Keluarga

Ucapan Yang Ingin Didengar Istri Setelah Melahirkan

Terakhir diperbaharui

Ucapan Yang Ingin Didengar Istri Setelah Melahirkan

Beberapa minggu pertama menjadi orangtua bisa terasa sangat berat untuk Ibu dan Ayah. Meski sudah mempersiapkannya berbulan-bulan, kita mudah merasa kehilangan arah sebagai orangtua baru. Anda mungkin mulai meragukan keputusan untuk memiliki anak dan terus bertanya apakah Anda melakukan semua ini dengan benar.

 

Jangan cemas, tiap orang pasti seperti itu. Saat Ayah mengalami hal ini, coba pikirkan bagaimana perasaan Ibu selama hari-hari awal setelah melahirkan. Ia pasti merasa lelah secara fisik, dan juga emosi karena pengaruh melahirkan. ia mengalami perubahan hormon, diikuti periode pasca melahirkan dengan emosi seperti roller coaster atau mood swing.

 

Di minggu-minggu pertama setelah melahirkan, Ibu juga akan belajar menyusui, dan bertarung menghadapi nyeri puting, rasa kantuk, dan kelenjar ASI yang tersumbat. Tidak hanya sampai di situ, kini ia bertanggung jawab penuh atas makhluk kecil yang baru saja ia lahirkan dan merasa cemas kalau ia salah melakukan semuanya.

 

Ayah, Anda punya peran penting dalam memberi dukungan ke Ibu. Ia butuh waktu untuk pulih dari melahirkan dan menyesuaikan diri dengan menyusui. Tidak mudah untuk melakukan berbagai hal, apalagi saat kita lelah karena harus begadang merawat bayi baru lahir.

 

Untuk memberikan dukungan positif ke Ibu, Ayah bisa melontarkan kata-kata berikut ini setelah ia melahirkan:

 

  1. “Kamu berhasil, kamu benar-benar berhasil!”

    Melahirkan adalah sebuah tugas berat, baik melahirkan secara normal atau dengan operasi caesar, semuanya adalah proses yang panjang.

     

    Apapun yang Ibu baru lakukan untuk melahirkan bayinya, ia layak mendapat pujian. Ungkapkan ini langsung ke Ibu. Ia baru saja menjadi Ibu, untuk selamanya. Jangan sampai Ayah lupa untuk memberi ucapan selamat.

     

  2. “Kamu mengagumkan”

    Melahirkan adalah pengalaman yang sangat luar biasa. Saat melahirkan, wanita menunjukkan kekuatan dan kebulatan tekad untuk membawa kehidupan baru ke dunia. Jangan lupa mengingatkan istri betapa ia sangat mengagumkan.

     

    Di beberapa hari setelah melahirkan, Ibu baru bisa merasa sangat rapuh. Manfaatkan tiap kesempatan untuk mengingatkan kalau ia seorang yang kuat. Beri ia dorongan rasa percaya diri yang ia butuhkan untuk membantu menjalani hari-hari yang melelahkan ini, sekaligus agar ia bisa menikmati peran sebagai seorang Ibu.

     

  3. “Aku sudah siapkan air hangat buat mandi”

    Berendam di air hangat bisa sangat menyenangkan bagi Ibu baru, jadi Anda bisa siapkan keperluan mandi istri. Ketika ia menyusui si kecil, Anda bisa siapkan air mandi untuknya. Kalau ada bathup, sediakan majalah dan lilin di kamar mandi, ciptakan suasana rileks untuknya. Setelah bayi kenyang, Ayah bisa menggendong si kecil dan minta Ibu untuk berendam dan me time sebentar.

     

    Ini hanya akan butuh waktu sekitar 20 menit, tapi Ibu yang kelelahan dan semalaman begadang bisa merasa seperti baru saja lIburan di spa selama seminggu.

     

  4. “Bunda tidur aja ya”

    Ibu mungkin terjaga semalaman bersama bayinya, dan tentunya ia butuh waktu tidur. Ayah bisa membatasi jumlah tamu yang datang di beberapa bulan pertama agar Anda dan istri punya banyak kesempatan untuk membayar waktu tidur.

     

    Minta istri untuk tidur ketika bayi tidur. Fase ini hanya sementara, lama-lama bayi perlahan akan mengenal waktu siang dan malam. Tapi sebelum ini terjadi, ia akan kekurangan tidur. Bantu istri dengan membantunya melakukan pekerjaan rumah, seperti mencuci piring atau mengurus cucian, dan jangan biarkan ia mengurus pekerjaan rumah ketika ia harus istirahat.

     

  5. “Biar aku aja”

    Bila Anda melihat istri membungkukkan badan untuk mengambil baju yang berserakan, atau melipat cucian bersih, minta ia berhenti. Jangan biarkan ia merapikan ruang tamu yang berantakan atau mengepel lantai dapur.

     

    Tubuhnya perlu pemulihan setelah melahirkan. Bila ia tidak sedang sIbuk mengurus bayi, berarti ia perlu istirahat agar tubuhnya bisa pulih. Minta ia untuk mengistirahatkan tubuhnya, mungkin dengan membaca buku, menonton acara favorit, atau mandi. Biarkan ia memanjakan diri ketika Anda mengurus semua di rumah.

     

  6. “Kamu Ibu yang hebat banget”

    Tiba-tiba melihat pasangan menjalani peran sebagai Ibu bisa jadi sebuah perubahan besar, Anda sekarang jadi orangtua dan ini peran yang berat. Ketika Anda terus merasa khawatir melakukan hal yang salah, sebaliknya istri terlihat sangat natural menjalankan tugasnya sebagai orangtua, pastikan untuk memberitahunya.

     

    Ketika Anda melihatnya melakukan sesuatu dengan natural, atau ketika bayi terlihat senang melihatnya, pertegas hal ini. Mungkin Ayah melihat Ibu sangat lihai merawat bayi, tapi di dalam hati, Ibu mungkin sama takutnya seperti Ayah. Lagi pula, tak pernah ada ruginya membuat Ibu menjadi lebih tenang dengan perkataan positif Anda.

     

  7. “Mau kuambilkan sesuatu?”

    Bayi baru lahir selalu senang berada di gendongan Ibu. Kalau sedang tidak menempel di payudara, si kecil mungkin akan tidur sambil digendong Ibu atau pulas di dada Ibu. Di saat-saat seperti ini, Ibu mungkin lapar, haus, dan ingin buang air kecil. Tapi terjebak di bawah bayi yang tidur berarti tidak ada yang bisa ia lakukan untuk memenuhi kebutuhannya.

     

    Memang sih, Anda tidak bisa menggantikannya untuk pipis, tapi Anda bisa bantu ia dengan mengambilkan minum, cemilan, handphone, atau apa saja yang ia butuhkan. Pastikan untuk menawarkan bantuan kapanpun Anda melihatnya bersama bayi yang tertidur di dekapannya. Ia akan menghargai sikap Anda dan membuat tugasnya menjadi lebih ringan.

     

  8. “Sini, aku aja yang gendong si kecil

    Ayah memang tidak bisa menyusui, tapi peran Anda membantu Ibu bisa dimulai sejak hari pertama anak lahir. Setelah si bayi kenyang, ia akan senang tidur di dada Anda, dan ini artinya Ibu bebas punya waktu untuk dirinya sendiri.

     

    Bayi yang terjaga bisa mudah dIbujuk kembali tidur. Letakkan saja di gendongan, dan bawa ia jalan-jalan. Ini bukan hal yang harus selalu dilakukan Ibu. Beri pasangan sedikit keleluasaan dengan menawarkan untuk menggendong bayi kapanpun Anda bisa.

     

  9. “Aku bangga sama kamu”

    Tentu saja. Ayah pasti bangga karena Ibu telah memberi Anda bayi yang cantik atau tampan. Ayah juga pasti bangga dengan kekuatan Ibu selama menghadapi persalinan. Anda bangga dengan bagaimana ia menjalankan peran sebagai Ibu, dan bagaimana ia sudah jadi Ibu terbaik untuk bayi Anda. Pastikan Anda memberitahunya betapa bangganya Anda memiliki ia. Ibu pantas mendengarnya.

     

    Memuji Ibu baru harus jadi prioritas, sebelum sering memuji bayi. Bayi baru lahir memang mengagumkan. Tapi sayangnya kita cenderung mengabaikan Ibu di saat bayi lahir.

     

    Kadang Ibu merasa sendirian setelah bayinya lahir karena semua orang fokus ke bayinya. Tapi akan sulit mendapati Ibu yang mengakui mengalami perasaan ini karena ia merasa malu karena bersikap egois. Itu sebabnya Ayah harus memberi pujian ke Ibu yang baru melahirkan.

     

  10. “Ada yang bisa aku bantu?”

    Setelah melahirkan Ibu butuh dukungan Ayah. Usahakan untuk selalu ada di sisinya untuk membantu. Memang tidak selalu mudah untuk mengetahui bagaimana cara untuk membantunya. Kadang sepertinya Anda hanya bisa melakukan atau mengatakan hal yang salah. Ayah mungkin merasa lebih mudah untuk tidak melakukan apapun, daripada mencoba lalu gagal. Agar itu tidak terjadi, Ayah bisa tanyakan ke Ibu bagaimana Anda bisa membantunya. Jangan takut bertanya. Ini memberi kesempatan baginya untuk memberitahu secara pasti apa yang ia butuhkan dari Anda.

     

  11. “Kamu terlihat cantik”

    Karena memang demikian. Penampilannya mungkin tidak terlihat sama seperti saat bayi belum lahir, tapi definisi “cantik” tidak harus selalu sama. Istri Anda adalah seseorang yang baru sekarang. Kurang tidur, perasaan cinta, cemas, serta perubahan hormon bercampur aduk dalam hidupnya. Katakan kalau ia terlihat cantik, dan katakan kalau Anda bersungguh-sungguh.

     

  12. “Kamu mau me time sebentar? Sini aku yang cuci piring dan gendong si kecil

    Segeralah cuci tumpukan piring di dapur dan gendong si kecil saat Ibu butuh waktu istirahat sebentar. Kalau tidak ada lagi yang harus dikerjakan, Ayah bisa menemani Ibu menghabiskan waktu me timenya.

     

  13. “Semua sekarang berubah dan aku senang”

    Mungkin dulunya Ibu lebih suka nge-mall daripada menghabiskan waktu di rumah. Atau ia lebih suka hangout sama teman-teman. Kini perannya sebagai Ibu baru pasti mengubah segalanya. Pastikan Anda memberi dukungan untuk ini.

     

  14. “Aku aja yang jagain bayi, kamu perlu istirahat”

    Dengan hanya mengucapkan dua kalimat pendek ini, Anda telah memenuhi dua hal besar. Ayag memberi Ibu waktu yang berharga untuk dirinya. Dan Anda menunjukkan respect untuk apa yang telah Ibu lakukan untuk keluarga.

     

    Ibu punya tugas berat, baik Ibu rumah tangaa atau Ibu bekerja. Semua Ibu itu luar biasa dan layak memperoleh apresiasi dan bantuan untuk meringankan bebannya.

     

    Memberi istri waktu untuk dirinya sendiri akan membuatnya kembali berenergi. Sering kali ini membuatnya lebih sehat secara mental. Setelah menghabiskan waktu di luar rumah, ia akan pulang ke rumah dan menjadi Ibu dan istri yang lebih baik karena Ayah telah menghargainya.

     

  15. “Say cheese...!”

    Pastikan Ayah memanfaat smartphone untuk mengabadikan setiap momen  Ibu di minggu-minggu pertamanya setelah melahirkan. Istri mungkin sering mengambil foto Anda saat Anda menggendong si kecil. Tapi ia mungkin tidak punya banyak foto bersama si kecil, jadi pastikan Ayah mengambil fotonya.

     

    Tak usah peduli kalau ia menolak karena rambutnya berantakan atau ia lagi nggak pakai make up. Ia tidak akan peduli tentang hal ini 30 tahun lagi ketika ia melihat kembali foto-foto itu. Ia akan bersyukur memiliki foto si kecil dan dirinya di hari-hari awal setelah melahirkan.

     

Ayah juga perlu membantu Ibu menilai tubuhnya dengan cara yang positif. Setelah punya bayi, banyak Ibu bermasalah dengan kondisi tubuhnya. Tentu sebagian Ibu bisa kembali ke berat badan semula tanpa masalah berarti. Tapi sebagian besar Ibu kesulitan menurunkan berat badan setelah melahirkan. Akan ada stretch marks dan perut buncit yang bisa membuat Ibu merasa tidak menarik dan berpikir buruk tentang penampilannya.

 

Ibu pasti ingin Ayah menganggap dirinya tetap terlihat menarik. Ayah punya kontrol dan pengaruh terhadap apa yang Ibu rasakan tentang penampilannya. Jadi seringlah berikan pujian. Bantu ia agar menyadari kalau Anda masih merasa Ibu menarik dan seksi.

 

Ucapan yang harus dihindari suami setelah istri melahirkan

Percaya atau tidak, masih banyak lho suami yang tidak sensitif dengan kodisi istrinya yang lagi hamil atau baru melahirkan. Ada pria di luar sana yang membiarkan istrinya mengepel seluruh rumah ketika ia hamil 9 bulan karena menganggap ini bisa mempercepat persalinan. Ada juga suami yang cuek melihat istrinya membersihkan rumah yang berantakan saat baru pulang dari rumah sakit, padahal istrinya lagi baby blues dan sangat lelah.

 

Jangan sampai Ayah seperti itu yaa. Tidak hanya perlakuan saja yang bisa bikin Ibu jengkel, perkataan Anda juga akan mempengaruhi moodnya. Berikut ini beberapa ucapan yang sebaiknya tidak pernah Ayah katakan ke Ibu yang bar melahirkan.

 

  1. “Kok si kecil nggak mirip aku?”

    Ini jadi pernyataan yang sering terdengar di banyak ruang bersalin. Si bayi lahir, cantik dan sehat, dan Ayah berpikir, “Bayi ini bukan anakku karena ia tidak mirip aku.”

     

    Perhatian para Ayah! Bayi baru lahir sering kali tidak mirip siapapun. Bayi baru lahir hanya berwarna merah dan lucu. Kalau si kecil lahir dengan cara divakum, bentuk kepalanya mungkin jadi mengerucut.

     

    Seiring waktu berjalan, Anda bisa melihat perubahan besar pada si kecil. Anda tidak bisa menilai bayi dari penampilan pertamanya. Ucapan ini cukup kejam untuk dikatakan ke orang yang baru saja menghabiskan berjam-jam berjuang untuk melahirkan.

     

  2. “Jadi, kapan kamu mau menurunkan berat badan?”

    Bertanya ke istri kapan ia akan menurunkan berat badan seperti menyerahkan kepala Anda untuk dipancung oleh algojo. Berat badan Ibu akan menurun secara alami dalam beberapa bulan, dan bisa terjadi lebih cepat bila istri menyusui. Penelitian juga menyatakan kalau lebih sulit menurunkan berat badan bila Ibu selalu merasa lelah atau stres.

     

    Apa hal yang bisa Ayah lakukan? Bersikaplah supportif. Buatkan Ibu masakan yang sehat. Jangan hanya duduk dan ngemil ketika Ibu kesulitan menenangkan bayi yang menangis. Pastikan Ibu punya waktu untuk menikmati udara segar dan jalan-jalan keluar rumah. Dan jangan katakan apa-apa ketika ia semangat memakan cemilan, karena komentar seperti, “Kamu makan coklat?” sambil menatap perutnya hanya akan membuat Anda dalam masalah.

     

  3. “Ya ampun, rumah berantakan banget”

    Biasanya Ibu akan tinggal di rumah lebih lama selama cuti melahirkan dan harus mengurus anak ketika suami kembali bekerja. Ketika Ayah pulang ke rumah, lelah karena seharian bekerja, Ayah masuk ke rumah dan berharap makan malam siap dan ada tempat yang nyaman untuk duduk. Anda lihat sekeliling dan rumah sangat berantakan. Tumpukan cucian kotor meninggi, dan yang Anda temukan di atas kompor adalah panci berisi dot dan botol susu.

     

    Tentu Anda akan berkomentar betapa berantakan rumah. Wajar untuk mengekspresikan apa yang Anda lihat, tapi hati-hati mengucapkan ini di depan istri. Anda mungkin tidak tahu bagaimana ia berjam-jam menggendong bayi agar anak tertidur, tapi si bayi langsung terbangun 5 menit setelah diletakkan.

     

    Anda juga mungkin tidak tahu betapa sulitnya mencuci ketika bayi hanya mau digendong. Anda bisa membantunya dengan melakukan tugas ini, lalu ajak istri makan malam. Ia akan lebih senang.

     

Memang sangat mudah untuk Ayah menjadi tidak sensitif saat Anda bukan orang yang bertanggung jawab untuk banyak hal. Mungkin Anda tidak bermaksud mengatakan ucapan yang memojokkan Ibu, tapi ini bisa lain artinya saat Ibu yang mendegarkan. Itu sebabnya ingat-ingat terus guide di atas ya!

(Ismawati)