Keluarga Dibaca 4,656 kali

Inilah 5 Jenis Orgasme Pada Perempuan Yang Harus Suami Tahu

Share info ini yuk ke teman-teman
Dwi
Inilah 5 Jenis Orgasme Pada Perempuan Yang Harus Suami Tahu

Berhubungan intim menjadi salah satu cara untuk relaksasi. Pengalaman berhubungan intim yang menyenangkan dipicu dari hubungan yang sehat dan komunikasi yang lancar untuk mengetahui keinginan dan kenyamanan masing-masing saat berhubungan seks.

Tercapainya klimaks atau orgasme merupakan puncak dari kenikmatan berhubungan seksual. Sudah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa untuk mencapai orgasme pada perempuan biasanya lebih lambat daripada laki-laki. Jika laki-laki cenderung cepat terpancing dan cepat juga klimaksnya, untuk meraih orgasme pada perempuan dibutuhkan eksplorasi lebih banyak pada tubuhnya melalui titik-titik yang tepat.

Keunikan tercapainya orgasme pada perempuan ini membuat setiap pasangan haruslah kreatif memvariasikan foreplay agar perempuan mencapai orgasmenya sebelum atau bersama dengan pasangannya. Memang bukan otomatis akan mempercepat durasi tercapainya orgasme pada perempuan, tetapi perempuan akan dirangsang lebih intens untuk mendapatkan kenikmatan seksual sehingga ia bisa mencapai orgasme yang maksimal. Dengan melihat perempuan mencapai orgasmenya, laki-laki akan semakin bergairah dan bisa mencapai orgasmenya juga dengan puas.

Untuk mencapai orgasme pada perempuan, ada tahapan-tahapan yang biasanya harus dilalui. Dikutip dari laman Everyday Health, orgasme pada perempuan bisa dicapai melalui 4 tahapan.

Tahapan Orgasme Pada Perempuan

  1. Kegembiraan yang Menggebu

    Saat perempuan diajak bercinta, maka ada gairah yang membuat seluruh syaraf di tubuhnya seolah mempersiapkan diri untuk petualangan seks yang seru. Tubuh perempuan mendapatkan rangsangan atau tengah distimulasi oleh kegembiraan ini. Darah mulai mengisi lebih banyak pada bagian klitoris, vagina, puting, dan seluruh permukaan tubuh. Detak jantung dan tekanan darah pun ikut meningkat. Rangsang kegembiraan ini dipengaruhi oleh hormon testosteron, dopamine, dan serotonin.

  2. Momen Sentuhan

    Pada momen ini, gairah seksual semakin menggebu. Inilah saat di mana hubungan seksual terjadi dan tubuh perempuan mempercepat aliran darah, detak jantung, dan menebalkan dinding-dinding vagina. Penebalan dinding vagina berguna untuk mempersiapkan vagina dalam permainan seksual bersama penis.

    Nah, bila perempuan fokus pada kenikmatan di momen ini, maka ia akan dengan mudah mencapai orgasme di tahap selanjutnya. Antusiasme pun semakin besar seiring dengan memanasnya sentuhan-sentuhan di area sensitif, termasuk ciuman di leher, gerakan penetrasi, hingga suara-suara yang dapat saling membuat gairah bertambah.

  3. Orgasme

    Voila! Orgasme terjadi di sini. Saat ini terjadi, ada kontraksi beraturan pada vagina, uterus, dan otot panggul. Kontraksi ini memberikan rasa hangat dan nyaman mulai dari panggul ke seluruh tubuh akibat orgasme.

  4. Resolusi

    Setelah orgasme tercapai, kini saatnya tubuh relaksasi. Aliran darah berlebih mulai pergi meninggalkan daerah-daerah sensitif untuk bergerak secara normal kembali seperti detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan mulai tenang dan seperti biasa lagi.

Jenis Orgasme pada Perempuan

Banyak yang mengira bahwa orgasme pada perempuan berbeda dengan orgasme pada laki-laki. Sebenarnya keduanya sama, Yang berbeda hanyalah waktu pencapaian dan usaha menemukan titik-titik sensitif yang terkesan lebih lama bagi perempuan. Selain itu, orgasme pada perempuan bisa terjadi pada bagian yang berbeda-beda, lho! Inilah yang menyebabkan orgasme pada perempuan terbagi dalam beberapa jenis, yaitu:

  1. Orgasme Klitoris

    Orgasme jenis ini terjadi saat klitoris dominan dirangsang. Rangsangan pada klitoris dapat menggunakan jari pasangan atau vibrator. Orgasme ini bisa dicapai saat klitoris dalam keadaan basah. Stimulasinya berupa tekanan atau gerakan memutar tepat pada klitoris atau di sekitar klitoris.

    Saat akan mencapai orgasme, ada sensasi berbeda yang dirasakan. Biasanya hal ini akan membuat perempuan ingin semakin mempercepat gerakan sentuhan pada klitoris untuk mendapatkan orgasme. Maka dari itu kelihaian laki-laki dalam fingering sangat diandalkan dalam hal ini.

    Banyak perempuan tidak menyadari bahwa mereka termasuk dalam tipe orgasme klitoris. Ditambah kurangnya komunikasi pada pasangan, membuat perempuan kebingungan karena tidak mencapai orgasme pada saat berhubungan. Perempuan yang tergolong dalam orgasme klitoris tetapi mencari orgasme pada saat penetrasi, mungkin akan memerlukan waktu lebih lama untuk klimaks. Biasanya pasangannya sudah tidak tahan untuk segera klimaks dan keluar duluan. Akibatnya, hubungan seks berakhir tanpa perempuan mencapai orgasmenya.

    Orgasme klitoris perlu dicari sebagai variasi dalam hubungan seksual. Terjadinya cenderung lebih cepat. Rangsangan pada klitoris bisa dengan teknik fingering atau dengan menggunakan penis. Tekanan dan gesekan pada klitoris dapat divariasikan dengan dua benda tersebut.

    Nah, jika Ibu termasuk perempuan yang sulit mendapatkan orgasme saat penetrasi dalam vagina, cara ini bia ditempuh. Siapa tahu Ibu termasuk dalam perempuan dengan orgasme klitoris.

  2. Orgasme Vaginal

    Orgasme ini melibatkan dinding vagina. Bagian luar dinding vagina, biasa disebut A-Spot. Bagian ini disebut-sebut sebagai titik rangsang selai klitoris untuk menghasilkan pelumas bagi dinding vagina dalam. Rangsangan A-spot dapat dilakukan dengan menggesekkan kepala penis pada dinding depan vagina dengan gerakan memutar. Setelahnya, penetrasi bisa dilakukan seperti biasa sampai terjadi orgasme.

    Ada pula yang menyebutkan kalau dibutuhkan tambahan benda yang masuk bersama penis, seperti jari atau sex toy agar dinding vagina dalam tersentuh maksimal. Tetapi bila Ibu tidak nyaman melakukannya, penetrasi biasa juga sudah cukup. Tinggal bagaimana suami-istri memvariasikan gerakan akan orgasme pada perempuan bisa tercapai.

    Nah, orgasme ini juga melibatkan G-Spot lho!G-Spot terletak sekitar 3-5 cm di belakang tulang kemaluan, dekat persimpangan antara kandung kemih dan uretra. Rangsangannya dipicu sepanjang dinding vagina.

    Saat otot vagina berkontraksi akibat masuknya penis, aliran darah mempersiapkan terjadinya orgasme. Jika G-Spot dicapai penis, maka orgasme tipe vaginal ini akan terjadi. Seringkali perempuan tidak mengalami orgasme vaginal karena G-Spot belum terstimulasi maksimal.

  3. Orgasme Leher Rahim/Serviks

    Orgasme leher rahim dipercaya sebagai orgasme yang bisa memberikan sensasi kenyamanan di seluruh tubuh. Karena saat orgasme pada perempuan yang jenis ini dicapai, ada gelombang sensasi geli yang nikmat dari kepala sampai kaki. Selain itu, orgasme jenis ini juga disebut-sebut sebagai orgasme yang cukup lama terasa dibanding tipe orgasme lainnya.

    Nah, karena serviks adalah bagian paling ujung dari rahim, maka untuk mencapainya diperlukan penetrasi lebih dalam. Cara paling mudah untuk mencapai titik ini adalah dengan menggunakan doggy style saat berhubungan atau meletakkan bantal di panggul perempuan saat posisi missionaris. Tentu diperlukan tingkat relaksasi yang tinggi pada perempuan agar tidak terasa sakit.

  4. Orgasme Campuran

    Sebenarnya tipe ini bukanlah jenis lain dari ketiga jenis orgasme di atas. Tipe ini adalah gabungan dari seluruh jenis orgasme. Pertolongan sex toy bisa diandalkan. Tapi bukan tidak mungkin hanya bermodalkan fingering orgasme kombinasi ini akan dicapai. Orgasme campuran ini akan merangsang klitoris di saat bersamaan dengan penetrasi vagina dan serviks.

    Penetrasi dalam dilakukan untuk mencapai orgasme serviks, gerakan menggesek dinding vagina untuk menstimulasi orgasme vagina, dan rangsangan melalui fingering atau vibrator untuk merangsang orgasme klitoris.

  5. Orgasme di Titik Sensitif Tubuh

    Percaya atau tidak, seseorang yang super sensitif bisa langsung orgasme hanya karena dirangsang pada titik-titik tertentu di seluruh tubuhnya. Titik-titik sensitif yang dimaksud seperti puting, area leher hingga tengkuk, belakang telinga, paha bagian dalam, pinggang, kaki bagian dalam.

    Karena rupanya ada penelitian yang menyebutkan bahwa rangsangan pada puting mengaktifkan area yang sama di otak seperti saat orgasme klitoris dan vaginal terjadi. Titik-titik sensitif lainnya dapat dirangsang untuk menambah variasi permainan dan mempercepat orgasme pada perempuan.

Alasan Perempuan Melakukan Orgasme Palsu

Dari keseluruhan penjelasan tentang jenis orgasme, terlihat bahwa orgasme pada perempuan bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Tetapi pada kenyataannya, perempuan cenderung memalsukan orgasme saat berhubungan intim. Dipicu oleh beberapa hal, perempuan rela melakukan orgasme palsu. Simak yuk beberapa alasan kenapa perempuan suka memalsukan orgasme.

  1. Masalah Seksual

    Adanya masalah seksual yang dialami perempuan membuat mereka cenderung memalsukan orgasme. Masalah seksual ini berupa tidak bersemangatnya perempuan saat berhubungan sehingga menahan hormon untuk memicu orgasme. Orgasme yang sulit didapatkan akan menggiring pada keinginan perempuan untuk memalsukan orgasmenya di hadapan pasangan.

    Emosi juga berperan penting dalam hubungan seksual selain rangsangan fisik. Emosi yang berantakan inilah yang bisa membuat orgasme jadi sulit didapatkan. Rasa cemas, ketakutan, stres, rasa kehilangan, atau perasaan bersalah adalah jenis-jenis emosi yang berperan menahan terjadinya orgasme pada perempuan.

    Tetapi masalah emosi seperti ini masih bisa diatasi kok. Peran pasangan tentu dibutuhkan dalam momen pengendalian emosi pada perempuan. Suami bisa menyenangkan istri dengan berbagai cara, seperti meluangkan lebih banyak waktu untuk ngobrol, membantu pekerjaan rumah tangga, bermain dan bercanda bersama istri dan anak-anak, bila ada budget lebih bisa ajak istri belanja atau liburan tipis-tipis.

    Sekadar mengembalikan mood istri bisa memengaruhi kualitas hubungan seksual, lho! Karena sejatinya masalah seksual, terutama ketidaktercapaian orgasme pada perempuan, juga dipicu oleh masalah emosi yang tidak selesai.

    Jika dengan bantuan pasangan ternyata masalah emosi tidak membaik, perempuan juga bisa menempuh jalan medis. Yaitu dengan konsultasi psikologis atau jika sudah berpengaruh dengan masalah ketidakstabilan hormon, bisa juga dengan jalan akupunktur. Relaksasi dengan akupunktur lebih fokus pada titik-titik yang bermasalah dibandingkan jika hanya relaksasi dengan sistem pijat spa.

  2. Demi Respons Positif Pasangan

    Hubungan seksual akan terasa jauh lebih menyenangkan dan memuaskan saat kedua belah pihak sama-sama diuntungkan. Perempuan merasa perlu untuk meyakinkan pasangannya bahwa mereka sudah merasa puas dengan permainan seks. Dengan memalsukan orgasme, perempuan akan merasa seperti menjemput respons positif dari pasangannya.

    Respons positif dari pasangan merupakan ungkapan dari kepuasan setelah berhubungan seksual. Orgasme palsu akan menunjukkan bahwa pihak suami sangat hebat dalam permainan sampai membuat istri lunglai.

    Nah, meski begitu, orgasme palsu untuk mendapat respons positif sebaiknya tidak terus menerus dilakukan. Karena jika begitu, maka hubungan seksual jadi penuh kebohongan. Lebih baik membicarakan dengan pasangan tentang kendala orgasme dengan cepat daripada memalsukan orgasme terburu-buru.

  3. Bosan Berhubungan Intim

    Ya. Ini benar adanya. Perempuan juga bisa merasa bosan dengan hubungan seks yang biasa dilakukan. Rasa bosan ini menyebabkan tidak adanya gairah saat berhubungan. Padahal suami sedang on nih. Wah, tentu tidak bisa jika menolak tanpa alasan ya. Inilah sebabnya perempuan memalsukan orgasmenya agar tetap terlihat bersemangat meski mereka tengah bosan berhubungan seks.

    Untuk mengatasi kebosanan ini, tentu suami dan istri perlu sama-sama saling bicara. Bisa dengan introspeksi, atau dengan mengevaluasi variasi permainan yang digunakan. Penambahan variasi permainan, mengenakan pakaian seksi baru atau mencari referensi gaya baru bisa jadi ide untuk lebih variatif. Nah, jika urusan rasa bosan sudah beres, tidak perlu lagi memalsukan orgasme.

  4. Memancing Orgasme Asli

    Ini dia yang unik. Orgasme pada perempuan tidak serta merta bisa mudah dipancing. Kadang ada laki-laki yang memilih untuk tidak banyak bersuara saat berhubungan seks. Alasannya adalah untuk mencegah agar tidak cepat ejakulasi dan masih bisa menikmati penetrasi. Sayangnya, dengan mode silent seperti ini membuat perempuan jadi semakin sulit untuk orgasme.

    Maka perempuan memilih untuk memalsukan orgasme untuk memancing orgasme asli. Suara desahan saat momen orgasme akan terdengar nyaman di telinga. Siapa sangka ternyata bahkan suaranya nyaman didengarkan sendiri sampai bisa memancing orgasme asli.

    Cara ini patut dicoba, lho! Selain bisa memancing orgasme pada perempuan agar lebih cepat muncul, cara ini juga cocok untuk menyenangkan pasangan.

  5. Menghindari Pertanyaan Pasangan

    Sebagai bukti bahwa pasangannya puas saat berhubungan seksual, banyak suami bertanya dengan, “Gimana? Kamu puas?” pertanyaan-pertanyaan seperti ini sering membuat perempuan kesal.

    Karena faktanya, banyak perempuan tidak berhasil orgasme saat suaminya sudah orgasme.  Sehingga untuk menghindari jawaban yang mungkin akan memicu perselisihan, perempuan memilih untuk memalsukan orgasme.

  6. Ajang Pembuktian Pada Pasangan

    Durasi orgasme pada perempuan yang lama dicapai dan sering berujung pada gagal orgasme, membuat perempuan ingin membuktikan bahwa dirinya juga hebat dalam permainan. Caranya adalah dengan memalsukan orgasme tersebut. Perempuan membuat seolah ia telah orgasme dan ia menggairahkan pasangannya saat orgasme. Dengan cara inilah perempuan bisa membuktikan diri bahwa ia kompeten.

    Hmm, jika orgasme palsu digunakan sebagai ajang pembuktian pada pasangan, sebaiknya tidak sering dilakukan. Hubungan seksual antara suami istri haruslah disertai ketulusan agar kenikmatan permainan bisa bersama-sama dicapai.

  7. Suami Sudah Orgasme Lebih Dulu

    Melihat suami yang sudah hampir orgasme, akan membuat perempuan memilih untuk memalsukan orgasmenya. Meski pada akhirnya perempuan jadi tidak benar-benar orgasme karena sudah ‘ketinggalan’, tetapi banyak perempuan memilih cara ini. Jika memang cara ini cenderung disukai, usai suami selesai ejakulasi, sebaiknya tetap minta suami untuk fingering agar bisa mendapat orgasme yang sebenarnya.

  8.  Stigma Sosial

    Adanya stigma sosial yang beranggapan bahwa perempuan haruslah menyenangkan suami bagaimanapun caranya, mendorong banyak perempuan untuk memalsukan orgasme dalam permainan seks. Saat suaminya hampir mencapai klimaks, perempuan memilih untuk memalsukan orgasme agar suaminya mendapat kepuasan melihat istrinya orgasme. Dengan demikian, perempuan akan mendapat predikat istri yang baik karena sudah menyenangkan suami.

    Stigma sosial walau bagaimanapun juga bisa menyesatkan. Perempuan perlu untuk berhati-hati dalam bertindak hanya karena stigma sosial. Penting bagi pasangan suami dan istri untuk saling bicara satu sama lain tentang hubungan di ranjang.

    Sosok istri yang menyenangkan suami dalam urusan ranjang bisa dibentuk lewat diskusi antar pasangan. Hindari menggunakan banyak kebohongan untuk menyenangkan pasangan. Karena kebohongan tidak akan bertahan lama.

Memalsukan orgasme memang sebaiknya dihindari. Namun jika dalam sebuah kondisi keterpaksaan di mana perempuan membutuhkannya, seperti untuk memancing orgasme asli, memalsukan orgasme sah-sah saja dilakukan. Tetap ingat untuk banyak berkomunikasi dengan pasangan tentang urusan seks ya.

Karena dengan keterbukaan komunikasi seks pun jadi kembali menyenangkan. Jangan ragu untuk bertemu ahli jika memang orgasme menjadi masalah yang cukup mengganggu.

(Dwi Ratih)