Kesehatan

5 Tips Sukses untuk Ibu Bekerja Di Rumah

Terakhir diperbaharui

5 Tips Sukses untuk Ibu Bekerja Di Rumah
Di era teknologi saat ini, menjadi seorang ibu yang bekerja di rumah bukan suatu hal yang mustahil. Tapi dengan keberadaan seorang bayi yang harus selalu diawasi, bekerja di rumah menjadi sebuah tantangan tersendiri. Sebenarnya ada tipsnya lho untuk menyeimbangkan urusan pekerjaan dan keluarga di rumah. Mau tahu rahasianya?

1. Priortitas Urusan Pekerjaan, Mengurus Rumah, dan Mengurus Anak

Mungkin tips yang satu ini terdengar tidak lazim di masyarakat Indonesia. Tapi nggak ada salahnya buat dicoba. Kalau Bunda punya teman atau kerabat yang sama-sama kerja di rumah, Anda bisa bergantian untuk menjaga anak dengan orang tersebut. Selain itu, Bunda juga bisa minta tolong mertua atau orang tua untuk membantu menjaga si kecil jika memungkinkan.
Strategi lainnya, Bunda bisa belajar untuk bekerja di rentang waktu yang pendek ketika bayi Anda bermain di ayunan, tidur siang, atau tidur di malam hari. Buat mini playground di dekat meja kerja Anda, lengkapi dengan selimut dan mainan. Jadi Anda tetap bisa menghibur si bayi, setidaknya selama beberapa menit ketika Anda harus menjawab email atau membuat kerangka surat.
Ketika berurusan dengan kerjaan rumah, rendahkan ekspektasi Anda. Jika Anda bisa menerima kondisi rumah yang berantakan, Anda akan punya lebih banyak waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Terima perubahan ini sebagai penyesuaian dengan situasi yang baru. Jangan melakukan aktivitas membereskan mainan atau mengepel lantai di siang atau pagi hari. Tunda kegiatan beres-beres hingga malam hari atau lakukan semua kegiatan bersih-bersih di akhir pekan.
Yang paling penting, tetapkan tujuan yang realistis. Anda perlu ketenangan untuk bekerja di bawah keadaan seperti ini. Misalnya, jangan coba menulis novel ketika Anda baru bisa menulis beberapa paragraf sederhana. Sepakati untuk membuat presentasi dalam 3 minggu, bukan 1 minggu. Seiring waktu berjalan, performa kerja Bunda pasti akan menjadi lebih baik.

2. Mengatur Jadwal Bekerja dan Waktu Untuk Keluarga

Karir dan keluarga tetap menjadi pilihan yang sulit, baik ketika kantor Anda jauh dari rumah atau berada di rumah Anda sendiri. Jika Bunda bekerja di rumah, Anda perlu melakukan eksperimen untuk mengetahui pekerjaan apa yang paling baik untuk Anda dan keluarga. Pertanyaan besarnya adalah “Apakah Anda bisa menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik jika Anda menetapkan jam kerja setiap harinya atau Anda bisa mengatur jadwal yang lebih fleksibel?”
Sediakanlah waktu untuk bekerja setiap harinya. Anda juga akan terbantu dengan adanya deadline. Misalnya, ada seorang ibu yang bekerja 3 hari dalam seminggu, tapi selama hari kerjanya, ia sama sekali tidak diganggu oleh sang anak. Tapi bila Anda cukup disiplin, Anda bisa berhasil dengan jadwal yang fleksibel. Contohnya, ada seorang ibu yang tidak membuat aturan ketat untuk memisahkan dirinya dari keluarga saat bekerja. Jadi Ia bekerja setiap hari, tapi juga bermain bersama bayi di sekitar rumah.
Satu hal mutlak yang di iyakan oleh semua orang tua yang bekerja di rumah adalah “mengurus anak itu sebuah keharusan”. Apapun jadwal kerja yang Anda buat, baik ketat atau fleksibel, buatlah perencanaan untuk masa transisi. Tidak mudah untuk berpindah dari urusan popok ke deadline pekerjaan atau sebaliknya. Beri waktu pada diri Anda sendiri untuk menelpon, mengecek email, atau sekedar mengumpulkan ide yang ada di pikiran Anda.
Pastikan juga Anda menjadwalkan waktu untuk keluarga di sela waktu kerja, mungkin dengan menyuapi si kecil, bergabung dengan anak yang lebih besar untuk makan siang, atau bermain di halaman bersama. Ketika anak Anda mulai tumbuh, biarkan mereka masuk dalam kehidupan pekerjaan Anda. Banyak orang tua yang bekerja di rumah menghargai anak mereka yang melihat pekerjaan orang tuanya sebagai bagian dari ritme kehidupan keluarga.

3. Mengatasi Gangguan Dari Tetangga atau Tamu Yang Datang Ke Rumah

Kadang kalau kita bekerja di rumah, orang lain menganggap kalau kita bisa dikunjungi kapanpun, walau sebenarnya tidak begitu. Untuk menghindari kejadian ini, disiplin dan komunikasi jelas menjadi hal yang sangat penting.
Seorang ahli terapi yang bekerja di rumah, menerima klien di ruangan yang terpisah dan menghindari gangguan dengan membuat jam kantor secara spesifik. Setiap orang, termasuk teman dan keluarga, tahu untuk tidak mengganggunya selama waktu tersebut.
Saluran telepon untuk pekerjaan yang terpisah bisa membuat hidup lebih mudah, biarkan mesin penjawab yang mengurus saluran telepon rumah selama Anda bekerja. Atau berikan nomor hand phone Anda untuk urusan pekerjaan dan jangan jawab telepon dari saluran rumah, atau sebaliknya.
Jika Anda mendapat telepon pribadi di saat jam kerja, minta penelpon untuk menelepon kembali pada waktu yang lebih memungkinkan. Jika Anda tidak bisa menerima kunjungan, gantungkan papan pemberitahuan pada pintu rumah atau minta pengasuh Anda untuk berjaga. Cobalah bersikap serius tentang pekerjaan Anda. Jika Anda tidak menganggapnya serius, tak ada seorangpun yang akan menganggapnya demikian.

4. Bekerja Di Rumah dan Keberadaan Pengasuh

Jika Anda bertanya, “Bagaimana saya bisa bekerja di rumah dengan adanyan pengasuh di rumah saya?” Jawaban dari pertanyaan ini bergantung pada beberapa faktor, termasuk layout rumah Anda, temperamen anak Anda, dan toleransi Anda terhadap suara bising dan gangguan. Biasanya Anda tidak bisa bekerja ketika anak berada di dekat Anda, meski ketika ada pengasuh. Dengan begitu Anda perlu membuat kesepakatan tentang area bermain anak atau membuat kantor di rumah Anda berada di luar penglihatan dan pendengaran anak.
Jika Anda harus bekerja dengan anak di dekat Anda, Anda tetap memerlukan ruang pribadi untuk bisa menyelesaikan pekerjaan Anda, misalnya bekerjalah di ruangan dengan pintu yang tertutup. Ketika berada di ruang kerja, beberapa orang tua hanya mau diganggu ketika terjadi kondisi darurat. Beberapa orang tua lainnya merasa tidak masalah jika diganggu kapanpun saat bekerja karena itu bisa mengurangi kecemasan dan kekhawatiran mereka. Semua itu kembali lagi pada pola kerja Anda Bunda. Sesuaikanlah peraturan dengan kebiasaan Anda.
Apapun gaya Anda, jangan tergoda untuk meladeni setiap tangisan si kecil. Cari orang yang Anda percayai dan biarkan ia menenangkan si kecil. Jika Anda selalu menghampiri si kecil setiap kali ia membutuhkan Anda, ia tidak akan belajar untuk beralih kepada pengasuh dan peraturan ini tidak akan berhasil. Pastikan juga untuk membuat jadwal kerja dengan jeda teratur untuk melihat atau menyuapi si kecil. Dengan begitu Anda bisa menyeimbangkan dua dunia Anda lebih baik lagi, yakni pekerjaan dan pengasuhan anak. Dan itu lah yang menjadi alasan kenapa banyak orang tua memilih bekerja di rumah.

5. Risiko Bekerja Di Rumah Yang Membuat Anda Terisolasi

Bekerja di rumah pasti akan membuat Anda lose contact dengan orang lain di dunia nyata. Jika pekerjaan Anda tidak melibatkan orang lain, cobalah membuat jadwal makan siang bersama dengan rekan kerja, berpartisipasi dalam kelompok bermain anak atau komunitas orang tua, atau bisa juga ikut kelas olah raga atau yang berkaitan dengan pekerjaan Anda.
Sediakan waktu untuk diri Anda sendiri. Saat bekerja dan mengurus anak-anak, sangat mudah untuk melupakan diri sendiri, tapi sangat penting untuk tidak melakukannya. Jadi ketika Anda sudah ahli dalam menjadwalkan tanggung jawab kerja, keluarga, dan rumah tangga, pastikan ada waktu tersisa untuk diri Anda sendiri.
(Ismawati)