Keluarga Dibaca 1,068 kali

Tips Mempersiapkan Keluarga untuk Menghadapi Kondisi Darurat

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati
Tips Mempersiapkan Keluarga untuk Menghadapi Kondisi Darurat
Kondisi darurat seperti kebakaran, gempa bumi, atau bencana alam lainnya bisa terjadi kapan saja. Hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan keluarga untuk menghadapi kondisi darurat semacam ini. 

Sebelum itu, Ibu dan Ayah perlu mempelajari jenis bencana alam yang paling mungkin terjadi di area tempat tinggal Anda, serta cari tahu bagaimana menghadapinya. Ibu harus melibatkan seluruh anggota keluarga dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi kondisi darurat.

Beberapa hal yang bisa Ibu ajarkan ke anak untuk mempersiapkan diri menghadapi kondisi darurat, antara lain:

  • Ajarkan anak apa yang harus dilakukan.

  • Ajarkan anak kapan dan bagaimana menghubungi nomor darurat

  • Ajarkan anak titik kumpul saat harus menyelamatkan diri ke luar rumah bila terjadi kebakaran

Mempersiapkan anak menghadapi kondisi darurat bisa membuat proses evakuasi berjalan lebih cepat. Anak bisa juga membantu Anda menyiapkan keperluan di kondisi darurat. Sebaiknya ajak si kecil mempelajari prosedur yang harus dilakukan dalam menghadapi kondisi darurat beberapa kali dalam setahun.

Selain mempersiapkan si kecil untuk menghadapi kondisi darurat, Ibu dan Ayah juga harus memiliki beberapa rencana, seperti:

  • Mencari cara bagaimana seluruh anggota keluarga bisa keluar dari rumah atau apartemen dengan cepat dalam kondisi darurat, terutama bila jalan keluar yang biasa dilewati tertutup aksesnya. Jika sudah tahu caranya, lakukan latihan ini secara teratur.

  • Ibu dan Ayah juga harus menentukan titik kumpul terdekat, misalnya pohon di seberang rumah atau di sudut jalan bila terjadi kebakaran, banjir, gempa bumi atau hal lain yang memaksa Anda dan keluarga keluar dari rumah.

  • Siapkan juga rencana darurat berdasarkan aktivitas yang biasa dilakukan sehari-hari, misalnya apa yang harus dilakukan dalam kondisi darurat bila Anda berada di tempat kerja dan anak di sekolahnya.

Ibu juga perlu membuat daftar nomor darurat dan letakkan itu di tempat yang terlihat di dalam rumah. Ketika sedang mengalami kondisi darrat, pasti tidak mudah untuk menemukan dan mengingat nomor telepon penting. Jadi pastikan di daftar telepon yang Ibu bikin, ada nomor darurat seperti ambulan, rumah sakit, kantor polisi, dan pemadam kebakaran, serta nomor telepon kantor, sekolah, dan daycare anak.Pastikan suami dan pengasuh anak tahu alamat email Ibu karena email masih bisa berfungsi saat telepon tidak bisa digunakan.

Ibu juga harus mengevaluasi keamanan setiap ruangan di rumah untuk meminimalisir bahaya di dalam rumah. Berikut beberapa hal yang bisa Ibu perhatikan:

  • Antisipasi benda yang bisa jatuh menimpa kepala penghuni rumah. Gantung benda seperti lukisan dan cermin jauh dari tempat tidur, sofa, dan tempat duduk. Tempelkan rak pada dinding dan letakkan benda berat dan besar di bagian rak paling bawah.
  • Simpan benda yang mudah pecah seperti botol kaca di lemari bagian bawah yang tertutup dan terkunci.

  • Simpan bahan kimia rumah tangga di rak bagian bawah pada lemari yang tertutup. Jangan simpan pemutih dan amonia di lemari yang sama. Campuran kedua bahan kimia ini dapat menciptakan gas beracun yang mematikan.

  • Identifikasi tempat teraman dan tempat paling berbahaya di rumah, misalnya tempat paling tidak aman adalah di dekat kompor atau di lantai atas. pastikan si kecil tidak mendekati tempat-tempat berbahaya tanpa pengawasan orang dewasa.

  • Selalu potong pohon dan semak agar tidak menyentuh kabel listrik.

  • Simpan benda mudah terbakar di wadah yang aman dan jika memungkinkan, jangan menyimpannya di dalam rumah.

Kebutuhan keluarga selama kondisi darurat

Saat kondisi darurat terjadi, kita pasti panik dan tidak akan sempat menyiapkan barang dan perlengkapan untuk dibawa keluar dari rumah. Untuk itu, yuk kita mulai siapkan tas darurat yang berisi hal-hal berikut ini:

  • Air minum kemasan. Sediakan setidaknya air kemasan untuk kebutuhan selama 3 hari. Sebagai gambaran, Ibu bisa menyiapkan satu botol air mineral ukuran 1,5 liter untuk satu orang setiap hari. Ibu menyusui, anak kecil, dan manula atau keluarga yang sakit biasanya butuh lebih banyak persediaan air. Anda juga perlu menyiapkan lebih banyak air minum jika memiliki hewan peliharaan.

  • Makanan yang tahan lama dan alat makan. jangan lupa untuk menyiapkan alat pembuka makanan kaleng, gelas dan piring kertas, serta alat makan lainnya di dalam tas darurat. Siapkan persediaan makanan untuk 3 hari. Jangan lupakan susu formula jika si kecil masih menyusu, buah, daging, dan sayur yang dikemas dalam kaleng, serta jus. Jangan lupa mengemas makanan untuk bayi atau makanan untuk anggota keluarga lainnya yang butuh makanan khusus. Ingat, susu formula bayi bisa rusak jika terpapar suhu panas atau dingin, jadi pastikan tas darurat disimpan di tempat yang aman. Pastikan untuk memeriksa tanggal kadaluwarsa semua makanan dan minuman di tas darurat setiap 6 bulan.

  • Obat dan keperluan untuk pertolongan pertama. Jangan lupakan benda-benda penting, seperti kasa steril, spray antiseptik, termometer, pinset, gunting, sarung tangan lateks, dan obat pereda sakit. Bila ingin menyimpan obat minum, periksa tanggal kadaluwarsanya setiap beberapa bulan dan ganti bila diperlukan.

  • Kunci mobil cadangan, senter, dan baterai.

  • Uang tunai. Jangan mengandalkan ATM di tengah kondisi darurat. Kartu kredit juga tidak bisa digunakan lho bila tidak ada listrik.

  • Dokumen penting. Ada kemungkinan ibu perlu dokumen penting seperti paspor, akta lahir, atau surat nikah dalam kondisi darurat. Namun, jangan menyimpan dokumen-dokumen ini di tas darurat, tapi siapkan salinannya. Simpan dokumen asli di tempat tahan air dan tahan api.

  • Persediaan untuk sanitasi. Siapkan sabun, sikat gigi, pasta gigi, deodoran, pembalut, popok, dan tisu basah.

  • Pakaian. Siapkan baju ganti dan sepasang alas kaki untuk tiap anggota keluarga.

Yang tidak kalah penting, siapkan perencanaan menghadapi kondisi darurat di daycare atau sekolah anak. Bila Ibu tidak bisa langsung menuju daycare atau sekolah saat terjadi kondisi darurat, mintalah seseorang yang dapat dipecaya untk menjemput si kecil. Pastikan Ibu memberi tahu guru tentang siapa yang akan menjemput anak, misalnya kakek-nenek atau tetangga.

Mempersiapkan hewan peliharaan di kondisi darurat

Kadang kita suka melupakan kebutuhan hewan peliharaan saat terjadi kondisi darurat. Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Ibu siapkan:

  • Pastikan ibu menyiapkan rantai untuk setiap hewan peliharaan.

  • Jangan lupa siapkan makanan dan air untuk hewan peliharaan di tas darurat. Sebaiknya siapkan air lebih banyak untuk berjaga-jaga jika harus membilas hewan peliharaan setelah terpapar air banjir atau bahan kimia lainnya. Persediaan air juga harus dilebihkan bila hewan peliharaan hanya makan makanan kering.

  • Siapkan kandang yang bisa dilipat untuk setiap hewan. Lengkapi kandang dengan tempat tidur darurat.  Ibu juga perlu membuat hewan peliharaan familiar dengan prosedur evakuasi dan kandang daruratnya.

  • Simpan foto hewan peliharaan di dompet atau handphone, sebaiknya foto bersama Anda. Foto bisa membantu Anda menemukan hewan peliharaan bila  ia terpisah dari Anda, dan membuktikan kalau ia milik Anda ketika ditemukan.

(Ismawati)