Anak Picky Eater Makannya Itu-Itu Saja? Kenali Dampaknya Yuk!
Telur lagi, telur lagi. Kenapa ya setiap hari si Kecil maunya makan itu-itu saja? Padahal Ibu sudah berusaha membuat menu makanan beragam yang lezat, dan berharap si Kecil suka. Nyatanya, kembali lagi ke telur dadar.
Yup! Anak susah makan memang bikin Ibu pusing tujuh keliling. Apalagi kalau maunya makan menu yang itu-itu saja, rasa khawatir si Kecil mengalami kekurangan nutrisi sudah pasti tak terbendung lagi.
Anak picky eater bisa saja disebabkan oleh beberapa hal, seperti misalnya masa transisi perkembangan, trauma saat proses makan, kebiasaan makan orang tua atau bahkan cara pengenalan makanan saat MPASI yang kurang baik juga bisa menyebabkan anak picky eater. Beberapa kasus anak picky eater, dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.
Oleh sebab itu, diperlukan cara khusus untuk membantu mengatasi kebiasaan anak picky eater ini, termasuk saat liburan panjang sekolah seperti sekarang. Selengkapnya tentang anak picky eater, Ibumin jelaskan dalam artikel berikut.
Apa Itu Picky Eater?
Dijelaskan oleh Dokter Spesialis Anak, dr. Miza Dito Afrizal, Sp.A., BMedSci., M.Kes sejatinya picky eating ini merupakan sebuah fase yang unik pada anak. Sebab tiap tahapan usia anak, mereka akan mengalami picky eating yang berbeda dan fasenya terbilang on-off.
Hal ini membuat penanganannya juga berbeda, terutama pada usia balita atau usia pre-school. Menurut dr. Miza, berdasarkan definisi ilmiah, picky eater adalah kondisi seorang anak yang pilih-pilih makanan, namun gizi keseluruhan makro-mikronya masih bagus.
Anak-anak picky eater biasanya masih mau makan komponen tertentu, misalnya; anak masih mau makan nasi, namun tidak suka makan pasta, mie atau kentang. Atau bisa juga anak hanya mau makan telur, tapi tidak mau makan daging, ikan dan lainnya. Termasuk juga memilih sayuran yang hanya satu jenis saja.
Jika dalam satu porsi piring makannya, kandungan gizi si Kecil masih lengkap; protein, sayur dan karbohidrat. Maka hal tersebut dapat dikategorikan sebagai anak picky eater.
Kebiasaan anak picky eater, biasanya juga makin menjadi-jadi ketika anak sering diberikan pilihan makanan. Sehingga apabila diberikan makanan baru, kemungkinan besar anak akan menolaknya.
Perubahan Jadwal Bikin Picky Eater pada Anak Makin Parah
Dijelaskan oleh dr. Miza, alasan yang paling fundamental mengapa anak menjadi picky eater adalah masalah jadwal, terutama saat liburan. Sebab biasanya, saat sekolah jadwal makan anak mungkin lebih terstruktur, terjadwal dan lebih terkontrol.
Berbeda ketika liburan tiba, jam makan bisa mundur (lebih fleksibel), banyak asupan camilan yang mungkin tidak terkontrol. Itulah mengapa, perubahan jadwal ini sangat menentukan seberapa parah picky eater yang anak alami.
“Kalaupun sekolah, jadwalnya sudah terstruktur. Snack time dan lunch time jadwalnya sudah pasti. Sekalipun anak skip lunch time dan memilih main, anak akan mengalami konsekuensi berupa kelaparan,” jelas dr. Miza.
Menurutnya, ketika anak mengalami konsekuensi berulang, maka anak otomatis akan belajar untuk mendahulukan makan dibanding bermain. Sehingga jika diperhatikan, pola anak picky eating ini justru akan membaik ketika anak memasuki usia sekolah, karena jadwal belajar, makan dan bermainnya secara tidak langsung sudah dipahami oleh anak.
Sebaliknya, ketika liburan dan jadwal makan serta bermainnya berantakan, anak tidak mendapatkan pola konsekuensi yang ia dapatkan ketika di sekolah. Itulah mengapa, jadwal makan anak, baik yang dalam fase picky eater maupun tidak, sangatlah penting diterapkan meski liburan sedang berlangsung sekalipun.
Tanda Picky Eating yang Perlu Diwaspadai
Menurut penelitian dari Harvard Health Publishing, kebiasaan anak picky eater harus dicegah sebelum anak berusia 2 tahun atau ketika sifat mandiri anak mulai muncul. Sebab, kebiasaan picky eating pada anak, yang menjadi alasan anak susah makan, justru bisa menetap ketika anak berusia 4-9 tahun.
Jadi, ada baiknya kenalkan berbagai macam jenis makanan pada anak sebelum ia berusia 2 tahun. Biarkan anak makan apa yang orang tuanya makan dan kenali makanan dengan beragam tekstur, asalkan tidak berbahaya dan membuat si Kecil tersedak.
Ibu juga perlu mengenali tanda awal anak picky eater seperti:
a. Takut mencoba makanan baru
b. Pilihan makanan yang ia suka terbatas
c. Pilih-pilih kelompok makanan, dan hanya suka satu jenis saja
d. Terpaku pada tekstur dan rasa tertentu
e. Tiba-tiba menolak makanan favorit, yang sebenarnya ia suka
f. Sering memisahkan makanan saat makan, misal; makan nasi terlebih dahulu, baru lauk
g. Waktu makan lama, lebih dari 30 menit.
Apabila tanda-tanda ini sudah muncul, maka menurut dr. Miza, Ibu perlu waspada jika; anak sering sakit dan menyebabkan berat/tinggi badan tidak bertambah, serta pertumbuhan melambat akibat asupan sangat terbatas.
Anak Picky Eater Berisiko Alami Kekurangan Nutrisi
Ibu, ternyata anak picky eating bukan hanya soal perilaku makan saja, lho! Terkadang, ada konsekuensi nutrisi yang tidak langsung terlihat oleh orang tua.
Menurut dr. Miza, tidak ada satu jenis makanan pun yang punya kandungan nutrisi lengkap yang dibutuhkan oleh anak. Itulah mengapa variasi nutrisi yang dikonsumsi anak setiap hari sangatlah penting.
Hal ini penting untuk mencegah defisiensi mikronutrisi adalah variabilitas dari makanan. Tapi, hal ini juga sangat berlawanan dengan anak picky eater yang nggak mau makan dengan variasi nutrisi.
Tanpa disadari, kebanyakan anak susah makan atau picky eater, dalam jangka panjang mulai mengalami defisiensi mikronutrisi mencakup: Zat Besi, Protein, Vitamin D, Kalsium, Serat dan Zinc.
Strategi Menghadapi Anak Picky Eater Harus Tepat Sasaran
Ibumin paham, tiap Ibu dengan anak picky eater pasti merasa bahagia ketika melihat si Kecil sangat nafsu makan anak tiap kali menghabiskan makanan favorit buatan Ibu. Harapannya, hal ini bisa juga dilakukan di setiap kali sesi makan tiba, tanpa perlu memilih-milih makanan, bukan?
Nah, menurut dr. Miza, bagi anak-anak picky eater ada baiknya hindari untuk paksa anak makan. Membuat jadwal makan anak juga sangat penting dilakukan.
“Tentukan jadwal sendiri, karena tiap anak punya jadwal makan yang berbeda; makan utama, snack atau pemberian susu. Di luar jadwal tersebut sebaiknya jangan diberikan makanan lain,” kata dr. Miza.
Selain jadwal, penting juga untuk tidak memaksa anak makan. Karena tekanan, dapat membuat anak semakin menolak makanan.
Ciptakan suasana makan yang positif, orang tua juga perlu menjadi role model dan contoh yang baik saat makan (tidak pilih-pilih makanan). Tak lupa konsistensi juga jadi hal yang penting dibandingkan harus memaksa anak makan, agar anak bisa mengenal konsekuensi jika ia menolak makan.
Peran Pelengkap Nutrisi dalam Membantu Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Anak Picky Eater
Lantas bagaimana ya, kalau semua hal di atas sudah Ibu lakukan, tapi anak tetap picky eater dan jadi mogok makan sama sekali. Berdasarkan penelitian dari SPROUT Study 2025, pada anak-anak yang punya gangguan gizi (tidak spesifik picky eating), dan diberikan intervensi dietary counseling tentang feeding rules ditambah oral nutrition support (ONS), susu dengan kalori tinggi, ternyata terjadi peningkatan berat badan (WAZ), tinggi badan (HAZ) dan berat badan menurut tinggi badan (WHZ).
Ternyata dapat terjadi peningkatan gizi anak. Dengan catatan semua hal ini dilakukan setiap hari. Menariknya, dalam ONS terdapat nutrisi support yang ternyata bisa membuat nafsu makan anak menjadi lebih baik, apalagi ONS biasanya sudah diformulasikan khusus yang mengandung CPP (Casein Phosphopeptide).
CPP dapat membantu meningkatkan penyerapan mineral penting seperti, kalsium, zinc, zat besi, magnesium agar dapat dimanfaatkan tubuh secara lebih optimal untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Kenapa CPP sepenting itu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil? Tidak hanya membantu penyerapan nutrisi penting bagi anak, namun CPP juga bisa menambah rasa lapar sehingga nafsu makan anak meningkat.
CPP bisa ditemukan pada keju, yogurt, atau pelengkap nutrisi yang secara khusus diformulasikan dengan tambahan CPP untuk mendukung penyerapan mineral. Jangan lupa ya Bu, untuk selalu Konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan pelengkap nutrisi pada anak.
Buibu yang sedang mengalami fase picky eating, jangan menyerah! Yuk dampingi si Kecil dengan sabar, berikan variasi makanan bergizi, dan pastikan kebutuhan nutrisi pentingnya tetap terpenuhi, termasuk melalui asupan yang mengandung CPP, seperti pelengkap ber-CPP untuk membantu penyerapan nutrisi penting dan membantu memperbaiki nafsu makan anak.