Keluarga

5 Tips Membesarkan Anak Laki-laki

Terakhir diperbaharui

5 Tips Membesarkan Anak Laki-laki

Mengajarkan anak laki-laki bagaimana menjadi pria bertanggung jawab itu sangat penting. Ini adalah proses untuk melatih dan menciptakan kemampuan yang dibutuhkan agar anak laki-laki kita menjadi pria yang kita harapkan.

 

Kita bisa mengawalinya dengan memahami prinsip penting tentang bagaimana menjadi pria dan ayah yang baik serta menjalaninya di kehidupan kita sendiri.

 

Cara Ayah membantu anak laki-laki menjadi pria sejati

Berikut ini beberapa saran yang perlu Ayah tahu untuk membesarkan anak laki-laki menjadi pria yang baik dan bertanggung jawab:

 

  1. Jadi panutan

    Ketika melihat bagaimana Ayah berperilaku, anak akan melihat bagaimana caranya menjadi pria yang baik. Anda perlu menunjukkan komitmen, pengorbanan, kemampuan untuk mengontrol diri, dan  rasa tanggung jawab agar mereka menjadi pria yang Anda harapkan.

     

    Ini bisa jadi tugas yang sangat sulit, tapi penting untuk dilakukan. Si kecil akan lebih banyak belajar dengan cara melihat Ayah berperilaku dibanding mendengarkan nasihat yang Ayah berikan untuknya.

     

  2. Ajarkan perencanaan

    Kita semua tahu kalau anak laki-laki yang masih kecil cenderung reaktif, tapi untuk menjadi pria yang baik, anak harus bisa membuat keputusan berdasarkan hal penting.

     

    Misalnya, Ayah bisa membantu mereka menyusun rencana keuangan pribadi dan motivasi mereka untuk menabung agar anak tidak terjebak dalam gaya hidup konsumtif. Bantu mereka berpikir tentang karirnya nanti dan tekankan ke anak kalau ia butuh membuat perencanaan dan persiapan.

     

    Luangkan waktu di malam hari bersama keluarga untuk mengajarkan anak tentang manajemen waktu. Ketika mereka mulai melihat dampak positif dari kebiasaan mereka membuat perencanaan, mereka akan mengembangkan skill penting ini.

     

  3. Ajarkan dan contohkan rasa hormat

    Pria biasanya akan terlihat menonjol ketika mereka memberontak terhadap otoritas dan melakukan apa yang mereka inginkan, tidak melihat dampaknya pada orang lain. Tapi berhubung kita tinggal dalam masyarakat, tentu tidak mungkin untuk kita melakukan hal seperti itu. Bantu anak laki-laki Anda belajar menghormati otoritas, menunjukkan rasa hormat pada wanita, dan menjadi pria sejati.

     

    Bantu mereka belajar bekerja sama dengan baik bersama orang lain dan ajarkan anak menunjukkan rasa hormat ketika memiliki sudut pandang yang berbeda dengan orang lain.

     

  4. Ajarkan anak untuk bisa dipercaya

    Pria yang sukses itu hidup dengan komitmen dan beretika. Bila anak hanya melihat contoh orang-orang yang seliweran di media, mereka hanya akan melihat panutan yang tidak jujur, tidak bisa dipercaya terhadap komitmen, dan menempatkan kenyamanan lebih penting dibanding hal lain.

     

    Padahal pria sejati harus memegang janji, jujur meski mereka tidak diawasi, dan bisa dipercaya. Jadilah ayah seperti ini untuk mereka dan tegur mereka ketika Anda melihat anak kurang bisa dipercaya.

     

  5. Bantu anak belajar bertanggung jawab dan disiplin diri

    Salah satu perbedaan utama yang membedakan pria sejati dari yang lain adalah kemampuan untuk mengontrol diri dan membuat pilihan yang mungkin berlawanan dengan perasaannya.

     

    Nilai moral yang lemah bisa menyebabkan kurangnya kontrol dan disiplin diri. Bantu anak laki-laki Anda belajar kalau mereka bisa membuat keputusan dan mengorbankan sesuatu untuk hal yang lebih besar.

     

    Libatkan anak dalam aktivitas olahraga, musik atau aktivitas lain yang membutuhkan pengorbanan dan disiplin diri untuk melatih si kecil. Ketika mereka menyadari kalau untuk menguasai piano butuh berjam-jam latihan dan mereka harus mengorbankan aktivitas yang kurang penting demi les piano, ini akan mengajarkan mereka untuk bisa menerapkan disiplon diri. Nah, saat anak memegang tanggung jawab seperti harus main piano saat upacara bendera atau dipercaya untuk menghibur orang lain dengan piano di suatu acara, anak akan belajar untuk bertanggung jawab nantinya.

     

  6. Buat aturan dan berikan konsekuensinya

    Tinggal di dunia dengan aturan dan konsekuensi adalah kenyataan yang harus kita ajarkan kepada anak. Jadi bantu anak berkomitmen untuk hidup dengan mengikuti aturan di rumah dan menerima konsekuensi ketika ia membuat pilihan yang tidak sesuai aturan. Bila Anda tidak mengajarkan prinsip ini sekarang, anak akan belajar tentang ini dengan cara yang keras nantinya dan mungkin akan muncul masalah di baliknya.

     

  7. Ajarkan kasih sayang

    Banyak yang bilang kalau pria harus “emotionless” dan menyembunyikan perasaannya. Padahal ini berbahaya untuk kualitas hubungan seseorang. Ajarkan anak tentang pentingnya menunjukkan kasih sayang, menunjukkan cinta ke anggota keluarga dan teman, dan melindungi lingkungan. Perasaan ini akan membuat mereka jadi pria yang bertanggung jawab dan kuat.

     

Cara membesarkan anak laki-laki

Sebagian besar anak laki-laki itu aktif, berisik, ribut, dan rentan bermain kasar. Ada beberapa tips agar kita tetap sabar ketika membesarkan anak laki-laki:

 

  1. Awasi perilaku agresi

    Orangtua mungkin merasa risau ketika anak tertarik main senjata mainan atau video games kekerasan, tapi apa yang orang lihat sebagai kekerasan (anak berpura-pura membunuh orang jahat), anak melihatnya sebagai mimpi untuk menyelamatkan dunia.

     

    Permainan pura-pura melibatkan agresi fantasi. Menjadi polisi dan penjahat bisa jadi cara berguna untuk anak laki-laki memahami tentang benar dan salah. Selain itu, permainan ini bisa meningkatkan kemampuan sosialisasi dan rasa percaya diri.

     

    Permainan kasar dan kompetitif sangat normal untuk anak laki-laki. Bila ada suatu permainan yang membuat kita tidak tenang. Sebaiknya arahkan anak untuk melakukan aktivitas lain.

     

  2. Contohkan perilaku baik

    Lakukan ini meski Anda stres dengan perilaku ofensif anak. Anda harus tetap bersikap tenang. Satu hal yang orangtua perlu hindari adalah merespon permainan agresif yang anak lakukan dengan perilaku agresif juga.

     

    Meski memukul anak bisa menghentikan perilaku anak yang tidak kita inginkan, anak yang dihukum dengan berat sebenarnya lebih mungkin berperilaku agresif di masa yang akan datang.

     

    Sebaiknya, contohkan perilaku sopan dan pastikan memberi pujian ke anak ketika mereka berperilaku baik. Anda harus tertarik dengan minat mereka seperti serangga atau robot, dan ajukan pertanyaan tentangnya. Lalu puji anak bila mereka tahu info tentang serangga atau puji anak saat mereka bisa merawat mainan dengan baik.

     

  3. Tekankan kebaikan dan sensitivitas

    Untuk mengembangkan sisi yang lebih sensitif dari anak laki-laki, jelaskan pentingnya kebaikan dengan berbagi mainan bersama teman dan bersikap lembut pada hewan peliharaan.

     

    Anda bisa juga bacakan cerita yang fokus pada tokoh penting yang mendorong keamanan dan kesetaraan. Jelaskan bagaimana petinju Muhammad Ali menunjukkan kekuatan serta juga memperjuangkan keadilan sosial dan bagaimana Martin Luther King Jr memimpin demonstrasi yang damai dan kuat untuk mendukung hak asasi manusia.

     

    Cari kesempatan untuk mengembangkan peran positif pria di kehidupan anak Anda, jadwalkan waktu bersama ayah, kakak laki-laki, paman, kakek, atau terlibat dengan program mentoring sukarela.

     

  4. Dorong ekspresi emosional

    Menjelaskan emosi yang sedang anak rasakan bisa membantu anak menghilangkan kebencian dan menurunkan kemungkinanterjadinya ledakan emosi. Kita harus sabar dan terus mendorong si kecil kemampuan bicara tentang pikiran dan perasaan mereka.

    Bila ada sesuatu yang salah dan anak Anda tidak mau bicara, hindari memaksanya bicara dan berhenti sejenak untuk mengajukan pertanyaan. Sebaiknya berikan pelukan dan biarkan ia tahu Anda akan berada di sisinya bila ia siap untuk bicara.

     

  5. Di balik permainan kotor dan berisik

    Main kotor-kotor itu berguna untuk anak. Ingat, kotoran bisa hilang tapi memori anak saat ia mainan sesuatu yang kotor dan seru, seperti main lumpur atau lainnya, akan ia ingat terus bertahun-tahun. Biarkan anak main yang kotor-kotor. Selama permainan yang dimainkan aman dan anak lagi dalam kondisi sehat.

     

    Nah, kalau anak mau main mainan yang bikin berisik,  kita bisa menentukan satu area di rumah buat menjadi tempat bagi anak melakukan permainan tersebut. Tapi jika Anda tidak bisa menghadapi kebisingan anak ketika main di rumah, bawa mereka ke area bermain atau taman terdekat di mana mereka bisa berteriak-teriak dan melepaskan energi.

     

Cara meningkatkan komunikasi dengan anak laki-laki yang beranjak remaja

Banyak orangtua yang kurang berusaha untuk menghabiskan waktu bersama dan mengobrol dengan anak laki-laki yang beranjak remaja. Ini sangat disayangkan, karena anak laki-laki yang beranjak remaja biasanya mengalami perasaan bingung tentang berbagai hal,  sama seperti anak perempuan.

 

Anak remaja yang punya hubungan komunikasi yang baik dengan orangtua punya hubungan yang lebih memuaskan. Selain itu, remaja yang selalu berkomunikasi dengan orangtuanya berisiko kecil mengalami tekanan teman sebaya dan mereka bisa membuat keputusan yang lebih sehat.

 

Jadi bagaimana cara kita agar bisa meningkatkan komunikasi dengan anak laki-laki yang beranjak remaja? Berikut ini beberapa tipsnya:

 

  1. Ajarkan kosa-kata emosi ke anak

    Bantu anak mengungkapkan emosinya ketika ia frustrasi, kecewa, malu, marah atau saat mengalami emosi lain. Secara jelas bicaralah tentang emosi yang Anda atau anak remaja Anda alami. Seiring waktu, ia akan mulai menggunakan kata-kata yang sama untuk memberi penjelasan lebih tentang apa yang ia alami.

     

    Semakin jelas deskripsi yang anak berikan akan membuat Anda memahami anak lebih baik. Ketika ia merasa dimengerti, ia akan berkomunikasi lebih sering.

     

  2. Pahami, anak laki-laki juga kadang merasa tersakiti, seperti anak perempuan

    Anak laki-laki bisa mereka sedih, dan juga marah. Mereka perlu membicarakan apa yang mereka rasakan ke seseorang, sama seperti anak perempuan.

     

    Anak laki-laki remaja yang selali diam tidak berarti ia tidak punya sesuatu untuk dibicarakan. Dekati dia agar ia bisa terbuka dengan Anda. Dan selama ia bercerita, jadilah pendengar yang baik dan jangan memberi penilaian apapun. Ia pasti akan menghargai ini.

     

  3. Bicara empat mata

    Mau mendekati anak laki-laki remaja? Coba ajak dia ngobrol empat mata. Coba bicara padanya di mobil, atau tepat sebelum tidur, ketika ia lebih rileks atau ketika ia mendengarkan musik.

     

    Anak remaja yang tidak mau bicara setelah sekolah, misalnya, bisa jadi lebih mau diajak bicara ketika mereka mengantuk. Coba cari cara terbaik agar anak mau bercerita pada Anda. Ini cara yang tepat agar anak bisa menumbuhkan rasa percayanya kepada orangtuanya.

     

  4. Jangan berasumsi Anda tahu apa yang anak remaja Anda alami

    Hal paling buruk yang biasanya orangtua katakan ke anak remaja adalah, “Ibu tahu kamu lebih baik dari kamu mengenal dirimu sendiri.” Tidak mungkin bagi Anda untuk mengenal anak lebih baik dibanding mereka mengenal dirinya sendiri.

     

    Mereka memang masih mencari jati diri. Kata-kata ini akan jadi bumerang. Agar anak mau curhat ke kita, coba deh mulai dengan mengajukan pertanyaan dan dengarkan jawaban anak tanpa menyela.

     

  5. Ajarkan anak kalau perasaan yang ia rasakan tidak memalukan

    Ketika ia merasa aman bersama Anda, ia pasti mau curhat engan Anda. Anak Anda akan berterima kasih karena memiliki kesempatan untuk berbicara tentang perasaannya dan membagikan ceritanya ketika ia sadar kalau perasaan ini bisa diterima dan ia tidak perlu tetap diam. Selain itu, ia akan merasa lebih baik ketika ia sadar harus mengutarakan perasaan yang ia rasakan.

(Ismawati)