknya kualitas gambar yang dihasilkan. Namun jika Ibu tidak mementingkan kualitas gambar layaknya profesional, kamera ponsel saja tentu sudah lebih dari cukup. Apalagi ponsel sekarang sudah canggih-canggih, termasuk kameranya. Tapi kalau Ibu memang tertarik fotografi dan ingin mendalami tips memotret anak lebih jauh atau ingin mencoba mempromosikan hasil jepretan Ibu, investasi kamera berkualitas boleh banget, lho!

     

  20. Buat si kecil nyaman dan fun

    Memotret akan lebih mudah dan menyenangkan jika subjeknya juga menyenangkan. Karena itu, ayo buat si kecil nyaman dan fun saat dipotret.

    Hargai privasi si kecil juga, ya Bu. Jika ia sedang tidak nyaman dan menolak difoto, jangan memaksakan diri. Tunggu sampai dia siap dan gembira saat Anda menjepret kamera Anda. Membuat sesi foto yang fun dan menyenangkan itu artinya baik Anda maupun si kecil mau melakukan tips memotret anak lagi dan lagi, tanpa paksaan ataupun tekanan.

    Untuk menciptakan suasana foto yang nyaman dan menyenangkan, terkadang Ibu harus membiarkan mereka berlarian ke sana kemari, mengeksplorasi sekitarnya, sehingga foto yang dihasilkan pun alami. Dengan suasana yang nyaman seperti ini, anak Anda akan tersenyum secara tulus, ekspresinya juga natural tidak dibuat-buat.

     

  21. Selfie aja, yuk!

    Tips memotret anak yang tak kalah ampuhnya adalah mengajaknya swafoto alias selfie. Bisa dengan mengarahkan kamera ponsel ke arah si kecil sendiri, atau berdua dengan Ibu (wefie), atau ramai-ramai dengan anggota keluarga lain. Anak biasanya senang dengan selfie. Melihat wajah mereka di kamera sendiri seperti sedang bercermin sering kali sukses membuat si kecil tersenyum atau tertawa, dan pada akhirnya menghasilkan foto yang menarik.

     

  22. Main basah-basahan

    Anak kecil itu paling suka main air, baik itu di pantai, kolam renang, bahkan main air di kamar mandi pun bisa bikin mereka antusias. Nah, kenapa nggak abadikan saja momen saat mereka main basah-basahan dalam jepretan kamera? Ekspresinya si kecil pasti lebih lepas, tawanya tulus, dan dia pun juga pasti senang. Kebayang dong kerennya hasil fotonya jika Ibu mempraktekkan tips memotret anak yang satu ini?

     

  23. Mengajak kakek atau nenek ikut serta saat difoto

    Mengajak kakek dan nenek berfoto dengan si kecil akan menggambarkan ikatan yang kuat antar generasi. Apalagi kalau Ibu berhasil memotret interaksi kakek dan nenek dengan si kecil secara candid. Mereka bisa difoto saat sedang berpelukan atau saat bermain.

     

  24. Berlari

    Nah, tips memotret anak yang ini agak susah dilakukan untuk para pemula. Pasalnya, kita membutuhkan pemahaman teknis yang baik untuk menghasilkan foto anak yang lagi berlari yang sempurna. Kalau salah teknis, yang ada hasil jepretan kita bisa blur semua. Tapi begitu Ibu dapat satu foto yang perfect, pasti nggak sabar deh untuk mencetak dan memajangnya di rumah karena ekspresi anak saat sedang berlari itu priceless banget.

     

  25. Tiga Generasi

    Foto dengan konsep tiga generasi juga menjadi ide unik yang bisa dipraktekkan saat mau mengabadikan foto si kecil. Si kecil pasti excited banget difoto bersama kakek, nenek, tante, om, serta sepupu-sepupunya. Nanti di hasil fotonya pasti kelihatan deh kemiripan antara satu dan lainnya.

     

  26. Foto bersama sepupu

    Mengumpulkan anak-anak untuk foto dalam satu frame pasti susah banget, tapi justru di situ keseruannya. Anak-anak dan sepupu-sepupunya tidak harus melihat ke arah kamera, biarkan mereka bergaya sesukanya. Hasil fotonya nanti pasti alami sekali dan bisa jadi kenang-kenangan saat mereka beranjak besar nanti.

     

  27. Silhouette

    Tips memotret anak yang terakhir adalah foto keluarga dengan konsep siluet. Biasanya, hasil foto siluet itu stunning banget dan timeless alias tetap terlihat keren meski dilihat berpuluh-puluh tahun yang akan datang. Foto siluet jadi cara yang bagus untuk memunculkan kesan misterius dan stand out dalam sebuah foto.

     

Nah, bagaimana setelah Ibu membaca tips memotret anak tadi? Ingin segera mempraktikkannya atau masih belum pede memotret si kecil sendiri?

Jika Ibu ingin mengabadikan momen bersama si kecil dan keluarga namun belum yakin dengan hasil karya sendiri, ada kabar gembira, nih. Mumpung sebentar lagi libur panjang akhir tahun, buat yang ada rencana liburan ke Bali, Ibu bisa contact Silangit Photography untuk mengabadikan momen liburan keluarga selama di Bali. Mereka ini spesialis foto natural dan candid untuk keluarga. Foto-foto di atas adalah hasil jepretan Silangit Photography lho. Keren banget, kan? Buat yang tertarik untuk booking sesi foto dengan Silangit Photography, kamu bisa mendapatkan promo diskon 25% yang berlaku sampai 31 Desember 2018. Langsung book disini aja ya untuk mendapatkan diskonnya..

Okay, selamat mempersiapkan liburan bersama keluarga, ya Bu. Salam hangat untuk keluarga tercinta!

 

Silangit Photography

Website: www.silangitphotography.com 

Instagram: @silangitphotography 

Pura Tanah Kilap - Simpang Siur, Kuta - Bali 80361

Telp. (+62) 821-2518-9969 

Email: silangitphotography@gmail.com

 

(Dini, Atalya / Dok: Silangit Photography)