Kesehatan

14 Manfaat Kumis Kucing dan Cara Mengolahnya Agar Nikmat Dikonsumsi

Yusrina
14 Manfaat Kumis Kucing dan Cara Mengolahnya Agar Nikmat Dikonsumsi

Daun kumis kucing merupakan salah satu tanaman hias yang populer di Indonesia. Selain terkenal di Indonesia, kumis kucing juga dapat ditemui di berbagai negara kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, serta di beberapa wilayah tropis benua Australia. 

Bentuknya yang unik dan cantik dengan benang sari memanjang menyerupai helai-helai kumis kucing ini biasanya berwarna putih atau keunguan. Keindahannya sangat apik sebagai penghias ruangan di rumah atau taman, karena dapat memanjakan mata.

Tidak hanya berfungsi sebagai tanaman hias, kumis kucing juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Tanaman kumis kucing yang dikenal dengan nama latin Orthosiphon stamineus juga kerap disebut Cat’s Whiskers atau Java Tea. 

Apa sih yang menyebabkan tanaman kumis kucing terkenal untuk mengobati berbagai penyakit serta meningkatkan kesehatan ketika dikonsumsi? Ternyata, daun kumis kucing ini mengandung senyawa bioaktif. Khasiat dari senyawa bioaktif daun kumis kucing tersebut bermanfaat sebagai antioksidan serta antiradang. 

14 Manfaat Kumis Kucing yang Harus Kamu Ketahui

Tanaman kumis kucing mengandung berbagai senyawa alami seperti triterpenoid, glikosida, fenolik, sinensetin, eupatorin, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid. Lalu, apa saja manfaat senyawa yang terkandung dalam daun kumis kucing tersebut? Berikut ulasannya.

1. Berfungsi Sebagai Penurun Tekanan Darah

Salah satu manfaat kumis kucing adalah khasiatnya untuk menurunkan tekanan darah. Kumis kucing mengandung sinensetin yang berfungsi sebagai antioksidan. Selain itu, kumis kucing juga membantu tubuh kita untuk membuang kadar natrium yang berlebih melalui urin, karena adanya fungsi diuretik di dalam kumis kucing. 

Tekanan dalam pembuluh darah akan menjadi stabil berkat fungsi kumis kucing yang membantu mengeluarkan cairan serta kandungan natrium dari dalam tubuh. Karenanya, kumis kucing sangat bermanfaat sebagai obat herbal bagi penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi. 

2. Berfungsi Untuk Mengatasi Gangguan Saat Menstruasi

Kumis kucing juga bermanfaat membantu mengatasi gangguan saat menstruasi. Biasanya, saat datang bulan, perempuan sering mengalami gangguan seperti rasa nyeri hingga pendarahan berlebih. Dengan rutin mengkonsumsi kumis kucing, kadar prostaglandin penyebab nyeri dan pendarahan berlebih akan berkurang, sehingga rasa sakit pun akan hilang. Namun sebaiknya tetap konsultasikan dengan dokter untuk menghindari adanya efek samping. 

3. Berfungsi Mencegah Penyakit Jantung

Manfaat lainnya dari kumis kucing yaitu berfungsi meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) serta menurunkan kandungan lemak darah atau yang disebut dengan trigliserida. Efek antidiabetik yang dimiliki oleh kumis kucing dapat peningkatan kadar HDL sekaligus menurunkan kadar lemak darah. Bisa dibilang, kumis kucing ini terbukti ampuh untuk penyakit jantung, seperti serangan jantung maupun penyakit jantung koroner. 

4. Berfungsi Menghambat Pembentukan Asam Urat

Kandungan flavonoid dan fenolik serta asam kafeat yang tinggi dalam kumis kucing bermanfaat sebagai obat untuk mengatasi masalah asam urat. Senyawa-senyawa aktif yang terkandung di dalam tanaman kumis kucing tersebut menghambat pembentukan asam urat. Lebih dari itu, kumis kucing juga dikenal dapat mengoptimalisasi fungsi ginjal serta memperbaiki kerusakan pada ginjal yang disebabkan oleh asam urat. 

5. Berfungsi Mengobati Rematik

Kabar gembira bagi penderita rematik! Kumis kucing ini juga terbukti dapat mengobati penyakit rematik lho, khususnya bagi penderita rheumatoid arthritis. Pasalnya, penyakit rematik kebanyakan disebabkan oleh adanya autoimun dalam tubuh yang menimbulkan peradangan. Tanaman kumis kucing yang mengandung senyawa flavonoid serta fenolik yang tinggi bisa mengurangi reaksi autoimun bagi penderita rematik. Lebih jauh, senyawa yang terkandung dalam kumis kucing juga bisa melindungi jaringan lunak dari peradangan akut dan kronis. 

6. Berfungsi Sebagai Penurun Kadar Gula dalam Darah

Berikutnya, manfaat kumis kucing yang tidak boleh terlewatkan adalah khasiatnya untuk mengontrol kandungan gula dalam darah. Kumis kucing adalah salah satu jenis tanaman yang  memiliki fungsi antidiabetes. Kumis kucing dapat mengontrol kerja metabolisme karbohidrat, lemak, gula serta asam amino agar seimbang. Manfaat inilah yang berfungsi mengontrol kadar gula dalam darah agar tetap terkendali. Sehingga, kumis kucing bisa menjadi alternatif untuk mengobati serta mencegah penyakit diabetes. 

7. Berfungsi Untuk Mengatasi Gangguan Pernapasan

Dilansir dari Health Benefits Times, kumis kucing juga dikenal bermanfaat untuk mengatasi berbagai gangguan pernapasan, seperti batuk dan sesak nafas atau asma. Olahan daun kumis kucing yang dicampur dengan tanaman herbal lain ampuh untuk mengatasi gangguan pernapasan.

8. Berfungsi Mengobati Penyakit Ginjal

Daun atau tanaman kumis kucing yang diolah dalam bentuk jamu maupun teh juga berkhasiat untuk mengobati penyakit ginjal. Hasil uji klinis membuktikan, kumis kucing bermanfaat untuk mengobati penyakit batu ginjal, bahkan bisa menghilangkan batu ginjal berukuran 5 sentimeter. Ramuan kumis kucing pun dapat mengatasi permasalahan ginjal lainnya, seperti penyakit infeksi ginjal kronis dan akut.

9. Berfungsi Untuk Melancarkan Proses Detoksifikasi dalam Tubuh

Kandungan dalam kumis kucing yang sudah diolah dapat membantu proses detoksifikasi tubuh jika dikonsumsi secara rutin. Pasalnya, kumis kucing memiliki khasiat untuk membuang racun-racun dari dalam tubuh serta menangkal radikal bebas yang nantinya akan dikeluarkan melalui urin.

10. Berfungsi Sebagai Anti Jamur

Manfaat lainnya dari kumis kucing yang menakjubkan yaitu khasiatnya sebagai obat anti jamur. Jika dioleskan ke permukaan kulit yang terkena infeksi jamur, tanaman kumis kucing dapat mencegah serta menghilangkan parasite penyebab jamur. 

11. Berfungsi Meredakan Nyeri Otot

Nyeri otot dan persendian bisa menghambat aktivitas sehari-hari. Nah, kumis kucing bisa menjadi salah satu solusi. Kandungan senyawa flavonoid dalam kumis kucing terbukti dapat meredakan nyeri otot dan persendian.

12. Berfungsi Untuk Menurunkan Berat Badan

Serupa dengan manfaatnya untuk detoksifikasi tubuh, kumis kucing juga bermanfaat untuk menurunkan berat badan dan membantu diet. Dengan meminum rebusan daun kumis kucing, diyakini dapat melancarkan aliran darah dan fungsi diuretiknya dapat membantu menurunkan berat badan secara bertahap.

13. Berfungsi Untuk Mengatasi Infeksi Pada Kandung Kemih

Masalah kandung kemih, seperti infeksi dan gangguan saluran kemih yang menyebabkan dorongan untuk sering buang air kecil termasuk salah satu penyakit yang dapat diatasi dengan kumis kucing. Kumis kucing memiliki manfaat untuk membersihkan kandung kemih serta melancarkan kerja kandung kemih.

14. Berfungsi Untuk Mengobati Keputihan

Salah satu penyakit yang sering dialami oleh para wanita adalah keputihan. Keputihan ini merupakan gangguan pada vagina yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur dan bakteri berlebih, yang menyebabkan rasa gatal, berbau, maupun warna dari keputihan yang tidak normal. Kumis kucing bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi keputihan ini, karena kandungan anti jamur yang dimilikinya.

Cara Merebus Daun Kumis Kucing 

Setelah mengetahui 14 manfaat kumis kucing di atas, berikutnya yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara merebus daun kumis kucing agar dapat dikonsumsi. Hal ini penting sekali, karena tanaman daun kumis kucing perlu diolah secara tepat agar optimal khasiatnya. 

Nah, biasanya ada dua cara untuk mengolah kumis kucing agar dapat dikonsumsi dengan baik dan maksimal khasiatnya. Pertama, yaitu dengan cara merebus daun kumis kucing. Berikut langkah demi langkah cara merebus daun kumis kucing: 

  • Pilihlah 4-5 lembar daun kumis kucing yang berkualitas baik, warna cerah, dan tidak layu. 
  • Cuci daun kumis kucing dengan air mengalir, beberapa kali hingga bersih dan tidak ada kotoran maupun debu yang menempel.
  • Rebus daun kumis kucing dengan ¼ gelas air putih hingga mendidih.
  • Jika sudah mendidih, matikan api. Air rebusan kumis kucing pun siap untuk dikonsumsi

Adapun cara mengolahnya yang kedua adalah dengan menghancurkan daun kumis kucing dan dihaluskan dengan air. Berikut tahapannya:

  • Siapkan kurang lebih 50 gram daun kumis kucing yang sudah dibersihkan.
  • Haluskan dengan 150 ml air dalam blender atau diulek hingga berbentuk menyerupai jus.
  • Tuangkan ke dalam gelas, dan siap diminum.

Cara merebus daun kumis kucing serta cara mengolahnya pun sebenarnya cukup bervariasi, sesuai dengan fungsinya. Berikut resep-resep cara mengolah daun tanaman kumis kucing agar aman dan nikmat untuk dikonsumsi;

Untuk Mengatasi Penyakit Batu Ginjal

  1. Cuci bersih bahan-bahan yang diperlukan seperti 100 gram daun kumis kucing serta 5 lembar daun keji beling.
  2. Siapkan air putih sebanyak 1 liter dan rebus bahan tersebut hingga mendidih, dan air rebusan menyusut hingga setengahnya.
  3. Minum air rebusan tersebut secara teratur 2 sampai 3 kali sehari.

Untuk Mengobati Masuk Angin

  1. Siapkan 3 lembar daun kumis kucing, cuci bersih.
  2. Rebus dengan 1 gelas air, tambahkan potongan jahe ke dalamnya.
  3. Sajikan hangat-hangat dengan perasan air jeruk nipis atau lemon untuk menambah kesegaran.

Untuk Menyembuhkan Batuk

  1. Rebus 20 gram daun kumis kucing dengan satu gelas air putih hingga mendidih.
  2. Sajikan dan minum secara rutin 3 kali sehari.

Untuk Mengatasi Rasa Gatal Serta Alergi Pada Kulit

  1. Siapkan bahan-bahan yang diperlukan seperti segenggam kumis kucing, meniran dan sambiloto serta 4 gelas air dan 2 jari temulawak.
  2. Rebus semua bahan tersebut hingga mendidih.
  3. Saring airnya untuk menghilangkan ampas.
  4. Minum air rebusan ini sebanyak dua kali sehari.

Tips Mengolah Kumis Kucing agar Aman Dikonsumsi

Pada dasarnya, cara mengolah kumis kucing ini terbilang sama untuk setiap penyakit yang ingin diobati. Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mengolah kumis kucing agar aman untuk dikonsumsi. Beberapa tips cara mengolah kumis kucing tersebut antara lain:

1. Rebuslah Hingga Mendidih

Jangan lupa untuk selalu merebus kumis kucing hingga air mendidih. Hindari meminum air rebusan kumis kucing yang tidak sampai mendidih. Sebab, air mendidih dapat membunuh bakteri yang terdapat pada daun tanaman kumis kucing sekaligus mensterilkan bahan-bahan ramuan agar aman untuk diminum. Ibu bisa memasukkan bahan-bahan kemudian didihkan, atau memasukkannya ketika air sudah mendidih terlebih dahulu.

2. Jangan Dibiarkan Terlalu Lama

Idealnya, air rebusan kumis kucing harus langsung dikonsumsi sebelum 24 jam. Jika sudah seharian dibiarkan, sebaiknya buang air rebusan dan buat lagi yang baru untuk menghindari meminum ramuan kumis kucing yang sudah basi atau terkontaminasi dengan bakteri. Jika kumis kucing tidak direbus terlebih dahulu, konsumsi dalam jangka waktu 12 jam.

3. Gunakan Daun Kumis Kucing Kering

Jika Ibu kesulitan menemukan tanaman daun kumis kucing, Ibu bisa mencari daun kumis kucing yang sudah dikeringkan untuk diolah ataupun direbus. Khasiatnya tetap sama, dan bila disimpan dalam toples atau plastik kedap udara, daun kumis kucing yang dikeringkan akan lebih tahan lama penyimpanannya.

4. Tambahkan Pemanis Alami Seperlunya

Kumis kucing yang diolah untuk mengobati penyakit selain diabetes, bisa ditambahkan pemanis alami secukupnya agar lebih nikmat untuk dikonsumsi. Beberapa contoh pemanis alami yang bisa ditambahkan ke dalam ramuan rebusan daun kumis kucing antara lain madu, gula batu, sirup agave, sirup maple, maupun pemanis berbahan dasar daun stevia.

5. Diamkan Beberapa Saat Setelah Mendidih

Ketika air rebusan kumis kucing sudah mendidih dan terdapat gelembung-gelembung air, jangan langsung dimatikan. Biarkan beberapa menit hingga proses mendidihnya cukup untuk mengolah kumis kucing sehingga aman untuk diminum.

6. Rebus Kumis Kucing dengan Alat Masak Non Logam

Dalam mengolah serta merebus bahan-bahan alami untuk pengobatan, sebaiknya hindari alat masak dengan bahan logam seperti stainless steel atau aluminium murni. Gunakan alat-alat masak seperti panci berbahan dasar keramik, porselen, atau kaca, sehingga tidak menimbulkan adanya senyawa beracun ketika sedang direbus dalam temperatur tinggi.

7. Tempatkan Ramuan Kumis Kucing dalam Wadah Kaca

Sebaiknya, setelah merebus ramuan kumis kucing, tempatkan dalam wadah, gelas ataupun botol kaca. Hindari bahan-bahan seperti silikon dan plastik yang dapat mempengaruhi rasa dan menyebabkan ramuan terkontaminasi. Pastikan juga wadah steril dan sudah dibersihkan terlebih dahulu.

8. Konsumsi Ekstrak Daun Kumis Kucing

Alternatif lainnya, apabila tidak sempat mengolah daun kumis kucing, Ibu bisa memperoleh ekstrak daun kumis kucing yang tersedia dalam bentuk kapsul. Namun tentunya, efek yang ditimbulkan tidak akan semaksimal air rebusan kumis kucing yang dibuat sendiri.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan dalam merebus serta mengolah kumis kucing yaitu jangan sampai melebihi dosis yang dianjurkan oleh dokter maupun yang tertera dalam kemasan. Bagaimanapun juga, dosis ramuan kumis kucing berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung riwayat penyakitnya maupun kondisi kesehatan serta pantangan yang ada. Konsumsi air rebusan kumis kucing secukupnya, dan sebaiknya tidak diminum dalam jangka panjang.

Awas! Kumis Kucing Bahaya Bagi Kesehatan Apabila...


Hindari meminum ramuan kumis kucing apabila Ibu mengalami kondisi atau riwayat penyakit sebagai berikut:

  • Sedang dalam kondisi hamil maupun menyusui;
  • Memiliki hipotensi atau tekanan darah rendah;
  • Menderita edema atau retensi cairan karena penyakit ginjal dan jantung;
  • Akan menjalani prosedur operasi dalam waktu dekat; dan
  • Mengonsumsi obat yang mengandung zat lithium.

Untuk memperoleh hasil yang optimal dan khasiat dari tanaman daun kumis kucing, perhatikan cara mengolahnya serta konsultasikan dengan dokter ya untuk menghindari efek samping yang mungkin terjadi. Jika diolah dan dikonsumsi sesuai dosis dengan baik dan benar, kumis kucing dapat menjadi salah satu alternatif pengobatan yang aman dan ampuh untuk mengatasi berbagai gangguan penyakit, serta meningkatkan imunitas tubuh.

Penulis: Yusrina
Editor: Dwi Ratih