Kesehatan Dibaca 299 kali

2 Manfaat Zat Besi Bagi Anak

Share info ini yuk ke teman-teman
Stephanie

Terakhir diperbaharui 13 Oktober, 2019 10:10

2 Manfaat Zat Besi Bagi Anak

Anak Ibu kelihatan seperti tidak bertenaga atau tidak aktif? Wah, mungkin si Kecil kekurangan zat besi, tuh.

Zat besi atau iron, adalah salah satu dari jenis mineral penting. Zat besi merupakan suatu komponen yang ada di dalam darah merah, yang fungsinya adalah untuk membawa oksigen mulai dari paru ke seluruh tubuh. Nah, ketika jumlah zat besi di dalam tubuh tidak memadai, maka sel-sel tubuh dan organ penting lainnya akan kekurangan oksigen sehingga tidak mampu memproduksi energi. Hal inilah yang bikin tubuh kita jadi cepat lelah. Kondisi ini disebut dengan anemia, atau yang lebih kita kenal dengan istilah kurang darah. 

Apa Manfaat Zat Besi Bagi Anak?

Zat besi dibutuhkan oleh segala usia, tidak terkecuali bayi dan anak-anak, agar otak dan tubuhnya bisa tumbuh kembang dengan baik. Selain itu, zat besi juga punya peran dalam kesehatan sel-sel tubuh, kulit, kuku serta rambut kita. Ada pun ciri dari bayi dan anak-anak yang kekurangan zat besi seperti, berat badan yang lambat naik, kulit dan kuku pucat, tidak berselera makan, rewel dan tidak aktif secara fisik. Bagi anak yang sudah sekolah, kekurangan zat besi nggak hanya berdampak pada tubuhnya, tapi juga pada kegiatan sekolahnya. Contoh, anak menjadi susah konsentrasi dan rentang perhatiannya pendek, yang pastinya bakal memengaruhi hasil belajarnya. 

Berapa Kebutuhan Zat Besi pada Anak?

Anak sudah makan banyak tapi masih juga kekurangan zat besi? Porsi makan itu memang penting, namun apa yang kita makan juga nggak  kalah penting, atau tidak asal kenyang. Sebetulnya, tubuh kita secara alami pun mampu beradaptasi pada kondisi kekurangan atau kelebihan zat besi melalui sistem penyerapan, namun ada jumlah tertentu yang dibutuhkan agar kebutuhan zat besi kita terpenuhi dengan baik. 

  • Bayi usia 7 bulan sampai 1 tahun, 11mg

  • Anak usia 1 sampai 3 tahun, 7mg.

  • Anak usia 4 sampai 8 tahun, 10mg.

  • Anak usia 9 sampai 13 tahun, 8mg. 

  • Anak remaja laki-laki, 11 mg.

  • Anak remaja perempuan, 15mg.
    Kebutuhan zat besi bagi anak remaja perempuan lebih banyak dibandingkan remaja laki-laki, hal ini dikarenakan anak remaja perempuan membutuhkan lebih banyak zat besi untuk menggantikan yang terbuang melalui menstruasi. 

Dampak kekurangan Zat Besi

Jika tubuh kekurangan zat besi, atau mengalami anemia, dampak umumnya adalah merasa cepat capek dan lemah. Efek lainnya adalah kesulitan mengatur temperatur tubuh, moody, pusing yang terasa seperti ruangan berputar atau bahkan seperti akan pingsan, sakit kepala serta glossitis atau peradangan pada lidah. 

Setelah usia anak memasuki satu tahun, anak biasanya kekurangan zat besi karena tidak lagi mengonsumsi minuman yang diperkaya dengan zat besi atau tidak mengonsumsi makanan sumber zat besi dalam jumlah yang dianjurkan. Jika anak kekurangan zat besi nggak hanya pertumbuhannya yang terganggu, tapi juga anak berisiko terkena anemia kalau tidak segera di atasi, seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Apa Itu Anemia?

Yuk, kita membahas lebih jauh mengenai anemia. Berbeda jenis anemia, berbeda pula penyebabnya. Contoh, ada anemia akibat kekurangan zat besi. Ada anemia akibat kekurangan vitamin, selain zat besi, tubuh juga membutuhkan vitamin B12 agar bisa memproduksi sel darah merah dengan baik, anemia akibat peradangan, dst. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko anemia, misalnya tidak makan, makanan bergizi, keturunan, menstruasi, dsb.

Beberapa jenis anemia tidak bisa dicegah, tapi untuk anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi dan kekurangan vitamin, bisa lebih mudah diatasi, yaitu dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan zat penting.

  • Folat. Contoh sumbernya adalah buah-buahan, sayuran berdaun hijau dan kacang-kacangan.

  • Vitamin B12. Banyak terkandung pada daging merah, olahan susu serta olahan kacang kedelai.

  • Vitamin C. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran seperti melon, brokoli atau tomat.

Sumber Makanan yang Kaya Akan Zat Besi di dalamnya

Zat besi pada sumber makanan, terbagi dalam dua jenis, yaitu hem dan nonhem. Pada zat besi jenis nonhem, banyak terkandung pada sumber makanan berupa tumbuhan seperti bayam, kacang-kacangan, dan biji-bijan seperti nasi, sereal, roti atau pada olahan kedelai. Sayuran berdaun hijau atau buah-buahan kering juga menjadi pilihan yang baik. Sedangkan untuk jenis hem, contohnya adalah daging merah, boga bahari dan unggas. Zat besi tipe hem ini adalah yang lebih mudah dicerna oleh tubuh kita. Untuk memaksimalkan penyerapan, disarankan untuk mengombinasikan dua jenis zat besi di atas serta makanan kaya akan vitamin C seperti beragam beri, kiwi, sitrus, atau brokoli.

Tips lain untuk memaksimalkan penyerapan manfaat zat besi, misalnya dengan menghindari memberi anak teh atau kopi di jadwal makannya, karena keduanya mengandung tannin, yang bisa menghambat penyerapan zat besi. Makanan lainnya yang juga tidak disarankan dikonsumsi bersamaan dengan sumber zat besi adalah makanan dan minuman yang kaya akan kalsium seperti susu, keju, termasuk suplemen kalsium. 

Berikut contoh beberapa makanan sumber zat besi beserta takarannya

  • 3 ons hati sapi, mengandung 5mg zat besi.

  • 3 ons daging merah (meat), mengandung 2mg zat besi.

  • 3 ons daging ayam, mengandung 3mg zat besi.

  • 3 ons ikan sarden, mengandung 2mg zat besi.

  • 1 butir telur, mengandung 1mg zat besi.

  • ½ gelas (cup) tahu, mengandung 3mg zat besi.

  • ½ gelas kacang merah, mengandung 2mg zat besi.

  • ½ gelas tomat rebus, mengandung 2mg zat besi.

  • ½ gelas bayam hijau, mengandung 3mg zat besi.

  • 1 lembar roti gandum utuh, mengandung 1mg zat besi.

  • ¼ gelas kismis, mengandung 1mg zat besi.

Butuh ide untuk memaksimalkan manfaat zat besi bagi anak, Bu? Contoh, sajikan anak sarapan berupa bubur oat, muesli atau plain cornflakes yang dicampur dengan air hangat dan potongan buah seperti campuran beri, atau buah-buahan kering. Selain memaksimalkan manfaat zat besi, buah-buahan sebagai pugasan juga baik untuk menggantikan gula. Sebagai tambahan, bisa memberikan jus jeruk. Sebaiknya yang segar, ya, Bu, bukan yang dalam kemasan.

Untuk makan siang, sajikan tumisan daging sapi atau ayam, dengan sayur bayam. Sedangkan untuk makan malam, bisa memilih menu ikan dengan sayur brokoli. Agar anak tidak lupa makan buah, ganti camilannya dengan buah-buahan potong atau jus. Trik ini juga bagus, nih, Bu, untuk mengurangi kebiasaan anak makan jajanan yang tidak sehat.

Dampak Zat Besi Berlebih

Khawatir anak kekurangan zat besi dan memberinya suplemen tambahan, boleh saja. Namun, sebaiknya Ibu berkonsultasi lebih dulu dengan dokter tentang kondisi dan jumlah kebutuhan anak. Jika sembarang memberi anak suplemen, bisa-bisa anak malah kelebihan zat besi. 

Zat besi adalah elemen pro-oxidant, yang intinya adalah, jika seseorang mengonsumsi zat besi dalam jumlah yang berlebih, misalnya diberikan pada bayi atau anak yang sebetulnya sudah tercukupi, maka zat besi akan berperan seperti pada kondisi kekurangan, yaitu mengganggu tumbuh kembang anak, baik itu pertumbuhan linear (status gizi) atau pada berat badannya. Konsumsi zat besi dalam jumlah berlebih pun bisa membuat perut terasa tidak nyaman seperti mual, muntah, diare, sembelit dan feses berwarna gelap. 

Sedangkan efek kelebihan zat besi pada organ penting, bisa menimbulkan gangguan pada liver dan metabolisme tubuh. Gejala zat besi berlebih, misalnya peningkatan kadar gula darah, nyeri sendi, nyeri pada bagian perut, ritme jantung yang tidak teratur, dst.

Intinya, kita mesti pintar-pintar dalam mengatur dan menjaga asupan anak, agar ia tumbuh kembang dengan baik dan sehat. Jika asupannya dirasa tidak mencukupi kebutuhan zat besi pada anak, segera konsultasikan hal ini dengan dokter.

(Stephanie/ Dok. Freepik)