Keluarga

Ayah, Lakukan Ini untuk Membantu Ibu Setelah Melahirkan

Terakhir diperbaharui

Ayah, Lakukan Ini untuk Membantu Ibu Setelah Melahirkan

Tentunya ada banyak suami di luar sana yang pernah mengalami frustrasi dalam hubungan pernikahan ketika para istri berharap mereka bisa membaca pikiran. Seperti yang Anda tahu, ini sangat tidak membantu, terutama ketika istri sangat membutuhkan bantuan, misalnya, setelah melahirkan.

 

Sulit untuk menerka apa yang wanita, khususnya ibu baru, butuhkan. Dan rasanya tidak adil untuk berharap siapapun bisa tahu apa yang ada di dalam pikiran ibu setelah melahirkan.

 

Yang pria harus tahu tentang istri setelah melahirkan

Ayah, ada beberapa hal yang perlu Anda tahu tentang pasangan Anda setelah bayi lahir:

 

  1. Ibu akan lebih kritis tentang dirinya

    Ia akan lebih sering menatap dirinya di depan cermin, dan ia akan melihat perubahan fisik pasca melahirkan yang ia alami. Perubahan ini tidak samar dan terlihat lebih nyata di matanya. Anda perlu ada untuknya, meyakinkannya kalau ia adalah wanita paling cantik di dunia, dan meski ia mengatakan tubuhnya tidak seperti yang dulu, Anda harus yakinkan yang sebaliknya.

     

  2. Ibu berharap banyak pada Ayah

    Istri Anda secara otomatis berharap Anda bisa membantunya mengerjakan pekerjaan rumah. Bayi memang kecil, tapi perlengkapannya sangat makan banyak tempat. Setelah bayi pulang ke rumah, tiba-tiba ada popok yang harus diganti, botol susu yang harus disterilkan, cucian menumpuk, serta kebutuhan yang harus dibeli. Bersiaplah untuk mengorbankan waktu Anda.

     

  3. Ibu berasumsi Ayah tahu apa yang harus dilakukan

    Ia berharap Anda tahu apa yang harus dilakukan, jadi ketahui apa yang harus dilakukan di tengah malam ketika ia tertidur setelah menyusui bayi dan giliran Anda untuk mengembalikan bayi ke tempat tidurnya, mengganti popoknya, atau menyiapkan botol susu untuk sesi menyusu selanjutnya. 

     

  4. Ibu akan butuh lebih banyak hiburan

    Selain perubahan fisik, fluktuasi hormon, dan kurang tidur, ibu baru punya banyak hal yang dipikirkan tanpa harus cemas Anda merasa diabaikan. Anda hanya perlu ada untuknya, memberitahunya kalau ia terlihat cantik meski ia mungkin belum tidur berhari-hari, berikan pujian ketika ia melakukan tugas dengan baik,  dan katakan Anda sangat mencintainya. Waktu sulit ini akan berlalu dan beberapa bulan setelah bayi lahir, ia akan mulai punya banyak waktu untuk Anda. Ia akan menghargai Anda karena bersikap sabar, baik, dan menyenangkan.

     

  5. Ibu akan lebih mengandalkan Ayah

    Anda akan lebih dipercaya istri dan ini hal yang bagus. Mungkin istri Anda sebelumnya tidak yakin Anda bisa menggendong bayi lalu ia menyadari Anda belajar melakukannya. Ketika ia mulai mempercayai Anda, Anda bisa lakukan lebih. Ini bukan waktunya untuk bersikap egois, menjadi orangtua bukan tentang Anda lagi, tapi tentang bayi. Jadi bila ada banyak piring kotor, Anda perlu mencucinya, dan jika ada barang yang harus dibeli, segera lakukan.

     

  6. Ibu mungkin mengalami depresi pasca persalinan

    Depresi pasca persalinan bisa sangat serius dan akan mempengaruhi hubungan Anda. Tapi pada kebanyakan kasus, ini bersifat sementara. Depresi pasca persalinan bisa sulit diatasi ketika Anda punya bayi baru lahir yang harus dirawat, rumah berantakan, dan ada tumpukan tugas yang perlu diselesaikan.

     

    Meskipun kondisi ini bersifat sementara, pemulihannya akan butuh waktu lebih lama dari yang Anda perkirakan. Tugas Anda adalah bersamanya. Cukup katakan Anda mencintainya dan beri ia dukungan serta lebih banyak perhatian.

     

  7. Ayah bukan lagi orang paling penting dalam hidup Ibu

    Sebagai ibu baru, istri Anda punya tugas utama, yakni memastikan bayi aman dan bahagia. Manusia kecil yang ia lahirkan akan jadi yang paling penting dalam hidupnya. Anda mungkin merasa cemburu pada bayi dan merasa diabaikan.

     

    Tapi ini normal dan ada hal yang bisa Anda lakukan. Mulailah dengan menjalin ikatan dengan si kecil. Setelah ini terjadi, tak ada lagi yang membuat Anda cemburu, karena bayi akan menjadi pusat perhatian Anda juga.

 

Bagaimana ayah bisa membantu ibu setelah melahirkan?

Setelah istri melahirkan, ia membutuhkan bantuan, baik secara fisik maupun emosi. Ibu setelah melahirkan membutuhkan bantuan untuk bisa istirahat sejenak dari merawat secara intensif si bayi kecil yang baru saja lahir. Ia juga butuh bantuan untuk dirinya sendiri. Kebutuhan dasarnya perlu dipenuhi dan bila ini terpenuhi, ia bisa mengisi ulang tangki kasih sayang untuk mengurus semua yang ada di sekitarnya, termasuk Anda sebagai suami.

 

Mengurus bayi 24 jam sehari, 7 hari seminggu, sangat melelahkan. Ibu baru juga merasa sangat kesepian karena tidak ada yang bisa diajak bicara sepanjang hari. Jadi ketika Anda berada di rumah, ia akan sangat membutuhkan Anda.

 

Suami juga perlu membantu istri agar ia merasa dicintai. Penting bagi ibu untuk mendapat balasan kasih sayang, setelah mengurus bayi sepanjang hari (yang menyebabkan kurang tidur). Seperti pada rekening bank, bila Anda selalu menarik saldo tanpa menabung, Anda perlahan tidak punya uang tersisa. Bagaimana perasaan Anda ketika Anda memeriksa rekening bank dan tidak tersisa apapun di sana?

 

Anda akan merasa cemas, depresi, putus asa, frustasi, marah, dan merasa kurang memiliki kontrol pada hidup Anda. Sebaliknya, ketika Anda memeriksa saldo dan melihat Anda punya jumlah uang lebih dari yang diharapkan, tiba-tiba Anda merasa seperti seluruh beban terlepas. Hal yang sama pada istri yang merawat dan menyayangi keluarga, ia bisa merasakan kondisi seperti di atas bila ia tidak menerima balasan dari kasih sayang yang ia berikan. Terutama di hari-hari awal ketika kurang tidur dan menjalani perawatan intensif, ibu membutuhkan bantuan agar ia bisa beristirahat dan sehat, untuk bisa lebih baik merawat bayi Anda.

 

Kehamilan, kelahiran, dan menyusui jadi tugas yang sangat besar bagi tubuh manusia. Di beberapa budaya di Indonesia, ibu setelah melahirkan beristirahat selama 40 hari. Ketika ibu beristirahat, ia dibuatkan masakan dan dirawat agar kekuatannya kembali pulih.

 

Yang bisa ayah lakukan untuk membantu ibu setelah melahirkan

Berikut ini saran untuk para Ayah. Ini bukan tuntutan untuk tugas yang harus dikerjakan, ini hanya sekedar beberapa ide untuk Anda pilih agar bisa membantu istri setelah ia melahirkan:

  • Memasak untuknya. Misalnya siapkan sarapan di pagi hari sebelum Anda pergi bekerja, atau sesering mungkin mengambil alih tugas menyiapkan makan malam. Pastikan ia makan tiga kali dalam sehari. Protein akan membuatnya kenyang dan gula darah jadi lebih stabil, juga sertakan lemak baik, sayuran, dan kacang-kacangan serta banyak cairan. Terlalu banyak makanan yang diproses membuat orang merasa lelah.
  •  
  • Anda bisa memanggil tukang pijat untuk memijatnya secara teratur, bila memungkinkan. Bila tak ada uang, Anda sendiri bisa memijatnya, tanpa berharap balasan apapun.
  •  
  • Mengajaknya bertemu ibu-ibu lain. Dorong ia untuk mencari dukungan dan membangun hubungan dengan ibu lain, dan periksa kondisinya secara teratur apakah ia bisa mengatasi apa yang ia rasakan.
  •  
  • Tunjukkan apresiasi Anda ketika menganggap ia melakukan tugas dengan baik. Beritahu kalau Anda merasa bangga padanya atau sangat mencintainya.
  •  
  • Tidak memaksa untuk berhubungan intim. Jangan ada tekanan untuk tindakan seksual, keintiman Anda berdua akan segera kembali, tapi tekanan bisa dengan cepat menyebabkan konflik dan kebencian.
  •  
  • Bawakan minum dan cemilan ketika ia menyusui. Saat ibu tidak mengonsumsi cukup cairan, ini bisa membuatnya lelah, dehidrasi, dan bahkan konstipasi.
  •  
  • Biarkan ia membahas tentang proses persalinan dengan Anda, terutama bila ia mengalami proses persalinan yang mengecewakan atau sulit. Bila ia terlihat bermasalah dengan proses persalinan atau bila Anda merasa ia mengalami trauma emosional dari persalinannya atau bila Anda tidak bisa mengikuti pembahasan tentang hal ini, Anda bisa menyarankannya untuk berkonsultasi dengan konselor.
  •  
  • Cari tahu lebih banyak tentang trauma melahirkan.
  •  
  • Beritahu istri kalau tidak masalah bila rumah lebih berantakan dibanding biasanya dan berikan bantuan agar rumah sedikit lebih rapi.
  •  
  • Biarkan ia menangis tanpa mencoba memberi saran, cukup tenangkan ia.
  •  
  • Beritahu apa yang Anda apresiasi dari dirinya.
  •  
  • Minta ia melakukan perawatan kecantikan seperti memotong rambut, menicure, dan sebagainya. Minta ia keluar rumah untuk membeli baju baru. Setelah memiliki bayi, baju hamilnya mungkin sudah tidak pas dan begitu juga baju sebelum hamil, yang membuatnya merasa berantakan karena tidak ada pakaian yang pas untuknya.
  •  
  • Siapkan keperluan mandinya. Minta ia mandi ketika bayi tidur dan urus si kecil bila ia terbangun. Atau tawarkan membawa bayi keluar rumah agar ia bisa mandi dengan tenang. Ibu baru selalu waspada dan bila ia mendengar bayinya menangis, ia akan menjadi panik dan tergesa-gesa mandi.

 

Menjadi ibu di rumah berarti terisolasi

Ini jadi kesulitan terbesar ibu saat ini, namun tak banyak yang membicarakannya. Ketika bayi menangis sepanjang hari dan tak ada cara yang berhasil membuatnya tenang, ini bisa membuat ibu menangis juga.

 

Banyak ibu dibiarkan membesarkan bayi tanpa mendapat banyak dukungan. Ini tidak semudah yang Anda bayangkan. Ibu bisa menjadi  sangat kerepotan dan sibuk dengan bayi sehingga bahkan tidak bisa makan dengan benar.

 

Belum lagi mengatur waktu untuk bersih-bersih rumah. Makan dengan baik sangat penting, tapi di saat ini, bersih-bersih rumah bukan hal yang penting.  Tapi ibu juga bisa merasa stres bila tidak bisa mengerjakan tugas rumah dan ketika tinggal dan bekerja di lingkungan yang berantakan.

 

Jadi tidak hanya kesepian dan kurang dukungan yang perlu diantisipasi, tapi makan, istirahat, dan merawat diri juga. Semua ini penting. Dengan memberikan kasih sayang pada ibu baru, berarti Anda mengisinya dengan lebih banyak energi untuk mengasihi yang lain.

 

Yang bisa ayah lakukan untuk membantu mengurus bayi

Bila ibu setelah melahirkan ditanya, “Apa yang jadi hal paling penting setelah bayi lahir?” Ingat, tiap wanita berbeda, jadi jangan berasumsi akan sama untuk pasangan Anda, tanyakan padanya apa yang paling penting baginya.

 

Bila Anda menggunakan semua energi yang Anda punya untuk memasak dan bersih-bersih rumah padahal yang istri inginkan adalah Anda menemaninya dan mengobrol dengannya, sedangkan Anda sudah merasa terlalu lelah, Anda berdua akan marah satu sama lain.

 

Komunikasi jadi kuncinya. Tugas lain yang Anda tidak punya waktu untuk mengerjakannya, bisa Anda delegasikan ke orang lain, misalnya, memotong rumput, membersihkan rumah, menyetrika, dan sebagainya.

 

Berikut ini beberapa bantuan yang bisa ayah lakukan untuk mengurus bayi:

  • Bawa bayi jalan-jalan agar ibu bisa punya waktu tenang.
  •  
  • Gantian menyusui bayi di tengah malam jika anak minum susu formula atau bawa bayi ke ibu bila ia menyusui langsung dari payudara. Ayah juga bisa memberikan ASI perah agar ibu bisa istirahat.
  •  
  • Memberi susu ke bayi di pagi hari, dengan ASI perah atau susu formula, atau bawa bayi ke ibu, agar ia bisa tidur.
  •  
  • Gendong bayi bila ia menangis dan ibu emosi atau kelelahan.
  •  
  • Bantu menjaga anak yang lebih besar agar ibu bisa bonding dengan bayi baru lahir sekaligus agar bayi punya waktu berkualitas bersama ibu. Ini berlaku pada anak lain juga, semua membutuhkan waktu pribadi bersama kedua orangtua.
  •  
  • Pastikan Anda belajar cara memandikan bayi dan mengganti popoknya. Banyak ibu merasa akan sangat terbantu bila tugas tertentu bisa dilakukan ayah.

 

Tugas rumah yang ayah bisa lakukan untuk membantu istri setelah melahirkan

Berikut ini beberapa tugas rumah yang bisa suami lakukan untuk membantu istri agar rumah lebih tenang dan nyaman untuk seluruh keluarga:

  • Gunakan jasa bersih-bersih, bila perlu. Jadwalkan bersih-bersih teratur di awal minggu atau bulan. Bila melihat cucian kotor menumpuk, cuci dan jemur.
  •  
  • Fokus membersihkan area utama yang ibu gunakan bersama bayi. Ibu akan sangat stres ketika ia mengurus bayi dan melihat berantakan di sekitarnya.
  •  
  • Pastikan tamu yang datang tidak terlalu lama berkunjung.
  •  
  • Gunakan jasa doula yang bisa membantu merawat bayi dan menemani ibu, sekaligus membantu mengerjakan tugas ringan.
  •  
  • Pesan makanan di tengah perjalanan pulang atau masak makanan di rumah. Setelah memasak, pastikan Anda mencuci piring.
  •  
  • Anda bisa mengambil alih beberapa tanggung jawab administrasi seperti membayar tagihan, membuat kartu ucapan terima kasih, atau memeriksa email. Anda bisa juga pergi berbelanja ke pasar atau berbelanja online.

 

Para ayah, berikut ini tips tambahan yang bisa Anda coba untuk membantu memberi dukungan ke pasangan setelah melahirkan:

  • Jangan fokus pada solusi atau mencoba memperbaiki pasangan, cukup jadi pendengar yang baik dan coba mengerti istri Anda.
  •  
  • Berikan saran bila ia memintanya.
  •  
  • Coba manjakan istri, misalnya siapkan sarapan di tempat tidur untuknya setidaknya sekali dalam seminggu.
  •  
  • Jangan bersikap seolah tidak ada yang berubah, misalnya Anda tetap pergi nongkrong bersama teman-teman. Anda bukan anak kecil lagi dan saat ini pasangan membutuhkan Anda.
  •  
  • Bersiap untuk selalu ada di sisinya tanpa perlu melakukan banyak hal, ini kadang sulit, tapi pasangan akan sangat menghargainya.
  •  
  • Kadang bayi hanya ingin ibunya. Anda perlu bisa melakukan tugas yang dilakukan istri, kecuali menyusui.
  •  
  • Atur agar istri punya “me time” setidaknya satu kali seminggu, agar ia bisa meninggalkan rumah dan melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri.
  •  
  • Jangan harap ibu suka saat Ayah minta berhubungan intim setelah melahirkan, karena ia merasa sangat lelah, yang ia butuhkan adalah teman.
  •  
  • Luangkan waktu untuk mendengarkan keluh-kesahnya.
  •  
  • Buatkan secangkir teh atau kopi dan duduk bersamanya, biarkan ia tahu kalau Anda mendengar apa yang ia katakan, berempati pada pengalaman persalinannya yang sulit, dan jangan memberi jawaban.
  •  
  • Jangan lupa untuk jadi humoris dan jangan biarkan pertengkaran berlangsung semalaman.

 

Setelah punya bayi, semua seolah hanya tentang dirinya. Tiba-tiba jadwal bayi jadi lebih penting dibanding acara favorit Anda. Tak lama lagi, jadwal bayi akan mendikte Anda. Banyak teman akan berhenti mengajak Anda hang out. Tugas rumah Anda meningkat, bersamaan dengan meningkatnya jumlah piring kotor, cucian kotor, dan remahan makanan di lantai. Yang paling baik adalah melaksanakan tanggung jawab bersama. Bersiaplah untuk perubahan yang akan terjadi dan bersikap terbuka untuk belajar dari perubahan ini.

(Ismawati)