Kesehatan Dibaca 289 kali

3 Manfaat Protein bagi Tubuh Anak

Share info ini yuk ke teman-teman
Stephanie

Terakhir diperbaharui 19 Oktober, 2019 04:10

3 Manfaat Protein bagi Tubuh Anak

Mengonsumsi nutrisi dengan seimbang adalah bagian penting dari tumbuh kembang anak. Tentunya, hal ini bakal susah diatasi seandainya si anak adalah picky eater atau suka pilih-pilih makanan. Untungnya, nih, Bu, rata-rata anak tidak kekurangan protein dalam asupannya, karena justru protein bisanya disukai anak, bagi yang suka pilih-pilih makanan sekali pun.

Apa manfaat protein bagi anak?

  1. Protein adalah komponen penting di dalam setiap sel tubuh. Misalnya, pada kuku dan rambut, sebagian besarnya terdiri dari protein. 

  2. Tubuh menggunakan protein untuk membangun dan memperbaiki jaringan-jaringan, untuk memproduksi enzim, hormon dan zat lainnya di dalam tubuh. 

  3. Protein juga berperan penting untuk membangun tulang, otot, darah serta kulit.

Lemak, karbohidrat dan protein, adalah makronutrien, yang artinya, dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang banyak. Namun, untuk lemak dan karbohidrat, bisa disimpan dalam tubuh, tidak seperti protein. Lalu, karena protein mudah terbuang, apakah mesti dikonsumsi sebanyak-banyaknya? Jawabannya adalah nggak ya, Bu. Ada jumlah tertentu untuk kebutuhan protein harian anak. Ada dua puluh macam amino yang membentuk protein, sebelas di antaranya diproduksi oleh tubuh, sisanya ini, nih, yang mesti didapat dari makanan kita sehari-hari. 

Apa tanda anak jika kekurangan protein?

Anak-anak yang dalam masa tumbuh kembangnya kekurangan protein, bisa menunjukkan gejala seperti mudah lelah, susah berkonsentrasi, tumbuh kembang lambat, mengalami nyeri di bagian tulang dan sendi, luka yang lambat sembuh hingga sistem kekebalan tubuh yang kurang baik. Gejala lainnya adalah otot-otot yang tidak berkembang dan merasa lapar. 

Berikut adalah jumlah kebutuhan protein yang disarankan untuk anak, namun jumlah tersebut masih perlu dibicarakan dengan dokter, agar anak Anda mendapatkan jumlah yang sesuai dengan kebutuhannya.

  • Anak usia 1 sampai 3 tahun, 13gr per hari

  • Anak usia 4 sampai 8 tahun, 19gr per hari

  • Anak usia 9 sampai 13 tahun, 34gr per hari

  • Remaja putri usia 14-18 tahun, 46gr per hari

  • Remaja laki-laki usia 14-18 tahun, 52gr per hari. Remaja putra membutuhkan lebih banyak protein karena pada usia ini, tubuhnya terus berkembang. 

Mengapa anak membutuhkan ekstra protein? 

  • Underweight. Berat badan anak di bawah normal, seringkali disebabkan oleh asupan makanan yang tidak memadai, biasanya karena anak suka pilih-pilih makanan.

  • Vegetarian. Anak-anak yang merupakan vegetarian disarankan untuk mengonsumsi lebih banyak sumber protein, misalnya sepuluh hingga lima belas persen. Sumber makanan yang baik untuk mereka misalnya peanut butter, oatmeal, jagung atau bayam.

  • Mengalami gangguan metabolisme.

Beberapa anak memang membutuhkan tambahan protein seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, namun, juga pada beberapa informasi, dikatakan jika terjadi kelebihan protein pada anak, maka ada risiko gangguan kesehatannya. Misalnya, anak bisa mengalami obesitas ketika besar nanti Kehilangan kalsium, dehidrasi dan gangguan kesehatan ginjal. Pengolahan protein juga menimbulkan nitrogen pada liver, dan tingginya nitrogen membuat liver tidak bekerja dengan baik.

Bahaya dari memberi suplemen protein berlebih pada anak

Suplemen protein, berupa bubuk atau minuman tinggi protein biasa diberikan pada anak-anak yang menjadi atlet. Padanya, suplemen protein bukanlah suatu keharusan, malah, bisa berakibat negatif pada anak. Karena, atlet remaja sebetulnya hanya membutuhkan sedikit tambahan saja dari kebutuhan anak-anak pada umumnya.

  • Berat badan bertambah. Jika kelebihan protein berarti anak juga kelebihan kalori, nah, jika kalori ini tidak dikeluarkan dengan baik, maka akan tersimpan sebagai lemak.

  • Risiko gangguan ginjal. Kelebihan protein bisa menyebabkan timbulnya batu ginjal dan memicu dehidrasi. 

Contoh sumber makanan yang kaya akan protein

  • Daging merah.
    Selain sumber protein, daging merah juga sumber yang baik untuk zinc, zat besi dan vitamin B12. Pastinya, pilih yang rendah lemak dan sesuaikan ukurannya dengan kebutuhan anak.

  • Daging putih atau unggas.
    Disarankan untuk membuang bagian kulitnya untuk meminimalisir lemak jahat. Untuk pilihan yang sehat, ayam bisa diolah menjadi sup, atau dipanggang.

  • Boga bahari dan jenis ikan lainnya.
    Ikan lebih rendah lemak dibanding sumber protein lainnya, salah satu yang terbaik adalah ikan salmon. Salmon juga banyak mengandung omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung anak.

  • Telur.
    Selain mudah didapat, mudah diolah, telur juga menjadi pilihan protein dengan harga yang terjangkau. Jika Ibu membuat bento, telur bisa dihias dengan mudah, loh.

  • Olahan susu.
    Termasuk turunannya seperti yogurt dan keju. Nggak hanya sumber protein yang baik, tapi susu juga kaya akan kalsium. 

  • Jenis biji-bijian.
    Atau beans. Dibanding dengan sayuran, beans adalah yang mengandung protein paling tinggi serta mengandung banyak serat yang bisa membuat anak kenyang lebih lama.

  • Legumes. Contohnya adalah lentil, kacang arab, quinoa, dst. Bagi anak yang hanya makan sayuran, Ibu bisa mengombinasikan bean dan legumes untuk manfaat yang lebih maksimal. Perlu berhati-hati, ya, Bu, karena kacang-kacangan dan legumes bisa menyebabkan alergi.

  • Olahan kedelai.
    Selain telur, olahan kedelai juga terjangkau, bahkan murah. Ibu bisa menyajikan tempe atau tahu bacem misalnya. Bisa juga membuat susu kedelai homemade. Keuntungan membuat susu kedelai sendiri adalah Ibu bisa mengatur penggunaan gula dan menjaga kebersihannya.

Sumber protein yang berasal dari hewan adalah protein yang lebih berkualitas, karena mengandung asam amino yang lebih lengkap. Selain itu protein hewani lebih mudah dicerna.

Berikut adalah contoh makanan berprotein dengan takarannya

  • ½ cup (gelas) susu, setara dengan 4gr protein.

  • ½ cup oatmeal, setara dengan 5gr protein.

  • ½ cup yogurt, setara dengan 4gr protein.

  • ½ cup jagung, setara dengan 3gr protein.

  • 2 ons ayam, setara dengan 12gr protein.

  • 1 buah ubi, setara dengan 3gr protein. 

  • 1 ons kacang almond, setara dengan 6gr protein.

Untuk mengatasi kekurangan protein pada anak yang suka pilih-pilih makanan, beberapa triknya adalah menyajikan makanan dengan tampilan yang menarik, mengajak anak membuat makanannya sendiri atau membiarkan anak memilih menu makanan yang diinginkannya. Berikut adalah contoh beberapa menu masakan yang mudah dibuat.

  • Frech toast.
    Rendam roti di dalam susu, telur dan sedikit garam. Agar lebih sehat, gunakan minyak yang sehat seperti minyak zaitun. Bisa juga, telur ditaruh di bagian tengah roti, yang sebelumnya sudah diberi lubang.

  • Smoothie.
    Blender susu dengan pisang yang sudah didinginkan, sebagai pemanis, Ibu bisa menambahkan sedikit madu atau sirup maple.

  • Pudding susu.
    Pudding susu mudah dibuat, dan bisa dijadikan camilan yang sehat untuk anak. Agar lebih enak dan tampilannya menarik, tambahkan potongan buah segar yang berwarna-warni. Ketika membuat pudding, berikan anak tugas untuk menaruh buah-buahannya.

  • Pizza keju.
    Anak-anak pasti suka, nih, makan pizza keju. Nggak harus jajan mahal, pizza juga bisa dibuat sendiri di rumah. Selain pepperoni, tambahkan topping keju cheddar dan mozzarella.

  • Roti kacang.
    Nah, ini mungkin yang paling mudah. Cukup sediakan roti putih atau roti gandum, berikan pugasan selai kacang di atasnya. Bentuk dengan cetakan roti, agar terlihat lebih menarik.

Intinya, asupan yang memadai, akan membantu memaksimalkan tumbuh kembang anak dan menjaga mereka agar senantiasa sehat.

(Stephanie /Dok. Freepik)