Tantrum Dan Manja Bisa Jadi Tanda Anak Butuh Perhatian, Lho!

Tantrum Dan Manja Bisa Jadi Tanda Anak Butuh Perhatian, Lho!
Tantrum Dan Manja Bisa Jadi Tanda Anak Butuh Perhatian, Lho!

Si kecil maunya nempel terus, jadi lebih manja dan sering tantrum belakangan ini. Bikin Parents jadi pusing, dan sulit melakukan aktivitas lain.

Tenang, Parents ini bisa jadi tanda anak butuh perhatian, lho! Meskipun, orang tua sudah mencurahkan seluruh perhatian setiap hari, namun ada kalanya si kecil punya keinginan tertentu yang sulit ia ekspresikan atau sekadar ungkapkan.

Biasanya, selain manja dan tantrum, tanda anak butuh perhatian juga bisa dilihat dari tingkah lakunya. Misalnya, seringkali memanggil orang tuanya walau hanya ingin menunjukkan suatu hal kecil yang bisa ia kuasai.

Walau kadang bikin Parents jadi merasa kewalahan, tapi coba yuk luangkan waktu sejenak untuk sekadar mengerti kode atau tanda anak butuh perhatian.

Alasan kenapa anak butuh perhatian

Kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi

Yes! Kalau dikutip dari Handspring Health salah satu alasan utama, muncul tanda anak butuh perhatian adalah, bisa jadi ia merasa diabaikan dan kebutuhan emosionalnya tidak terpenuhi. Nah, kalau hal ini terjadi otomatis mereka mungkin akan melakukan perilaku mencari perhatian untuk mengisi kekosongan tersebut.

Hal ini termasuk perilaku seperti bergantung pada orang tua, maunya gelendotan terus hingga jika diabaikan ia mungkin bisa saja melakukan tindakan yang mengganggu, atau mencari validasi yang berlebihan.

Sulit mengungkapkan apa maunya

Anak-anak yang kesulitan mengekspresikan kebutuhan atau emosi mereka dengan cara yang adaptif, mungkin akan menunjukkan tanda anak butuh perhatian sebagai cara untuk menyampaikan pesan. Jika seorang anak tidak mampu berkomunikasi secara efektif dengan orang lain, mereka mungkin akan melakukan tindakan yang lebih ekstrem, seperti bertingkah laku aneh dan absurd, untuk mendapatkan perhatian.

Faktor lingkungan dan keluarga

Dinamika keluarga, tekanan berlebih di sekolah, dan interaksi teman sebaya semuanya dapat memengaruhi perilaku anak ingin mencari perhatian. Seorang anak dalam lingkungan rumah yang kacau, atau di bawah tekanan akademis mungkin melakukan perilaku yang mengganggu untuk mengatasi stres atau mendapatkan perhatian.

Trauma atau stres

Parents, jangan salah ya. Anak-anak ternyata juga pernah mengalami trauma, atau stres signifikan dalam hidup mereka. Hal ini kemudian, bisa menimbulkan perilaku mencari perhatian sebagai cara untuk mendapatkan kembali kendali atau mengkomunikasikan rasa sakit emosional mereka.

Trauma yang si kecil rasakan, dapat menyebabkan perasaan tidak aman, yang dapat bermanifestasi sebagai tindakan mencari perhatian. Trauma juga dapat memengaruhi sistem saraf, menyebabkan anak-anak merasa lebih tidak terkendali secara emosional.

Faktor neurodevelopmental

Kondisi tertentu termasuk ADHD, kecemasan, atau gangguan spektrum autisme, dapat berkontribusi pada perilaku anak mencari perhatian lebih pada orang tua. Anak-anak dengan kondisi ini mungkin kesulitan dalam pengaturan emosi atau interaksi sosial yang tepat, yang menyebabkan perilaku berlebih.

Yuk, kenali apa saja tanda anak butuh perhatian orang tua

Saat anak seringkali berkata “Ayah/Ibu, lihat deh aku bisa lompat tinggiiii sekali”, kira-kira apa yang ada di benak Parents? Ternyata ini merupakan tanda komunikasi anak, bahwa ia ingin tahu apakah orang tuanya bangga atau tidak padanya. Yup! Anak hanya butuh sekadar ungkapan validasi ya, Parents.

Sayangnya, ketika Parents sedang sibuk bekerja, dan si kecil kerap memanggil berkali-kali untuk sekadar ingin divalidasi, justru membuat kita berpikir bahwa hal ini cukup mengganggu. Yes! Ibumin paham sekali, terkadang kesibukan kita sehari-hari membuat kita kurang peka terhadap kebutuhan anak termasuk untuk sekadar divalidasi.

Biar nggak terjadi lagi, mulai sekarang yuk kenali beragam tanda anak butuh perhatian sebagai berikut:

Anak sering berteriak

Tanda anak butuh perhatian yang jarang disadari oleh orang tua adalah, mudah berteriak dan mengamuk meski diakibatkan oleh hal sepele. Ini merupakan upaya mereka, agar perhatian orang tua hanya tertuju padanya. Sekaligus tanda, bahwa ia ingin didengarkan.

Membangkang

Mengutip dari laman Parents Direktur Klinis California Behavioral Health, Melissa Legere, LMFT mengungkapkan, anak mungkin mulai menjadi lebih membangkang dan menolak untuk mengikuti aturan. Terutama hal tersebut nggak sejalan dengan keinginan mereka.

Perilaku ini seringkali membuat kesal dan marah bagi orang tua. Walau begitu, perilaku membangkang ini jadi salah satu tanda anak butuh perhatian yang nggak boleh disepelekan, lho Parents!

Gemar mengulang pertanyaan

“Kenapa sih nggak boleh main ini? Kenapa sih nggak boleh makan permen?”. Pertanyaan pengulangan ini, mungkin akan muncul berulang kali meskipun si kecil sudah tahu bahwa hal tersebut nggak boleh dilakukan.

Yes! Si kecil memang tahu jawabannya, tetapi ia pun tahu bahwa jika pertanyaan ini kembali ditanyakan berulang, itu bisa membuat orang tua otomatis berbicara dengannya. Hal ini membuat mereka menjadi puas, dan merasa strateginya berhasil.

Menarik diri dan enggan berinteraksi dengan orang lain termasuk orang tuanya

Tanda anak butuh perhatian, terkadang ia justru melakukan hal yang tidak disangka. Misalnya, menarik diri dari kerumunan atau berupaya menghindari momen kumpul keluarga.

Tapi, tahukah Parents? Ternyata menarik diri, merupakan cara mereka memberi sinyal bahwa mereka membutuhkan lebih banyak waktu, koneksi, dan dukungan emosional dari orang tuanya, lho!

Tantrum

Ibumin setuju sekali bahwa, tantrum bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Namun, anak tantrum sangat umum terjadi pada anak dan justru menjadi tanda bahwa ia membutuhkan lebih banyak perhatian dari orang tuanya.

Muncul keluhan fisik

Tanda anak butuh perhatian orang tua lainnya adalah, muncul keluhan fisik seperti sakit perut, tidak nafsu makan atau merasa lemas. Padahal jika diperiksa secara medis, nggak ada tanda gangguan kesehatan yang berarti. Nah, bisa jadi ini juga jadi tanda anak butuh perhatian lebih, nih Parents.

Muncul perilaku regresif

Si kecil yang tadinya mandiri, dan sudah bisa memakai baju sendiri, mendadak jadi lebih manja dan maunya dibantu oleh orang tua. Nggak apa-apa kok, Parents. Ini bisa jadi kode bahwa si kecil hanya butuh perhatian dari orang tuanya saja.

Marah saat ditegur

Kadang kala, tanda anak butuh perhatian orang tua juga ditunjukkan dengan emosi dan marah saat ditegur oleh orang tuanya. Misalnya saat ia nggak disiplin saat makan, dan lain sebagainya.

Nempel terus, nggak mau lepas dari Ayah atau Ibu

Ketergantungan pada orang tua, kadang bikin kita terlanjur melabeli anak sedang manja. Padahal ini merupakan tanda anak butuh perhatian orang tua, lho!

Jadi, orang tua harus bagaimana?

Komunikasi adalah kunci terbaik untuk menghadapi anak-anak yang butuh perhatian lebih dari orang tua. Kalau kondisi lingkungan sudah stabil dan memungkinkan, nggak ada salahnya mengajak anak berdiskusi.

Tanyakan mengenai apa yang sedang ia rasakan, dan apa yang ia mau. Melansir dari laman Motherly orang tua perlu menunjukkan empati, dengan menanyakan apa yang anak butuhkan.

Parents bisa mulai membuka komunikasi dengan meminta maaf terlebih dahulu. Kemudian ceritakan kondisi yang sedang terjadi. Jangan lupa tanyakan perasaan si kecil, ya.

Lalu, arahkan anak untuk bisa menemukan cara yang lebih baik untuk memenuhi apa yang ia inginkan. Penting untuk mengesampingkan hukuman, dan mengutamakan empati dan pola komunikasi yang baik terlebih dahulu.

Supaya si kecil bisa lebih memahami perasan yang ia rasakan. Sebab, reaksi orang tua pada akhirnya yang menentukan.

Kalau sering ditolak atau malah dihukum, justru ia akan berpikir bahwa kehadirannya tak penting. Jika dibalas atau pola komunikasinya kurang tepat, sambil orang tua asik main gadget, anak justru belajar bahwa; ternyata ceritaku nggak menarik.

Yup! Anak mungkin memang nggak ingat jumlah mainan yang dimiliki, atau baju bermerk yang ia pakai. Yang ia ingat hanyalah, momen ketika ia butuh ditemani dan divalidasi oleh orang tuanya. Jadi, yuk Parents mulai lebih peka dengan tanda anak butuh perhatian.

Follow Ibupedia Instagram