Adab Menerima Tamu Dalam Islam Ini Bisa Diajarkan Pada Si Kecil Di Rumah
Selama ini, menerima tamu yang datang ke rumah dilakukan tanpa aturan tertulis. Tapi, tahukah Parents? Ternyata terdapat adab menerima tamu dalam Islam yang wajib jadi perhatian kita, sebagai umat Muslim.
Bahkan, soal adab menerima tamu dengan benar ini jelas terkandung dalam ayat Al-Quran. Salah satu adab menerima tamu yang paling umum adalah, mengucapkan salam sebelum masuk ke dalam area rumah.
Selain sebagai bagian dari adab menerima tamu, salam juga berfungsi sebagai blessing untuk mendoakan penghuni rumah juga menyambut tamu yang hadir. Biar nggak salah lagi dalam menyambut tamu yang datang ke rumah, yuk kita simak adab menerima tamu yang benar dalam Islam yang bisa kita terapkan.
Islam mengajarkan untuk memuliakan tamu yang berkunjung

Dikutip dari laman Dalam Islam Allah Subhanahu wa Ta'ala meriwayatkan tentang adab menerima tamu adalah melalui sejumlah hadist dan ayat Al-Quran. Hadist tersebut berbunyi:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلأخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
Artinya: “Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari).
Dijelaskan pula dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, surat Al-Hijr ayat 51-54 yang berbunyi:
وَنَبِّئۡهُمۡ عَن ضَيۡفِ إِبۡرَٰهِيمَ ٥١ إِذۡ دَخَلُواْ عَلَيۡهِ فَقَالُواْ سَلَٰمٗا قَالَ إِنَّا مِنكُمۡ وَجِلُونَ ٥٢ قَالُواْ لَا تَوۡجَلۡ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَٰمٍ عَلِيمٖ ٥٣ قَالَ أَبَشَّرۡتُمُونِي عَلَىٰٓ أَن مَّسَّنِيَ ٱلۡكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُونَ ٥٤
Artinya:
"Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim; Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan: “Salaam”
Ibrahim berkata: “Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu” Mereka berkata: “Janganlah kamu merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim”;
Ibrahim berkata: “Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini? (QS. al-Hijr : 51-54)
Baik hadist di atas maupun firman Allah Subhanahu wa Ta'ala sama-sama menjelaskan tentang adab menerima tamu, serta memuliakan tamu yang berkunjung. Sayangnya, tak semua orang bisa menerapkan amalan ini dengan mudah.
Menerapkan adab menerima tamu dalam Islam, jangan lupa ucapkan salam

Dalam laman Muslimah adab bertamu dalam Islam ada perlu menerapkan beberapa hal berikut:
Minta izin terlebih dahulu jika hendak bertamu pada tuan rumah
Terkadang, ada saja orang yang hendak bertamu secara mendadak tanpa izin pada tuan rumah sebelumnya. Padahal secara adab, jika hendak bertamu ada baiknya meminta izin terlebih dahulu.
Hal ini sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengajarkan kepada kita, bahwa batasan untuk meminta izin untuk bertamu adalah tiga kali.
اَلْاسْتِئْذَانُ ثَلاَثٌ، فَاِنْ أُذِنَ لَكَ وَاِلاَّ فَارْجِعْ
Dari Abu Musa Al-Asy’ary radhiallahu’anhu, dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!'” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam kehidupan modern, adab bertamu dalam Islam bisa diterapkan dengan mengirim pesan singkat atau sekadar telepon. Untuk mengabarkan, jika hendak bertamu ke rumah orang.

Ucapkanlah salam
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan, hendaknya ketika seseorang hendak bertamu, wajib memberikan salam dan meminta izin untuk masuk. Hal ini sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berbunyi:
بُيُوْتِكُمْ حَتّٰى تَسْتَأْنِسُوْا وَتُسَلِّمُوْا عَلٰٓى اَهْلِهَاۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.” (QS. An-Nuur [24]: 27)
Berpakaian sopan dan rapi
Allah SWT berfirman dalam surat al-A’raaf ayat 26 yang berbunyi:
يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ قَدۡ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكُمۡ لِبَاسٗا يُوَٰرِي سَوۡءَٰتِكُمۡ وَرِيشٗاۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقۡوَىٰ ذَٰلِكَ خَيۡرٞۚ ذَٰلِكَ مِنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُونَ ٢٦
Artinya:
"Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat." (QS al-A’raaf : 26).
Dengan kata lain, dalam bertamu kita wajib menjaga kesopanan termasuk dalam hal berpakaian. Juga dianjurkan untuk tidak berlebihan dalam berpakaian yang dapat mengganggu pandangan.

Adab menerima tamu, harus ada mahramnya
Yes! Adab yang satu ini memang seringkali dilupakan oleh banyak orang. Padahal, untuk mencegah fitnah ada baiknya saat menerima tamu harus terdapat mahram di dalam rumahnya.
Misalnya, saat wanita hendak menerima tamu laki-laki maka harus dipastikan di dalam rumah terdapat mahramnya, seperti suami, Ayah ataupun saudara laki-laki dan begitupun sebaliknya.
Hal ini sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berbunyi:
وَلَا تَقۡرَبُواْ ٱلزِّنَىٰٓۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةٗ وَسَآءَ سَبِيلٗا ٣٢
Artinya:
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS al-isra’ : 32)
Sajikan hidangan terbaik yang kamu miliki
Tamu adalah raja, adab menerima tamu dan menghormati tamu yang datang salah satunya bisa dengan menyajikan hidangan terbaik yang kita miliki. Apapun itu, yang penting makanan atau minumannya layak walaupun sederhana.
Memberikan hidangan terbaik ini juga merupakan bagian dari firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang kala itu dikisahkan oleh Nabi Ibrahim AS kepada para tamunya:
فَرَاغَ إِلىَ أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِيْنٍ . فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ آلاَ تَأْكُلُوْنَ
“Dan Ibrahim datang pada keluarganya dengan membawa daging anak sapi gemuk kemudian ia mendekatkan makanan tersebut pada mereka (tamu-tamu Ibrahim-ed) sambil berkata: ‘Tidakkah kalian makan?'” (Qs. Adz-Dzariyat: 26-27)
Hal ini juga berlaku bagi tamu yang hendak menginap. Tuan rumah wajib menyediakan segala kebutuhan tamunya, termasuk menghormati tamunya selama menginap berhari-hari.

Mengantarkan tamu saat pulang
Ini merupakan adab menerima tamu dengan benar yang juga wajib diperhatikan. Tuan rumah juga diwajibkan mengantarkan tamu ketika hendak pulang, meskipun hanya di depan pintu keluar saja. Bisa juga dengan bersalaman yang menandakan rasa cinta dan kasih terhadap para tamu.
Itulah tadi beberapa adab menerima tamu dalam Islam yang bisa diterapkan. Parents, apakah sudah selalu menerapkan hal ini di rumah untuk diajarkan pada si kecil nantinya?