Festival Hari Anak yang Bikin Weekend Keluarga Lebih Seru

Festival Hari Anak yang Bikin Weekend Keluarga Lebih Seru
Festival Hari Anak yang Bikin Weekend Keluarga Lebih Seru

Weekend bersama anak kadang berakhir dengan pertanyaan yang sama. Mau pergi ke mana dan melakukan kegiatan apa lagi? Apalagi kalau Parents ingin mencari aktivitas yang bukan cuma menghibur, tetapi juga memberi anak ruang untuk bergerak, berkreasi, dan mencoba pengalaman baru.

Momentum Hari Anak Nasional pun bisa menjadi pengingat bahwa merayakan anak tidak selalu harus dilakukan dengan memberikan hadiah. Waktu bermain, mengobrol, dan menikmati kegiatan bersama keluarga juga dapat menjadi pengalaman berkesan bagi mereka.

Semangat tersebut dibawa dalam kumparanMOM Festival Hari Anak 2026 yang digelar pada 25 sampai 26 Juli 2026 di Ex Taman Anggrek, Gelora Bung Karno, Jakarta. Mengusung tema Play & Move, festival Hari Anak ini menghadirkan permainan, seni, kreativitas, pertunjukan, hingga kegiatan eksplorasi yang dapat dinikmati anak bersama keluarganya.

Festival Hari Anak Jadi Ruang untuk Bermain Bersama

Kesibukan sehari-hari kadang membuat waktu bersama keluarga terasa terbatas. Karena itu, kegiatan weekend yang bisa dinikmati anak sekaligus orang tua dapat menjadi kesempatan untuk kembali membangun kedekatan melalui pengalaman yang sederhana.

Pemimpin Redaksi kumparanMOM, Dhini Hidayati, menjelaskan bahwa konsep festival tahun ini berangkat dari pentingnya bermain dalam kehidupan anak. Bermain bukan sekadar pengisi waktu luang, tetapi juga menjadi cara alami bagi anak untuk belajar, bereksplorasi, dan mencoba sesuatu yang belum pernah mereka lakukan.

“Kami percaya bermain adalah bahasa paling dekat dengan anak. Dengan bermain, mereka belajar dan terus mencoba hal-hal baru. Lewat tema ‘Play & Move’, kami berharap menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan tetapi bermakna untuk seluruh keluarga,” ujar Dhini.

Beragam kegiatan pun disiapkan agar keluarga bisa memilih aktivitas sesuai ketertarikan anak. Sepanjang hari pertama, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan social circus, musik dan tari, pemutaran film pendek anak, kegiatan seni, hingga permainan interaktif yang tersebar di area festival.

Antusiasme juga terlihat dari kehadiran ribuan pengunjung bersama keluarga. Salah satunya adalah aktris Zaskia Sungkar yang ikut menikmati berbagai aktivitas di lokasi bersama keluarganya.

Anak Diajak Mengenal Teknologi dengan Lebih Bijak

Di tengah beragam permainan dan pertunjukan, festival Hari Anak ini juga mengangkat hal yang dekat dengan keseharian keluarga saat ini, yaitu penggunaan teknologi oleh anak.

Rangkaian hari pertama dibuka melalui sesi Didongengin bersama Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Fifi Aleyda Yahya, serta Pemimpin Redaksi kumparanMOM, Dhini Hidayati. Keduanya membacakan buku berjudul Ketika Lala Bermain Gadget.

Cerita tersebut membahas kebiasaan anak dalam menggunakan teknologi, termasuk pentingnya mengatur waktu menatap layar. Anak juga perlu tetap memiliki kesempatan untuk bergerak, bermain secara langsung, berbincang dengan keluarga, serta belajar mengenai kejujuran dan tanggung jawab.

Bagi Fifi, anak tetap berhak menikmati manfaat dari perkembangan teknologi. Namun, penggunaan perangkat digital perlu diimbangi dengan pengalaman nyata dan pendampingan dari orang tua, terlebih ketika anak berhadapan dengan berbagai konten serta pengaruh algoritma.

“Anak-anak boleh mendapatkan manfaat dari teknologi, tetapi jangan sampai mereka kehilangan kesempatan untuk bermain, bercakap-cakap dengan keluarga, dan mendapatkan bimbingan dari orang tua secara langsung karena pengalaman masa kecil tidak akan terulang kembali,” jelas Fifi.

Ia juga mengingatkan bahwa momentum Hari Anak Nasional dapat digunakan untuk kembali membangun hubungan yang hangat dalam keluarga. Anak membutuhkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan orang tua maupun teman-temannya, bukan hanya beraktivitas melalui layar.

Pesan tersebut terasa relevan dengan konsep Play & Move. Teknologi tidak harus sepenuhnya dijauhkan dari anak, tetapi penggunaannya perlu berjalan berdampingan dengan permainan aktif, komunikasi dalam keluarga, dan pengalaman yang membantu anak mengenal dunia di sekitarnya.

Storytelling Membawa Anak Masuk ke Dunia Imajinasi

Selain membahas teknologi, sesi Didongengin turut menghadirkan influencer Tasya Farasya dan penulis Reda Gaudiamo.

Tasya membawakan cerita imajinatif mengenai terciptanya Sungai Lolipop Stroberi. Cerita tersebut mengajak anak mengikuti alur yang penuh warna sekaligus membayangkan dunia yang berbeda dari kesehariannya.

Reda Gaudiamo membawakan cerita dari buku Na Willa 2. Berbeda dari kisah fantasi yang dibawakan Tasya, cerita dalam buku tersebut menggambarkan dunia anak melalui pengalaman sehari-hari yang sederhana, dekat, dan dipenuhi rasa ingin tahu.

Dua pendekatan cerita ini memberikan pengalaman yang berbeda bagi anak. Mereka bisa masuk ke dalam dunia imajinasi, tetapi juga menemukan cerita yang terasa akrab dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui sesi mendengarkan cerita, anak tidak hanya duduk menyimak. Mereka juga diajak mengikuti tokoh, membayangkan suasana, memperhatikan rangkaian peristiwa, dan merespons cerita yang dibawakan secara langsung.

Bertemu Si Unyil hingga Merayakan Ulang Tahun Bersama

Salah satu bagian yang menarik perhatian pengunjung adalah kehadiran Si Unyil Universe. Karakter anak yang telah dikenal lintas generasi tersebut hadir melalui pertunjukan karakter dan boneka.

Anak-anak dapat bertemu serta berinteraksi langsung dengan Si Unyil dan karakter lainnya. Pada saat yang sama, kehadiran tokoh tersebut membawa orang tua kembali pada sosok yang pernah menemani masa kecil mereka.

Pengalaman ini membuat festival tidak hanya berisi kegiatan untuk anak. Ada pula ruang bagi ayah dan ibu untuk bernostalgia sekaligus memperkenalkan karakter masa kecil mereka kepada generasi berikutnya.

Momen kebersamaan lainnya hadir dalam sesi Birthday Bash. Ratusan anak yang lahir pada Juli mendapat kesempatan untuk merayakan ulang tahun bersama.

Anak-anak diajak menari, bernyanyi, meniup lilin, dan membuka kado bersama keluarga. Perayaan tersebut membuat hari ulang tahun tidak hanya dinikmati secara pribadi, tetapi juga dibagikan bersama anak-anak lain yang lahir pada bulan yang sama.

Tiga Area dengan Aktivitas yang Berbeda

Supaya keluarga lebih mudah menentukan kegiatan, area festival dibagi menjadi tiga zona utama. Setiap zona menawarkan pengalaman yang berbeda dan dapat dipilih sesuai kebutuhan keluarga.

A. Playful Zone

Area ini menghadirkan berbagai permainan aktif yang memberi kesempatan kepada anak untuk bergerak dan menikmati aktivitas fisik. Anak bisa bermain sambil mengeksplorasi lingkungan festival bersama keluarga.

B. Creative Zone

Di area ini, anak dapat mengikuti aktivitas yang berkaitan dengan seni, sains, dan teknologi. Kegiatannya dirancang untuk mendorong kreativitas sekaligus rasa ingin tahu anak ketika mencoba sesuatu yang baru.

C. Market Zone

Setelah berkeliling dan mengikuti berbagai aktivitas, keluarga juga dapat mengunjungi Market Zone. Area ini menyediakan pilihan kuliner serta berbagai kebutuhan keluarga dalam satu tempat.

Pembagian zona membuat pengalaman setiap keluarga bisa berbeda. Ada anak yang lebih tertarik pada permainan aktif, ada yang betah mengikuti kegiatan kreatif, sedangkan keluarga lain mungkin ingin menikmati pertunjukan sambil beristirahat dan mencari makanan.

Pertunjukan Anak Hadir di Dua Panggung

Rangkaian aktivitas juga berlangsung di Panggung Bambala dan Panggung Bintang Kecil. Kehadiran dua panggung memberi lebih banyak ruang untuk menampilkan hiburan dan kegiatan anak selama festival berlangsung.

Pengunjung dapat menikmati storytelling, pertunjukan musikal, tari, permainan interaktif, pemutaran film pendek, dan berbagai hiburan anak lainnya.

Dengan pilihan kegiatan yang cukup beragam, Parents tidak harus memaksa anak mengikuti seluruh agenda. Anak dapat memilih kegiatan yang paling membuatnya tertarik, lalu menikmati pengalaman tersebut bersama keluarga.

Festival Hari Anak seperti ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mengenali hal-hal yang disukai anak. Ada anak yang langsung bersemangat saat melihat panggung, ada yang lebih tertarik membuat karya, sedangkan anak lainnya mungkin memilih berlari dan bermain di area aktivitas.

Pada akhirnya, kegiatan weekend bersama anak tidak harus selalu dipenuhi agenda yang penuh. Bermain, mendengarkan cerita, menonton pertunjukan, atau mencoba aktivitas baru bersama orang tua sudah bisa menjadi bagian dari kenangan masa kecil mereka.

Rangkaian kumparanMOM Festival Hari Anak 2026 berlangsung hingga Minggu, 26 Juli 2026. Parents yang datang dapat memilih kegiatan sesuai minat anak sambil menikmati waktu bersama keluarga di tengah momentum Hari Anak Nasional.

Follow Ibupedia Instagram