Youtube Shorts Bikin Anak Kecanduan Begini Cara Membatasi Penggunaannya

Youtube Shorts Bikin Anak Kecanduan Begini Cara Membatasi Penggunaannya
Youtube Shorts Bikin Anak Kecanduan Begini Cara Membatasi Penggunaannya

Fitur media sosial belakangan ini sudah semakin canggih. Belakangan ini bahkan, Youtube sudah mulai lebih peka dalam membatasi fiturnya terutama bagi anak-anak.

Di Indonesia, banyak anak mulai banyak yang kecanduan nonton Youtube Shorts. Padahal aktivitas ini berisiko membuat anak jadi kecanduan dan doomscrolling, yang juga jadi ketakutan bagi orang tua terhadap anak-anaknya, nggak jarang bikin orang tua memutuskan untuk memilih blokir Youtube Shorts buat anak-anaknya.

Video berdurasi pendek di Youtube Shorts bikin anak jadi kebablasan ingin scroll konten di Youtube terus menerus. Tapi tenang, Parents karena kabar baiknya durasi nonton Youtube Shorts bisa dibatasi secara manual oleh orang tua.

Yuk, cek step by step cara membatasi Youtube Shorts di gadget anak berikut ini.

Nonton Youtube Shorts berisiko bikin anak jadi doomscrolling

Kalau mengutip dari WebMD dijelaskan bahwa, doomscrolling merupakan kondisi ketika seseorang menelusuri media sosial dan situs berita, secara berlebihan. Baik itu menelusuri berita baik maupun buruk.

Menggulir media sosial berlebihan ini bisa mengakibatkan kecemasan berlebih dan juga stres. Ini merupakan akibat dari dorongan diri yang selalu ingin mendapatkan informasi paling baru. Sayangnya, kegiatan ini sangat berdampak buruk bagi kesehatan mental seseorang nantinya.

Hal inilah yang kemudian juga membuat orang tua khawatir jika si kecil terlalu sering terpapar konten-konten media sosial dari Youtube Shorts. Dengan membatasi waktu scrolling, dan bahkan mematikan notifikasi dianggap cukup membantu untuk mengatasi doomscrolling, khususnya pada anak-anak.

Dengan adanya fitur pembatasan pada Youtube Shorts, jelas membuat orang tua setidaknya menjadi lebih merasa aman. Untuk mencegah anak jadi kecanduan dan stres berkepanjangan, akibat paparan media sosial berlebih.

Dampak kecanduan Youtube Shorts bagi anak-anak yang wajib jadi perhatian

Dampak kecanduan Youtube Short bagi anak-anak memang nggak main-main ya, Bu. Dikutip dari Parenting First Cry kecanduan nonton video pendek di Youtube bisa mengacu pada munculnya gejala mirip autisme.

Memang efeknya nggak akan langsung terlihat ya, Bu. Tapi, kondisi ini baru akan muncul pada 2-3 tahun setelah anak diberikan paparan video pendek tersebut.

Nggak hanya itu, interaksi yang terlalu lama paparan Youtube Shorts dan video pendek lainnya, juga bisa bikin anak mengalami gangguan kecemasan, gangguan tidur dan gangguan pada aktivitas otak akibat paparan radiasi. Pada beberapa kasus bahkan, terlalu banyak paparan video pendek menyebabkan anak mengalami gangguan kognitif, sulit berkonsentrasi dalam belajar, hingga mudah marah dan tantrum yang sulit dikendalikan oleh orang tua.

Kondisi ini akan sangat berbahaya bagi masa depannya kelak. Jadi, mulai saat ini orang rua harus segera mencegah atau batasi penggunaan gadget dan membatasi paparan video pendek.

Fitur baru, cara membatasi anak kecanduan nonton Youtube Shorts

Kita tahu, bahwa Youtube Shorts sangat berpotensi merusak otak anak, terlebih jika ia sudah kecanduan. Sepertinya pihak Youtube mulai menyadari hal ini, ya Bu.

Karenanya, baru-baru ini Youtube mengenalkan fitur baru yang dapat membatasi penggunaan Youtube Shorts pada anak. Tentunya hal ini bisa diawasi langsung oleh orang tua.

Tujuannya semata-mata, agar Youtube bisa menjadi wadah yang tetap aman bagi anak-anak untuk menggali informasi dan pengetahuan. Namun, tetap dengan Batasan dan pengawasan orang tua.

Ibu bisa mencoba untuk membatasi Youtube Shorts anak dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

1. Pastikan email anak sudah diawasi dan supervised member di email orang tua

2. Buka pengaturan Youtube di akun anak, pastikan pengaturan Family Link sudah terpasang

3. Buka menu time management, atur durasi nonton Youtube Shorts mulai hanya 15 menit sampai 2 jam. Nah, saat si kecil nonton Youtube Shorts melebihi batas, otomatis akan tampil tulisan “You reached your 15 minutes Shorts feed limit”.

4. Buka menu Privacy Settings. Kalau Pause Watch History diaktifkan, maka Youtube tidak akan mencatat video apa saja yang sudah ditonton sebelumnya (Shorts tidak muncul), video harus dicari secara manual. Pause Watch History, membuat Youtube tidak mencatat video apa saja yang dicari anak, membuat Shorts masih bisa muncul

5. Masuk ke bagian What They Can Watch, orang tua bisa memilih tontonan anak yang sesuai dengan usia dan kesiapan anak. Menariknya, di bagian ini juga bisa sembunyikan fitur autoplay.

Ibumin paham betul, di zaman yang serba canggih seperti sekarang sangat sulit untuk menjauhkan paparan gadget dari anak-anak. Tapi, orang tua tetap mesti menyadari bahaya ke depan akibat dari paparan nonton video pendek yang berlebihan.

Nah, walaupun Youtube Shorts anak saat ini sudah Ibu batasi, tetap saja selalu berikan batasan bagi anak-anak menggunakan gadget terlalu sering ya, Bu. Semoga informasi ini dapat membantu kegelisahan orang tua belakangan ini mengenai Youtube Shorts.

Follow Ibupedia Instagram