Pola Asuh Minimalist Parenting Bikin Anak Sejahtera Tanpa Tekanan
Zaman sekarang, mendidik anak memang menjadi tantangan sendiri bagi orang tua. Kesalahan sedikit saja bisa menyebabkan anak-anak mengalami gangguan tumbuh kembang, dan berisiko sebabkan inner child anak terluka nantinya.
Untungnya, ilmu pengetahuan dalam dunia parenting juga ikut berkembang dan menghasilkan berbagai pilihan pola asuh bagi orang tua. Salah satunya pola asuh minimalist parenting.
Dikutip dari Being Sen pola asuh minimalist parenting adalah, pola asuh yang menekankan kesederhanaan, kesengajaan, dan mengedepankan kualitas daripada kuantitas dalam membesarkan anak. Fokus pada minimalist parenting adalah mengurangi cemas dan stres yang dirasa tidak perlu dalam pengasuhan anak.
Sehingga, anak dan bahkan seluruh anggota keluarga bisa mendapatkan pengalaman yang berharga. Dengan harapan keluarga bisa lebih sejahtera tanpa tekanan.
Lebih jelas mengenai apa itu minimalist parenting

Sebagai orang tua, kita tentu ingin mengusahakan segala yang terbaik untuk anak. Tapi, terkadang kita lupa satu hal yaitu mengedepankan kualitas dibandingkan kuantitas dalam hal pola asuh.
Akibatnya, banyak pengalaman berharga dalam keluarga yang sering terlewatkan. Padahal pengalaman ini, sangat penting untuk menciptakan keseimbangan dalam kehidupan keluarga yang sehat.
Mungkin saatnya, Parents mulai menerapkan pola asuh minimalist parenting. Sebab, minimalist parenting berfokus pada sebuah hubungan keluarga yang hangat.
Tujuannya untuk menjaga kesehatan mental anak dan juga seluruh anggota keluarga. Pola asuh minimalist parenting memiliki prioritas, orang tua akan menjadi role model atau contoh nyata bagi anak-anaknya.
Dengan menanamkan karakter, membuat pola pikir anak jadi lebih mandiri, sekaligus dengan contoh nyata orang tua anak otomatis bisa menghargai sebuah nilai kehidupan. Pola asuh ini, juga cenderung membuat orang tua jadi tidak mudah stres, hidup jadi lebih sederhana tanpa menuntut hal yang sempurna.
Dikutip dari Today’s Parent salah satu manfaat terbaik dari pola asuh minimalist parenting adalah kesejahteraan keluarga. Sebab, pola asuh ini melibatkan seluruh anggota keluarga, anak boleh berpendapat begitupun orang tua bisa mendengarkan keinginan anak.
Cory Reid-Vanas, MA, LMFT, yang merupakan terapis pernikahan dan keluarga mengatakan bahwa, minimalist parenting melibatkan keluarga untuk pengambilan keputusan. Orang tua dan anak merupakan sebuah tim, bekerja sama untuk mengelola berbagai hal yang seringkali melibatkan banyak aktivitas.
Pola asuh minimalist parenting, juga membuat orang tua dan anak berfokus pada pengurangan stres yang tidak perlu dan menumbuhkan pengalaman yang bermakna. Prinsip utamanya adalah memprioritaskan kesejahteraan anak dengan meminimalkan kekacauan dan gangguan. Pola asuh ini, akan mendorong lingkungan keluarga yang seimbang, penuh perhatian, dan bebas dari stres.
Bagaimana cara menerapkan pola asuh ini?

Apakah minimalist parenting dapat membatasi ruang gerak anak? Tentu tidak ya, Parents. Justru dengan pola asuh ini, kita jadi bisa memilih mana hal yang benar-benar penting dan mana yang tidak.
Untuk menerapkan pola asuh minimalist parenting, sebenarnya cukup mudah dilakukan. Tapi yang terpenting adalah, Parents wajib membatasi penggunaan gadget untuk anak-anak terlebih dahulu, ya.
Karena, paparan gadget berlebih pada anak bisa membuatnya jadi pasif bergerak. Dengan batasan gadget ini, Parents justru bisa memberikan kesempatan bagi anak untuk mengembangkan imajinasinya.
Selain itu, cara menerapkan pola asuh minimalist parenting yang bisa Parenga coba adalah:

Biarkan anak menyelesaikan masalahnya sendiri
Bukan bermaksud melepaskan secara total, namun mengutip dari Becoming Minimalist dalam pola asuh minimalist parenting, orang tua justru diajarkan untuk menahan diri untuk tidak terus-terusan membantu anak. Dengan memberikan ruang saat si kecil memiliki masalah, sama saja dengan memberikan anak ruang untuk berlatih problem solving dan mengasah kemandiriannya.
Anak harus punya banyak waktu untuk beristirahat
Yes! Ambisi orang tua tentu selalu ingin anaknya pintar, dengan cara dilatih melalui berbagai kegiatan ekstrakulikuler ini dan itu. Semata-mata demi mengetahui minat dan bakatnya.
Sayangnya, si kecil belum tentu menyukai hal tersebut. Dalam minimalist parenting, anak justru nggak boleh memiliki jadwal kegiatan yang terlalu padat.
Ini hanya akan membuat anak rentan meresa tertekan, mudah stres dan terganggu perkembangan emosionalnya. Sebaiknya, coba berikan ruang istirahat dengan pola komunikasi orang tua yang cukup, dan pastinya contoh nyata orang tua dalam keseharian.

Mulai dengan kurangi kegiatan multitasking
Kegiatan multitasking memang penting dalam skill kehidupan sehari-hari. Tapi, kalau dilakukan terlalu sering hal ini justru rentan membuat Parents lebih mudah stres.
Yuk, coba kurangi kegiatan tersebut. Cobalah untuk fokus pada hal yang benar-benar penting untuk keluarga.
Tumbuh kembang anak adalah hal yang utama
Yup! Fokus utama minimalist parenting adalah, menekankan kesederhanaan dalam keluarga. Singkirkan hal yang nggak perlu, supaya Parents bisa fokus pada prioritas utama yaitu tumbuh kembang anak, dengan memusatkan perhatian dan waktu berkualitas bersama keluarga.
Jadi, sudahkah Parents menerapkan pola asuh minimalist parenting dalam keluarga?