Kesehatan

Amankah Penggunaan Obat Nyamuk Bayi?

Terakhir diperbaharui

Amankah Penggunaan Obat Nyamuk Bayi?

Nyamuk bisa menyebarkan banyak penyakit. Demam berdarah, chikungunya, dan malaria adalah beberapa penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. Untungnya penyakit-penyakit ini bisa dicegah.

 

Apakah aman menggunakan obat nyamuk pada bayi?

Jawaban untuk pertanyaan ini bergantung pada jenis obat nyamuk yang Anda akan gunakan.

 

Paling baik tidak menggunakan obat nyamuk seperti obat nyamuk bakar dan semprot ketika ada bayi. Jauhkan bayi dari obat nyamuk cair dan mat juga. Krim anti nyamuk alami, spray tubuh, dan gel serta kelambu jadi pilihan yang paling aman.

 

Kenapa bayi membutuhkan obat nyamuk?

Meski Anda berargumen manusia telah ada selama berabad-abad tanpa obat nyamuk  yang disemprotkan, tapi ini bisa jadi trik penting untuk melindung bayi.

 

Gigitan nyamuk bisa terasa sakit untuk bayi dan bisa muncul bengkak lebih parah akibat gigitan nyamuk yang sama pada orang dewasa. Beberapa bayi bisa mengalami bengkak parah dan bahkan memar di area yang digigit.

 

Tanda reaksi parah akibat gigitan nyamuk pada bayi bisa berupa:

  • Area bengkak yang besar
  • Memar
  • Demam rendah
  • Pembesaran kelenjar getah bening.

 

Selain itu beberapa anak bisa mengalami reaksi alergi pada gigitan nyamuk. Tapi ini bukan satu-satunya bahaya dari gigitan nyamuk pada bayi. Bayi juga bisa berlebihan saat menggaruk gigitan nyamuk, yang bisa memicu infeksi kulit yang akan membutuhkan perhatian medis.

 

Dan seperti tiap orang tahu, gigitan nyamuk juga bisa membawa banyak penyakit. Penyakit tersebut bisa berefek lebih parah pada bayi.

 

Kapan bisa gunakan obat nyamuk untuk bayi?

Seberapa cepat Anda bisa menggunakan obat nyamuk bayi bervariasi bergantung pada bahan yang Anda gunakan. Dan Anda perlu perhatikan kalau beberapa jenis obat nyamuk bekerja lebih baik dibanding lain.

 

Beberapa bahan aktif bisa digunakan pada bayi ketika usianya sudah lebih dari 2 bulan, antara lain:

  • DEET.
  • Picaridin.
  • IR3535.

 

Tapi ini tidak berarti semua obat nyamuk bayi aman digunakan pada bayi kapan saja. DEET cukup kontroversial apakah aman digunakan pada bayi atau tidak. Sebagian dokter menganggap tak masalah jika DEET digunakan pada bayi usia 2 bulan, yang lain mengatakan 6 bulan adalah usia yang aman.

 

Pada anak usia 2 sampai 12 tahun, jangan gunakan DEET lebih dari 10 persen, tapi Anda bisa tingkatkan frekuensi pemakaiannya hingga 3 kali sehari. Setelah anak mencapai usia 12 bulan, Anda bisa gunakan produk yang mengandung DEET hingga 30 persen.

 

Cara melindungi bayi dan keluarga dari nyamuk

Bunda, berikut ini beberapa cara melindungi bayi dan keluarga dari gigitan nyamuk:

 

  1. Pakaian untuk melindungi dari gigitan nyamuk

    Satu cara paling efektif untuk melindungi bayi adalah mengurangi area kulit yang terbuka. Pilih bahan pakaian katun atau rajutan agar udara bisa mengalir tapi menutup tubuh bayi.

     

    Pakaian harus longgar, karena nyamuk bisa menggigit melalui pakaian yang ketat. Sepatu, rok, gaun, dan baju tanpa lengan sebaiknya dihindari.

     

    Anak kecil bisa mengenakan pakaian yang menutup semua tubuhnya. Bila memakaikan satu set baju, pastikan perutnya juga tertutup dengan kaos dalam.

     

    Untuk bayi yang sudah lebih besar pilih celana panjang, baju lengan panjang yang tipis, atau atasan dan kaos kaki serta sepatu tertutup. Topi bisa membantu menghindari gigitan nyamuk di kepala.

     

    Warna yang Anda pilih juga berpengaruh. Warna pakaian yang cerah dan motif yang simple kurang menarik bagi serangga, termasuk nyamuk. Sebaliknya, pakaian dengan warna gelap atau pola bunga akan menarik perhatian nyamuk dan serangga.

     

  2. Pilih obat nyamuk bayi yang tepat

    Obat nyamuk bayi dianggap sebagai anti nyamuk yang paling efektif. Kebanyakan obat nyamuk efektif selama 2 sampai 5 jam setelah digunakan, bergantung pada konsentrasi bahan kimia pada produk.

     

    Tapi, jangan gunakan obat nyamuk bayi pada bayi usia kurang dari 2 bulan. Untuk bayi usia lebih dari 2 bulan, para ahli menganjurkan orangtua memilih obat nyamuk yang mengandung konsentrasi bahan kimia yang paling rendah.

     

    Beberapa obat nyamuk bayi mengandung DEET. Jangan gunakan obat nyamuk bayi dengan kandungan DEET dan picaridin lebih dari 30 persen.

     

  3. Gunakan kelambu

    Kelambu bisa sangat efektif bila digunakan dengan tepat dan keuntungannya dari menggunakan kelambu adalah tidak memiliki efek kesehatan. Bila Anda tidur bersama bayi, Anda bisa gunakan kelambu yang besar yang menutup tempat tidur. Pastikan kelambu terpasang dengan baik. Periksa apakah ada nyamuk terperangkap di bawah kelambu.

     

    Bila bayi tidur di tempat tidur bayi di sebelah tempat tidur Anda, gunakan kelambu terpisah. Tapi ingat, kelambu menjadi tidak efektif bila Anda mengeluarkan bayi dari tempat tidur untuk menyusui atau mengganti popok beberapa kali di malam hari.

     

    Selalu pastikan tempat tidur bayi dan stroller-nya tertutup kelambu, baik di dalam maupun di luar ruangan.

     

  4. Kasa nyamuk pada pintu dan jendela

    Untuk mencegah nyamuk masuk ke rumah, pasang kasa nyamuk pada pintu dan jendela.

     

    Kasa berbahan nilon jadi pilihan tepat.  Kasa yang menempel pada jendela bisa dicuci secara teratur.Ini akan mencegah nyamuk maupun serangga masuk ke rumah. Dan Anda masih tetap bisa menikmati udara segar. Pastikan menutup celah di jendela atau rangka pintu juga.

     

  5. Pilih wewangian pengusir nyamuk

    Anda bisa temukan banyak produk, dari lilin wangi hingga minyak esensial, yang mengusir nyamuk dan juga membantu membuat rumah bebas nyamuk dan berbau menyenangkan.

     

    Beberapa wewangian seperti sereh, citronella, lavender, dan kayu putih, bisa mengusir nyamuk. Sebaliknya, bau bunga dan buah cenderung menarik nyamuk dan serangga.

     

    Ada kemungkinan beberapa produk mengandung campuran wewangian yang mungkin menarik perhatian nyamuk. Jadi sebisa mungkin, coba gunakan lotion, sabun, minyak, shampo, dan alat mandi yang tanpa pewangi.

     

  6. Jangan hanya mengandalkan obat nyamuk bayi alami

    Banyak ibu memilih obat rumahan dan metode alami untuk mengusir nyamuk. Misalnya, beberapa ibu memilih menggunakan cengkeh untuk mengusir nyamuk. Tapi tidak ada bukti yang cukup untuk menjelaskan seberapa efektif cara ini.

     

  7. Bersihkan sarang nyamuk

    Penting untuk menyingkirkan tempat yang jadi sarang nyamuk. Nyamuk berkembang-biak di air yang tergenang dan bisa bertelur di air tergenang yang sangat sedikit.

     

    Pastikan penampungan air seperti drum dan ember tertutup agar nyamuk tidak bisa masuk. Jangan biarkan air di pot tanaman, vas bunga, tanaman dalam ruangan, dan piring hewan peliharaan terlalu lama.

     

    Butuh sekitar 7 hingga 10 hari untuk telur nyamuk menetas. Jadi sering ganti air di dalam wadah. Bersihkan semua wadah air sekali seminggu. Pastikan menggosok bagian sisinya juga.

     

    Tambahkan beberapa tetes minyak tanah di kolam kecil dan tempat lain di mana tetap ada air tergenang. Minyak membentuk lapisan di air dan menghentikan nyamuk berkembang-biak.

     

    Di beberapa area, banyak orang yang melakukan fogging untuk membasmi nyamuk, tapi Anda perlu periksa rumah dan bangunan di sekitarnya untuk memastikan tidak ada air tergenang  atau area di mana nyamuk bisa berkembang-biak.

     

    Bersihkan daun kering atau busuk, ban bekas, kaleng, botol atau pot kosong di sekitar rumah. Benda-benda ini bisa jadi pengumpul air hujan.

 

Kenali dan cegah penyakit dari gigitan nyamuk

Nyamuk bisa berkembang-biak di cuaca hangat dan lembab. Untuk menjaga keamanan keluarga, pelajari gejala, penanganan, dan pencegahan penyakit akibat nyamuk.

 

  1. Demam berdarah

    Virus demam berdarah dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan menyebar melalui gigitannya. Nyamuk ini biasanya menggigit di siang hari. Nyamuk ini sangat aktif di awal pagi dan sore hari. Nyamuk membawa virus yang bisa bertahan sekitar 40 hari.

     

    Tidak ada vaksin untuk mencegah demam berdarah, dan Anda tidak bisa sepenuhnya kebal dari demam berdarah bila Anda pernah terjangkit.

     

  2. Chikungunya

    Chikungunya menyebar oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti, nyamuk yang sama yang menyebabkan demam berdarah. Nyamuk ini biasanya menggigit di siang hari, terutama di pagi dan sore hari.

     

    Tidak ada vaksin untuk mencegah chikungunya, tapi menurut bukti, bila Anda terkena chikungunya, Anda akan punya kekebalan sepanjang hidup terhadap penyakit ini.

     

  3. Malaria

    Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit yang menginfeksi jenis nyamuk tertentu. Nyamuk ini menyebarkan malaria ketika menggigit manusia.

     

    Ada 4 jenis parasit malaria yang menginfeksi manusia, yaitu:

    • plasmodium falciparum
    • plasmodium vivax
    • plasmodium ovale
    • plasmodium malariae

     

    Plasmodium falciparum dan plasmodium vivax yang paling umum.  Sedangkan plasmodium falciparum yang paling mematikan.

     

    Tidak seperti demam berdarah dan chikungunya, nyamuk yang menyebarkan malaria sangat aktif di malam hari, selama periode antara senja dan fajar.

     

    Sayangnya, Anda tidak bisa sepenuhnya kebal dari malaria setelah Anda pernah terjangkit. Tubuh perlahan memperoleh kekebalan alami, tapi hanya setelah berulang kali terkena penyakit.

     

Obat nyamuk yang tidak aman untuk bayi

Bunda, berikut ini beberapa obat nyamuk yang tidak aman untuk bayi:

 

  1. Obat nyamuk cair

    Ini mungkin obat nyamuk paling umum yang digunakan di rumah tangga. Biasanya mengandung bahan kimia berbahaya dan menghirupnya tidak bagus untuk kesehatan bayi. Menghirup uap berbahaya ini bisa menyebabkan masalah pernapasan dan memperparah masalah kesehatan yang sudah ada. Obat nyamuk ini juga bisa sebabkan alergi dan iritasi pada mata bayi.

     

    Sebaiknya gunakan vaporiser untuk durasi terbatas untuk membasmi nyamuk. Lalu hentikan agar bayi tidak bermasalah dengan baunya di dalam ruangan.

     

  2. Obat nyamuk semprot

    Obat nyamuk bentuk semprot berbahaya untuk bayi. Bisa menyebabkan masalah pernapasan parah bagi mereka. Bila Anda berencana menggunakan semprot nyamuk harus pastikan tidak ada jalan nyamuk keluar ruangan. Juga, bayi harus berada di luar ruangan hingga bau obat nyamuk menghilang.

     

    Obat nyamuk semprot tidak memberi perlindungan terhadap gigitan nyamuk dan serangga. Ini membuat obat nyamuk ini hanya afektif ketika digunakan sebagai tambahan untuk obat nyamuk lain yang efektif.

     

  3. Obat nyamuk bakar

    Obat nyamuk bakar ketika digunakan untuk waktu lama dan ketika dibakar di dalam ruangan dapat menyebabkan masalah pernapasan dan alergi. Obat nyamuk bakar menghasilkan asap dan ada penelitian yang menunjukkan kalau obat nyamuk bakar bisa menyebabkan penyakit paru-paru.

     

    Tempatkan obat nyamuk bakar di bukaan ruang agar nyamuk menghindari ruangan tersebut. Jangan gunakan obat nyamuk bakar di dalam ruangan.

     

  4. Obat nyamuk bentuk mat

    Asap dari obat nyamuk ini beracun sama seperti bentuk vaporiser cair. Jadi alangkah baiknya untuk menghindari obat nyamuk ini dari bayi.

     

  5. Raket nyamuk

    Penghalang  fisik selalu jadi pilihan terbaik untuk bayi ketika membasmi nyamuk. Anda bisa gunakan raket ini untuk membunuh nyamuk di tempat. Tapi raket ini tidak memberi perlindungan pada gigitan nyamuk dan haru digunakan bersama obat nyamuk lainnya.

     

    Raket menggunakan baterai dan membunuh nyamuk ketika terjadi kontak. Bila Anda menggunakannya,  pastikan bayi tidak bermain dengan benda ini.

     

  6. Minyak esensial

    Lilin dan wangi-wangian memberi bau alami yang nyamuk hindari. Bau seperti kayu putih, sereh, lavender, dan citronella bisa membantu membasmi nyamuk.

     

    Tapi Anda harus mewaspadai minyak esensial dengan bau kuat dan kontak langsung dengan kulit bayi harus dihindari. Kebanyakan minyak esensial dianggap  tidak aman untuk bayi di bawah usia 2 tahun. Menggunakannya pada kulit bayi bisa menyebabkan alergi. Baca label sebelum menggunakannya.

     

Cara atasi gigitan nyamuk pada bayi

Kadang sangat sulit mencegah gigitan nyamuk tanpa menggunakan obat nyamuk. Sebenarnya ada banyak cara alami untuk mengatasi gigitan nyamuk pada bayi. Cara ini simpel dan sangat efektif.

 

Berikut ini obat alami untuk mengatasi gigitan nyamuk pada bayi:

 

  1. Baking soda

    Satu cara ala rumahan paling populer untuk mengatasi gigitan nyamuk pada bayi adalah baking soda yang harganya terjangkau. Kandungan baking soda bermanfaat untuk mengembalikan tingkat pH pada kulit dan menurunkan rasa gatal dengan cepat.

     

    Larutkan satu sendok teh baking soda bersama dengan satu gelas air. Celupkan kain dan oleskan pada area yang gatal selama 10 sampai 15 menit.

     

  2. Lemon

    Dengan kandungan anestetik dan anti peradangan, lemon jadi cara paling simpel dan efektif untuk mengatasi gigitan nyamuk pada bayi. Lemon dipotong jadi dua bagian dan digosokkan pada area yang terkena gigitan. Anda bisa juga gunakan perasan lemon untuk digosokkan pada area kulit yang digigit nyamuk.

     

  3. Garam

    Garam juga memiliki kandungan anti peradangan dan antiseptik. Garam laut jadi obat rumahan yang efektif untuk mengatasi gigitan nyamuk pada bayi yang bisa segera Anda peroleh di dapur. Cukup gunakan garam untuk membersihkan area yang digigit nyamuk. Anda bisa juga gunakan garam laut dan air untuk mendapat hasil terbaik.

     

  4. Bawang putih

    Ketika kulit bayi menjadi bengkak karena gigitan nyamuk, bahan yang bisa meredakannya adalah bawang putih. Bawang putih telah digunakan cukup umum untuk mengatasi bengkak dan rasa gatal. Terlebih bau yang kuat dari bawang putih akan mengusir nyamuk.

     

    Gosokkan bawang putih pada area yang digigit nyamuk. Beberapa menit kemudian, gunakan air untuk membersihkan kulit.

     

  5. Lidah buaya

    Dikenal memiliki kandungan antiseptik alami, lidah buaya jadi salah satu cara alami untuk mengatasi gigitan nyamuk pada bayi. Tidak hanya bermanfaat untuk kulit, tapi lidah buaya juga efektif dalam mengatasi bengkak, rasa gatal, dan sakit.

     

    Simpan gel lidah buaya di kulkas selama 10 sampai 15 menit agar dingin. Lalu segera gunakan pada area yang terkena gigitan nyamuk.

     

  6. Es batu

    Dingin dari es batu akan mencegah peradangan pada area kulit yang digigit nyamuk. Sehingga bayi tidak merasakan sakit atau gatal lagi. Es batu jadi cara paling mudah untuk mengatasi gigitan nyamuk. Gunakan es batu pada kain yang bersih lalu tempelkan pada kulit selama sekitar 15 menit.

(Ismawati)