Keluarga

Tips Agar Rukun Saat Tinggal Bersama Mertua

Terakhir diperbaharui

Tips Agar Rukun Saat Tinggal Bersama Mertua

Banyak pasangan memutuskan untuk tinggal bersama mertua. Alasannya bisa bermacam-macam, baik karena kesulitan keuangan dan tinggal bersama mertua membantu menghemat uang, ada mertua yang sakit dan membutuhkan perawatan khusus, atau karena budaya yang mengharuskan tinggal bersama. Apapun yang jadi alasan untuk tinggal bersama mertua, situasi ini tidak pernah mudah. Anda dan mertua mungkin sering bersitegang. Ada waktu di mana salah satu atau Anda berdua ingin lebih banyak privasi dan kebebasan.

 

Bunda, ada juga keuntungan dari tinggal bersama mertua. Anda bisa menghemat uang dan saling membantu. Ketika Anda bekerja hingga larut malam, mungkin ibu mertua bisa memasak makan malam. Mungkin ayah mertua bisa memperbaiki tempat cuci piring atau menjemput anak dari sekolah. Semua akan lebih mudah bila Anda dan mertua bisa akur. Manfaat yang paling positif adalah Anda bisa saling kenal dan bisa benar-benar jadi sebuah keluarga.

 

Masalah yang sering muncul ketika tinggal bersama mertua

Menikahi seseorang sering kali berarti Anda menikahi keluarganya. Ketika Anda menyatu dengan keluarga pasangan, Anda perlu melakukan penyesuaian dan lebih pengertian. Kadang, perilaku atau pendapat mereka berbeda dengan Anda, tapi ini tidak berarti Anda harus berhenti mencoba menjalin hubungan baik dengan mereka.

 

Ketika tinggal bersama mertua, Anda mungkin tidak pernah merasa senyaman tinggal dengan keluarga sendiri, tapi orang-orang ini akan ada di hidup Anda untuk waktu yang lama. Tentu tidak mungkin menghindari semua perseteruan. Tapi ada cara untuk mendinginkan kepala meski menghadapi masalah yang paling panas.

 

Pernahkah Anda mengalami tidak merasa diterima oleh keluarga pasangan? Pernahkah Anda merasa, berapa pun besar usaha Anda, Anda tidak bisa membuat mereka menyukai Anda? Mari kita lihat beberapa masalah paling umum ketika tinggal bersama mertua dan cara mengatasinya dengan sehat dan positif yang akan membuat semua jadi lebih mudah.

 

  1. Mertua tidak punya batasan

    Ada mertua yang tidak menghormati privasi menantunya. Mereka tiba-tiba muncul dan mengira kehadirannya diharapkan. Mereka juga tidak punya batasan, komunikasi yang baik memang perlu tapi tidak baik bila berlebihan.

     

    Kemungkinan mertua Anda merasa tidak dibutuhkan atau didengar. Daripada mengubah perilaku mereka, buat mereka merasa dihargai tapi jujur pada mereka. Gunakan humor agar situasi tidak serius tapi berhati-hati untuk tidak menyakiti perasaan mereka.

     

  2. Mertua merasa Anda khawatir berlebihan tentang keamanan buah hati

    “Saya awalnya heran ketika tahu bayi saya yang berusia 4 bulan bisa tidur sepanjang malam di tempat ibu mertua,” kata seorang ibu yang juga perawat yang bekerja malam hari dan suaminya sering bepergian ke luar kota. “Lalu saya tahu ternyata bayi saya ditidurkan tengkurap, yang berisiko sindrom kematian mendadak pada bayi.”

     

    Ketika ini terjadi, solusinya adalah bersikap tegas tanpa menuduh mertua membahayakan anak. Setenang mungkin beritahu mertua kalau Anda merasa tidak nyaman ketika ia menidurkan si kecil dengan caranya. Anda bisa katakan, “Dokter meminta kami untuk tidak menidurkan bayi di posisi tengkurap di malam hari, dan kami perlu pastikan tiap orang mengikuti instruksinya.” Mungkin mertua menganggap ini berlebihan, tapi ia akan bisa memahami kalau Anda hanya mengikuti perintah dokter, bukan mengkritik kemampuan mertua untuk merawat anak.

     

  3. Mertua turut campur

    Sulit bagi ayah dan ibu mertua untuk tidak memberi saran tentang membesarkan anak karena mereka sangat peduli. Tapi beberapa saran tidak selalu bisa diterima dan bisa salah. Bila mertua memberitahu untuk memukul anak yang tantrum, langsung tentukan posisi Anda. Katakan, “Time out lebih tepat untuk si kecil.” Anda tidak perlu mengubah posisi mertua untuk berpihak pada Anda. Atau Anda bisa langsung berkata, “Jangan khawatir, Bu, biar saya yang urus,” lalu ganti subjek pembicaraan.

     

    Namun kadang Anda tidak bisa membiarkan begitu saja. Seorang ibu merasa marah ketika tahu mertuanya memutuskan untuk memberi terapi bicara pada anaknya yang berusia 3 tahun sedangkan mereka tidak ahli melakukannya. “Mertua selalu bilang kalau cara bicara anak saya aneh, dan saya selalu jelaskan kalau menurut dokter tidak ada masalah.”

     

    Ketika mertua sudah melewati batas seperti ini, beritahukan kalau Anda tidak suka, tapi lembutkan kalimat Anda dengan mengatakan, “Saya tahu ibu berusaha membantu, tapi ini masalah sensitif, dan kami ingin mengatasinya sendiri.” Mertua Anda perlu tahu kalau Anda yang jadi orangtuanya. Sekarang mereka tidak punya pilihan selain mengikuti panduan Anda, baik setuju atau tidak.

     

  4. Mertua tidak mendukung aturan di keluarga

    Bila anak-anak hanya bertemu kakek-nenek beberapa kali dalam setahun, mungkin Anda bisa berkompromi dalam hal ini. Anak tidak akan sakit karena sesekali begadang atau menonton TV lebih lama. Tapi bila anak sering bersama kakek-nenek, sebaiknya Anda turun tangan. Seorang ibu bercerita kalau mertuanya tinggal tak jauh dari rumah dan sering membawa kantong berisi penuh permen. Si ibu mencari cara agar mertuanya berhenti melakukan ini. Akhirnya ia mengirim semua tagihan dokter gigi ke rumah mertuanya.

     

    Biasanya tidak perlu langkah ekstrim untuk membuat kakek-nenek mau mengikuti aturan di keluarga Anda. Berikan penjelasan sederhana dan tawarkan alternatif yang kemungkinan berhasil. Kakek-nenek hanya ingin membuat cucu senang, tugas Anda adalah memastikan agar mereka tidak melanggar aturan keluarga.

     

  5. Mertua menuntut berlebihan pada anak laki-lakinya

    Cerita seorang ibu, “Mertua meminta suami berkendara ke rumah mereka, selama 40 menit, beberapa kali seminggu hanya untuk menyiram tanaman ketika mereka keluar kota. Bila suami pergi setelah bekerja, akan makan waktu lama sehingga ia tiba di rumah ketika anak sudah tidur.”

     

    Kakek-nenek mungkin tidak mengalami kewalahan ketika menjadi orangtua baru, jadi mereka tidak selalu memahami stres di keluarga saat ini. Satu solusi adalah memberitahu mereka seperti apa kehidupan Anda agar mereka menyadari bantuan yang mereka minta sulit terpenuhi di kondisi Anda saat ini. Setelah mereka mendapat gambaran, mereka akan berhenti memintanya.

     

    Tapi bisa juga tidak. Meminta terlalu banyak pada anak lelaki yang menikah bisa jadi cara orangtua agar anak lelaki tetap ada di hidup mereka dan untuk mengontrolnya. Dan anak lelaki yang mematuhi permintaan orangtua yang tidak masuk akal, meski ketika menyebabkan ketegangan nyata pada keluarga sendiri, membutuhkan bantuan untuk mengatasi rasa bersalah ketika menolak permintaan orangtuanya.

     

    Bila mertua meminta suami untuk selalu datang, coba berkompromi dengan suami. Misalnya, suami bisa memberitahu orangtuanya kalau ia senang membantu di akhir pekan, tapi akan lebih baik meminta tolong tetangga selama hari kerja. Apapun situasinya, pasangan Anda tetap akan membantu orangtuanya, tapi di kondisi yang tidak akan mempersulit hidup Anda.

     

  6. Mertua tidak membantu Anda

    Situasi ini bisa sulit karena kakek-nenek punya hak untuk membuat batasan sendiri, sama seperti Anda. Mengurus anak kecil bisa melelahkan dan bila mertua tidak merasakan hal ini atau bila hidup mereka sudah sibuk dengan pekerjaan atau hal lain, Anda perlu menerimanya.

     

    Sebaliknya, mertua mungkin tidak membantu karena mereka tidak menyadari kalau Anda membutuhkan bantuan. Utarakan kebutuhan Anda dengan jelas. Seorang nenek sering membatalkan kunjungan ke tempat cucu karena klien meminta bertemu di menit-menit akhir, tapi hal ini tidak lagi terjadi ketika anaknya diam-diam menjelaskan kalau istrinya mengalami depresi pasca persalinan. Setelah diberitahu apa yang terjadi, ia segera mengatur ulang jadwal agar bisa datang kapanpun ketika bantuannya dibutuhkan.

     

    Bila Anda tidak tahu apakah mertua mencoba membuat batasan atau tidak menyadari betapa Anda membutuhkan bantuan, tanyakan apakah mereka mau membantu mengasuh anak. Bila jawabannya, “Saya mau bantu tapi jadwal kita sudah padat sekarang,” jangan lagi bertanya. Dan bila jawabannya “Tentu,” maka Anda bisa bersenang hati.

     

  7. Mertua berkata dan bersikap kasar

    Meski tak apa bersenda-gurau, beberapa mertua sedikit berlebihan. Seorang mertua bercanda dengan mengatakan menantu perempuannya banyak bertambah berat badan dan ini menyakiti perasaan si menantu. Kemudian, ia mengalami gangguan makan. Meski maksudnya supaya menantu merasa akrab dan nyaman, si mertua menyakiti perasaannya tanpa menyadarinya.

     

    Cobalah bersikap sopan meski bila perilaku mereka membuat Anda emosi. Juga penting untuk jujur pada mereka. Apapun yang Anda lakukan, jangan berkata atau berbuat kasar juga. Perbanyak kesabaran Anda. Ingatkan diri kalau mereka adalah bagian dari kehidupan orang yang Anda cintai jadi Anda juga perlu menyayangi mereka. Untuk menjaga kewarasan, coba batasi interaksi dengan mereka.

     

  8. Mertua dramatis atau sangat sensitif

    Ketika Anda bersikap jujur, mereka merasa Anda langsung menyerang mereka. Mertua macam ini bisa membuat semua keluar dari proporsinya. Anda tidak tumbuh bersama mertua, jadi Anda tidak tahu bagaimana mereka bereaksi ketika dikritik.

     

    Solusinya dengan berbicara pada suami dan lakukan pendekatan sebagai team. Kenali mertua lebih baik. Apa yang membuat mertua senang dan sebaliknya. Tidak berarti Anda harus selalu menyenangkan hati mereka, tapi Anda perlu lakukan penyesuaian lebih. Kenali perasaan mereka dengan jadi lebih sensitif.

     

  9. Mertua tidak menghormati Anda

    Kurang menghormati bisa dalam banyak bentuk. Mertua yang tidak menghormati Anda bisa memperlakukan Anda seperti anak kecil, mengabaikan Anda, atau bergosip tentang Anda di belakang Anda. Apapun yang mereka lakukan, ini berakar dari kurangnya rasa hormat terhadap Anda.

     

    Anda tidak bisa memaksa siapapun untuk menghormati Anda, tapi Anda bisa membela diri. Sering kali cara ini berhasil. Bicaralah dan jangan takut untuk melawan, tapi jangan sampai Anda tidak menghormatinya. Mereka adalah keluarga suami dan kini menjadi keluarga Anda juga. Lakukan percakapan pribadi dengan mertua bila dibutuhkan. Jangan biarkan ini berkelanjutan karena akan membuat Anda terjebak di dalamnya.

     

  10. Mertua terlalu mengontrol

    Apakah mertua Anda selalu ingin terlibat dalam tiap keputusan kecil? Ini bisa jadi masalah untuk pernikahan Anda dan perjalanan Anda menjadi orangtua. Meski saran mereka tidak berarti, Anda perlu dengan tegas membuat batasan.

     

    Solusinya sederhana. Anda bisa bersikap langsung dan jujur pada mereka, katakan Anda tidak nyaman bila mertua turut campur atau Anda tidak bisa terima saran mereka. Mertua macam ini sangat suka mengatur dan ingin merasa penting dan dihargai. Jangan jauhi mereka karena ini. Anda perlu lebih pengertian.

     

Tips tinggal bersama mertua

Tentu saja, tinggal bersama mertua hanya berhasil bila Anda berusaha dan melakukan persiapan dengan baik. Berikut ini beberapa cara agar tinggal bersama mertua jadi lebih mudah:

 

  1. Buat batasan

    Sebelum tinggal bersama di satu atap, bicaralah pada pasangan tentang seperti apa tinggal bersama mertua. Buat beberapa aturan dasar untuk tiap orang. Misalnya, bergiliran membuang sampah dan memasak untuk menghindari salah satu pihak merasa bertanggung jawab untuk semua urusan rumah.

     

    Aturan lain contohnya Anda dan pasangan harus setidaknya punya satu hari dalam seminggu untuk menghabiskan waktu berdua. Yang paling penting adalah menciptakan panduan yang akan membantu Anda berinteraksi dan merasa nyaman dengan siapapun yang tinggal bersama Anda.

     

  2. Punya privasi

    Satu hal yang dibutuhkan pasangan yang telah menikah, terutama pengantin baru, adalah privasi. Ini jadi satu-satunya cara untuk punya keintiman dan saling mengenal dengan lebih baik serta membangun keluarga Anda sendiri.

     

    Meski akan lebih sulit memperoleh privasi ketika tinggal bersama mertua, ada cara yang bisa Anda tempuh. Meski bila Anda tinggal di rumah atau apartemen yang kecil, Anda perlu tentukan area tertentu yang tidak boleh dijangkau oleh mertua.

     

    Anda dan pasangan perlu punya kamar sendiri. Lebih baik lagi bila Anda dan pasangan punya ruangan sendiri dengan dapur kecil di rumah yang sama. Sehingga Anda tidak harus bertemu mertua sepanjang waktu, dan tetap punya kemandirian tapi masih bisa saling mengandalkan atau memenuhi kewajiban.

     

  3. Hindari perdebatan keluarga

    Ketika pasangan tinggal bersama keluarga asalnya lagi, suami atau istri mungkin merasa terjebak atau marah dengan situasi ini dan bisa memicu perselisihan dengan orangtuanya. Bila suami atau istri Anda mulai bertengkar dengan keluarganya, Anda jangan turut campur. Pergi ke ruangan lain, dan biarkan mereka mengatasinya sendiri. Kadang, perdebatan terjadi hingga semua terbiasa tinggal bersama dan menemukan ritmenya masing-masing.

     

  4. Pilih mana yang perlu diatasi

    Selain menghindari pertengkaran yang dialami pasangan bersama keluarganya, Anda juga perlu menghindari adu argumen dengan mertua. Kadang, mereka mengatakan atau melakukan sesuatu yang mengganggu atau membuat Anda jengkel. Bicarakan bila Anda tidak punya pilihan lain. Misalnya, bila mertua selalu masuk ke kamar Anda tanpa memberitahu, Anda perlu jelaskan kalau ia perlu mengetuk pintu lebih dulu.

     

    Bila adik ipar makan di ruang makan hanya dengan memakai pakaian dalam setiap pagi, Anda bisa memintanya untuk berpakaian sopan sebelum keluar kamar untuk sarapan. Sebaliknya, bila mertua berkomentar tidak enak tentang perilaku keluarga Anda di pernikahan, Anda tidak perlu terlalu ambil pusing untuk hal ini.

     

  5. Tahu kapan harus diam

    Kadang mengungkapkan kebenaran dan kejujuran bisa menyakitkan. Bila Anda tidak merasa nyaman meninggalkan si kecil hanya bersama mertua, cari pengasuh anak. Dan bila mertua tetap memaksa, katakan hal yang membuatnya senang seperti, “Saya senang banget ibu sudah mau bantu, tapi kalo ada pengasuh yang tahu kebiasaan si kecil, saya jadi lebih tenang. Saya juga sedang capek dengan urusan kantor, jadi saya akan sangat butuh pengasuh saat ini.”

     

  6. Minta bantuan bila membutuhkan

    Tinggal bersama mertua bisa menimbulkan stres dan emosi bagi siapapun. Bila situasi menjadi di luar kendali dan tiap orang selalu bertengkar, temui terapis atau konselor keluarga. Pihak yang objektif bisa membantu dan membuat situasi tidak begitu menimbulkan stres. Tak perlu malu meminta bantuan ketika Anda membutuhkannya. Bila tinggal bersama mertua merusak pernikahan Anda, coba berkonsultasi dengan konselor pernikahan atau cari cara untuk tinggal di tempat terpisah dari mertua. Pernikahan Anda tetap jadi prioritas pertama.

     

    Apakah Bunda pernah punya masalah dengan mertua? Bagaimana mengatasinya? Silahkan bagikan cerita Bunda di kolom komentar ya...

(Ismawati)